Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Pengertian CVV atau CVC Kartu Kredit Agar Selalu Aman Bertransaksi

by Teti Purwanti on 13 February, 2020

Penggunaan kartu kredit untuk transaksi sehari-hari tentu sangat memudahkan karena selain tidak perlu membawa uang cash, dengan kartu kredit beberapa transaksi bisa dicicil dengan bunga murah mulai dari 0%.

pengertina CVV atau CVC

Pada saat belanja di merchant offline atau di toko, kartu kredit akan digesekkan di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang tersedia. Fungsi dari penggesekkan kartu kredit di mesin EDC adalah untuk memperoleh cetak nomor kartu kredit secara otomatis pada saat transaksi.

Namun, cara berbeda terjadi untuk pembayaran transaksi belanja secara online dengan menggunakan kartu kredit. Pembayaran transaksi secara online biasanya dengan mengisi formulir pembayaran secara digital serta akan diminta untuk memasukkan nomor CVV atau CVC.

Pengguna kartu kredit harus memahami pengertian CVV atau CVC agar transaksi bisa dilakukan secara aman.

Pengertian CVV atau CVC

CVV adalah singkatan dari Card Verification Value. Sementara CVC adalah singkatan dari Card Verification Code. Jadi pengertian CVV atau CVC adalah tiga kode nomor terakhir yang tertera di bagian belakang kartu kredit.

Sementara untuk angka-angka yang tertera di depan kartu kredit adalah nomor kartu kredit yang menjadi identitas dari kartu tersebut.

Fungsi dari CVV atau CVC sama saja yakni untuk melakukan pembayaran transaksi secara online. Pada tiap transaksi online menggunakan kartu kredit pasti akan diminta 3 kode angka tersebut untuk menyempurnakan pembayaran.

Perbedaan CVV dan CVC hanya pada jenis kartu kredit saja. Bila pada kartu kredit berlogo Visa, maka istilah untuk tiga kode angka yang dipakai adalah CVV, sementara untuk kartu berlogo Mastercard menggunakan istilah CVC.

Sejarah dan Cara Penggunaan CVV/CVC padaKartu Kredit

Mastercard sebagai penerbit kartu kredit mulai menggunakan fitur keamanan transaksi pada kartu kredit melalui CVC sejak tanggal 1 Januari 1997 silam, sementara Visa menggunakan CVV sejak tahun 2001.

Selanjutnya, pada medio Oktober 2003 penggunaan fitur CVV dan CVC disinergikan dengan tujuan untuk melindungi nasabah saat bertransaksi secara online. Penyedia kartu kredit lebih mempercayai transaksi online pemegang kartu kredit dalam jumlah yang cukup besar.

Transaksi pembayaran online tanpa menggunakan CVV atau CVC tidak akan diproses dan akan ditolak secara otomatis.

Penolakan transaksi online tanpa menyertakan kode CVV atau CVC sebenarnya merupakan tindakan preventif ataupun pencegahan yang dilakukan oleh bank penjamin kartu kredit dari kemungkinan tindakan kriminal.

Cara transaksi belanja online menggunakan kartu kredit adalah dengan memilih tipe kartu kredit. Apakah jenis Visa atau Mastercard. Selanjutnya, masukkan nomor kartu kredit yang tertera pada bagian muka kartu kredit.

Setelah itu, masukkan nama lengkap pemegang kartu kredit. Namun, biasanya nama pemegang kartu kredit akan otomatis tertera setelah memasukkan nomor kartu kredit. Kamu juga akan diminta untuk mencantumkan tanggal kadaluarsa kartu yang terdapat pada bagian depan kartu kredit dan setelah itu, cantumkan nomor CVV/CVC pada kolom yang tersedia.

Cara Aman Menggunakan CVV/CVC

Hal yang perlu dipahami adalah kode nomor CVV/CVC adalah kode rahasia yang tidak boleh diketahui ataupun dibagikan kepada orang lain selain si pemilik kartu kredit tersebut. Oleh karena itu, perlu ada langkah-langkah untuk menjaga kerahasiaan nomor CVV/CVC kartu kredit pada setiap transaksi online.

Cara menjaga kerahasiaan nomor CVV/CVC yaitu menutup kode CVV/CVC pada kartu kredit menggunakan selotip agar tidak mudah terlihat. Selain itu, jangan pernah menyimpan kode CVV dalam ponsel ataupun dalam bentuk catatan lainnya.

Kamu juga perlu memastikan pada setiap transaksi di kasir menggunakan kartu kredit, kartu cukup digesek di mesin EDC saja. Tidak perlu digesek di mesin kasir untuk mencegah duplikasi data dalam kartu kredit. Penggunaan sistem keamanan ganda dengan memasang PIN pada setiap transaksi kartu kredit secara offline juga perlu dilakukan.

Selain itu jangan menyimpan data kartu kredit dan CVV di dalam aplikasi belanja online agar tidak terjadi pencurian data. Pastikan untuk tidak meng-klik ataupun mengisi formulir yang meminta data kartu kredit ataupun kode CVV/CVC dengan alasan untuk verifikasi dari pihak manapun, termasuk dari yang mengatasnamakan penerbit kartu kredit.

Apabila terjadi transaksi yang mencurigakan atau tiba-tiba muncul pop up konfirmasi verifikasi pembayaran pada layar handphone, segera blokir kartu kredit untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

(Baca Juga: Keamanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Online yang Harus Kamu Tahu)
Waspadai Penipuan Kartu Kredit

Apabila kamu mendapatkan telepon yang mengatasnamakan pihak bank atau pihak manapun yang meminta data diri pribadi seperti nama ibu kandung, nomor kartu kredit, hingga kode CVV/CVC, jangan mudah percaya untuk langsung memberikannya.

Hal yang perlu diingat adalah nomor kode CVV/CVC adalah nomor rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

Jangan sampai terkecoh karena aksi penipuan phishing pada kartu kredit masih marak terjadi. Phishing adalah tindakan penipuan dengan mengelabui korbannya hingga tidak sadar bahwa korban sudah tertipu.

Pelaku penipuan biasanya melakukan percakapan dengan korban menggunakan telepon, SMS, atau email. Penipu biasanya berbicara layaknya petugas bank. Dengan cara bicara yang dibuat semeyakinkan dan sesopan mungkin.

Setelah korban percaya dan tidak menyadari bahwa sedang ditipu, pelaku biasanya akan meminta nomor-nomor dan data penting. Termasuk nomor kartu kredit dan kode CVV atau CVC dan korban tanpa sadar akan memberikannya tanpa rasa curiga.

Apabila nomor-nomor penting tersebut sudah diketahui oleh penipu, maka kartu kredit kamu akan bisa digunakan seleluasa mungkin oleh penipu seperti untuk belanja di merchant-merchant online yang tanpa mencantumkan kode one time password untuk konfirmasi dari penggunaan CVV atau CVC.

Agar tidak mudah tertipu modus penipuan pada kartu kredit, cobalah beberapa langkah berikut ini:

Jangan Tanggapi Kontak dari Nomor Tak Dikenal

Cara termudah untuk terhindar dari penipuan adalah dengan tidak menanggapi panggilan telepon, sms, atau email dari nomor yang tidak dikenal. Modus penipuan biasanya dilakukan melalui telepon, sms, atau email dengan dalih ingin memberikan hadiah ataupun penawaran khusus kepada calon korbannya.

Apabila ada nomor yang menghubungi terus menerus, cobalah untuk mengangkatnya agar tidak terus mengganggu karena bisa jadi itu panggilan penting. Namun, apabila pembicaraan mengarah pada hal mencurigakan, segera tutup panggilan tersebut dan blok lah nomor tersebut.

Jangan Mudah Percaya

Sesekali kamu perlu bersikap skeptis atau tidak mudah percaya saat ada orang tak dikenal menghubungimu. Perlu selalu waspada dengan menanyakan siapa yang menghubungi dan ada keperluan apa, atau tanyakan pula dapat nomor kamu dari mana. Seringkali penipuan dilakukan mengatasnamakan bank sehingga kamu jangan mudah percaya begitu saja.

Pada dasarnya, pegawai bank sungguhan sudah memiliki data lengkap nasabah. Sehingga tidak perlu lagi menanyakan informasi pribadi lainnya. Mereka biasanya hanya akan mengkonfirmasi kebenaran data saja.

Berbeda dengan penipu yang akan langsung bertanya nama lengkap kamu dan informasi pribadi lainnya. Pada saat menerima telepon dari orang yang tidak dikenal, usahakan untuk tetap fokus pada pembicaraan dan. Jangan lengah agar tidak tertipu dengan ucapan si penipu.

Jaga Kerahasiaan Informasi Kartu Kredit

Berikan perlindungan yang sangat aman pada kartu kredit kamu dengan tidak memberitahukan informasi kartu kredit mulai dari nomor, nama yang tertera, masa berlaku hingga kode CVV atau CVC kepada siapapun, termasuk pegawai bank yang meminta melalui telepon.

Apabila ada kepentingan ataupun urusan terkait kartu kredit, sebaiknya datangi saja kantor cabang bank terdekat. Agar lebih aman dan terhindar dari kemungkinan penipuan ataupun penyalahgunaan informasi melalui telepon.

Untuk meningkatkan keamanan, beberapa bank ternama di Indonesia sudah menganjurkan para nasabahnya untuk menggunakan 6 digit pin sebagai pengganti tanda tangan. Sebab. tanda tangan mudah ditirukan oleh siapapun.

Tinjau Laporan Kartu Kredit Secara Rutin

Kamu bisa melihat tanda kemungkinan adanya penipuan pada kartu kredit dengan meninjau laporan tagihan kartu kredit. Jika ada transaksi bodong alias transaksi yang tidak kamu lakukan, segera laporkan kepada pihak bank penerbit kartu kredit untuk ditelusuri. Jika memang benar adanya penipuan, maka pihak bank akan menganjurkan pemilik untuk melakukan pemblokiran dan mengganti kartu kredit dengan yang baru.

Kartu kredit layaknya dua sisi mata uang. Pada satu sisi, penggunaan kartu kredit sangat memudahkan nasabah untuk melakukan berbagai macam transaksi. Namun, pada sisi lainnya juga bisa menjadi sasaran empuk sebagai media penipuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Setelah kamu mengetahui pengertian CVV atau CVC, jagalah selalu kerahasiaan informasi data diri, termasuk data-data yang tertera pada kartu kredit agar transaksi menggunakan kartu kredit bisa dilakukan dengan aman dan juga agar terhindar dari aksi kejahatan.

Waspadalah karena tindak kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.