Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Cara Mencegah Pembobolan Kartu Kredit

by Gesti Weningtyas on 27 January, 2020

Pembobolan kartu kredit merupakan kejahatan finansial yang mulai merajalela di era digital. Tentu saja pembobol kartu kredit ini tak segan-segan untuk melakukan transaksi besar-besaran menggunakan kartu kreditmu. Mereka menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan data pribadi dan juga data kartu kredit kita.

Cara Mencegah Pembobolan Kartu Kredit

Jangan anggap enteng sebuah pembobolan kartu kredit, karena selain akun yang dibobol, data pribadimu juga sangat rawan dicuri. Pencurian data pribadi ini bakal sangat merugikan. Contohnya, jika pembobol sudah dapat mengakses data pribadi, suatu saat ia bisa saja berpura-pura menjadi kamu dan melakukan transaksi di luar sepengetahuanmu.

Agar hal seperti ini tak mudah terjadi begitu saja, kita harus mulai memperhatikan beberapa hal untuk mencegah pembobolan kartu kredit.

1. Jangan Buka Link Sembarangan

Beberapa pembobol kartu kredit biasanya melakukan pencurian data atau scam dengan mengirim url alias link yang berisi website palsu. Link yang mengarah ke laman palsu ini bakal membuat kita jadi mengisi data diri penting.

Baca Juga: (Tips Hemat Penggunaan Kartu Kredit)

Bahkan, seringkali kita tidak sadar kalau  hal tersebut merupakan pencurian data. Sehingga, kamu wajib waspada jika mendapatkan alamat website. Pastikan itu bukan website abal-abal. Untuk memastikannya, kamu bisa mencari laman resmi web yang dimaksud lewat mesin pencarian seperti google. Lihat dengan jeli dan teliti alamat link yang dikirimkan.

2. Hindari Transaksi dengan Wifi Gratisan

Paling enak memang menggunakan wifi gratis, mau akses apapun jadi mudah. Apalagi jika koneksinya super lancer, alhasil kuota pun hemat. Tapi waspada, kamu jangan pakai wifi gratisan untuk bertransaksi. Sebaiknya dihindari saja, karena dengan menggunakan wifi, pembobol kartu kredit akan mudah mencuri password yang kamu gunakan untuk bertransaksi.

3. Jaga Kode Rahasia

Sepele namun sangat penting dan terkadang sering dilupakan. Ya, kode penting seperti PIN dan CVV bukan sekadar angka belaka. Perhatikan dengan cermat dan simpan kode ini. Jangan sampai ada yang mengetahui kode penting ini. Jaga kerahasiaan dengan sebaik-baiknya.

Ketik kode PIN dengan menutupinya dengan sebelah tangan kamu. Usahakan jangan sampai ada yang melihat kode PINmu saat bertransaksi. Ini adalah cara yang amat tradisional, namun sering diabaikan oleh banyak orang. Sebab kita tidak tahu apakah ada yang sedang mengintai kita dan diam-diam mencuri password. Tak ada salahnya bertindak waspada dan hati-hati.

Sedangkan untuk perlindungan untuk kode CVV berbeda dengan kode PIN, karena CVV ini khusus untuk bertransaksi online saja. Dalam beberapa jenis kartu kredit seperti kartu kredit virtual BNI, kita akan mendapatkan kode CVV sementara. Hafalkan ini secara cepat, apabila tidak bisa, masukkan dalam file yang ter-password atau perlindungan akses ganda. Setelah itu, hapus pesan berisi kode CVV itu.

4. Jangan Mudah Tergiur Promo

Siapa yang tak mudah tergiur promo, apalagi kalau diskonnya super besar. Promo kartu kredit memang seringkali berkaitan dengan banyak merchant. Namun kamu juga harus waspada jika promonya mencurigakan, seperti diskon yang tidak wajar, atau terlalu banyak promosi dalam satu transaksi.

Pasalnya, bukan hal yang tak mungkin jika pembobol berpura-pura  sebagai merchant. Inilah saatnya kita untuk tidak mudah terperdaya. Jangan mentang-mentang banyak promosinya atau menyediakan berbagai macam gratisan, kita langsung tergiur menggunakan kartu kredit. Siapa tahu, mesin yang mereka pasang itu adalah mesin untuk memindai data-data penting tentang kartu kredit kita untuk mereka gunakan dalam bertransaksi.

Hal ini banyak terjadi pada merchant online, di mana kita tidak dapat melihat secara nyata baik toko maupun orang yang menjalankan bisnisnya. Maka, selalu double-check kredibilitas merchant tempat kita hendak mengambil manfaat kartu kredit di manapun kita berada dan melakukan transaksi agar kartu kredit tidak mudah terbobol. Kamu juga bisa cross check terlebih dahulu customer kartu kredit untuk mendapatkan informasi yang lebih tepat terkait promo kartu kredit yang sedang kamu gunakan.

5. Jangan Buka-Tutup Kartu Kredit Terlalu Sering

Banyak yang belum mengerti, buka dan tutup kartu kredit ini punya banyak risiko di masa depan. Kita sudah tahu kalau membuka kartu kredit perlu serangkaian prosedur sampai kartu kredit disetujui, dikirim ke rumah, dan benar-benar kita miliki lengkap dengan segala kelengkapan nomor uniknya. Penutupannya pun cukup kompleks, kalau terlalu sering, maka otomatis data-data penting mengenai kartu kredit seseorang juga makin mudah terlacak pihak ketiga.

Hal ini sangat memungkinkan terjadinya pembobolan kartu kredit. Jadi bagi kamu yang sudah memiliki kartu kredit, usahakan jangan mudah berganti.

6. Amankan Username dan Password

Ini adalah langkah awal yang harus benar-benar diperhatikan. Username haruslah sesuai dengan nama asli, sehingga dapat memudahkan dalam proses data. Sedangkan untuk password, ada baiknya menggunakan kata sandi yang benar-benar tidak dapat ditebak. Seperti, hindari menggunakan hari ulang tahun, atau yang berhubungan dengan keluarga.

7. Waspada Scamming Lewat Telepon

Saat ini banyak pembobol kartu kredit yang berpura pura menjadi petugas bank. Salah satu penipuan yang kerap terjadi adalah pembaharuan dan verifikasi data oleh pihak bank, di mana ujung-ujungnya, si petugas bank gadungan ini akan menggiring korban untuk menyodorkan identitas kartu kredit mereka secara lengkap beserta nomor-nomor penting dan PIN-nya. Kemudian ujung-ujungnya, tagihan pun membengkak secara tidak rasional.

Petugas bank tidak akan pernah menanyakan  nomor PIN kamu. Kalau ragu, segera telepon ke call center bank yang menerbitkan kartu kreditmu.

8.Pastikan Sudah Memilih e-commerce yang Aman

E-commerce yang aman umumnya memanfaatkan teknologi One Time Password (OTP). Dengan teknologi ini, e-commerce akan meminta password yang dikirimkan bank ke nomor hp pemilik kartu kredit sebagai kode transaksi.

Selain tidak boleh memberikan nomor di kartu kredit, kamu juga sebaiknya tak memberikan informasi nama lengkap dan masa berlaku kartu kredit kepada orang lain.

Selain urusan teknis, pemilik kartu kredit juga perlu menjaga alat komunikasi dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Masalahnya, jika alat komunikasi jatuh ke tangan yang salah, bisa dimanfaatkan untuk berbelanja di e-commerce dengan OTP pin yang dikirim sebelum transaksi.

KTP bisa digunakan untuk mengambil alih nomor handphone karena OTP untuk transaksi biasa dikirim ke via alat komunikasi pribadi.

Batasi jumlah transaksi yang bisa dilakukan secara online atau di e-commerce. Pemilik kartu kredit juga sebaiknya menggunakan satu kartu kredit saja untuk berbelanja online. Pastikan juga situsnya dilengkapi security software, jika tidak, maka kamu patut waspada.

9. Simpan di Tempat Aman

Simpan kartu kreditmu di tempat yang aman dan selalu kamu ingat. Tentu saja kamu juga harus menyimpannya di tempat yang mudah kamu jangkau. Terutama jika tiba-tiba kamu membutuhkan transaksi dan tidak memiliki uang tunai. Tentu saja kartu kredit ini bisa membantu. Tapi jangan lupa juga untuk menyimpannya baik-baik.

Sebagai Negara yang berada di 10 besar dalam kejahatan cyber crime di dunia, Indonesia marak dengan kasus kejahatan pembobolan kartu kredit. Kejahatan tersebut dilakukan melalui internet, dengan memanfaatkan data bank. Pada Mei tahun lalu saja, BI mencatat sedikitnya telah terjadi kasus fraud sebanyak 1.009 kasus. Kerugian pun ditaksir mencapai Rp. 2,37 miliar.

Jenis Cybercarding dilihat dari jenis kejahatannya adalah pencurian identitas dan card not present. Ironisnya meski pembobolan kartu kredit itu berasal dari data pribadi, akan tetapi sampai saat ini Indonesia belum mempunyai undang-undang soal keamanan data pribadi.

10. Kartu kredit dengan Teknologi Chip

Kabar gembira buat kamu yang membuat kartu kredit di tahun 2014, karena semua bank menerapkan teknologi ini pada kartu kredit. Chip ini berwarna hitam, dan terletak di bagian belakang kartu yang kamu gunakan. Semua informasi mengenai identitas kartu, dan pengguna tercantum terdapat disini. Inilah alasannya mengapa kamu perlu menyimpan kartu kreditmu dengan baik.

11. Teliti dan Waspada Adalah Kunci

Dua hal yang mungkin bakal menyelamatkan kamu dari pembobolan kartu kredit adalah teliti dan waspada. Berusahalah untuk selalu teliti dan waspada ketika kartu kita diproses di bank, pertokoan, merchant. Dan simpan struk pembelian Kamu, jangan sampai hilang. Sesuaikan dengan billing kartu kredit Kamu pada saat pembayaran.

Kewaspadaan adalah kunci utama ketika Kamu akan bertransaksi menggunakan kartu kredit. Semoga Kamu senantiasa berhati-hati dalam menggunakannya, kapanpun dan dimanapun. Dan yang paling utama adalah bijaklah dalam menggunakan kartu kredit. Bersikaplah sederhana dan tidak bergantung terhadap besarnya limit yang diberikan. Karena bagaimanapun juga dengan menggunakan kartu kredit Kamu harus siap berhutang.

Waspada Phising!

Buat kamu yang sudah mengetahui cara mencegah pembobolan kartu kredit, perlu membaca soal phising ini. Phising adalah suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target.

Istilah ini berasal dari kata “fishing” = “memancing” korban untuk terperangkap dijebakannya. Phising bisa dikatakan mencuri informasi penting dengan mengambil alih akun korban untuk maksud tertentu. Hal ini bisa saja dengan maksud mencari celah untuk beberapa akun yang terhubung dengan akun yang telah didapat.

Phising biasanya sering digunakan pada email, dimana penyebaran melalui email ini dilakukan untuk memberikan informasi yang mengarah ke halaman palsu untuk maksud menjebak korban. Untuk menghindari phising, pengguna harus lebih berhati-hati dengan memperhatikan beberapa hal keamanan.

 Sebagai contoh, jika Kamu mengakses suatu halaman website, maka pastikan kamu berada di halaman website dengan url domain yang benar. Misalnya, untuk login facebook pastikan kamu mengakses halaman https://facebook.com/ bukan halaman selain itu.

Baca Juga: (Cara dan Syarat Pengajuan Kartu Kredit BNI Online)

Phising banyak memakan korban di sektor social media, hal itu dikarenakan social media merupakan akun harian yang sering digunakan oleh pengguna, tanpa sadar pengguna memasuki halaman jebakan yang menyebabkan pengguna bisa saja terjebak karena halaman palsu tersebut. Nah, inilah yang wajib kamu waspadai mulai dari sekarang. Sebab halaman palsu selain untuk phising, seringkali juga menjadi lokasi yang sangat tepat untuk melakukan pencurian data.

Tidak hanya itu, phising juga terkadang bisa terjadi manipulasi dimana komputer yang terinfeksi bisa saja memanipulasi beberapa hal yang membuat halaman itu merupakan halaman aslinya, sehingga perlu diperhatikan untuk komputer kamu tidak terkena virus untuk menghindari kasus ini.

Demikian beberapa hal yang bisa kamu waspadai sejak dini, agar kartu kredit tak mudah jebol karena dibobol.

Bagi kamu yang ingin mempunyai kartu kredit secara aman dan nyaman segera ajukan di Cekaja.com.

Tentang Penulis