Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Inilah Syarat Pengajuan Pinjaman Online!

by Rini Agustina on 7 Januari, 2020

Popularitas pinjaman online kian hari kian menanjak. Hal tersebut dipengaruhi oleh mudahnya proses dan syarat pengajuan pinjaman online yang diterapakan para perusahaan finansial technologi (fintech).

Anda memerlukan dana dalam jangka cepat tanpa proses yang Panjang serta adanya agunan atau jaminan? Pinjaman online adalah jawabannya.

Syarat Pinjaman Online

Dilansir dari berbagai sumber pinjaman online merupakan kredit yang diberikan oleh Lembaga keuangan yang pada semua prosesnya dilakukan secara online tanpa tatap muka.

Ada dua alasan mengapa pinjaman online begitu digandrungi. Pertama, proses dan syarat pengajuan pinjaman online tidak banyak kedua dana pencairannya cepat.

Pinjaman online sendiri terbagi menjadi dua jenis, pinjaman online regular dan pinjaman online cepat cair. Pinjaman online regular biasanya adalah pinjaman tanpa agunan atau KTA yang dibuat oleh bank konvensional namun prosesnya sudah dapat dilakukan secara online.

Sementara pinjaman online cepat cair adalah kredit yang diberikan Lembaga keungaan biasanya bukan bank, yang masa pencairannya hanya memakan waktu beberapa jam saja.

Beda Antara KTA dan Pinjaman Online Cepat Cair

Beberapa fintech ditanah air yang dibuat oleh bank konvensional juga menyediakan pinjaman tanpa agunan yang bisa Anda akses secara online. Namun biasanya jenis KTA ini juga membutuhkan persyaratan yang sama dengan skema offlinenya, yang membedakan hanyalah Anda tidak perlu mendatangi bank untuk mengurus semua administrasi.

Waktu pencairannya juga memakan waktu yang sama dengan bunga penerapan yang sama juga. Namun jumlah pinjaman KTA pada bank konvensional yang dapat diperoleh bisa lebih tinggi dibanding KTA online cepat cair.

Beda dengan pinjaman online cepat cair yang biasanya adalah produk perusahaan fintech. Mereka biasanya menetapkan jumlah pinjaman maksimal pada angka beberapa juta saja.

Jika dirunutkan inilah beda antara KTA dan pinjaman online cepat cair

  1. Pada KTA regular persyaratan dokumen yang diperlukan mencakup Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Slip Gaji, dan Rekening Koran selama tiga bulan terakhir. Semenyara pinjaman online cepat cair hanya mensyaratkan KTP saja
  2. Jumlah pinjaman KTA regular bervariasi pada setiap bank, namun umumnya jumlah pinjaman yang diberikan bisa mencapai Rp 1M dengan tempo pelunasan hingga 3-5 tahun. Beda dengan pinjaman cepat cair yang angka maksimum pinjamannya berada dikisaran ratusan juta, dengan jangka pelunasan amat pendek yakni 12 bulan.
  3. Bunga yang dibebankan pada KTA regular berkisar 2-3% perbulan, biasnya tanpa mengikuti acuan bunga Bank Indonesia dalam artian fixed rate hingga lunas. Berbeda dengan pinjaman online cepat cair yang menerapkan bunga harian yang ditotal dalam satu bulan bisa mencapai 30%. Tak heran jika banyak debitur akhirnya terjerat pada hutang jangka Panjang pinjaman online ini.
  4. Waktu pencairan KTA regular biasanya memakan waktu beberapa hari. Namun pinjaman online cepat cair bahkan hanya membutuhkan beberapa menit untuk mencairkan dana.
  5. Biaya pelunasan lebih cepat biasanya ada pada KTA regular yang dikeluarkan oleh bank konvensional, besarannya bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing. Namun ini tidak berlaku pada KTA cepat cair. Jika Anda ingin melunasi lebih cepat tidak ada tambahan biaya yang dibebankan. Jadi lebih cepat lunas lebih baik.

Bila melihat resiko jangka Panjang tentunya KTA yang diberikan bank konvensional adalah pilihan terbaik. Namun jika memerlukan dana darurat yang harus ada dalam hitungan menit mau tidak mau Anda harus mengambil pinjaman online cepat cair tersebut.

Namun jika Anda tertarik mengajukan KTA bank konvensional secara online karena dianggap lebih aman pahamilah berbagai syarat pengajuan pinjaman online berikut ini.

6 Syarat Pengajuan Pinjaman Online
Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)

Syarat utama yang biasanya diminta oleh perusahaan pinjaman online adalah Anda harus terdaftar sebagai warga negera Indonesia.

Ya, sebagian besar peminjam ogah menerima mereka yang berstatus warga negara asing. Alasannya karena warga negara asing berpotensi tidak melakukan pengembalian.

Dokumen yang diperlukan dalam hak ini adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Minimal 21 Tahun Maksimal 60 Tahun

Meski pinjaman online diakui memiliki peraturan lebih longgar dibanding bank konvensional. Namun ada beberapa syarat standar yang juga diberlakukan oleh perusahaan kredit online, diantaranya adalah batasan usia pinjaman.

