Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Merasa Impulsif? Ini Cara Menutup Kartu Kredit yang Aman

by Rini Agustina on 12 Maret, 2020

Kartu kredit bukan lagi barang mewah untuk kalangan menengah. Terbukti dengan maraknya bank yang menciptakan kartu kredit khusus bagi mereka yang berpenghasilan rata-rata. Sayangnya, banyak yang kurang bijak memanfaatkan kartu kredit sehingga mendorong nasabah untuk terus berhutang. Tidak sedikit yang mengalami kredit macet.

Merasa Impulsif? Ini Cara Menutup Kartu Kredit yang Aman

Jika Anda termasuk salah satu pengguna kartu kredit yang merasa penggunaan kartu tersebut berdampak negatif, tidak ada salahnya menghentikan pemakaian kartu kredit. Misalnya berubah menjadi pribadi yang lebih konsumtif dengan hutang yang tak kunjung selesai, namun tidak diimbangi dengan adanya investasi.

(Baca juga: Cara Pembayaran Tagihan Kartu Kredit BRI, Pilih Yang Memudahkanmu!)

Jika self control Anda melemah saat memegang kartu kredit inilah saatnya menutup kartu kredit dan mulai beralih ke metode pembayaran cash. Tapi menutup kartu kredit ini tidak bisa dilakukan hanya dengan menelepon pihak pemberi kartu, sebab Anda harus menyelesaikan beberapa persoalan lebih dulu agar proses penutupan kartu nantinya tidak menimbulkan masalah baru.

Cara Menutup Kartu Kredit yang Aman

Tujuan utama menutup kartu kredit adalah mengendalikan belanja dan gaya hidup agar sesuai dengan penghasilan. Tapi sebelum menutup kartu kredit Anda wajib menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kartu kredit.

Kartu tidak bisa langsung Anda buang ke tempat sampah tanpa adanya konfirmasi dengan pemberi kredit. Cara menutup kartu kredit yang salah dapat mendatangkan sejumlah masalah dikemudian hari, salah satunya adalah tagihan yang tidak pernah berhenti.

Untuk menghindari resiko tersebut, ikutilah tips dibawah ini:

  • Hubungi Pihak Bank atau Pemberi Kartu Kredit

Proses pertama yang harus Anda lakukan ketika ingin menutup kartu kredit adalah menghubungi bank pemberi kartu kredit. Menyatakan keinginan untuk menutup kartu kredit dan tanyakan apa saja persyaratan serta dokumen yang mesti dilengkapi agar Anda terbebas dari penggunaan kartu non-tunai tersebut.

Anda bisa menghubungi customer service bank maupun datang langsung ke kantor bank terkait. Jika merasa belum jelas dan bingung soal tata cara penutupan kartu kredit ini, sebaiknya memang datang langsung ke bank karena disana Anda akan dipandu oleh seseorang untuk memastikan setiap langkah diambil dengan benar.

  • Melunasi Semua Tagihan

Pastikan juga ya tidak ada tagihan yang tersisa ketika Anda menutup kartu kredit. Tagihan ini bukan hanya berupa cicilan belanja atau pinjaman dan instan, namun juga biaya tahunan dan administrasi yang belum sempat diselesaikan.

Biaya tahunan atau yang lebih sering disebut annual fee ini biasanya dibebankan pada tahun kedua. Jadi coba tanyakan dulu pada pihak bank berapa annual fee yang mesti diselesaikan sebelum kartu kredit ditutup.

  • Batalkan Sistem Pembayaran dan Tagihan Otomatis

Salah satu manfaat yang ditawarkan kartu kredit adalah pembayaran tagihan bulanan secara auto-debet atau otomatis, seperti pln, pdam dan pulsa.

Nah Anda harus membatalkan dulu semua bentuk pembayaran otomatis ini. Atau masih punya tagihan hutang leasing yang dibayar dengan kartu kredit? Pastikan Anda mendiskusikan hal ini dengan pihak dan meminta untuk memindahkan bentuk pembayaran cicilan ke sistem manual.

  • Beri Saldo Tambahan

Saat ingin melakukan penutupan kartu kredit, sebaiknya beli saldo tambahan atau sisakan limit yang ada. Saldo tambahan ini berfungsi menutup beberapa tagihan dalam jumlah kecil yang mungkin lupa belum Anda bayar.

Dengan begitu proses penutupan kartu kredit bisa berlangsung lebih cepat. Perlu diketahui rata-rata bank juga memberlakukan biaya penutupan kartu kredit.

  • Amankan Bukti-Bukti

Mintalah kepada bank atau pemberi kartu kredit bukti konfirmasi tertulis bahwa Anda sudah menutup kartu kredit dan dokumen yang memberitahukan bahwa semua tagihan Anda telah lunas.

Dokumen ini penting dimiliki sebagai bentuk protes ketika tagihan tetap datang padahal kartu sudah dalam keadaan mati. Simpanlah data ini ditempat yang aman, meskipun tidak ada tagihan yang datang kembali. Namun siapa tahu di masa depan Anda akan memerlukannya.

Setelah menutup kartu kredit jangan lupa untuk menggunting kartu di bagian chipnya untuk menghindari penggunaan kartu secara ilegal. Ikutilah semua prosedur penutupan yang berlaku. Bersabarlah jika pihak bank terkesan memberi penjelasan berbelit. Jika Anda melakukan semua langkah dengan benar maka kartu kredit bisa ditutup oleh bank dengan segera.

Jangan Menutup Kartu Kredit Jika Masih Memerlukan 5 Hal ini

Bagi generasi masa kini kartu kredit adalah bagian dari gaya hidup, gak keren kalau belum punya kartu kredit. Tapi pemahaman akan literasi finansial yang kurang baik menyebabkan pengguna kartu kredit malah jadi terjebak hutang, alih-alih memanfaatkan penawaran yang beragam.

Berhutang memang bukan kebiasaan yang baik. Namun jangan cepat panik hanya krena tagihan kartu kredit Anda serasa tak pernah berakhir. Cobalah pertimbangkan 5 hal ini. jika dirasa masih ingin merasakannya maka keputusan menutup kartu kredit belumlah tepat.

1. Keuntungan Berbelanja

Salah satu keuntungan yang ditawarkan kartu kredit dan tak mungkin ditemukan pada kartu lain adalah keuntungan berbelanja menggunakan kartu kredit.

Rata-rata bank memberikan cashback dan diskon belanja di berbagai merchant yang jumlahnya besar, bisa mencapai 30% dari total belanja. Selain itu semakin sering Anda berbelanja maka poin Anda semakin bertambah. Jika dikumpulkan redeem poin bisa bisa ditukar dengan produk merchant atau malah ditukar dengan tiket pesawat.

2. Fasiltas Cicilan

Ada beberapa tipe orang yang ogah mengeluarkan cash dalam jumlah besar untuk barang incarannya. Namun bersedia membayar secara cicilan. Inilah kaum yang tidak bisa lepas dari kartu kredit.

Fasilitas cicilan kartu kredit begitu menggiurkan, dengan bunga cicilan rata-rata 2,9% perbulan Anda bisa mendapatkan barang idaman yang harganya bisa lebih dari dua kali jumlah pendapatan bulanan. Biasanya cicilan dapat dibayar setiap bulan maupun setahun sekali.

3. Fasilitas Gratis Lounge

Kartu kredit adalah akses gratis menuju berbagai lounge di bandara-bandara Indonesia maupun diluar negeri. Bayangkan hanya berbekal kartu kredit Anda sudah bisa masuk secara gratis dan mendapatkan free kudapan di berbagai lounge bandara. Tanpa kartu kredit Anda setidaknya harus merogoh kocek sekitar Rp 100 Ribu untuk sekali masuk lounge.

4. Senang Traveling

Kartu kredit sudah terkenal memberikan pelayanan maksimal untuk para nasabahnya yang sering traveling khususnya ke luar negeri. Apa pasal? kartu kredit dapat digunakan untuk tarik tunai di hampir seluruh bagian dunia.

Selain itu beberapa kartu kredit juga telah bekerja sama dengan banyak merchant di luar negeri, sehingga para shopaholic yang senang belanja di luar negeri bakal mendapatkan banyak keuntungan jika bertransaksi menggunakan kartu kredit.

5. Sering Bepergian Untuk Bisnis

Pebisnis juga jadi salah satu individu yang sulit terlepas dari kartu kredit. Sebabnya jam kerja yang tidak terbatas dan fleksibilitas untuk bepergian dalam urusan bisnis memaksa mereka untuk tak bisa selalu membawa cash dalam jumlah banyak. Maka kartu kredit menjadi pilihan paling tepat untuk menunjang gaya hidup pebisnis yang dinamis dan tinggi.

Itulah beberapa faktor yang membuat Anda tak perlu menghapus kartu kredit, hanya karena rasa khawatir yang berlebih soal kebiasaan berhutang. Jika tak ingin terjerat hutang tinggi bijaklah menggunakan kartu non-tunai tersebut.

Tips Bijak Gunakan Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit yang tidak bijak hanya akan menempatkan Anda pada hutang yang tidak kunjung selesai. Bahkan tidak sedikit yang terjebak pada gaya hidup konsumtif karena penggunaan kartu kredit padahal pemasukan bulanan  masih kalah dari pengeluaran. Agar tidak berakhir menjadi debitur abadi cobalah tips bijak menggunakan kartu kredit di bawah ini:

  • Belanja Sesuai Kemampuan

Jangan berpikir bahwa kartu kredit adalah kartu hutang, namun ubahlah pola pikir dengan merujuk pada kartu kredit sebagai pengganti transaksi non-tunai.

Sehingga Anda tidak akan kalap ketika mendengar ada cicilan 0 persen untuk sejumlah produk yang tidak Anda perlukan namun menyedot biaya cukup besar. Lebih baik lagi jika Anda mampu membayarnya secara tunai dibanding kredit karena tidak ada beban bunga cicilan yang mesti dibayar.

  • Selesaikan Hutang Baru Berhutang Kembali

Seringkali pemilik kartu kredit tergoda untuk mengambil banyak cicilan untuk berbagai barang. Mereka tidak menyadari bahwa hutang tersebut harus dibayar dalam tempo satu tahun.

Akhirnya besar cicilan yang mesti dibayar meningkat dua kali lipat dan menggerus pendapatan bulanan. Untuk menghindari hutang yang bertumpuk sebaiknya jangan mengambil cicilan ganda. Selesaikan dulu hutang lama Anda barulah kembali mengajukan hutang.

  • Manfaatkan Promo yang Ditawarkan

Kartu kredit dikenal sebagai kartu dengan banjir promo merchant. Setiap bulannya adalah lebih dari 10 merchant yang memberikan diskon belanja, sebagian besar adalah restoran.

Nah dibanding Anda mencoba menu di restoran yang belum pernah disambangi dengan resiko harga tinggi. Lebih baik manfaatkan promo kartu kredit dengan mengunjungi restoran yang menjadi rekanan merchant. Anda bisa hemat berkali lipat, belum lagi setiap transaksi yang dilakukan juga dapat menghasilkan poin.

  • Ambil Limit Paling Rendah

Saat ingin membuat kartu kredit jangan pernah mengajukan limit paling tinggi meski gaji Anda mencukupi. Sebab hal ini akan jadi bumerang bagi diri sendiri, karena merasa dana yang ada belum digunakan secara maksimal.

Akhirnya Anda yang tidak ada rencana berhutang berkeinginan berhutang.Dibanding mengambil limit paling tinggi lebih baik ajukan limit rendah saja.

  • Jadikan Sebagai Dana Darurat

Jika Anda tidak terbiasa menabung dan tidak memiliki tabungan, maka kehadiran kartu kredit bisa Anda ubah menjadi dana darurat. Yakni dana yang dapat digunakan kapanpun dan untuk keperluan apapun.

Karena berfungsi sebagai dana darurat jangan gunakan kartu kredit untuk keperluan konsumtif saja namun juga untuk kebutuhan produktif. Kartu kredit selain dapat digunakan untuk belanja juga dapat digunakan untuk membayar sejumlah tagihan penting, seperti biaya pengobatan di rumah sakit.

Jadi ketika Anda tidak memiliki dana darurat maupun asuransi yang memproteksi diri, kartu kredit bisa menjadi solusi terakhir mendapatkan dana segar untuk setiap jenis kebutuhan.

Itulah beberapa tips bijak menggunakan kartu kredit. Ingat ya kartu kredit tidak se-mengerikan yang Anda kira, selama penggunaannya tepat. Yang paling penting adalah memilih produk kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan. Namun jika merasa gaya hidup jadi lebih konsumtif selama memegang kartu, jangan ragu untuk menutup kartu kredit dan selesaikan segala hutang yang Ada. Selain itu pilihlah tempat untuk memilih kartu kredit yang aman dan terpercaya seperti Cekaja.com yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tentang Penulis