Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

7 Tips Cerdas Menghindari Skimming Kartu Kredit

by Rini Agustina on 21 Februari, 2020

Bagi warga perkotaan keberadaan kartu kredit sudah tak bisa dipisahkan dari keseharian mereka. Kemudahan transaksi dalam berbelanja menjadi alasannya. Kartu kredit juga punya nilai lebih karena dapat digunakan nasabah untuk berbelanja dengan skema cicilan.

6 Tips Cerdas Menghindari Skimming Kartu Kredit

Namun, buat para pengguna kartu kredit sebaiknya harus lebih berhati-hati ketika berbelanja di merchant atau ketika tarik tunai menggunakan kartu kredit. Sebab kini sudah booming modus kejahatan skimming kartu kredit/debit.

scamming/skimming adalah aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) pada kartu kredit maupun ATM/debit secara ilegal. Dengan skimming ini para pelaku kejahatan mencuri informasi perbankan nasabah dan mengaksesnya secara bebas.

(Baca juga: Cara Mudah Menghitung Kalkulasi Premi Asuransi Mobil

Sayangnya hingga saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan belum ada alat anti skimming kartu kredit, yang paling efektif adalah mengganti kartu ATM dari magnetic stripe ke chip.

Namun ini tentunya akan merepotkan karena mewajibkan nasabah untuk mengurus kembali pembuatan kartu kredit. Saat ini satu-satunya cara paling efektif untuk mengatasi kemungkinan skimming kartu kredit adalah mencegah atau menghindari skimming kartu kredit. 

Model-Model Skimming Kartu Kredit

Ternyata modus kejahatan skimming kartu kredit ini banyak ragamnya. Kita wajib mengenali salah satunya untuk menghindari resiko menjadi korban. Jika menemukan ciri-ciri dibawah ini Anda patut waspada dan mengambil tindakan pencegahan:

  • Menggunakan Kamera Tersembunyi

Berhati-hatilah ketika berbelanja di sebuah toko atau merchant yang menggunakan metode bayar gesek dan memasukkan nomor pin. Selalu tutup bagian atas tombol EDC atau menghalanginya dengan salah satu bagian tubuh Anda agar kerahasiaan pin terjamin.

Sebab ternyata banyak kasus memperlihatkan para pelaku kejahatan memasang kamera tersembunyi di berbagai lokasi belanja dan pengambilan tarik tunai

  • Petugas toko Membawa Kartu Jauh dari Jangkauan

Anda juga mesti waspada jika kasir menempatkan mesin EDC (pembaca kartu) jauh dari jangkauan Anda. Sebab hal ini berpotensi memberikan waktu buat pelaku kejahatan melakukan skimming.

Belum lagi Anda tidak dapat memeriksa apakah di dalam mesin EDC sudah ditempeli alat skimming atau tidak. Jika ada kasus seperti ini Anda berhak mengikuti kasir menuju mesin EDC. Umumnya mesin EDC ini berada di depan kasir dan terlihat jelas oleh pengguna kartu.

  • Waspada Saat Transaksi Online

Kejahatan skimming juga tak hanya menimpa mereka yang melakukan transaksi offline namun juga online. Banyak data nasabah yang dicuri dan dikuras habis hanya karena pernah berbelanja disebuah merchant.

Sebaiknya, jangan berbelanja di online shop yang namanya belum dikenal. Lebih baik lagi jika memilih online shop yang memberikan metode pembayaran OTP karena dijamin lebih aman.

  • Mesin EDC Terlihat Terlalu Kecil

Sudah dijelaskan bahwa salah satu skimming kartu kredit adalah memasang skimmer pada mesin EDC, yang biasa terdapat di bagian kasir. Nah salah satu ciri mesin EDC yang telah dipasang skimmer adalah mesin memakan sebagian besar bagian kartu, sehingga tampak sempit.

Normalnya, pada mesin EDC tanpa skimmer ketika kartu kredit dimasukkan akan tersisa setengah bagian kartu. Namun pada mesin EDC dengan skimmer hanya 1/4 bagian kartu yang bisa masuk ke dalam mesin EDC.

Tempat Rawan Skimming

Tindak kejahatan dengan modus skimming kartu kredit ini sering terjadi di daerah sepi dan tempat dengan sistem keamanan yang lemah. Untuk itu Anda perlu menghindari atau mengurangi transaksi kartu kredit. Nah beberapa dibawah ini adalah tempat-tempat rawan skimmingkartu kredit.

  • SPBU

Stasiun pengisian bahan bakar adalah salah satu tempat yang rawan. Sebab banyak ditemukan mesin EDC untuk pembayaran bahan bakar menggunakan kartu kredit telah dipasangi alat skimming.

Kondisi ini diperparah dengan kondisi petugas SPBU yang tidak mengetahui bahwa mesin EDC nya telah disadap sehingga pelaku dengan bebas melakukan pencurian data. Karena itu ketika mengisi bahan bakar upayakan untuk membawa cash, hindari pembayaran menggunakan media kartu.

  • Restoran

Restoran menjadi tempat kedua paling rawan terjadinya scaming, terlebih di luar negeri yang dikena pelakunya sering menyasar turis asing. Di restoran cara yang digunakan pelaku lebih beragam lagi.

Mulai dari memasang kamera tersembunyi di dekat mesin EDC maupun memasang langsung alat scam di dalam mesin EDC. Untuk kasus kedua tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan pihak restoran.

Namun seringkali pelakunya hanya para pekerja saja yang bertindak tanpa sepengetahuan pemilik restoran. Waspadalah ketika menggunakan mesin EDC. Pilih metode pembayaran lain seperti e-money atau cash saja yang lebih aman.

  • Pusat Perbelanjaan

Supermarket atau minimarket juga menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan scamming dengan memasang alat scam di mesin EDC dan memasang kamera tersembunyi untuk mencari tahu nomor pin pengguna.

Tidak hanya pengguna kartu kredit Anda yang menggunakan debit juga beresiko mengalami hal yang sama. Kini sudah banyak minimarket yang menyediakan metode pembayaran dengan e-money Anda bisa gunakan pilihan ini.

  • Tempat Wisata

Bepergian ke negara lain atau ke kawasan yang asing memang menyenangkan. Namun hal ini juga menghadirkan resiko tersendiri salah satunya adalah penipuan kartu kredit dengan scamming.

Hal ini biasa terjadi ketika wisatawan melakukan tarik tunai melalui kartu kredit namun tidak menyadari bahwa mesin tarik tunai sudah dipasangi alat scam yang langsung mencuri data perbankan nasabah.

Karena terjadi diluar negeri atau tempat asing seringkali kita ragu untuk melaporkan kemana, sehingga satu satunya yang bisa dilakukan adalah memblokir kartu.

  • Belanja Online

Tak dapat dipungkiri kini semua hal yang kita lakukan menggunakan sistem online dengan jaringan internet. Nah siapa sangka ketika Anda melakukan transaksi online menggunakan kartu kredit resiko skimming justru lebih besar dibanding transaksi offline.

Apalagi jika pada saat transaksi Anda menggunakan wifi atau menggunakan jaringan orang lain, seketika itu juga data dalam ponsel pintar Anda seperti mobile banking dan pin kartu kredit akan dicuri dengan mudah oleh pelaku skimming.

7 Tips Cerdas Menghindari Skimming Kartu Kredit

Resiko kejahatan bisa menimpa kita kapan saja. Karena belum ada alat anti-scamming maka yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir resiko scamming kartu kredit adalah menghindarinya. Berikut ada tips menghindari skimming kartu kredit:

1. Hindari Mesin EDC Gesek

Saat berbelanja di supermarket biasanya di mesin kasir terdapat EDC yang berfungsi membaca kartu kredit dan debit. Nah biasanya ada dua jenis EDC yang digunakan yakni gesek atau dimasukkan.

Sebaiknya pilih metode mesin EDC yang memasukkan kartu karena ini lebih aman dibanding mesin gesek. EDC dengan metode memasukkan kartu lebih aman karena tidak memberikan nomor akun seluruhnya dari kartu EMV.

2. Pastikan Mesin EDC Pas dikartu

Salah satu ciri mesin EDC yang dipasangi alat scam adalah kartu tidak bisa masuk sepenuhnya ke alat EDC, atau terlihat sangat sempit sehingga Hanya ¼ bagian kartu yang dapat masuk ke mesin EDC.

Jika mendapati kasus seperti ini hentikan transaksi dan ganti dengan sistem pembayaran cash. Meski ini merupakan salah satu ciri mesin EDC di pasangi alat scam, namun Anda tidak bisa asal menuduh tanpa bukti. Jadi sebaiknya lakukan penarikan kartu dengan alasan ingin membayar cash saja.

3. Waspada Tempat Perbelanjaan Sepi

Jika menemukan tempat perbelanjaan yang sepi di daerah terpencil sebaiknya lebih waspada ketika bertransaksi menggunakan kartu kredit. Sebab tempat-tempat sepi menjadi lahan basah bagi para pelaku kejahatan.

Sebagian besar petugas kasir juga tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai scamming di mesin EDC. Anda juga harus waspada jika mendapati petugas kasir berperilaku aneh dan mencurigakan.

Anda berhak memanggil pejabat pusat perbelanjaan terkait jika merasa terancam dan mengganti petugas kasir yang melayani. Atau jika tidak berani Anda bisa melapor ke pusat pengaduan konsumen.

4. Ganti Pin Secara Berkala

Mengganti pin secara berkala juga bisa menjadi salah satu cara menghindari scamming kartu kredit. Pelaku kejahatan scamming biasanya tidak langsung mengeksekusi kejahatannya setelah mengetahui pin maupun data penting nasabah.

Lebih banyak pelaku kejahatan di Indonesia ini hanya mengumpulkan bahan mentahnya saja, sementara yang memainkan peran penting dalam pencurian adalah pemain internasional. Karena itu mengganti pin secara rutin dapat mencegah scamming menimpa Anda.

Setidaknya gantilah pin kartu kredit Anda minimal 6 bulan sekali. Sangat disarankan untuk menggunakan pin yang mudah diingat atau menjadi tanggal lahir Anda. 

5. Waspada dengan Keadaan Sekeliling

Waspadalah dengan kondisi sekitar Anda ketika bertransaksi menggunakan kartu kredit. Perhatikan kanan kiri, Anda patut menaruh curiga pada orang yang tak pernah berhenti memandangi atau selalu mengikuti kemanapun Anda pergi.

Saat melakukan transaksi tutup bagian tombol dengan permukaan luar jari. Jangan memberikan celah bagi orang di samping dan belakang Anda untuk melihat transaksi maupun pin Anda.

Jangan mudah teralihkan ketika ada sebuah peristiwa yang terjadi di sekitar Anda. Selesaikan transaksi lebih cepat, karena bisa jadi peristiwa yang terjadi hanyalah pengalih perhatian.

6. Cek Penggunaan Kartu Kredit Secara Berkala

Mengecek penggunaan kartu kredit secara berkala dapat mengantisipasi lebih cepat sebuah tindak kejahatan scamming. Anda bisa meminta pihak penerbit kartu kredit untuk mengirimkan riwayat transaksi setiap bulan sehingga Anda bisa memantau apakah ada yang menggunakan kartu kredit Anda selain keluarga?

Biasanya saat pembuatan kartu kredit Anda bisa meminta kepada pihak bank untuk mengirimkan secara rutin riwayat penggunaan kartu kredit. Biasanya dokumen ini akan dikirim lewat email dan juga ke tempat tinggal Anda.

Jika merasa tidak melakukan transaksi apapun namun ada tagihan datang segera hubungi pihak kartu kredit untuk dilakukan pemblokiran sebelum kerugian yang diderita lebih besar.

7. Simpan Baik baik Call Center Resmi

Menyimpan nomor call center bank akan memudahkan Anda menghubungi pihak bank jika ingin melaporkan tindak kejahatan dan melakukan pemblokiran. Atau kalau bisa hafal nomor tersebut diluar kepala.

Itulah beberapa tips menghindari skimming kartu kredit yang bisa Anda lakukan. Hindari transaksi kartu kredit ditempat sepi dan selalu waspada akan kondisi sekitar untuk menghindari resiko tindak kejahatan. Ganti pin secara berkala dan jangan lupa untuk meminta pihak bank secara rutin mengirim riwayat transaksi kartu kredit. Segera lapor dan blokir kartu kredit jika transaksinya tidak sesuai dengan jumlah transaksi yang telah Anda lakukan.

Selain itu pilihlah tempat mendaftarkan kartu kredit di tempat yang aman, terpercaya & sudah di terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti Cekaja.com.

Tentang Penulis