Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Penurunan Bunga Kartu Kredit Saat Corona, ini Rinciannya

by Rini Agustina on 25 April, 2020

Saat pandemi Corona mulai menyerang Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa kedatangannya mempengaruhi sendi kehidupan, perubahan sosial dan ekonomi tak dapat dielakkan dengan ratusan perusahaan kecil dan menengah yang dilaporkan gulung tikar. Di Tengah lesunya kondisi ekonomi Indonesia karena daya beli masyarakat yang mulai menurun, pemerintah mencoba memberi stimulus.

Penurunan Bunga Kartu Kredit Saat Corona, ini Rinciannya

Kebijakan yang pro kalangan bawah dibuat agar roda bisnis tidak mandek. Terutama bagi mereka yang punya karyawan mencapai ribuan. Sebab, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran tidak bisa dibendung ketika daya beli masyarakat terus melemah. PHK diketahui juga dapat memberikan efek domino yang menyebabkan PHK massal bahkan kemungkinan tanpa pesangon.

Karena itu kendari negara terus merugi, pemerintah terus memberikan sejumlah subsidi untuk mendukung jalannya ekonomi negara, khususnya di beberapa daerah yang masuk dalam zona merah Covid-19. Beberapa kebijakan ekonomi yang sudah diterapkan antara lain keringan pembiayaan leasing dan juga hutang kredit bank.

(Baca juga: Membeli Kebutuhan Saat Corona dengan Kartu Kredit)

Namun, kedua stimulus ini nyatanya belum dirasakan memberikan dampak positif. Terbukti masih banyak masyarakat yang merasa beban hidupnya makin berat, hingga memutuskan untuk mencari peruntungan di kampung halaman, yang membuat daerah-daerah asal menjadi sarang para pengangguran beban negara.

Demi menjaga sisa-sisa individu yang masih bertahan di kawasan zona merah dengan biaya hidup yang tidak sedikit, pemerintah melalui Bank Indonesia memberikan stimulus lain, yakni berupa berupa penurunan bunga kartu kredit.

Penurunan Bunga Kartu Kredit ditengah Pandemi Corona

BI memutuskan untuk menurunkan batas maksimum suku bunga kartu kredit, nilai pembayaran minimum kartu kredit, dan besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit.

Selain mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,5%, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 13 April-14 April 2020 memutuskan untuk melonggarkan kebijakan kartu kredit. 

Aturan ini resmi diberlakukan mulai awal Mei 2020. Diharapkan dengan adanya stimulus ini belanja masyarakat tetap terjaga sehingga transaksi belanja terus terjadi. Ada beberapa poin penting yang mesti kita ketahui tentang aturan penurunan bunga kartu kredit ini, berikut ulasannya:

  • Penurunan suku bunga kartu kredit menjadi 2% perbulan

Sebelum BI mengeluarkan aturan penurunan suku bunga kartu kredit, diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang mematok suku bunga kartu kredit terbesar di dunia. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan rata-rata suku bunga kartu kredit yang dipatok bank penerbit di Indonesia mencapai 26,6 persen per tahun. 

Sementara, aturan batas yang diperkenankan sebesar 27 persen per tahun atau berarti 2,25 persen per bulan. Sebelumnya, batas maksimum suku bunga kartu kredit dipatok sebesar 2,25% per bulan.

Namun mulai Mei 2020 mendatang, batas maksimum suku bunga kartu kredit diturunkan menjadi 2% per bulan atau 24% per tahun. 

  • Penurunan minimum pembayaran kartu kredit menjadi 5% perbulan

Sudah dalam beberapa tahun terakhir rata-rata perbankan di Indonesia yang mencetak kartu kredit menentukan nilai pembayaran minimum kartu kredit sebesar 10% dari total tagihan kartu kredit. Angka ini dinilai dapat membebani nasabah yang kemungkinan berkurang pendapatannya karena wabah Corona.

Demi menjaga daya beli terhitung awal Mei 2020, nilai pembayaran minimum kartu kredit turun 50% menjadi 5% dari total tagihan. Kebijakan ini berlaku hingga 31 Desember 2020. Tentunya bagi pengguna kartu kredit yang masih memiliki tagihan cicilan ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan.

  • Penurunan denda keterlambatan pembayaran kartu menjadi 1% perbulan

Denda keterlambatan pembayaran tagihan kartu kredit juga seringkali membebani nasabah kartu kredit, terutama ketika di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Bagi pengusaha yang mengandalkan pendapatan harian denda keterlambatan yang terus berjalan semakin membuat hutang membengkak.

Beruntung kini BI menurunkan denda keterlambatan pembayaran kartu kredit, dari semula 3% perbulan  dari tagihan kartu kredit atau maksimal sebesar Rp 150 Ribu menjadi 1% dari total tagihan atau maksimal Rp 100.000. Kebijakan ini juga berlaku sementara hingga 31 Desember 2020. 

  • Perpanjangan jangka waktu pembayaran

Selain menurunkan sejumlah suku bunga, BI juga memutuskan untuk mendukung kebijakan para penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak virus corona atau Covid-19.

Mekanisme perpanjangan jangka waktu pembayaran ini akan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing penerbit. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020.

Itulah beberapa poin penting mengenai penurunan bunga kartu kredit yang ditetapkan oleh BI. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mengurangi beban bagi para pemegang kartu kredit yang berdampak secara langsung oleh Covid-19.

Keunggulan Penggunaan Kartu Kredit ditengah Wabah Corona

Sejauh ini menurut data BI hingga Februari 2020, nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp25,87 triliun. Nilai transaksi tersebut menurun sekitar 0,21 persen secara tahunan.

Sedangkan, volume transaksi kartu kredit mencapai 27 juta. Volume naik sekitar 3,52 persen secara tahunan. Namun di tengah lesunya kondisi ekonomi seperti sekarang ini bukan tidak mungkin baik nilai transaksi maupun volume transaksi kartu kredit akan terus menurun.

BI berharap  keringanan di segmen kartu kredit dapat mendongkrak ekonomi masyarakat di tengah pandemi virus corona, yakni dengan mendorong belanja domestik masyarakat dengan kartu kredit.

Sayangnya bagi sejumlah kalangan stimulus dalam bentuk penurunan bunga kartu kredit ini dinilai hanya menguntungkan kalangan menengah atas dengan kartu kredit limit besar.

(Baca juga: Review Kartu Kredit Maybank White Card, Banyak Fitur dan Manfaatnya

Pasalnya bagi kaum menengah kepemilikan kartu kredit biasanya hanya digunakan untuk pencicilan beberapa barang mewah seperti gadget dan furniture, sementara untuk belanja kebutuhan domestik rumah tangga lebih banyak masih menggunakan kartu debit dan uang cash.

Sementara sosialisasi mengenai manfaat kartu kredit juga tidak gencar dilakukan, sehingga kaum menengah masih enggan menggunakan kartu kredit untuk transaksi apapun. Padahal di masa pandemi seperti sekarang ini, penggunaan kartu kredit lebih dianjurkan dan lebih menguntungkan.

Berikut adalah beberapa keunggulan belanja dengan kartu kredit dibanding cash dan debit:

1. Banyak diskon belanja

Salah satu keunggulan kartu kredit yang sulit Anda temukan pada produk pinjaman lain adalah diskon belanja yang berlimpah. Mulai dari diskon potongan belanja, voucher belanja di merchant tertentu bahkan pemberian cashback untuk pembelian barang tertentu.

Karena itu pembuatan kartu kredit idealnya disesuaikan kebutuhan dan kebiasaan belanja kita. Jika sering belanja kebutuhan domestik pilihlah kartu kredit belanja, selain bisa dapat harga lebih murah Anda juga bisa mengumpulkan lebih banyak poin reward yang dapat ditukar dengan berbagai produk.

2. Limit Besar

Beda dengan kartu debit yang hanya bisa dibelanjakan sesuai dengan isi rekening tabungan. Kartu kredit ini dapat menunjang kebutuhan Anda yang besar, asalkan tidak lebih dari limit yang dipilih.

Umumnya limit maksimal yang diberikan penerbit adalah 3x jumlah pendapatan bulanan nasabah. Andapun bisa mendapatkan barang-barang yang diperlukan tanpa harus khawatir rekening tabungan habis.

3. Program Cicilan

Nah satu lagi keunggulan dari kartu kredit adalah program cicilan. Tentunya program ini sangat berarti ketika pandemi corona menggerus sebagian besar penghasilan Anda.

Dana yang ada di rekening tabungan khusus dijadikan dana darurat, sementara untuk keperluan belanja kita bisa gunakan kartu kredit, dengan pembayaran skema cicilan sehingga tidak membebani pemasukan bulanan Anda.

4. Program Pinjaman Dana Tunai

Jika Anda membutuhkan cash dalam situasi darurat seperti ini, untuk menunjang kehidupan sehari-hari Anda bisa memanfaatkan loan on phone yang disediakan beberapa penerbit kartu kredit.

Biasanya besar pinjaman maksimum yang dapat diperoleh adalah 50% dari sisa limit. Dana ini bisa Anda pergunakan misalnya untuk pengobatan di rumah sakit yang membutuhkan dan besar atau untuk memutar bisnis yang sudah kian sulit.

5. Mudah Transaksi Online

Memang kini sudah ada fitur internet banking dan mobile banking yang dapat digunakan untuk belanja di berbagai situs e-commerce tanah air. Sayangnya tidak untuk e-commerce dengan pasar global seperti Alibaba dan Amazon.

Keduanya menetapkan kartu kredit sebagai media pembayaran yang sah. Tentunya ini memudahkan kita mendapatkan beberapa barang yang sulit ditemui di e-commerce lokal.

Saat Corona, Hindari Kartu Kredit untuk 3 Hal ini

Kartu kredit memang menawarkan manfaat yang banyak terutama untuk memenuhi kebutuhan harian terkait pangan dan papan. Terlebih di situasi seperti sekarang yang menuntut adalah pembatasan sosial dan pembatasan aktivitas, sebisa mungkin segala hal yang menyangkut kebutuhan pribadi hendaknya dilakukan dari dalam rumah.

Nah kartu kredit bisa menjadi alternatif pembayaran untuk belanja kebutuhan dari dalam rumah, yakni secara online. Namun, ditengah pandemi besar seperti sekarang ini kita harus sangat bijak menggunakan pinjaman, jangan sampai Corona berakhir namun kita justru terbelit hutang.

Berikut adalah beberapa hal yang mesti dihindari soal penggunaan kartu kredit di tengah pandemi Covid-19:

  • Jangan gunakan untuk hutang barang sekunder

Saat krisis ekonomi seperti sekarang ini, dengan peta ekonomi yang masih buram sudah seharusnya kita lebih memperketat pengeluaran. Meski kartu kredit menawarkan fasilitas limit besar upayakan dana didalamnya hanya digunakan untuk belanja kebutuhan penting.

Tunda dulu keinginan untuk beli baju baru, gadget baru, atau beberapa barang lain yang tidak mendesak untuk dimiliki.

  • Hindari tarik tunai

Jika masih bisa memenuhi kebutuhan dengan belanja online sebaiknya kurangi belanja online yang mendorong Anda untuk melakukan tarik tunai kartu kredit.

Sebab semakin sering melakukan penarikan bunga yang dibebankan semakin besar dan ini sebenarnya bisa dipergunakan untuk belanja kebutuhan lain. Hindari juga loan on phone untuk keperluan sekunder yang bisa ditunda setelah Corona reda.

  • Jangan Habiskan limit sekaligus

Bagi Anda yang berkurang pendapatan bulanannya karena terkena dampak langsung Covid-19 memang keberadaan kartu kredit bisa menjadi penyelamat. Anda bisa gunakan untuk menutup kebutuhan harian.

Namun tetap harus dihemat belanja Anda, jangan sampai limit habis dalam jangka beberapa bulan saja. Gunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan mendesak dan berhemat di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Itulah beberapa hal yang harus Anda hindari terkait penggunaan kartu kredit selama wabah Corona berlangsung. Kendati penurunan bunga kartu kredit sudah diturunkan sampai 50%, tapi jangan dijadikan dalih untuk memenuhi kebutuhan yang memuaskan nafsu belanja Anda.

Ingat, kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir, sebaiknya siapkan kartu kredit untuk masa-masa darurat. Jika belum memiliki kartu kredit, anda bisa mengakses website toko finansial yang aman dan terpercaya seperti Cekaja.com yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Tentang Penulis