Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

9 menit waktu bacaan

Gagal Bayar Kartu Kredit? Jangan Panik Dulu, Begini Solusinya

by Gesti Weningtyas on 5 Februari, 2020

Kartu kredit memang memberikan banyak sekali kemudahan. Terkadang, tanpa terasa cicilan semakin menggunung dengan limit yang hampir habis. Hari demi hari berlalu, denda dan bunga pun menumpuk. Penghasilan bulanan tak cukup buat bayar tagihan kartu kredit. Duh! Jadi gimana dong?

Gagal Bayar Kartu Kredit? Jangan Panik Dulu, Begini Solusinya

Hal yang paling utama adalah jangan pernah menggampangkan hutang kartu kredit yang belum kamu bayar. Apalagi, jika kamu gagal bayar. Beberapa orang ada yang menganggap, hutang kartu kredit tak perlu dibayar, salah besar.

Karena, kamu akan memiliki rekam jejak yang buruk. Namamu akan tercatat pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan. Sebagai informasi, dahulu, sistem ini dikenal Sistem Informasi Debitur yang diakses di Bank Indonesia.

Untuk itu, kamu bisa melakukan beberapa langkah agar di kemudian hari, kamu masih bisa mengajukan pinjaman lagi. Sebab, jika rekam jejakmu buruk, kamu sudah tidak bisa dipercaya lagi oleh lembaga jasa keuangan untuk mengajukan pinjaman.

Padahal, pada beberapa waktu tertentu, bisa saja kamu akan membutuhkan pinjaman. Nah, kalau sudah tidak bisa dipercaya, lantas harus bagaimana?

Tenang. Ada beberapa solusi yang bisa kamu lakukan jika sudah gagal bayar kartu kredit atau sudah benar-benar tidak mampu.

1. Stop Gunakan Kartu Kredit

Simpan dulu kartu kredit untuk sementara. Jangan gunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja dan berbagai macam keinginan yang belum menjadi prioritas utama. Fokus dulu pada hutang pertamamu di kartu kredit.

Jika kamu punya tabungan atau aset, kamu bisa menggunakannya untuk membayar hutangmu terlebih dahulu, ketimbang mengajukan pinjaman lagi untuk menutup pinjaman lainnya, seperti gali lubang tutup lubang. Rencanakan lagi keuanganmu dengan baik dan lebih sehat. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Kartu kredit menerapkan bunga yang terbilang tinggi, sehingga penting bagimu untuk selalu menghindari bunga . Jadi, kalau kamu memiliki sisa tagihan yang tak terbayarkan, maka seluruh tagihan tersebut akan dikenakan bunga. Tentu saja jumlahnya akan menyesuaikan total penggunaan kartu kredit di bulan itu. Semakin besar tagihanmu, maka akan semakin banyak juga biaya bunga yang harus kamu bayarkan.

 2. Bayar dengan Pembayaran Minimum

Minimal banget ketika kamu tak memiliki uang untuk membayar seluruh tagihan kartu kredit, kamu bisa membayar tagihan kartu kredit dengan pembayaran minimum. Sebelum menumpuk lebih banyak lagi, kamu bisa membayar kartu kredit dengan pembayaran minimum. Ini akan jauh lebih meringankan ketimbang kamu membiarkan tagihan kartu kredit menumpuk hingga membengkak karena tak dibayar.

Akan lebih baik lagi jika kamu membayarkan kartu kredit, lebih dari minimum pembayaran. Misalnya, ketika hutang kartu kredit mencapai Rp 20 juta, sementara gajimu Rp  7 juta per bulan. Nah, kamu bisa membayarnya Rp 3 juta dulu, sisa gaji bisa kamu gunakan untuk membayar listrik, beli perlengkapan mandi dan logistik untuk satu bulan ke depan.

Jika kamu tertib dalam melakukan pembayaran minimum ini, tentunya bakal mencegah gagal bayar kartu kredit karena tagihan yang membengkak. Untuk sementara, kamu juga bisa mengalihkan keinginan berinvestasi atau menabung. Percuma dong, kalau investasi tapi masih punya hutang yang menumpuk. Ujung-ujungnya habis untuk membayar hutang.

Kalau hutangmu sudah lunas, baru rencanakan lagi keuanganmu untuk berinvestasi, menabung, dan menggunakan kartu kredit dengan lebih hati-hati. Rata-rata, bank menerapkan bunga mulai dari 2,25 persen. Jadi sebisa mungkin hindari bunga kartu kredit yang bakal membengkakkan tagihanmu ini.

3. Ajukan KTA

Jika kamu sudah begitu kepepet dan bingung, kamu bisa saja mengajukan Kredit Tanpa Agunan atau KTA. Namun sebelum itu, kamu juga harus memastikan, bank mana yang memberikan suku bunga rendah dan terjangkau untuk pinjaman yang bakal kamu ajukan. BPertimbangannya, bunga sebagian kartu sekitar 2,25 persen sampai 2,95 persen. Berbeda dengan bunga KTA berada di angka 1,2 persen sampai 1,75 persen. Lebih rendah, belum lagi jika bank memberikan promo khusus.

Sebab, kamu meminjam uang, untuk membayar uang di awal. Ujungnya, kamu tetap punya hutang lagi, kan? Nah pastikan hutang yang baru ini tidak membebanimu di akhir. Caranya, adalah komitmen penuh kesadaran.

Kamu bisa memilih beberapa bank penerbit kartu lainnya yang sedang mengajukan promo, misalnya bunga 0 persen untuk sekian bulan. Jika kamu bisa melunasi hutang pertama dengan baik, segera selesaikan hutang keduamu dengan baik pula.

Memang banyak resiko jika kamu melakukan hal ini, karena bisa saja kamu jadi tergoda untuk memakai kartu kredit mu demi kebutuhan konsumtif. Tapi kalau kamu kuat, selesai mendapatkan uang dari KTA untuk bayar kartu kredit, kamu pasti bisa menyelesaikan hutang KTA dengan baik.

4. Balance Transfer

Kamu bisa memindahkan tagihan ke bank lainnya. Pilih bank penerbit kartu kredit yang memberikan promo seperti bunga 0 persen, maupun keringanan lainnya. Karena, dengan bunga yang lebih rendah, pembayaran pun jadi lebih mudah. Kamu bisa menyelesaikan hutang dengan cepat.

Untuk itu, kamu bisa mencari informasi bank mana yang memberikan program balance transfer dan bandingkan promonya dengan lembaga jasa keuangan lainnya. Kamu perlu tahu, tujuan balance transfer sebenarnya adalah upaya cepat penerbit meng-karbit portfolio pinjaman kartu kreditnya. Hal ini supaya bank tersebut terlihat tumbuh dan berkinerja lebih baik. Jadi yakin saja, pasti ada bank yang menawarkannya.

5. Minta Keringanan

Jika tagihan sudah semakin membengkak hingga sulit sekali dilunasi, padahal tanggal jatuh tempo sudah kian dekat, kamu bisa mendatangi bank yang menerbitkan kartu kredit. Konsultasikan kesulitanmu membayar kartu kredit.

Ini adalah bentuk tanggung jawabmu sebagai nasabah kartu kredit. Sebenarnya, bank yang menerbitkan kartu kredit tentu akan memberikan beberapa opsi dan pilihan agar kamu bisa melunasi kartu kredit secepatnya.

Hal ini seperti mengubah cicilan pada kartu kredit menjadi cicilan tetap. Hal ini tentu akan membuat pembayaran kartu kredit mu jadi lebih ringan. Kamu juga bisa meminta penghapusan bunga, jika hal tersebut memungkinkan. Namun, tak ada salahnya dicoba, bukan?

Nah, biasanya ada beberapa bank yang memberikan opsi seperti ini:

Resechedulling

Rescheduling merupakan perubahan terhadap beberapa syarat perjanjian kredit. Syarat perjanjian kredit yang dimaksud ini adalah yang menyangkut penjadwalan ulang pembayaran . Hal ini juga termasuk jangka waktu pelunasan kredit.

Reconditioning

Reconditioning merupakan perubahan. Jadi ada sebagian maupun seluruh syarat-syarat kredit. Hal yang perlu kamu ketahui, perubahan ini tidak hanya pada perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu, dan persyaratan lainnya. Asalkan perubahan itu gak terkait dengan perubahan maksimal saldo kredit.

Restrukturisasi

Restrukturisasi adalah usaha penyelamatan kredit yang terpaksa dilakukan bank. Usaha penyelamatan ini dilakukan dengan cara mengubah komposisi pembiayaan yang mendasari pemberian kredit.

Restrukturisasi umumnya dilakukan oleh bank dengan memberikan potongan bunga atau potongan pokok hutang, namun dengan syarat tunggakan harus lunas. Ini adalah jalan tengah: bank mendapatkan pengembalian, daripada hilang sama sekali, sementara nasabah mendapatkan diskon tunggakan.

Hal yang perlu diingat sebelum mengambil restrukturisasi adalah:

  • Restrukturisasi diberikan oleh bank setelah mengevaluasi kondisi nasabah yang dianggap layak menerimanya.
  • Ketika ikut program ini maka nasabah akan tercatat selamanya di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan sebagai nasabah yang direstrukturisasi. Nah, bank umumnya tidak akan memberikan kredit ke nasabah yang pernah direstrukturisasi. Jadi, sebelum mau di restrukturisasi, pikirkan dengan matang, efek depannya. Jika masih mau ambil kredit ke bank, sebaiknya jangan memilih restrukturisasi dan berusaha melunasi hutang secepat mungkin.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika namamu memiliki rekam jejak dan skor yang buruk pada SLIK Otoritas Jasa Keuangan, maka bisa saja tidak bisa mendapatkan pinjaman di kemudian hari. Sebab, tingkat kepercayaan bank pada nasabah dengan skor yang buruk sudah menurun, atau hampir tidak ada lagi.

