Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

4 Alasan Kenapa Banyak Orang Belum Investasi, Apa Aja?

by Miftahul Khoer on 16 Juli, 2019

Sudah cukup sering bukan kamu mendengar ungkapan bahwa investasi adalah salah satu hal yang wajib dilakukan saat kamu memperoleh penghasilan bulanan? Menyisihkan sebagian dana dari pendapatan untuk investasi seolah-olah menjadi sebuah keharusan. Namun, tak sedikit orang yang belum melakukan investasi karena berbagai alasan. 

alasan belum investasi

Padahal, kebanyakan para perencana keuangan sudah pasti menganjurkan untuk berinvestasi ketika mereka berbicara baik di hadapan publik maupun dalam konsultasi personal. Persoalannya, sebagian besar masyarakat bukan tidak ingin berinvestasi baik secara konvensional seperti menabung emas hingga yang cukup modern sekalipun seperti investasi saham, reksadana obligasi dan instrumen-instrumen lainnya.

Mereka merasa bahwa investasi memang penting dilakukan untuk memeroleh keuntungan di masa depan. Hanya saja, ada beberapa persoalan yang masih mereka alami sehingga belum atau tidak sempat berinvestasi. Apa saja yang menjadi alasan seseorang belum investasi? Yuk cek!

Pendapatan pas-pasan

Mungkin kamu selama ini banyak mendengar rumus-rumus mengelola keuangan yang baik dan jitu agar kondisi finansial kamu sehat. Misalnya ada metode budgeting 50-30-20 dan yang sejenisnya. Metode pengelolaan keuangan ini membagi 50 persen penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, cicilan, belanja bulanan, asuransi hingga bayar listrik dan internet.

Sementara 30 persennya dialokasikan untuk dana hiburan seperti jalan-jalan, nonton, hingga nongkrong. Dan 20 persennya dari penghasilan bulanan kamu dialokasikan untuk investasi. 

Ya, metode budgeting atau rumus mengelola keuangan seperti ini cukup membantu merapikan pengeluaran bagi mereka yang punya penghasilan cukup atau bahkan besar. Namun, tidak berlaku bagi mereka yang pendapatan bulannya pas-pasan atau bahkan kurang.

Sederhananya, bagaimana mau menyisihkan uang untuk investasi kalau penghasilannya saja kurang. Mungkin kelompok ini lebih fokus mengalokasikan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari yang dinilai lebih penting dari lainnya. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok ini merasa sudah bisa makan dan sewa rumah saja sudah syukur. Investasi urusan nanti.

(Baca juga: SBR007 Meluncur: Yuk Kenali Keunggulan Investasi SBR)
Literasi keuangan yang kurang

Selain penghasilan pas-pasan, ada juga persoalan lain yang membuat seseorang belum atau tidak berinvestasi. Kelompok ini biasanya tidak dan belum mengenal literasi keuangan atau bahkan tidak tahu apa itu investasi. Padahal, sebagian dari kelompok ini tidak ada masalah dalam urusan penghasilan. 

Di pelosok-pelosok daerah, ada banyak orang kaya yang lebih memilih menyimpan uangnya di rumah. Padahal cara ini lebih berbahaya jika terjadi sesuatu seperti perampokan, kebakaran hingga bencana alam. Namun ada juga sebagian dari mereka yang lebih memilih menyimpan uangnya di bank.

Nah, inilah pentingnya pihak pemerintah terkait untuk sama-sama mengenalkan investasi kepada masyarakat-masyarakat di pelosok daerah. Terlepas apakah itu investasi di instrumen saham, reksadana, obligasi hingga logam mulia. Yang jelas mereka harus sudah diberi pemahaman literasi keuangan hingga bagaimana cara mengelola keuangan yang baik dan benar.

Belum yakin dan percaya diri

Ada lagi tipe orang yang sudah mengenal literasi keuangan hingga sudah paham seluk beluk investasi. Hanya saja mereka belum yakin dan percaya diri untuk terjun langsung berinvestasi. Alasannya bisa saja dana yang akan diinvestasikan masih ‘diperebutkan’ untuk kebutuhan lain yang lebih urgen. Ada juga alasan bahwa kelompok ini masih ragu dan takut rugi jika uangnya diinvestasikan.

Bahkan orang-orang yang termasuk dalam kelompok ini merasa bahwa investasi terutama di pasar modal diyakini sebagai kegiatan yang mengarah ke perjudian karena memegang prinsip bisa untung dan bisa rugi. Sehingga mereka lebih memilih mengalihkan uangnya untuk kegiatan lain yang mereka yakini lebih baik.

(Baca juga: Investasi Tas Mewah? Perhatikan Dahulu Hal-hal Berikut Ini!)
Bagaimana nanti

Dalam istilah Sunda ada ungkapan ‘kumaha engke’ alias bagaimana nanti. Orang-orang tipe ini dalam konteks keuangan lebih memilih menghabiskan uangnya untuk waktu tertentu ketimbang memikirkan untuk masa depan. Mengapa hal ini terjadi? Ya, mungkin karena penghasilan mereka hanya cukup untuk waktu tertentu saja. Tidak ada dana yang mereka alokasikan khusus untuk hal lain seperti investasi hingga asuransi yang mereka yakini memberatkan.

Ya, mungkin beberapa alasan di atas menjadi tantangan besar bagi kita semua mengapa hingga kini belum atau tidak menyisihkan uang untuk berinvestasi. Padahal, investasi sangat penting untuk masa depan. Dana investasi yang bisa diambil di masa depan bisa digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari membiayai dana pendidikan anak, membeli rumah, biaya pensiun hingga keperluan-keperluan yang sekiranya memang diperlukan di masa mendatang.

Padahal, yang namanya investasi di era sekarang ini tidak memerlukan dana yang besar. Cukup dengan dana sebesar Rp100.000 per bulan, kamu sudah bisa melakukan investasi di reksa dana. Dan investasi inilah yang mungkin paling bisa dilakukan oleh orang banyak dari berbagai kalangan manapun. Jadi, seharusnya, tak ada alasan untuk belum investasi ya? Kuy mulai investasi!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami