Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Begini Langkah-Langkah Mengajukan Modal Usaha KUR

by Sindhi Aderianti on 22 November, 2018

KUR merupakan kredit usaha rakyat yang diberikan oleh bank sebagai modal pinjaman kepada pelaku usaha kecil dan menengah. KUR dapat membantu berbagai jenis usaha rakyat meliputi keseluruhan bentuk usaha, terutama usaha yang bergerak di sektor usaha produktif seperti pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam.

Selain untuk memajukan industri Usaha Kecil Menengah (UKM) nasional, tujuan adanya layanan KUR diharapkan juga mampu memberi lapangan kerja bagi pengangguran yang nanti akan berimbas pada berkurangnya tingkat kemiskinan.

Limit plafon dalam pinjaman KUR cukup besar, yakni mencapai Rp 500 juta. Tergantung seberapa luas jangkauan usaha yang dimiliki pihak pemohon. Berikut ini rincian limitnya:

  • KUR mikro dengan limit plafon kredit maksimal Rp 20 juta
  • KUR ritel dengan limit plafon kredit antara Rp 20 juta hingga Rp 500 juta
  • KUR linkage dengan limit plafon kredit maksimal Rp 2 milyar

Terkait dengan limit plafon kredit ini, tingkat suku bunga yang dibebankan untuk masing-masing skema juga berbeda. Pada KUR mikro dikenakan suku bunga maksimal 22% per tahun, KUR ritel sebesar 13% per tahun, dan KUR linkage sebesar 14% per tahun.

(Baca juga: Mengenal Jenis Kredit Pinjaman UKM Sebagai Modal Usaha)
Penyaluran dan Syarat Memperoleh KUR

Setiap orang dapat mengajukan permohonan KUR baik langsung maupun tidak langsung. Untuk pengajuan KUR secara langsung, Anda bisa mendatangi pihak penyalur KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana.

Sedangkan jika tidak langsung, KUR bisa pula diakses melalui penyalur lain seperti Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi, atau dengan ikut kegiatan linkage program yang bekerjasama dengan bank pelaksana.

Adapun beberapa bank yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan KUR antara lain BRI, BNI, Mandiri, Syariah Mandiri, BUKOPIN, BTN, dan Bank Pemerintah Daerah.

Ketika ingin memperoleh KUR, setiap pemilik usaha wajib memenuhi seluruh syarat dan ketentuannya. Syarat dan ketentuan tersebut sederhana saja.

Pertama, seorang wirausaha paling tidak sudah membuka usahanya minimal 6 bulan. Pastikan usahanya juga berjalan secara terus menerus alias tidak sekalipun berhenti di tengah-tengah.

Setelah memenuhi syarat utama tadi, barulah Anda bisa mengajukan permohonan KUR dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pemohon (UMKM) harus mengajukan surat permohonan KUR kepada pihak Bank beserta kelengkapan dokumen seperti legalitas usaha atau perijinan usaha dilengkapi catatan keuangan dan sebagainya.
  2. Pihak bank akan mengevaluasi atau menganalisa kelayakan usaha UMKMK berdasarkan atas permohonan tersebut.
  3. Apabila bank telah menganggap layak maka pihak bank pasti menyetujui permohonan KUR dan keputusan pemberian KUR adalah sepenuhnya kewenangan pihak bank.
  4. Antara bank dan UMKMK harus menandatangani surat perjanjian kredit ataupun dana pembiayaan.
  5. UMKMK wajib membayar cicilan atau angsuran atas kewajiban pengembalian dana pinjaman KUR kepada pihak bank sampai lunas.

Banner Kartu Kredit Oktober 2018

Mengenai berapa lama proses pengajauannya hingga disetujui, tergantung dari banyaknya aplikasi yang masuk dan menunggu antrian.

Aturan Baru Pemerintah Mengenai Pengajuan KUR

KUR ini sebenarnya telah lama diluncurkan oleh Presiden pada tanggal 5 November 2007. Sering dengan berjalannya waktu, pemerintah kini mengeluarkan 12 aturan baru dalam kebijakan KUR demi penerapan yang lebih maksimal.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengungkapkan, permenko ini adalah pengganti peraturan sebelumnya yang berlaku secara efektif mulai 1 Januari 2018. 12 aturan baru tersebut di antaranya meliputi:

  • Penurunan tingkat suku bunga KUR dari 9 persen menjadi sebesar 7 persen per tahun
  • Kelompok usaha sebagai calon penerima KUR
  • Skema KUR khusus
  • Skema KUR multisektor
  • Pengaturan minimum porsi penyaluran KUR ke sektor produksi
  • Mekanisme yarnen atau pembayaran kredit setelah panen, dan grace period
  • Perubahan istilah KUR Ritel menjadi KUR Kecil
  • Plafon KUR mikro sektor produksi dan di luar sektor produksi
  • Penyaluran KUR bersamaan dengan kredit lain yang diperbolehkan
  • Struktur biaya KUR penempatan TKI
  • KUR untuk masyarakat daerah perbatasan
  • KUR untuk optimalisasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Nantinya juga, Komite Kebijakan akan menetapkan besaran plafon KUR tahun 2018 bagi setiap penyalur KUR, dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagaimanapun mudahnya pinjaman ini didapat, KUR tetaplah kredit yang berarti harus dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, pertimbangkan matang-matang sebelum mengambil KUR bagi modal bisnis Anda kelak.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.