Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Arisan Emas, Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

by Sindhi Aderianti on 8 Oktober, 2019

Investasi emas bak primadona. Bukan hanya nilainya yang cenderung stabil, tapi instrumen ini sekarang juga kian mudah dimiliki. Terlebih setelah ada fasilitas arisan emas dari Pegadaian.

arisan emas

Metode arisan umumnya dilakukan oleh sekelompok orang dengan mengumpulkan uang, kemudian diundi selama periode tertentu. Nama siapa yang muncul pada sesi kocokan, maka ia berhak mendapatkan uang tersebut.

Seiring berjalannya waktu, arisan kini tak hanya bisa dilakukan dalam bentuk uang, tapi juga benda berharga seperti emas. Untuk bisa menikmati fasilitas arisan emas ini, setidaknya kamu harus memiliki anggota minimal enam orang. Setiap bulan, nantinya tiap peserta arisan akan mendapat kepingan emas yang beratnya sudah disepakati di awal.

Program arisan logam mulia yang diluncurkan PT Pegadaian (Persero) ini telah digencarkan pada beberapa daerah di Indonesia. Arisan Mulia, begitu namanya semakin diminati sejalan dengan kesadaran untuk berinvestasi yang kian tinggi. Tak terkecuali bagi millennials yang menginginkan investasi anti ribet, terjangkau, dan pastinya mudah dicairkan.

Meski berinvestasi emas lewat metode arisan, bukan kaleng-kaleng. Kamu tetap memperoleh sertifikat emas. Soal kemanan pun sudah pasti terjamin dan prosesnya juga dilayani oleh tenaga profesional dari Pegadaian.

Berminat ikut arisan emas? Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terlebih dulu. Berikut 4 di antaranya:

1. Kumpulkan anggota

Arisan emas baru bisa dimulai jika kamu sudah mengumpulkan anggota. Seperti yang tadi dikatakan, sedikitnya anggota harus berjumlah 6 orang. Perihal jumlah, sebenarnya Pegadaian tidak membatasi. Namun agar diundinya tak begitu lama, lebih baik peserta arisan dibatasi maksimal 36 orang saja. Karena perhitungannya, jumlah peserta sama dengan lama periode arisan; 36 orang berarti 36 bulan. Lalu pastikan juga semua anggota harus sudah terdaftar menjadi nasabah Pegadaian, ya.

(Baca juga: Aneka Cara Investasi Emas di Pegadaian, Kamu Mau yang Mana?)
2. Cek rekam jejak peserta arisan

Selain menentukan jumlahnya, peserta arisan haruslah orang yang bisa dipercaya. Hal ini sangat penting untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi di tengah jalan. Seperti penipuan, lalai membayar arisan, kabur begitu saja, atau hal merugikan lainnya. Maka jika seseorang punya rekam jejak yang kurang baik, lebih baik hindari melibatkannya dalam kegiatan tersebut.

3. Buat perjanjian awal

Peserta ready? Langkah selajutnya, buat perjanjian terkait berat emas yang akan diundi ke dalam arisan. Semisal 10 gram dengan perhitungan harga emas Rp650.000/gr. Berarti totalnya adalah Rp650.000 x 10 gram yaitu Rp6,5 juta. Dari total harga emas tersebut, kemudian dibagi jumlah anggota arisan. Taruhlah 36 orang, maka Rp6,5 juta : 36 = Rp180.000. Mekanismenya sesimpel itu! Jadi artinya, uang arisan yang harus dibayarkan rutin setiap bulan adalah Rp180.000 saja.

4. Uang muka arisan

Sebelum memulai arisan emas, peserta arisan juga perlu menyetor uang muka (DP) sebesar 10 persen dan 15 persen. Untuk DP 15 persen, bisa dimulai setelah angsuran pertama, dan setelah angsuran ke-1 barulah membayar DP 15 persennya. biaya administrasi Rp50.000. Pembayaran Nantinya, uang arisan bisa dibayar secara online, melalui ATM, atau langsung di outlet Pegadaian.

Tertarik berpartisipasi mengikuti arisan emas Pegadaian? Bila peserta dan uang sudah dipersiapkan, kamu bisa langsung mendaftarkan diri ke kantor Pegadaian dengan membawa identitas diri, seperti KTP

(Baca juga: Mengenal BRANKAS, Tabungan Emas ala Antam)

Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan terpercaya yang dimiliki pemerintah, jadi soal keamanan, sudah pasti terjamin. Selain investasi emas, perkaya lagi rekeningmu dengan menjajal dunia bisnis. Nikmati fasilitas KTA (Kredit Tanpa Agunan) dari CekAja.com sebagai modal usaha. Jumlah pinjaman yang didapat tidak main-main, bisa sampai Rp300 juta! Yuk, cari tahu info selengkapnya tentang KTA melalui website www.cekaja.com atau telepon langsung customer care kami di nomor (021) 8062 6900.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.