Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ketentuan Gesek Kartu Kredit di Luar Negeri yang Wajib Diketahui!

by Vera Khairifah on 3 Januari, 2020

Jalan-jalan ke luar negeri enggak lengkap rasanya tanpa belanja. Sebab ada banyak produk menarik yang dijual lebih murah dibanding setelah diimpor ke Indonesia. Memakai kartu kredit di luar negeri menjadi salah satu pilihan cara pembayaran. Eits, sebelum kamu gesek kartu kredit di luar negeri, pahami dulu ketentuannya.

Ketentuan Gesek Kartu Kredit di Luar Negeri yang Wajib Diketahui!

Alasan Belanja Pakai Kartu Kredit

Kartu kredit dipilih sebagian orang dalam bertransaksi. Beberapa keunggulannya membuat publik semakin tertarik memilikinya. Enggak heran jika kini kepemilikan kartu kredit seolah menjadi umum dan hal biasa di kalangan masyarakat.

  • Lebih Praktis

Bentuk kartu kredit yang praktis dibawa ke mana-mana tentu saja membuat banyak orang suka untuk menggunakannya.

  • Mudah

Tak bisa dipungkiri bahwa kartu kredit memudahkan penggunanya untuk memiliki berbagai produk tanpa harus membayarnya lunas secara langsung di muka. Cicilan akan meringankan pengguna karena produk bisa dibayar bertahap di kemudian hari.

  • Banyak Promo

Sebagian transaksi pembelian barang dan jasa yang dibayar dengan kartu kredit memiliki banyak promo. Mulai dari diskon atau potongan harga, hingga produk tambahan yang digratiskan. Tak mengherankan sebab kartu kredit memiliki banyak merchant yang bekerjasama memberikan promo.

Ketentuan Gesek Kartu Kredit di Luar Negeri
1. Pahami jenis kartu kredit yang bisa digesek di luar negeri

Sebelum kamu berniat untuk gesek kartu kredit di luar negeri, kamu harus tahu bahwa tak semua jenis kartu bisa digunakan. Penggunaan transaksi internasional hanya diperuntukkan bagi kartu kredit yang memegang jaringan ke seluruh dunia.

Misalnya seperti kartu kredit dari berbagai bank yang memiliki logo VISA atau Matercard, lalu Citibank, CIMB Niaga, Standard Chartered, dan lain sebagainya.

Jadi, sebelum gesek kartu kredit di luar negeri, pastikan dulu kartumu memungkinkan dipakai di negara yang kamu tuju nantinya.

2. Ajukan pembukaan velocity

Ketentuan menggesek kartu kredit di luar negeri lainnya adalah mengajukan pembukaan velocity. Velocity adalah akses keamanan yang memungkinkanmu menggunakan kartu kredit di luar negeri.

Jika pembukaan velocity tidak diajukan, maka akses keamanan yang mendeteksi transaksi luar negeri akan menolak transaksi itu karena dianggap transaksi yang mencurigakan.

Jadi, laporkan dulu kepada pihak bank penerbit kartu kredit sebelum kamu meninggalkan tanah air, ya.

3. Cek limit kartu kredit

Sebelum asyik shopping, kamu juga perlu mengecek limit kartu kredit. Pastikan kartu kredit memiliki limit yang cukup agar tetap bisa digunakan belnja di luar negeri.

Perhatikan kurs atau nilai tukar uang juga, sebab berbelanja dengan angka atau kurs dolar malah kerap bikin kita kalap dan menganggap murah.

Selain itu, masa berlaku kartu kredit juga kamu pastikan belum dekat dengan tanggal kadaluarsa, agar tetap dapat digunakan. Malu kan kalau sampai transaksi gesek kartu kredit di luar negeri kamu ditolak di mesin EDC?

4. Ketahui biaya gesek kartu kredit di luar negeri

Sama seperti transaksi kartu keuangan paa umumnya, gesek kartu kredit di luar negeri dikenakan biaya. Namun, biaya yang dipatok setiap bank berbeda-beda, tergantung dengan regulasi bank penerbit kartu kredit itu.

Biaya ini meliputi nilai selisih kurs dan biaya transaksi luar negeri sebesar 3 persen dari harga barang atau jasa yang dibeli.

Jika kamu menggunakan mesin ATM setempat untuk tarik tunai, kamu juga akan dikenakan biaya penggunaan mesin ATM, serta biaya tarik tunai kartu.

5. Wajib simpan nomor CS dan nomor kartu kredit

Penggunaan dengan gesek kartu kredit di luar negeri rentan mengalami masalah. Misalnya penolakan kartu kredit di mesin EDC, ataupun kartu kredit yang hilang dan takut disalahgunakan oleh pihak lain.

Maka dari itu, tak ada salahnya untuk mengantisipasi hal tersebut dengan bersiap menyimpan nomor customer service (CS) bank penerbit untuk sewaktu-waktu dihubungi. Nomor kartu kredit juga perlu kamu simpan untuk verifikasi data saat dibutuhkan.

Simpan nomor CS dan nomor kartu kredit dengan baik. Misalnya mencatat di buku catatan yang kamu bawa, mengingatnya dengan baik, atau menyimpan di e-mail, dan lain-lain.

6. Rahasiakan PIN dan Card Security Code

Kita tak pernah tahu secanggih apa metode penipuan, scamming data, maupun tindak kriminal lainnya di negara lain saat ini. Maka dari itu, jaga lah selalu keamanan bertransaksi dengan merahasiakan PIN dan card security code (CSC). Yang dimaksud dengan CSC adalah 3 digit nomor kartu kredit paling akhir yang biasa digunakan saat gesek kartu kredit.

Jika kamu tidak berhati-hati, maka bukan tidak mungkin orang lain mengetahui PIN dan CSC kartu kredit kemudian menyalahgunakannya.

7. Bawa Kartu Cadangan

Membawa kartu cadangan saat gesek kartu kredit juga sangat diperlukan. Sebab jika kamu mengalami penolakan atau kartu hilan, masih ada kartu lain yang bisa digunakan. Baik itu kartu kredit maupun kartu debit.

Kamu juga boleh emegang uang tunai, tapi disarankan untuk tak membawa dalam jumlah besar. Sebab di beberapa negara, tingkat kriminal yang tinggi memiliki peluang pencurian barang berharga yang lebih besar. Jadi, selalu berhati-hati, ya.

Kartu kredit kini gamang banget dimiliki. Bandingkan dan ajukan sesuai kebutuhanmu melalui CekAja!

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast