Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Jenis Investasi Kayu Menggiurkan, Pohon Sengon Salah Satunya

by Miftahul Khoer on 6 Agustus, 2019

Pohon sengon menjadi perbincangan luas di masyarakat setelah PLN menduga pohon tersebut menjadi penyebab mati listrik di sebagian pulau Jawa pada Minggu, 4 Juli 2019. Pohon sengon yang menjulang tinggi di area SUTET 500 kilovolt (kV) Ungaran, Jawa Tengah, menyebabkan transmisi tersangkut pada dahan-dahan pohon yang mengakibatkan listrik mati berjam-jam. Nah, bicara mengenai pohon sengon juga kerap dikaitkan dengan investasi kayu. 

investasi kayu

Pohon sengon atau yang dikenal dengan nama albasiah merupakan pohon kayu yang mudah tumbuh di berbagai jenis tanah. Jenis kayu ini biasa dijadikan berbagai keperluan pembangunan properti dan juga furnitur. Harga kayu sengon atau albasiah tergolong cukup mahal mencapai puluhan hingga ratusan ribu untuk ukuran 103 cm dengan diameter 20 cm.

Namun, kami tidak akan mengulas lebih jauh tentang pohon sengon yang menjadi penyebab mati listrik di sebagian Pulau Jawa. Berikut kami akan mengulas pohon sengon dan beberapa jenis pohon lainnya yang bisa dijadikan ladang investasi menggiurkan, ini dia:

1. Pohon Sengon

Untuk memulai investasi di pohon sengon kamu bisa mulai dengan mengeluarkan kocek sekitar Rp10 juta. Modal tersebut digunakan untuk pembelian bibit pohon hingga biaya perawatan. Bibit pohon sengon termasuk yang mudah diperoleh.

Sementara untuk lahan, kamu bisa memanfaatkan lahan milik sendiri atau milik pemerintah yang biasa digunakan oleh masyarakat dengan sistem sewa. Lahan yang diperlukan untuk mengembangkan pohon sengon sekitar 300 hingga 500 meter persegi. Sementara waktu yang diperlukan dari mulai menanam bibit hingga menjadi kayu mencapai sekitar delapan tahun.

(Baca juga: Jam Tangan Mewah Jadi Investasi, Cek 5 Artis yang Koleksi!)
2. Pohon Jabon

Jenis pohon lain yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah adalah pohon jabon atau sebagian orang menyebut jati bonsor. Jenis kayu ini memang mirip dengan kayu jati, hanya saja kualitasnya berada di bawah jati dan lebih baik dari sengon.

Investasi pohon jabon bahkan relatif lebih singkat ketimbang sengon dan jati karena cukup dalam waktu enam hingga delapan tahun. Sementara harga kayu jabon per kubiknya bisa mencapai Rp700.000 hingga Rp1 juta.

3. Pohon Cendana

Jenis kayu satu ini tergolong langka, dengan demikian harganya pun cukup tinggi yakni mulai dari Rp300.000 hingga Rp500.000 per kg. Kayu cendana biasa dijadikan sebagai rempah-rempah, obat-obatan, kosmetik hingga aroma terapi.

Untuk memulai budidaya pohon cendana, kamu bisa mengeluarkan kocek sekitar Rp20 juta untuk bisa menanam bibit dan pengadaan berbagai peralatan dan perawatan. Pohon cendana mampu hidup di tanah pasir, lahan gambut hingga tanah pasir.

4. Pohon Aren

Pohon satu ini cukup banyak manfaatnya yang bisa dikonsumsi banyak orang antara lain kolang-kaling, dan gula aren. Tak hanya itu, pohon aren juga bisa digunakan untuk campuran obat dan bahan baku kerajinan.

Budidaya pohon aren di Indonesia cukup tinggi karena banyak yang bisa diambil dari mulai pohon hingga buahnya. Penanaman pohon aren bisa dilakukan di berbagai jenis dan tinggi permukaan tanah.

(Baca juga: Investasi Tas Mewah? Perhatikan Dahulu Hal-hal Berikut Ini!)
5. Pohon Jati

Jenis kayu satu ini memang paling dikenal dan paling mahal. Ciri khas kayu jati adalah kekuatannya yang tahan dimakan rayap dan usia. Maka tidak heran kalau banyak orang yang membudidayakan pohon jati.

Kayu jati banyak digunakan untuk produk furnitur yang harganya selangit. Selain kuat, hasil kayu jati untuk furnitur juga lebih elegan dan artistik sehingga banyak diburu oleh para kolektor dan pecinta furnitur kelas atas.

Jika kamu tertarik berinvestasi di pohon jati, maka kamu bisa memulai untuk membeli bibitnya untuk ditanam. Perlu mengeluarkan kocek sekitar Rp25 juta untuk membeli ratusan hingga ribuan bibit pohon jati.

Setelah itu, kamu siapkan lahan yang benar-benar strategis untuk menanam pohonnya. Lakukan penanaman ini bersama orang yang ahli atau mengerti seluk beluk pohon jati. Jangan lupa lakukan perawatan yang intensif hingga pohon bisa ditebang dan dijual.

Sebagai gambaran, harga kayu jati berdiameter 50 cm dan tinggi 30 meter bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Waktu yang dibutuhkan untuk memanen pohon jati bisa belasan tahun. Dan jangan salah, harga kayu jati setiap tahunnya selalu naik terus. Oleh karena itu, salah satu pilihan investasi di pohon kayu yang menggiurkan adalah jati.

Namun, kalau kamu tertarik investasi di sektor kayu tetapi masih terkendala permodalan, kamu berkonsultasi dengan mengakses CekAja.com untuk mendapat panduan finansial terpercaya. Berani mencoba?

 

 

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami