Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Memiliki Saham Perusahaan Lewat ESOP Yuk

by Sindhi Aderianti on 26 Desember, 2018

Siapa sangka, ternyata sekarang karyawan bisa juga memiliki saham perusahaan yang mempekerjakannya. Dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku, program bernama ESOP dapat mewujudkan hal tersebut. Seperti apakah program kepemilikan saham itu?

Yuk Mengenal Investasi Saham

Dalam mengembangkan bisnis yang dijalani, setiap perusahaan tentu punya cara unik masing-masing. Salah satunya melalui ESOP. Mungkin ESOP masih sangat asing di telinga Anda, apa itu ESOP? ESOP atau Employee Stock Option Program pada dasarnya dibuat untuk memenuhi hak karyawan atas saham suatu perusahaan.

Progam kepemilikan saham perusahaan ini di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan PKSK. Beberapa negara seperti Amerika, Inggris, dan Singapura pun sudah menerapkan program ini hingga sekarang.

Di Indonesia sendiri, ESOP juga semakin gencar diberlakukan oleh sejumlah perusahaan. Data terakhir di tahun 2002 menunjukkan baru ada 23 perusahaan publik dan 4 perusahaan tertutup yang sudah menerapkan ESOP.

Sebagian perusahaan yang dimaksud di antaranya adalah PT. Bank Central Asia Tbk, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Astra Internasional Tbk, Carrefour, Deutsche Bank AG, dan IBM Indonesia.

(Baca juga: Langkah-langkah Cara Berinvestasi Saham)
Tujuan Diberikannya ESOP

Setiap kebijakan, tentu memiliki tujuan yang baik. Begitu pula dengan program ESOP yang memberi banyak keuntungan ini. Umumnya, ESOP dirancang sebagai tunjangan atau modal pensiun untuk karyawan di hari tuanya kelak. Adapun tujuan-tujuan lainnya meliputi:

  1. Meningkatkan loyalitas perusahaan

Pemberian saham perusahaan lewat program ESOP diyakini mampu meningkatkan loyalitas karyawan. Ada keterikatan batin yang membuat karyawan seolah mendapat bagian tersendiri dalam kepemilikan perusahan tersebut.

Meski saham yang diberikan pada setiap karyawan tidak berjumlah besar, kebijakan ini dinilai efektif untuk mempertahankan setiap karyawan agar tidak ‘pindah ke lain hati’. Sehingga meminimalisir terjadinya turn over yang berisiko menurunkan citra perusahaan.

  1. Bentuk penghargaan

Hadiah adalah salah satu cara untuk memotivasi karyawan agar lebih semangat lagi mencetak prestasi dalam berkarir. Selain bonus, ESOP pun menjadi pilihan terbaik yang bisa diberikan suatu perusahaan.

Dengan begitu, perusahaan jadi bisa terus mengembangkan bisnisnya berkat kinerja setiap karyawan yang semakin mumpuni.

Dengan adanya tujuan pemberian ESOP di atas, keuntungan tentu saja tidak hanya diterima oleh karyawan semata, tapi juga terlihat jelas dari sisi perusahaan.

(Baca juga: Bursa Saham Global Melemah, Saatnya Genjot Investasi?)
Mekanisme dan Simulasi ESOP

Penasaran bagaimana mekanisme pemberian saham dalam program ESOP? Soal jumlah, pemberian saham dalam program ESOP ini tetap ada tolak ukurnya.

Semua ditentukan dari seberapa lama masa kerja karyawan, senioritas, serta kontribusi lainnya. Lalu, ada juga 2 cara kepemilikan saham yang biasanya perusahaan beri kepada karyawan, yaitu secara cuma-cuma, menjual dengan diskon atau pada periode tertentu saat harga saham sedang turun.

Saham tersebut dijual secara konservatif berdasarkan arus kas bisnis. Maka itu ketika saham ESOP hendak dibagikan, perusahaan akan terlebih dahulu memanggil auditor untuk mengecek berapa valuasi perusahaan.

Angka valuasi ini biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan. Tahap pengecekannya bukan hanya dinilai dari aset yang dimiliki perusahaan, tapi faktor-faktor non material pun dimasukkan sebagai perhitungan.

Jika sudah dapat valuasinya, barulah diputuskan berapa persen yang akan diberikan pada karyawan.

Begini simulasinya, katakanlah harga saham saat pemberian ESOP adalah Rp 1.000 per lembar. Nah, 10 tahun kemudian saat karyawan pensiun, harga saham otomatis berubah Rp 5.000 per lembar.

Perusahaan lalu akan langsung melakukan buy back atau membeli kembali saham ESOP tersebut. Bisa dibayangkan berapa kali lipat keuntungan yang  diperoleh? Bahkan jika perusahan tadi sudah melaksanakan IPO (Initial Public Offering), karyawan punya kesempatan lebih untuk menjual saham di bursa saham.

(Baca juga: Mau Mulai Menabung Saham, Ini Panduan Lengkapnya)
ESOP Sudah Berada dalam Pengawasan OJK

Semua pasti sudah tahu bagaimana tugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keberadaan OJK tak lain juga berfungsi untuk mengawasi pasar modal di Indonesia.

Sehubungan dengan itu, OJK sendiri telah mengatur kepemilikan saham bagi karyawan. Management Stock Option Program (MSOP) dan Employee Stock Option Program (ESOP) adalah sebutannya.

Ketentuan MSOP dan ESOP ini merupakan salah satu dari 3 aturan yang OJK buat sejak tahun 2014 silam. Sebelumnya, ketentuan emiten atau perusahaan publik yang ingin menerapkan MSOP dan ESOP terangkum dalam peraturan IX.D.4, tentang penerbitan saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD).

Khusus dalam aturan yang baru, OJK mewajibkan emiten secara detil menjelaskan MSOP dan ESOP usungannya lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pasalnya selama ini, tidak diketahui berapa jumlah saham manajemen dan karyawan serta siapa pengempitnya.

Jadilah aturan itu dibuat agar emiten lebih perhitungan dalam menerbitkan saham untuk keperluan tersebut. Mempunyai saham perusahaan tanpa biaya pribadi adalah salah satu dari sekian banyak tunjangan yang pastinya menguntungkan.

Tapi hampir sama dengan jenis investasi lain, program ESOP tetap memiliki risiko. Penjualannya nanti akan selalu bergantung pada nilai saham.

Dengan kata lain, kondisi ini agak sulit untuk diprediksi. Ada kalanya sewaktu-waktu harga saham naik, sebaliknya bisa saja justru mengalami penurunan drastis.

(Baca juga: Yuk Ikuti Mudahnya Cara Investasi Saham)

Program ESOP ini juga sesungguhnya bukan merupakan suatu kewajiban. Sifat ESOP fleksibel dan tidak bisa dipaksakan apabila karyawan tak ingin melakukan pembelian.

Sehingga karyawan boleh mengambil tawaran tersebut atau tidak. Pun, tidak semua orang tertarik dengan konsep seperti itu. Namun lagi-lagi jika dilihat dari keuntungannya dalam menjamin masa pensiun seseorang kelak, kesempatan ini tentu amat sayang untuk dilewatkan. Apalagi kalau dari awal ESOP diberikan secara gratis.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.