(Baca Juga: Asyik, Dua Bank Ini Kasih Kelonggaran Bayar Kartu Kredit Usai Lebaran)

Semakin besar skor kolektibilitas mu, makin buruk pula rekam jejak di kemudian hari. Sesuai dengan standar yang berlaku di seluruh Indonesia, setiap bank wajib melakukan update data atas kelancaran pembayaran kredit, termasuk penggunaan kartu kredit, kepada Otoritas Jasa Keuangan.  Seluruh pelaporan ini akan terdaftar dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Seluruh rekam jejak kredit terekam dengan sangat jelas. Nah, berikut ini merupakan skor kolektibilitas yang menjadi catatan bank:

Kolek 1 (Lancar)

Kolek 1 dengan tagar (LANCAR) adalah status kolektibilitas tertinggi yang tergolong Performing Loan (PL) dan ditandai dari riwayat pembayaran angsuran bunga atau angsuran pokok dan bunga kredit tiap bulannya tepat atau kurang dari tanggal jatuh tempo pembayaran bulanannya (tanpa cela). Kolek-1 ini merepresentasikan karakter/watak yang baik debitur karena kelancaran membayar kewajibannya.

Kolek 2 (Dalam Perhatian Khusus)

Kolek 2 merupakan status kolektibilitas yang tergolong Performing Loan (PL) dimana ditandai oleh keterlambatan membayar debitur melebihi tanggal jatuh tempo sampai dengan sekurang-kurangnya 60 hari sejak tanggal jatuh tempo atau 1-2 bulan.

Penetapan status Dalam Perhatian Khusus (DPK) secara manual juga diberikan apabila debitur masih dipertimbangkan memiliki aliran kas yang baik namun kurang mampu dalam membayar kewajibannya. Dalam praktik perbankan, umumnya DPK oleh pihak bank sudah dianggap buruk walaupun secara teoretis masih tergolong PL.

Penyelesaian kredit bermasalah dengan status Kolek 2 dapat dilakukan melalui penagihan biasa atau melaksanakan restrukturisasi tergantung kesepakatan antara debitur dengan kreditur.

Kolek 3 (Kurang Lancar)

Kolek 3 merupakan status kolektibilitas debitur yang terlambat membayar lebih dari 60 hari sejak tanggal jatuh tempo bulanannya sampai dengan sekurang-kurangnya 120 hari atau 3-4 bulan lamanya. Penetapan status ini diberikan oleh bank jika debitur masih memiliki itikad baik meskipun kemampuan membayarnya kurang memadai.

Pada tahap status ini, bank berkewajiban mengeluarkan Surat Peringatan (SP) dan mulai melakukan perhitungan akrual terhadap tunggakan pokok dan bunga berjalan, tunggakan penalti berjalan, tunggakan administrasi pembukuan, dan tunggakan-tunggakan lainnya melalui penerbitan anjak piutang. Apabila masih memungkinkan debitur untuk mampu membayar kewajibannya, restrukturisasi dapat dilaksanakan.

Kolek 4 (Diragukan)

Kolek 4 menandakan keterlambatan membayar melebihi 120 hari sejak tanggal jatuh tempo bulanan atau maksimum 4 bulan ke atas. Pada tahap status kolektibilitas ini, bank sudah harus mengambil asumsi angsuran pokok dan bunga kredit tidak terbayarkan dan bersiap mengambil kesimpulan penyelesaian kredit bermasalah melalui pelelangan agunan. Di tahap ini pula, bank berkewajiban mengeluarkan SP-2 dan SP-3 kepada debitur.

Kolek 5 (Macet)

Kolek 5 merupakan kolektibilitas terendah yang tergolong Non-Performing Loan (NPL) yang merepresentasikan angsuran pokok dan bunga kredit tidak terbayarkan, atau yang sering dikenal dengan Kredit Macet. Bank berkewajiban melaksanakan penyelesaian kredit bermasalah paling terakhir yaitu melelang agunan.

Bank berhak melakukan pelelangan agunan setelah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) sebanyak 3 kali, menerbitkan anjak-piutang, dan melaporkan riwayat penanganan dan penyelesaian kredit, mulai dari riwayat penagihan, negosiasi, dan restrukturisasi (bila ada). NPL secara total pada suatu unit kerja perbankan disyaratkan harus di bawah 3% sebagai ambang batas coverage Kol-5.

Jika kartu kredit yang kamu miliki macet, biasanya akan terdaftar dalam kolektabilitas 3-5 tergantung lamanya penunggakan. Jadi, pikirkan lagi dengan matang, untuk segera melunasi pinjaman dengan cepat agar kamu tak kehilangan kepercayaan dari lembaga jasa keuangan, dan bisa masih bisa mengajukan meminjam di kemudian hari.

Kamu juga perlu tahu, meski sudah membayar hutangmu, namamu tidak langsung hilang begitu saja dari SLIK Otoritas Jasa Keuangan. Jadi, hal yang paling solutif pada gagal bayar kartu kreditmu, adalah melunasi tunggakan kartu kredit dengan segera, supaya namamu bisa kembali baik. Sehingga, kamu masih bisa mengakses fasilitas lembaga jasa keuangan seperti semula.

Tentang Penulis