Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Untung Rugi Bisnis Perbankan Kartu Kredit Saat Corona

by Rini Agustina on 25 April, 2020

Pandemi Covid-19 yang sudah berkembang di Indonesia sejak awal Maret lalu mengakibatkan kondisi ekonomi goyang, khususnya ketika sejumlah kota besar seperti Jakarta memberlakukan PSBB (Pembatasan sosial berskala besar) yang memaksa masyarakat harus belajar, bekerja dan beraktifitas dari rumah.

Untung Rugi Bisnis Perbankan Kartu Kredit Saat Corona

Aturan ini mau tidak mau membuat sejumlah bisnis menghentikan produksinya. Bagi perusahaan besar dengan keuangan kuat, merumahkan karyawan sementara jadi pilihan mereka. Sementara untuk bisnis kecil rata-rata memutuskan untuk menutup usaha demi menghindari kerugian yang lebih besar.

Berbagai sektor bisnis mulai dari retail, pusat perbelanjaan, properti, gaya hidup, hingga perbankan dan produk keuangannya pun terdampak secara langsung. Pengurangan jam kerja dan melemahnya daya beli masyarakat membuat keuntungan berkurang bahkan nyaris merugi.

(Baca juga: Membeli Kebutuhan Saat Corona dengan Kartu Kredit)

Salah satu yang kini jadi pusat perhatian adalah bisnis perbankan kartu kredit. Baru-baru ini Bank Indonesia membuat kebijakan yang cukup mengguncang, yakni dengan menurunkan suku bunga kartu kredit mulai dari suku bunga pinjaman hingga denda keterlambatan.

Penurunan Bunga Kartu Kredit oleh BI

Pemerintah menjelaskan bahwa kebijakan menurunkan suku bunga kartu kredit adalah bagian dari upaya mereka menjaga pasar agar tetap konsumtif di tengah pandemi Corona yang membuat sejumlah kalangan lebih memilih “saving” dibanding belanja.

Ada beberapa poin penting yang ada dalam keputusan BI terkait penurunan bunga kartu kredit yakni:

  • Penurunan suku bunga kredit menjadi 2% perbulan, yang semula 2,5%
  • Penurunan minimum pembayaran menjadi 5% perbulan, yang semula 10%
  • Penurunan denda keterlambatan menjadi 1% perbulan, yang semula 3%
  • Perpanjangan jangka waktu pembayaran

Aturan ini terhitung berlaku mulai Mei 2020 dan berakhir pada Desember 2020, dan akan melalui kajian lebih lanjut. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mengurangi beban bagi para pemegang kartu kredit yang berdampak secara langsung oleh Covid-19. Sehingga tidak mengubah drastik pola konsumsi yang biasa mereka lakukan dengan begitu bisnis kartu kredit tetap menjanjikan.

Meski kebijakan ini diharapkan dapat menjadi stimulus di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang lesu. Namun menurut sebagian besar kalangan kebijakan ini belum pro untuk kalangan menengah yang jarang menggunakan kartu kredit dalam belanja harian.

Tak heran jika masih banyak kalangan pesimis bahwa kebijakan penurunan suku bunga ini bakal berimbas positif pada bisnis perbankan kartu kredit. Sebaliknya, justru bisa menciptakan kerugian baru bagi industri perbankan karena profit yang terus menurun.

Untung Rugi Bisnis Perbankan Kartu Kredit Saat Corona

Aturan penurunan suku bunga pinjaman kartu kredit menyedot perhatian banyak kalangan. Sebagian besar menilai aturan ini terlalu terburu-buru, sementara ada pendapat lain yang mengatakan bahwa stimulus ini justru bisa menjadi boomerang yang mematikan usaha perbankan.

Kabar penurunan suku bunga kartu kredit memang disambut gembira oleh nasabah, namun tidak bagi perbankan. Sebab ada sejumlah implikasi negatif yang kemungkinan muncul akibat kebijakan ini. Meskipun tetap ada kemungkinan memberikan imbas positif untuk industri keuangan.

Sejumlah keuntungan yang bisa didapat bisnis perbankan kartu kredit ketika pandemi Corona adalah perbankan dapat diuntungkan karena di tengah krisis Covid-19 ini, NPL dari sisi kartu kredit ini akan mampu berkurang karena beban suku bunga yang semakin kecil.

Selain itu ada kemungkinan transaksi akan sedikit meningkat, karena bunga yang ditetapkan rendah khususnya transaksi belanja kebutuhan domestik terkait Corona.

Diharapkan dengan adanya stimulus ini, pemegang kartu kredit tidak ragu untuk semakin banyak melakukan transaksi, mulai dari membayar tagihan bulanan, belanja bulanan bahkan kepemilikan barang mewah.

Pelonggaran Kartu Kredit

Namun menurut Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) kebijakan Bank Indonesia terkait pelonggaran kartu kredit justru bisa mematikan bisnis perbankan pelan-pelan.

Sebab aturan ini dapat membuat Sebab bisnis perbankan kartu kredit sulit mencapai double digit pada tahun ini. Tanpa adanya penurunan suku bunga saja, industri kartu kredit belum terlihat mengalami peningkatan berarti. Kebijakan ini bakal membuat pasar perbankan yang mengeluarkan kartu kredit lesu.

Ketua AKKI Steve Martha menegaskan kalau bisnis perbankan kartu kredit saat ini terus mengalami perlambatan seiring dengan semakin merebaknya virus Corona di Indonesia. Perlambatan ini bukan hanya karena kebijakan bunga saja namun juga bagaimana nasabah dan masyarakat menggunakan kartu kredit.

Berikut adalah beberapa kerugian bisnis perbankan kartu kredit saat pandemi corona terjadi:

1. Tidak ada Nasabah Baru

Kerugian paling nyata dari adanya pandemi corona adalah perbankan tidak mungkin mencapai target jumlah nasabah baru hingga akhir tahun ini. Kemungkinan besar tidak ada apply untuk kurun waktu saat ini, karena masyarakat fokus untuk melakukan saving demi  menjaga kondisi ekonomi di masa mendatang.

Hilangnya target nasabah baru, artinya perbankan harus memikirkan ulang mengenai strategi bagaimana meraup keuntungan yang besar di tengah wabah yang semakin meluas tidak hanya di kota besar melainkan sudah merasuk ke berbagai desa kecil di Indonesia.

Tidak bijak pula bagi perbankan untuk menggelontorkan biaya besar demi menciptakan stimulus munculnya nasabah baru, padahal pendapatan nasabah juga bisa jadi tengah berkurang. Bukan tidak mungkin gelombang penutupan kartu kredit akan segera bermunculan mengingat makin banyak orang berpenghasilan tidak tetap.

2. Berkurangnya Transaksi Nasabah

Sementara itu dari sisi transaksi juga penggunaannya berkurang terutama untuk pemakaian limit besar yang biasa dilakukan para nasabah yang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Padahal dari sisi ini biasanya perbankan memperoleh margin keuntungan yang cukup besar.

Transaksi belanja, tarik tunai dan bahkan cicilan diprediksi bakal berkurang sebab masyarakat mulai mengurangi biaya konsumtifnya demi menjaga keuangan keluarga tetap stabil. Padahal dari biaya tarik tunai dan pinjaman bank bisa mendapatkan 2-3% keuntungan setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Memang kini banyak nasabah menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan domestik secara online. Namun jumlahnya tidak besar, lagi pula para pemilik kartu kredit pun berusaha menekan pengeluaran agar tagihan kartu kreditnya tidak membengkak yang dapat menyulitkan keuangan mereka di masa pandemi Corona ini.

3. Margin Kartu Kredit yang Semakin Terbatas

Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede memprediksi bahwa pemangkasan bunga kredit dapat semakin menekan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) perbankan di tengah kondisi pelemahan ekonomi.

Penurunan suku bunga kartu kredit akan membuat perbankan kehilangan salah satu porsi pemasukannya karena margin kartu kredit yang semakin terbatas. Tentunya perbankan tanah air sudah mengetahui dan memahami betul berbagai resiko yang timbul terhadap bisnis kartu kredit selama wabah Corona berlangsung.

Itulah beberapa untung rugi bisnis perbankan kartu kredit ditengah pandemic Corona saat ini. Jika tak ingin terus tergerus maka perbankan wajib memiliki solusi atau plan baru agar bisa tetap menghasilkan keuntungan di tengah lesunya pasar.

Keuntungan Kartu Kredit untuk Pengusaha

Saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan gelombang PHK tak dapat dihindari terutama bagi industri kecil dan menengah yang masih mengandalkan keuntungan jangka pendek.

Ada Pula yang masih bertahan dengan mencari pinjaman agar bisnis tetap berputar. Namun tidak banyak yang tahu bahwa kartu kredit dapat digunakan para pengusaha untuk mendapatkan dana segar yang dibutuhkan. 

Memang kartu kredit identik dengan gaya hidup yang konsumtif karena lebih banyak digunakan untuk transaksi belanja. Tapi jika pandai mengelola keuangan sebenarnya kartu kredit dapat menjadi penyelamat saat kita terdesak, terutama bagi para pengusaha dengan resiko besar.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari kartu kredit yang dapat dinikmati oleh para pengusaha, di tengah lesunya bisnis akibat virus Corona.

  • Kemudahan pengajuan KTA

Kredit Tanpa Agunan (KTA) memang menjadi pinjaman favorit para pengusaha kecil dan menengah, sebab tidak ada tuntutan untuk memiliki jaminan atau agunan untuk mendapatkan sejumlah pinjaman.

Selain pengajuan yang mudah, KTA populer karena jumlah pinjaman yang dapat diajukan cukup besar dengan tenor panjang. Nah salah satu persyaratan untuk mendapatkan pinjaman KTA ini adalah punya riwayat penggunaan kartu kredit setidaknya selama tiga bulan terakhir.

  • Transaksi keluar negeri lebih mudah

Seperti kita tahu sejak PSBB berlangsung ada banyak pabrik bahan baku yang tutup, libur atau bahkan gulung tikar. Hal ini seringkali menjadi kendala bagi para pengusaha kecil dan menengah untuk terus memproduksi barangnya.

Nah, ada alternatif lain untuk mendapatkan bahan baku yakni dengan membelinya dari luar negeri, dan transaksi yang dilakukan biasanya menggunakan kartu kredit

Selain memesan bahan baku, Anda juga bisa meng ekspansi bisnis ke skala global melalui e-commerce, dan lagi-lagi kartu kredit dibutuhkan untuk membuat sejumlah akun pembayaran online seperti paypal.

  • Pengeluaran yang terukur

Saat kondisi ekonomi yang terus memburuk, tentunya kita harus semakin selektif mengeluarkan dana. Penggunaan kartu kredit untuk setiap transaksi bisnis dapat membantu mengatur pengeluaran agar lebih terukur.

Anda bisa mengecek konsumsi bulanan untuk bisnis melalui e-statement yang dikirim melalui email dan dalam bentuk fisik ke rumah Anda. E-statement ini adalah riwayat transaksi kartu kredit selama satu bulan terakhir.

  • Menjadi bukti riwayat kredit

Jika Anda membutuhkan pinjaman dalam jumlah besar, ada dua jenis kredit yang bisa dipilih yakni KTA dan Multiguna. Pinjaman multiguna ini hanya bisa didapat jika Anda memiliki jaminan yang sepadan dengan jumlah kredit yang diajukan.

Nah jika Anda tak memiliki barang berharga yang layak dijaminkan makan KTA jadi pilihan utama. Namun mendapatkan pinjaman KTA juga tidak mudah, salah satu barometer penilaian bank untuk menerima atau menolak pengajuan KTA adalah riwayat kartu kredit.

Jika Anda termasuk nasabah yang aktif menggunakan kartu kredit, tidak pernah menunggak cicilan maka kemungkinan besar akan jadi pertimbangan bank menerima pinjaman.

Riwayat kartu kredit yang buruk tentu akan jadi masukan untuk bank menolak pinjaman Anda, karena termasuk nasabah yang berisiko mengalami kredit macet.

Itulah beberapa keuntungan penggunaan kartu kredit untuk usaha Anda. Ditengah masa pandemi Corona yang semakin tidak menentu ini kita harus bijak mengelola keuangan.

Kartu kredit yang identik dengan gaya hidup konsumtif justru bisa jadi juru selamat ketika Anda memerlukan dana segar baik untuk menyambung hidup maupun memutar roda bisnis. Percayakan memilih kartu kredit yang cocok untuk anda hanya di Cekaja.com, memiliki teknologi yang mutakhir dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tentunya memberikan anda kenyamanan dan keamanan. Tunggu apa lagi, segera ajukan kartu kredit di Cekaja.com

Tentang Penulis