Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Keamanan Kartu Kredit di Marketplace Yang Harus Kamu Ketahui!

by Teti Purwanti on 22 Januari, 2020

Bersama berkembangnya teknologi, cara-cara penipuan juga turut berkembang. Jangan kamu kira karena belanja dari rumah di marketplace maka kamu tidak akan bisa ditipu. Nyatanya, Salah satu metode penipuan yang sedang marak terjadi adalah penipuan kartu kredit. Penipuan ini bertujuan untuk menyadap informasi tentang kartu kredit seseorang dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Keamanan Kartu Kredit di Marketplace Yang Harus Kamu Ketahui!

Modus dan metode penipuan ini pun sangat canggih, cepat, dan akurat. Ditambah lagi, banyak orang yang menganggap hal ini sepele sehingga tidak disadari banyak orang.

Alat Penggesek Transaksi Kartu (Skimming)

Modus penipuan kartu kredit ini paling berbahaya. Penipuan ini dilakukan dengan cara menyelipkan alat elektronik berukuran kecil di mesin EDC untuk mengetahui informasi kartu kredit. Jika pelaku berhasil mendapatkan informasi kartu kredit, jangan heran bila tagihan kartu kredit membengkak secara tiba-tiba.

Untuk mengatasi penipuan ini, segera hubungi pihak bank dan mintalah agar bank memblokir kartu kredit sehingga kartu kredit tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan.

Mengirim Link Palsu 

Kamu kerap menerima email, SMS, dan pesan lain dengan isi pesan ternyata adalah tautan (link) yang ditautkan di suatu halaman. Tujuannya tidak lain untuk memudahkan akses informasi ke situs lain.

Usahakan kalau pengirimnya tidak kamu kenal dengan baik, lebih baik tidak mengklik atau membuka link tersebut. Pasalnya, tidak semua link yang ditautkan bisa dipercaya. Kebanyakan link tersebut malah berbau scam alias penipuan yang menggunakan cara survei untuk mendapatkan identitas pribadi korban.

Padahal, saat ini data identitas pribadi adalah hal yang amat penting yang bisa membuat kita mengalami kerugian yang tidak ternilai harganya. Bahkan, beberapa dari link tersebut bisa jadi berisi virus. Apabila virus ini tidak dibersihkan, maka informasi pribadi bisa tersadap dalam waktu yang singkat.

Permintaan Unduh Perangkat Lunak

Saat ini berbagai website juga biasanya memiliki aplikasi yang bisa makin memudahkan penggunanya. Hanya saja, bila aplikasi tersebut tidak tersedia di App Store atau Play Store, namun justru mengunduh aplikasi lewat situs yang tidak terpercaya, maka jangan percayai hal tersebut.

Bisa jadi link tersebut justru akan dilengkapi dengan virus tertentu dan menyadap data tersadap secara otomatis, bahkan seperti data kartu kredit yang sudah diamankan dengan password atau kata sandi sekalipun.

Oleh karena itu, jangan percaya ketika diminta mengunduh suatu aplikasi yang tidak terpercaya, hal ini boleh jadi adalah salah satu modus penipuan.

Memenangkan Undian Tertentu

Cara ini memang sudah terbilang jadul, namun karena masih digunakan boleh jadi penipuan ini cukup efektif untuk mengeruk keuntungan dengan cara yang kurang baik. Kalau kamu tidak merasa ikut undian tertentu, tentu saja kamu harus langsung mengabaikan pesan ini.

Sayangnya, masih banyak yang tertipu. Padahal, jika memang benar kartu kredit yang kamu miliki berhasil memenangkan undian, maka pemberitahuannya pasti melalui telepon menggunakan nomor telepon resmi bank, bukan menggunakan nomor telepon pribadi.

Oleh karena itu, cobalah untuk merahasiakan nomor ponsel dari orang-orang yang tidak dikenal. Sehingga berbagai pesan menipu bisa diminimalisasi. Selain itu, kalau sampai kamu tergiur karena nominal yang disebutkan, cobalah untuk lebih dahulu mencari kebenaran undian tersebut.

Tawaran Jasa

Seseorang yang tak dikenal menawarkan jasa untuk membuat kartu kredit baru? Jangan lekas percaya, apalagi jika syarat-syarat yang harus dilengkapi berbeda dari pembuatan kartu kredit pada umumnya. Kemungkinan besar orang yang menelepon adalah penipu.

Ada baiknya, kalau memang ingin memiliki kartu kredit, datanglah langsung ke bank, atau booth bank tertentu yang kerap ada di mall-mall. Bawalah dokumen yang dibutuhkan agar proses pembuatan kartu kredit baru menjadi lebih cepat. Selain cepat, prosesnya juga lebih aman dan terpercaya.

Phishing

Phising adalah metode penipuan yang dilakukan dengan cara mengelabui korban yang menjadi target. Untuk menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus percakapan melalui telepon, pesan singkat (SMS), ataupun e-mail dengan kalimat yang sopan dan halus, sehingga korban tidak menyadari kalau itu adalah penipuan.

