Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Tak Mau Kredit Ditolak Oleh Bank? Cek Hal-hal Berikut Ini!

by Achmad Fauzi on 3 Mei, 2018

kredit ditolak - CekAja.com

Kredit perbankan menjadi solusi jitu bagi banyak orang untuk memenuhi kebutuhannya. Terbukti, penyaluran kredit perbankan tercatat mengalami kenaikan. Anda berniat mengajukan kredit perbankan dalam waktu dekat ini? Persiapkan diri sebaik mungkin untuk memperkecil kemungkinan kredit ditolak.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pada Maret 2018 penyaluran kredit perbankan mengalami pertumbuhan sebesar 8,5 persen (yoy) atau tercatat Rp4.768,8 triliun. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan Februari 2018. Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Februari 2018 tercatat sebesar 8,2 persen (yoy).

Kemudahan masyarakat untuk mengakses kredit turut mempengaruhi pertumbuhan tersebut. Meskipun saat ini akses pengajuan kredit sudah semakin mudah, tetap terdapat kemungkinan pengajuan kredit Anda akan ditolak oleh bank. Penolakan itu disebabkan oleh banyak hal, mulai dari tidak seusainya data Anda hingga jumlah kredit yang diajukan terlalu besar.

Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan hal-hal di bawah ini sebelum mengajukan kredit kepada bank. Yuk cek!

Berikan data-data dengan benar

Saat mengisi formulir pengajuan kredit, pastikan data-data yang Anda isi sudah valid, terutama nomor telepon kantor dan handphone Anda. Bagi pihak bank, kedua nomor tersebut sangat penting. Bank membutuhkannya untuk melakukan verifikasi data, informasi, serta dokumen yang telah Anda kirimkan.

Apabila nomor telepon kantor dan handphone yang Anda berikan tidak valid, maka pihak bank akan kesulitan ketika melakukan verifikasi. Akibatnya, bank akan langsung menolak pengajuan kredit Anda hanya gara-gara hal yang terbilang sepele tersebut. Anda tentu tidak mau hal tersebut terjadi bukan?

Selain itu, Anda harus menghindari kecurangan dalam proses pengajuan kredit. Misalnya, Anda memberikan data, dokumen, dan informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Karena, jika Anda terbukti melakukan kecurangan, bank juga akan langsung menolak pengajuan kredit Anda.

(Baca juga: Dari Parfum Hingga Tiket Bioskop, Ini Beberapa Tuntutan di Hari Buruh 2018)

Jumlah kredit yang diajukan

Selain memastikan data, Anda juga harus mempertimbangkan dengan benar jumlah kredit yang ingin diajukan. Jumlah kredit yang diajukan harus sesuai dengan pendapatan dan kemampuan Anda.

Artinya, Anda perlu membandingkan pendapatan Anda dengan  jumlah kredit yang diajukan. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat pihak bank akan memperkirakan kemampuan pembayaran kredit dengan jumlah kredit yang Anda ajukan.

Jangan sampai, jumlah kredit yang diajukan melebihi dari pendapatan dan kemampuan Anda. Jika  terjadi hal semacam itu, maka pihak bank juga tak segan-segan untuk menolak kredit yang Anda ajukan.

Riwayat kredit

Anda juga perlu memperhatikan riwayat kredit. Riwayat kredit merupakan salah satu faktor yang bisa membuat pengajuan kredit Anda ditolak oleh pihak Bank.

Biasanya, pihak bank akan mengecek riwayat kredit dengan cara BI Checking. Namun, BI Checking saat ini tidak dilakukan lagi oleh Bank Indonesia. Otoritas yang berwenang melakukan BI Checking saat ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain perpindahan wewenang, terdapat pula perubahan istilah dari BI Checking menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Tak hanya berubah istilah, sistem tersebut juga cakupannya terbilang lebih luas dari sistem BI Checking.

Anda juga bisa melihat riwayat kredit dalam SLIK yang dikelola OJK. Caranya, Anda bisa mendatangi kantor OJK di pusat atau daerah. OJK pusat berkantor di Menara Radius Prawiro Lt. 2, Komplek Perkantoran BI, Jakarta. Berikut ini langkah-langkahnya jika ingin mendatangi OJK untuk mengakses informasi debitur:

1) Siapkan dokumen

Siapkan sejumlah dokumen pendukung yaitu:

  • Debitur perseorangan

Fotokopi identitas diri serta identitas diri asli (untuk ditunjukan) berupa: KTP untuk WNI, Paspor untuk WNA.

  • Debitur badan usaha

Fotokopi identitas badan usaha dan identitas pengurus serta identitas asli (untuk ditunjukan) badan usaha berupa: NPWP, akta pendirian perusahaan, dan perubahan anggaran dasar terakhir.

2) Debitur mendatangi OJK dengan membawa dokumen yang telah disiapkan

3) Mengisi formulir yang tersedia

4) OJK akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen serta formulir yang sudah terisi

5) Jika telah sesuai, OJK akan mencetak hasil informasi debitur

6) OJK melakukan konfirmasi, debitur menerima hasil informasi dan membubuhkan tanda tangan

Cek Riwayat Kredit Secara Online

Selain itu, Anda juga bisa mengakses riwayat kredit secara online dengan mengunjungi web ojk.go.id, kemudian pilih “Permintaan IDI Historis” di bagian “Perbankan”. Selanjutnya, Anda bisa mengisi formulir yang tersedia.

Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan agar kredit yang diajukan tidak ditolak oleh pihak bank. Ingat, lakukanlah dengan teliti, tujuannya untuk meminimalisir kesalahan saat proses pengajuan kredit.

(Baca juga: Hardiknas, Ini Langkah-langkah Siapkan Biaya Pendidikan Anak)

E-commerce finansial nomor satu CekAja.com memberikan kemudahan bagi Anda untuk mengajukan produk kredit. Anda bisa memilih berbagai pilihan jenis kredit secara online. Yuk cek!

Tentang Penulis

Achmad Fauzi

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami