Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

by Sindhi Aderianti on 5 Juni, 2020

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tahun ini, tema besar yang diangkat adalah Time for Nature. Bumi telah banyak memberika privilege untuk seuluruh penghuninya Maka itu, World Environment Day mengajak setiap orang agar tergerak ‘membalas budi’ dengan melakukan banyak hal positif demi alam sekitar. Nah, salah satu tindakan nyata yang bisa kita lakukan adalah mengurangi sampah plastik.

cara mengurangi sampah plastik

Sampah plastik hingga kini masih menjadi permasalahan yang belum dapat terselesaikan dengan baik. Pencemaran lingkungan akibat limbah ini semakin mencemaskan karena selalu berakhir di lautan, sehingga mengancam kehidupan banyak biota laut.

Masalah Sampah Plastik di Indonesia

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Pasalnya, Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton darinya diduga mencemari lautan.

Melansir CNBC Indonesia,  pencemaran sampah plastik di Tanah Air diperkirakan bakal terus meningkat.  Apalagi dengan adanya industri minuman yang tumbuh begitu pesat. Lho, hubunganya apa? Mayoritas produk tersebut menggunakan plastik sekali pakai sebagai packaging. Hal ini otomatis menghasilkan semakin banyak sampah plastik, di saat kapasitas pengolahan limbah plastik sendiri masih terbilang minim.

(Baca Juga: Jadi Biang Pencemaran Lingkungan, Kantong Plastik Dilarang di Empat Benua)

Cara Mengurangi Sampah Plastik Terefektif

Hidup tanpa plastik mungkin terdengar seperti sesuatu yang hapir mustahil dilakukan bagi sebagian orang. Namun, sulit bukan berarti tidak bisa diupayakan. Secara perlahan, kurangi penggunaan sampah plastik dengan melakukan 6 hal positif berikut di dalam keseharianmu:

1. Berpikir sebelum membeli

Berpikir sebelum membeli - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Saat berbelanja, hindari membeli produk berkemasan plastik terlalu banyak. Misalnya air mineral dalam botol. Cukup beli satu, lalu jangan langsung dibuang ketika sudah habis. Kamu bisa menggunakannya kembali sebagai botol sabun cuci piring atau minyak goreng. Hindari pula buah dan sayur dalam kemasan untuk mengurangi sampah pembungkusnya. Sekalipun saat membeli eskrim, mulai lah berpikir panjang dengan memilih es krim cone daripada cup. Dengan begitu, kamu tak akan meninggalkan sampah wadah dan sendok plastik yang berpotensi mencemari lingkungan.

 2. Gunakan tote bag

Gunakan tote bag - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Beberapa waktu lalu, seekor paus ditemukan terdampar di pesisir Thailand. Sebelum akhirnya mati, biota laut tersebut sempat memuntahkan sesuatu dari mulutnya yang setelah diautopsi, ternyata muntahan itu berisi 8 kilogram kantong plastik.  Terbukti kantong plastik jelas sangat mencemarkan lingkungan. Lagipula bahannya tidak kuat menampung banyak item belanjaanmu. Demi memulihkan alam dari limbah plastik, gunakan tote bag setiap kali akan berbelanja entah itu ke pasar ataupun supermarket.

 3. Kreatif mendaur ulang

Kreatif mendaur ulang - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Masih ingat salah satu prinsip mengurangi sampah dengan recycle alias daur ulang? Yuk, mulai terapkan juga sekarang. Jika sekiranya ada sampah plastik yang bisa digunakan kembali, jangan langsung membuangnya. Semisal botol air mineral, sangat mungkin dijadikan pot bunga atau wadah tanaman hidroponik milikmu. Bahkan jika kamu ‘niat’, kemasan bekas sampo, deterjen, atau snack bisa disulap menjadi tote bag yang nyentrik. Kreativitas sangat dibutuhkan untuk melakukan gaya hidup ini, jadi kerahkanlah semaksimal mungkin.

 4. Pakai sedotan stainless atau bambu

Pakai sedotan stainless atau bambu - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Sedotan berbahan plastik sering kali ditemukan bergelimpangan di laut, termasuk menghinggapi bagian tubuh biota laut yang membuatnya tersiksa. Kasus ini pernah menimpa seekor penyu, dimana sedotan dengan panjang 10 cm menyangkut di hidungnya sampai menimbulkan luka cukup parah. Beberapa restoran cepat saji seperti Mc Donald’s bahkan sudah melarang penggunaan sedotan plastik, lho. Untuk itu, sebisa mungkin gunakanlah sedotan stainless atau bambu yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Bawa kemanapun kamu pergi, sehingga tak ada sampah terbuang dan mencemarkan alam alias zero waste.

5. Masak daripada jajan

Masak daripada jajan - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Jajanan di luar memang selalu menggoda, apalagi dengan adanya jasa ojek online yang memudahkan pemesana dan berbagai promonya. Bikin ketagihan jajan terus! Eits hati-hati, kebiasaan ini bukan hanya membuatmu boros, tapi juga secara tidak langsung menyumbang semakin banyak sampah plastik di tempat pembuangan akhir nantinya. Selagi ada waktu, coba deh masak sendiri makanan yang kamu inginkan. Intip resepnya lewat aplikasi masakan atau tutorial di Youtube.

6. Bawa peralatan makan pribadi

Bawa peralatan makan pribadi - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

New normal dan hidup berdampingan dengan virus corona, sebentar lagi akan diterapkan. Kesempatan ini bisa kamu manfaatkan untuk tetap menjaga kesehatan sekaligus menyelamatkan lingkungan dari tumpukan sampah plastik. Caranya, bawa selalu peralatan makan pribadi setiap kali bepergian. Mulai dari tumbler, kotak bekal, sampai alat makan seperti sendok dan garpu. Kalau mau jajan di tempat, minta pedagang makanan untuk mengisi kotak bekalmu daripada dibungkus memakai sterofoam atau plastik. Begitupun saat ingin membeli minuman.

7. Mulai gunakan sikat gigi bambu

Mulai gunakan sikat gigi bambu - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Hal yang satu ini mungkin sering luput dari perhatian. Ya, sikat gigi berbahan plastik pun bisa menimbulkan limbah yang merusak lingkungan. Meski rata-rata orang umumnya menggunakan sikat gigi sampai enam bulan atau lebih, tetap saja kalau sudah rusak kamu harus menggantinya. Lain cerita jika kamu memakai sikat gigi dari bambu yang ramah lingkungan. Tidak meenambah sampak plastik ketika dibuang, bahkan penggunaannya jauh lebih awet daripada sikat gigi plastik.

Dimana ada niat, pasti di situ ada jalan. Kalau dipikir-pikir sebenernya tak sulit melakukan cara mengurangi sampah plastik di atas. Prinsipnya hanya mengganti dengan barang yang bersifat zero waste saja. Justru lebih menghemat pengeluaran juga, bukan? Semoga Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini bisa membakar semangat untuk menyelamatkan bumi dari limbah plastik.

Mengurangi sampah plastik hampir sama pentingnya dengan meminimalisir penggunaan uang tunai di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga berakhir. Ganti metode pembayaran tersebut, salah satunya dengan kartu kredit BNI.

Kartu kredit BNI menawarkan banyak keuntungan. Selain menjadi alat pembayaran yang sangat praktis untuk belanja offline maupun online, banyak promo yang bisa kamu nikmati salah satunya saat belanja di Lotte Mart. Iuran tahunannya pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp120 ribu per tahun. Apply sekarang juga yuk melalui CekAja.com!

(Baca Juga: Sayangi Bumi, Jangan Pakai Produk Tak Ramah Lingkungan Ini!)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.