Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Investasi Ini Gak Kalah Untungnya dari Pasar Modal

by Miftahul Khoer on 14 Maret, 2019

Investasi di pasar modal saat ini sudah tak lagi asing di telinga masyarakat. Jumlah investornya setiap tahun mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hingga akhir 2018, jumlah investor di pasar modal sudah tembus hingga lebih dari 1,6 juta investor.

Namun, jika dilihat dari besaran angka tersebut, boleh dibilang jumlah investor dengan jumlah penduduk Indonesia sangat jomplang sekali. Artinya tingkat literasi investasi di pasar modal harus lebih digenjot lagi.

Nah, jika bicara investasi, sebenarnya bukan cuma pasar modal saja yang bisa kamu jajal. Masih banyak instrumen investasi menjanjikan yang gak melulu di sektor finansial. 

Kamu bisa membidik investasi di sektor riil atau investasi pada produk yang lebih kelihatan secara “fisik”. Berikut beberapa jenis investasi di sektor riil yang juga sama-sama menjanjikan yang bisa kamu jalankan. Bahkan tak sedikit orang menjadi tajir akibat investasi tersebut. Apa saja jenis investasinya? Yuk simak.

Pohon jati

Investasi satu ini sangat cocok dilakukan di lokasi yang lahannya mencukupi. Maklum, pohon jati perlu ruang yang cukup luas agar pohon-pohonnya tumbuh secara leluasa.

Modal investasi jati relatif murah. Kamu cukup membeli bibit jati berbentuk biji atau pohon kecil. Harga bibit jati ini relatif terjangkau. Kamu gak harus merogoh kocek jutaan untuk membeli bibit jati per pohonnya. Untuk satu batang pohon bibit jati dijual antara Rp7.000 hingga Rp20.000.

Namun, jika pohon jati sudah tumbuh, kamu bisa menjual pohon jati dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah. Artinya keuntungan investasi di pohon jati sangat menggiurkan. Hanya saja, panen pohon jati memerlukan waktu yang cukup lama hingga belasan tahun.

(Baca juga: Ternyata Meraup Cuan Investasi Reksa Dana Bisa Dimulai dengan Nyuci Baju Sendiri)

Lukisan

Kamu mungkin akan mengernyitkan dahi bagaimana sebuah lukisan bisa dihargai puluhan juta, ratusan juta bahkan miliaran? Mengapa banyak pelukis yang kerjaannya “cuma” menggambar bisa kaya raya hingga hartanya melimpah. Ya, itu semua karena lukisan selain merupakan benda seni yang indah juga bisa dijadikan investasi.

Kalau kamu hobi atau menyenangi lukisan, kamu bisa mulai mencari karya yang dihasilkan oleh seniman-seniman berbakat. Kamu bisa cari lukisan di pameran atau di galeri seni yang menampilkan hasil karya pelukis-pelukis kesohor. Atau kamu juga bisa datang ke balai lelang lukisan yang kerap digelar terutama di Jakarta.

Semakin tua lukisan yang dihasilkan pelukis, semakin mahal harganya. Sebagai contoh, kamu berhasil membeli salah satu lukisan karya Affandi di balai lelang seharga Rp100 juta. Maka beberapa tahun kemudian kamu bisa menjualnya kembali dengan harga yang lebih dari saat kamu beli. Jangan khawatir, lukisan old master atau karya pelukis senior sudah pasti dicari oleh kolektor lukisan kok.

Barang kuno

Punya keramik, guci, atau piring buatan China berusia ratusan tahun? Wah beruntung deh, kamu bisa-bisa kaya mendadak. Ya gimana enggak, barang-barang kuno tersebut sudah pasti memiliki harga yang tinggi seiring banyak kolektor yang mencari barang kuno tersebut.

Jangan salah, kolektor barang kuno peninggalan sejarah sebagian merupakan para pejabat dan orang terkenal. Yusril Ihza Mahendra misalnya, mantan menteri era Gusdur, Megawati dan SBY ini bahkan kerap berburu barang kuno seperti keramik dan piring Cina hingga ke luar negeri. Ini menggambarkan bahwa pangsa pasar barang kuno cukup potensial. 

(Baca juga: Gak Ngerokok Sebulan, Kamu Bisa Investasi di 3 Instrumen Ini)

Tanah

Punya dana Rp200 juta mending dibeli satu unit mobil atau tanah? Kalau kamu berpikir secara ekonomi sih pasti akan dibelikan tanah. Terserah deh tanah tersebut mau dibangun atau dibiarkan beberapa tahun kosong. Yang jelas semakin ke sini harga tanah pasti naik.

Coba bandingkan kalau kamu beli mobil tahun 2019 seharga Rp200 juta, lima tahun kemudian dijamin deh harga mobil kamu pasti anjlok. Sementara kalau kamu beli tanah, lima tahun kemudian pasti harga tanah kamu bukan gak mungkin bisa laku seharga Rp250 juta atau lebih. So, lebih baik keluarkan modal kamu untuk investasi tanah karena cukup menjanjikan.

Properti

Investasi satu ini sudah pasti menguntungkan. Kalau kamu punya rumah, apartemen atau ruko sudah pasti itu akan jadi aset berharga kamu. Kenaikan harga properti sangat cepat. Bahkan gak perlu hitungan tahun, dalam beberapa hari saja harga properti bisa naik drastis.

Sebagai contoh, satu pengembang menjual harga satu unit rumah di minggu pertama Maret 2019 seharga Rp300 juta. Tiba-tiba, pada minggu Maret ketiga harga rumah di pengembang tersebut sudah naik hingga Rp350 juta. Bayangkan kalau sudah bertahun-tahun, tentu harga rumah akan terus naik.

So, buat kamu yang mau terjun investasi di properti, mending buruan mulai dari sekarang. Hanya saja kamu harus pandai mencari lokasi properti yang strategis dan mudah diakses agar banyak orang yang mau beli properti kamu. Percaya deh, investasi properti pasti nguntungin karena harganya jarang jatuh.

Nah, kamu juga bisa cek di CekAja.com untuk berbagai pilihan produk investasi!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami