Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Tenang, BI Yakin Bunga Kredit Tidak Akan Naik Dalam Waktu Dekat Ini

by Achmad Fauzi on 4 Juni, 2018

Bank Indonesia (BI) kembali mengeluarkan aksinya untuk meredam serangan dolar AS terhadap rupiah, yaitu menaikkan suku bunga acuan. Namun, tenang saja, Bank Indonesia meyakini bahwa kenaikan suku bunga acuan ini tak serta merta menaikkan suku bunga kredit

Resolusi Finansial - CekAja

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75. Kenaikan suku bunga acuan itu berdasarkan hasil dari Rapat Dewan Gubernur BI tambahan, dan akan berlaku mulai 31 Mei 2018.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kenaikan suku bunga acuan ini untuk memperkuat stabilitas khususnya nilai tukar rupiah terhadap perkiraan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi dan meningkatnya risiko di pasar keuangan global.

Ya, memang, rupiah belakangan ini tersungkur akibat kebijakan ekonomi di Amerika Serikat. Imbasnya, rupiah melemah hingga tembus Rp14.000 per dolar AS.

“‎Keputusan kenaikan suku bunga tersebut merupakan bagian dari langkah kebijakan jangka pendek BI yang memprioritaskan kebijakan moneternya pada stabilitas, khususnya nilai tukar rupiah,” kata Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Tidak Berimbas Pada Kenaikan Suku Bunga Kredit

Perry Warjiyo meyakini bahwa kenaikan suku bunga acuan ini tak serta merta akan menaikkan suku bunga kredit. Perry memastikan bahwa sumber modal pembiayaan atau likuiditas rupiah dan valas cukup. Dengan begitu, jika likuiditas cukup, tak ada alasan suku bunga kredit perbankan ikut naik.

Apalagi, Perry sangat tidak mengizinkan jika perbankan memanfaatkan momen kenaikan suku bunga acuan untuk mengambil keuntungan dengan memberikan bunga kredit yang tinggi. Untuk mengawasi hal tersebut, BI akan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perbankan tidak perlu menaikkan suku bunga kredit.

Selain itu, kenaikan suku bunga acuan juga tidak serta merta memperburuk ekonomi. Karena imbas dari kenaikan suku bunga acuan tidak akan terjadi secara langsung, tetapi imbasnya baru dirasakan rata-rata 1,5 tahun ke depan. Apalagi, dengan adanya THR dan gaji ke-13 akan membuat konsumsi naik. Sehingga hal ini yang akan menopang pertumbuhan ekonomi.

Maka dari itu, pertumbuhan ekonomi akan tetap sesuai proyeksi sebesar 5,1 persen – 5,5 persen. Hingga kini pun pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2018 mencapai 5,06 persen. Sementara, pertumbuhan kredit juga akan tetap sesuai prediksi yakni antara 10 persen – 12 persen.

“Kami sampaikan ke kalangan perbankan, ekonom, baik di pasar obligasi maupun pasar saham bahwa kenaikan suku bunga ini jangan selalu serta merta diartikan bahwa pertumbuhan ekonomi akan langsung turun. Transmisinya panjang, satu setengah tahun rata-ratanya,” jelas Perry. (Baca juga: Rekrutmen CPNS 2018 Dibuka Bulan Juli, Ini Posisi Yang Dicari!)

Rupiah Berbalik Arah Menguat

Adanya kenaikan suku bunga acuan itu membuat otot rupiah perkasa. Semenjak adanya kepastian dari kenaikan suku bunga acuan pertama, rupiah terus menguat. Dilihat dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah mengalami tren penguatan terhadap dolar AS.

Untuk diketahui, rupiah pada penutupan Rabu (30/5/2018) berada di level Rp14.032 per dolar AS. Kondisi itu menguat daripada penutupan sebelumnya di level Rp12.065 per dolar AS. Dengan melihat kondisi itu, BI dianggap berhasil untuk menstabilkan rupiah

Meski rupiah tetap di level Rp14.000, tetapi dengan penguatan ini ada rasa optimis bahwa otot-otot rupiah kembali perkasa melawan dolar AS. Dengan begitu, rupiah bisa kembali ke level normalnya, misalnya atau mungkin bisa sampai Rp12.000 atau bisa juga di bawah Rp10.000 per dolar AS.

Dengan kondisi itu, maka Anda tak perlu khawatir akan kenaikan harga barang-barang. Apalagi, ada kepastian bahwa tak ada kenaikan suku bunga kredit, maka Anda tak perlu ragu untuk mengajukan kredit ke perbankan. (Baca juga: Jangan Bercanda Soal Bom di Pesawat Jika Tak Ingin Masuk Penjara)

Sekarang ini, mengajukan kredit juga sangat mudah yakni bisa secara online seperti di CekAja.com. E-commerce finansial nomor satu di Indonesia ini menyediakan berbagai macam kredit. Tunggu apalagi, yuk mulai dari sekarang ajukan kredit Anda di CekAja.com.

Tentang Penulis

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.