Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Lebih Baik Kartu Debit atau Kartu Kredit untuk Belanja

by Rini Agustina on 11 Februari, 2020

Baik kartu debit atau kartu kredit punya manfaat berbeda saat digunakan untuk belanja. Jika ingin mendapat banjir promosi dan potongan harga kartu kredit adalah jawabannya. Namun jika tidak siap dengan bunga, cicilan dan resiko hutang sebaiknya pilih debit saja.

Lebih Baik Kartu Debit atau Kartu Kredit untuk Belanja

Masyarakat yang tinggal di kota besar umumnya sudah meninggalkan uang cash untuk sejumlah transaksi, menggantinya dengan kartu debit atau kartu kredit. Kemudahan dan kepraktisan dalam setiap pembayaran jadi alasan mengapa dua kartu ini jadi pilihan utama.

Jumlah pengguna kedua kartu ini pun semakin meroket tiap tahun. Tercatat hingga Agustus 2019 jumlah kartu debit naik menjadi 168 Juta unit sementara jumlah pengguna kartu kredit saat ini sudah mencapai 17 Juta lebih.

Data memang menunjukkan kalau pengguna kartu debit jauh lebih banyak, namun tidak berarti masyarakat Indonesia anti kartu kredit. Mereka yang belum berani mengajukan kartu kredit biasanya masih menimbang untung rugi berbelanja dengan kartu kredit dibanding debit. Pertanyaan lebih baik kartu debit atau kartu kredit untuk belanja pun sering terdengar.

Sulit untuk menentukan mana yang terbaik diantara keduanya. Karena semua tergantung kepada kebutuhan masing-masing. Namun untuk membantu Anda mengambil keputusan kami akan berikan pertimbangan plus minus kedua kartu tersebut.

Apa itu Kartu Debit dan Kartu Kredit?

Kartu debit adalah sebuah kartu pembayaran secara elektronik yang diterbitkan oleh bank, fungsinya sebagai pengganti pembayaran dengan uang tunai. Besar transaksi yang bisa dilakukan mengacu pada jumlah saldo tabungan.

Transaksi tidak dapat dilakukan jika melebihi jumlah saldo pada rekening tabungan. Keberadaan kartu debit memang bertujuan memudahkan pembayaran ketika berbelanja. Nasabah tak perlu lagi membawa cash ketika ingin membeli sesuatu dalam jumlah besar. 

Sementara kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran non tunai untuk transaksi perbelanjaan. Bedanya dengan kartu debit adalah besaran transaksi tidak mengacu pada jumlah tabungan di rekening melainkan pada limit yang sudah ditentukan saat awal pembuatan kartu.

( Baca juga: 4 Rekomendasi Buku Motivasi Diri Terbaik Sepanjang Masa )

Kartu kredit sering juga disebut sebagai kartu hutang, karena pemiliknya dibolehkan menghabiskan semua limit namun ada kewajiban mencicil pada bank hingga jangka waktu yang ditentukan. 

Setiap transaksi dikenakan bunga, sementara setiap pinjaman ada bunga yang rata-rata dipatok di 2,2%. Meski diperuntukkan bagi transaksi perbelanjaan, namun nasabah juga bisa menarik sejumlah dana (tidak melebihi limit) seperti layaknya kartu debit. Praktik ini sering disebut dengan istilah gesek tunai (gestun). Tapi biaya penarikan cash ini bisa lebih besar dibanding bunga pinjaman.

Plus Minus Kartu Debit dan Kartu Kredit untuk Belanja

Ada beberapa plus minus yang membedakan kartu debit dengan kartu kredit terutama saat digunakan untuk berbelanja. Simak ulasannya dibawah ini:

1. Mekanisme Pembayaran 

Kartu Kredit – Belanja Dulu, Debit- Bayar Dulu

Plus minus paling signifikan ketika menggunakan debit atau kredit untuk belanja adalah pada sistem pembayaran. Jika menggunakan kartu kredit kita boleh melakukan transaksi dan mendapatkan barang yang diinginkan sementaran pembayaran dilakukan dalam tempo tertentu atau dapat dicicil setiap bulan. Kartu kredit mirip seperti kartu hutang dengan jumlah maksimal hutang sesuai dengan limit yang disepakati.

Sementara kartu debit tidak demikian, belanja dengan kartu debit Anda harus membayar lebih dulu untuk mendapatkan sebuah barang. Jumlahnya tidak bisa melebihi jumlah rekening pada tabungan. Intinya bayar dulu dapat barang, sementara kartu kredit barang dulu bayar belakangan.

Dapat digunakan untuk membayar semua tagihan seperti telepon, listrik, asuransi dan sebagainya setiap bulan. Anda hanya perlu mendaftarkan semuanya di kartu kredit, dan bayar setiap kali tagihan datang. Tidak pusing memikirkan kosongnya saldo di rekening tabungan.

2. Mekanisme Pembuatan

Kartu Kredit- Tidak Harus ada Saldo Bank, Debit- Harus Ada Saldo Bank

Perbedaan lain yang paling mencolok adalah mekanisme pembuatan kedua kartu. Kartu debit mewajibkan nasabahnya untuk membuka rekening bank. Biasanya bank juga menerapkan saldo minimum awal pembuatan rekening. Sementara kartu kredit tidak mewajibkan. Jadi kartu kredit ini menerima nasabah lintas bank. 

Selama mampu memenuhi persyaratan umum dan dokumen setiap orang bisa memiliki kartu kredit ini. Persyaratan umum yang digunakan biasanya adalah jumlah minum penghasilan bulanan. Rata-rata bank penerbit kartu kredit mensyaratkan gaji minimum Rp 3 Juta untuk limit paling rendah. Sementara pembuatan kartu debit tidak mensyaratkan gaji minum melainkan saldo minimum rekening tabungan, yang rata-rata adalah Rp 500,000.

Saat kartu tercetak, nasabah yang memiliki kartu debit maupun kredit sama-sama dilindungi oleh asuransi. Setiap nasabah berhak atas jaminan asuransi kecelakaan diri (personal accident) dengan nilai pertanggungan rata-rata maksimal sebesar 250% dari saldo terakhir atau maksimum sebesar Rp.150.000.000,-. Baik pengguna kartu debit maupun kredit mendapatkan manfaat perlindungan yang sama. Namun khusus pemegang kartu kredit travel biasanya juga sudah mendapat asuransi perjalanan.

Mengenai segala bentuk biaya juga terdapat perbedaan besar diantara keduanya. Setiap nasabah kartu debit  dibebani biaya iuran tahunan dan biaya transaksi yang dipotong langsung dari jumlah saldo tersisa. Sementara pemilik kartu kredit selain membayar cicilan pinjaman setiap bulan, nasabah juga dibebani dengan iuran tahunan, bea materai dan bea pembayaran.

Sementara untuk proses tarik tunai, untuk kartu debit proses tarik tunai di bank penerbit tidak dikenakan biaya. Tambahan biaya diberlakukan jika nasabah melakukan tarik tunai dari atm bank lain. Sementara kartu kredit mewajibkan biaya tertentu untuk setiap proses tarik tunai biasanya mencapai lebih dari 2% dari jumlah penarikan.

3. Manfaat

Kartu Kredit-Dapat digunakan untuk belanja online, Debit- Hanya untuk belanja offline

Manfaat kartu kredit yang paling terasa mungkin ini, sebab kartu kredit bisa digunakan di hampir semua merchant atau retail, baik offline maupun online. Pengguna hanya perlu memasukkan tiga digit terakhir saat melakukan pembayaran online menggunakan kartu kredit. Sementara kartu debit hanya dapat digunakan untuk transaksi offline itupun jika retail atau merchant memiliki mesin EDC tempat bank mengeluarkan kartu debit.

Kartu kredit punya kelebihan lain yakni bisa digunakan untuk belanja di luar negeri sementara kartu debit tidak. Bahkan program cicilan menggunakan kartu kredit tetap bisa digunakan ketika kita sedang tidak di Indonesia. Hanya pastikan limit kartu kredit mencukupi. Keuntungan lain dari kartu kredit adalah banjir promo. Poin, cashback, diskon, tiket nonton gratis, hingga tiket pesawat gratis bisa Anda dapatkan dengan lebih sering bertransaksi menggunakan kartu kredit. 

Rata-rata kartu kredit juga memberikan free lounge di berbagai bandara tanah air maupun luar negeri. Belum lagi kartu kredit bisa digunakan untuk tarik tunai di luar negeri sementara debit tidak. Namun seluruh fasilitas tersebut harus diganti dengan bunga cicilan yang tidak ringan terutama ketika digunakan untuk transaksi di luar negeri.

4. Penggunaan Pinjaman

Kartu Kredit-Bank Lebih Percaya nasabah dengan kartu kredit, debit-tidak pernah dilirik kreditur

Kartu kredit sering digunakan lembaga pinjaman baik bank maupun non bank untuk menilai riwayat kredit calon debitur. Jika kedapatan sering menunggak cicilan, maka nilai riwayat kartu kredit akan buruk dan kreditur tidak akan mencairkan dana. Beda dengan debit keberadaannya tidak pernah dijadikan patokan untuk jenis pinjaman apapun. Beberapa jenis pinjaman yang mewajibkan adanya riwayat kartu kredit adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Multiguna dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). 

Khusus untuk kredit tanpa agunan debitur bahkan diwajibkan untuk membuat kartu kredit lebih dulu sebelum mengajukan pinjaman. Karena itulah kepemilikan kartu kredit ini penting bagi Anda yang berencana mengajukan pinjaman besar jangka panjang ke bank, dengan catatan tidak pernah punya riwayat kredit yang buruk.

Lebih Baik Kartu Debit atau Kartu Kredit untuk Belanja?

Setelah membandingkan plus minus debit dan kartu kredit bisakah Anda memutuskan mana yang terbaik digunakan untuk berbelanja? Tentu setiap orang akan mendapatkan jawaban berbeda sesuai dengan kondisi finansialnya. Cara mudah menentukan mana yang lebih baik untuk berbelanja adalah sebagai berikut:

Keuntungan berbelanja dengan kartu kredit
  • Boleh Berhutang

Jika Anda tipe orang yang tidak bisa menabung tapi banyak kemauan atau hasrat belanja Anda tinggi, keberadaan kartu kredit ini akan sangat membantu. Secara tidak sadar setiap bulan Anda pun dipaksa untuk menabung yakni berupa cicilan hutang kartu kredit. Hal ini sangat terasa ketika Anda memerlukan sejumlah barang dalam keadaan mendadak.

Misalnya Anda memerlukan beberapa penunjang untuk renovasi rumah bocor. Ini merupakan salah satu keperluan mendadak yang dapat di cover dengan kartu kredit namun tidak oleh kartu debit. Sebab jika saldo dalam rekening tabungan tidak mencukupi Anda tidak bisa melakukan pembelian apapun.

  • Banyak Diskon

Kartu kredit sebenarnya diciptakan sebagai alat transaksi non-tunai bukan alat untuk berhutang. Karena itulah bank lebih banyak memberikan manfaat berupa diskon belanja. Diharapkan kartu kredit ini lebih sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik rumah tangga, bukan untuk dicairkan sebagai hutang. Hal ini berbeda dengan kartu debit, karena tidak banyak bank memberikan diskon belanja menggunakan kartu debit, kecuali untuk bank dan merchant tertentu seperti halnya Bank Mega dengan Trans Mart.

  • Ada poin yang bisa ditukar

Menariknya kartu kredit adalah penerapan redeem poin, yakni dengan setiap pembelanjaan dalam jumlah tertentu pemegang kartu berhak mendapatkan poin reward yang jika dikumpulkan bisa mendapatkan gratis belanja, misalnya gratis minum di Starbucks atau diskon tiket pesawat dan hotel. Sementara ini tidak akan ditemukan pada transaksi kartu debit, tidak ada poin bahkan reward.

Keuntungan Belanja dengan Kartu Debit
  • Tidak ada Bunga 

Jika dalam tiap sekali transaksi menggunakan kartu kredit ada biaya bunga belanja, terlebih jika menggunakan sistem cicilan beda dengan kartu debit. Sebab tidak ada potongan bunga atau biaya yang dibebankan untuk tiap kali transaksi. Anda tidak akan dibebankan dengan cicilan bulanan karena belanja hanya sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan. Selain itu biaya penarikan cash juga tidak sebesar kartu kredit, bahkan beberapa bank memberikan gratis biaya penarikan tarik tunai. 

  • Tidak Berhutang

Tentu bagi Anda yang tidak berhutang transaksi menggunakan kartu debit lebih baik. Jika ingin membeli barang idaman Anda bisa menabung atau lebih dulu memutar uang untuk investasi. Keuntungannya barulah digunakan untuk mewujudkan impian.

Baik kartu debit atau kartu kredit memiliki keunggulan masing-masing. Tidak ada salahnya untuk memiliki keduanya, yang jelas gunakanlah kedua kartu untuk mendapatkan manfaat maksimal bukan meninggalkan hutang yang tak mampu dibayar. Jika kamu ingin membuat kartu kredit, buatlah di tempat yang aman dan terpercaya.

Tentang Penulis