Saat ini juga kerap terjadi bank menelpon tengah malam, sehingga korban dalam keadaan setengah sadar untuk melakukan hal yang dilakukan oleh penipu. Setelah beberapa lama, barulah pelaku akan menjurus ke pertanyaan untuk mengetahui nomor kartu kredit dan CVV. Agar tidak terkena jebakan, sebaiknya jangan membalas pesan atau panggilan dari pelaku. Apalagi kalau ada hal-hal yang mulai mencurigakan.

Transaksi Online atau Daring

Siapa sangka kalau berbelanja online, bahkan di marketplace terpercaya juga bisa menghadapi penipuan. Oleh karena itu, lebih berhati-hatilah saat hendak menyelesaikan transaksi online, terutama untuk metode pembayaran dengan kartu kredit.

Tidak sedikit toko online berusaha menipu konsumen yang berbelanja di toko mereka. Caranya dengan meminta nomor kartu kredit dan nomor CVV (tiga digit) yang ada di belakang kartu kredit. Padahal nomor ini harus dirahasiakan dari siapapun. Sebelum berbelanja, sebaiknya cari tahu kredibilitas dari toko online yang dikunjungi.

Belanjalah di toko online yang sudah memiliki nama dan dikenal dengan banyak orang. Sebab, toko seperti ini tidak mungkin melakukan kecurangan yang merugikan pelanggannya.

Sebab Terjadi Penipuan

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada dua celah utama yang bisa menyebabkan terjadinya tindakan fraud kartu kredit.

Pertama, celah muncul dari nasabah yang tak menjaga kerahasiaan identitasnya dengan baik. Kebiasaan sejumlah orang yang tidak khawatir menyebarkan secara sembarangan nama, nomor e-KTP, telepon, dan data-data pribadi miliknya bisa mengundang terjadinya praktik penipuan.

Kedua, penipu bisa mengambil celah memanfaatkan praktik ilegal jual beli data nasabah. Dia menyatakan kemungkinan ini ada lantaran kebiasaan agen pemasaran kartu kredit yang gemar melakukan hal tersebut.

Perkara data diperjual belikan, OJK sudah mengeluarkan larangan bagi bank memanfaatkan data yang sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bank juga tidak diperkenankan memberi data konsumen ke pihak lain. Aturan itu tercantum pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Pasal 31 POJK 1/2013 melarang Pelaku Usaha Jasa Keuangan memberi atau menerima data konsumen kepada pihak ketiga tanpa izin orang terkait.

Cara Aman saat Belanja Online dengan Kartu Kredit

Tidak ada satupun lembaga yang bisa menjamin kita tidak akan menjadi korban penipuan kartu kredit. Karena itu langkah preventif lebih baik dilakukan untuk mengamankan kartu kredit. Apalagi bagi kamu yang secara aktif menggunakan kartu kredit untuk berbelanja secara online.

Selalu Jaga Data Pribadi

Jangan pernah mengungkap informasi keuangan pribadi, seperti nomor kartu kredit, melalui telepon atau email. Apalagi menyimpan data-data sensitif tersebut di komputer publik atau di website. Perusahaan tidak akan pernah meminta informasi tersebut melalui telepon atau email.

Apalagi saat berbelanja online, data yang diminta biasanya meliputi nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan kartu (tiga atau empat yang terdapat di belakang kartu kredit), dan alamat pengiriman barang. Jika mendapatkan email aneh terkait pesanan dan meminta data lainnya, hal itu patut dicurigai sebagai penipuan.

Selain itu, penting untuk menggunakan satu kartu kredit saja untuk bertransaksi online agar lebih mudah melakukan pelacakan jika ada pencurian. Meski ada kartu tambahan, usahakan jangan gunakan kedua kartu tersebut.

(Baca Juga: Simak Review Kartu Kredit BNI Visa Gold Berikut!)

Ditambah lagi, jangan pernah gunakan menggunakan kartu debit untuk bertransaksi online. Sebab uang akan langsung terpotong jika terjadi penipuan. Selain itu, undang-undang perlindungan kartu debit berbeda dengan kartu kredit.

Gunakan Gadget Sendiri

Usahakan selalu menggunakan ponsel ataupun komputer serta laptop pribadi saat berbelanja dengan menggunakan kartu kredit. Pasalnya, kita tidak tahu kalau komputer publik tersebut itu memiliki program apa saja, selain itu, apakah Wi-Fi publik kecuali jaringan ini aman atau tidak. Jaringan yang aman adalah jaringan yang menggunakan Virtual Private Network (VPN).

Bahkan saat menggunakan komputer pribadi, lengkapi komputer dengan antivirus dan program anti-spyware. Selain itu, saat berbelanja selalu ketikan URL situs belanja langsung pada address bar. Jangan gunakan link yang diberikan apalagi dari orang yang tidak dikenal.

Teliti

Saat berbelanja dengan kartu kredit cobalah untuk teliti, teliti saat memilih penjual yang terpercaya dan juga teliti saat mencocokan tagihan dengan belanjaan. Jangan sampai hal itu berbeda, karena boleh jadi belanjaan yang bukan kamu lakukan itu dilakukan penipu yang menyalahgunakan kartu kredit dan data kamu.

Sudah tahukan selalu siaga dan kroscek kemana sebelum belanja online dengan kartu kredit ya!

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.