Yakni minimal berusia 21tahun dan maksimal 60 tahun. Usia 21 tahun dianggap sebagai usia yang matang dan produktif sehingga debitur dapat melakukan upaya tinggi untuk melunasi hutangnya.

Pendapatan Setara dengan UMR

Setiap peminjam tidak ingin memberikan kredit kepada orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Setidaknya calon debitur tersebut harus sudah bekerja minimal selama tiga bulan pada sebuah perusahaan.

Sementara untuk batas pendapatan minimum yang harus dimiliki calon debitur adalah setara dengan Upah Minimum Regional kota masing-masing. Jika masih dibawah UMR biasanya secara otomatis perusahaan pinjaman online akan menolak pengajuan Anda.

Memberikan Slip Gaji Terakhir

Tidak semua perusahaan pinjaman online mensyaratkan dokumen yang satu ini. Namun tidak ada salahnya untuk menyiapkan sedari awal.

Jika bank konvensional biasanya meminta slip gaji selama tiga bulan terakhir, lain hal dengan syarat pengajuan pinjaman online yang hanya meminta sljp gahi selama satu bulan terakhir.

Hal ini digunakan untuk menentukan jumlah atau besaran kredit yang dapat diberikan, dan menghitung kemampuan calon peminjam dalam melunasi hutangnya.

Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Syarat pengajuan pinjaman online yang harus dilengkapi selanjutnya adalah NPWP. Sebagai warga negara yang baik Anda wajib membuat NPWP.

Keberadaan NPWP ini juga dapat dijadikan sumber utama perusahaan pinjaman online untuk mengetahui berapa pendapatan Anda tiap bulan.

Sehingga mereka bisa mudah menentukan apakah Anda layak mendapatkan kredit atau tidak.

Memiliki Rekening Bank yang Sesuai dengan KTP

Rekening bank juga menjadi salah satu syarat pengajuan pinjaman online yang wajin dipenuhi

Jika Anda memilihi perusahaan kredit online karena ingin menghindari transaksi pada bank konvensional, maka Anda telah salah langkah. Sebab semua transaksi yang nantinya akan terjadi akan menggunakan bank konvensional.

Perusahaan peminjam online tidak akan menerima pengajuan dari nomer reking dengan nama pemegang yang berbeda dengan KTP yang diajukan.

Hati-Hati Terjebak Pinjaman Online, Perhatikan Ini!

Baru-baru ini beredar kasus orang-orang yang terus dihubungi dan ditagih oleh perusahaan pinjaman online. Mirisnya, bukan hanya peminjam yang dihubungi namun juga kerabat dan teman dekatnya.

Tentunya, ini menjadi aib tersendiri bagi debitur sebagai konsumen yang sebenarnya memberika keuntungan pada perusahaan pinjaman online dengan pembayaran bunga tak sedikit.

Biasanya praktik penagihan seperti ini hanya dilakukan oleh perusahaan online illegal, yang tidak terdaftar pada OJK. Agar Anda tidak terjebak pada kredit online yang menjerumuskan, perhatikanlah kiat-kita ini:

1. Review Positif

Biasanya pinjaman online yang bagus dan terpercaya akan memiliki rating dan review positif. Hal ini bisa Anda lihat dari laman play store pada bagian bawah aplikasi fintech yang akan diunduh

Bacalah semua review yang ada untuk menemukan kelemahan dan kekuatan aplikasi tersebut.

Biasanya review yang diberikan jujur dan memang sesuai pengalaman pengguna.

(Baca Juga: 6 Tips Wisata Liburan di Awal Tahun Agar Semakin Menyenangkan)
2. Bandingkan Bunganya

Meski terpepet kebutuhan dan harus lekas mendapatkan suntikan dana, bukan berarti kita memilih perusahaan pinjaman online serampangan. Salah satu hal penting yang wajib dipikirkan matang adalah besaran bunga yang mereka tawarkan.

Karena setiap perusahaan fintech menawarkan bunga berbeda, Anda bisa memilih yang paling ringan.
Pemberian bunga yang terlalu besar akan memberatkan, meski jumlah pinjaman yang didapat bisa lebih besar dibanding fintech lainnya. Anda juga harus memikirkan kesanggupan Anda untuk mencicilnya sampai lunas

3. Bandingkan Biaya Administrasi dan Keterlambatan

Umumnya para perusahaan fintech mematik biaya administari sebesar 3% dari total pinjaman.

Tentunya ini bukan angka sedikit dan bahkan beberapa ada yang mematok presetase lebih besar. Selain itu yang juga perlu diperhatikan adalan denda keterlambatan.

Perusahaan kredit online rata-rata menerapkan biaya keterlambatan yang besar, bahkan bisa mencapai ratusan ribu perhari.

Jika tidak hati-hati makan Anda akan terlilit dengan pembayaran bunga yang tiada habisnya.

4. Terdaftar di OJK

Terpenting adalah perusahaan yang ingin Anda pilih untuk mengajukan pinjaman diawasi OJK. Sehingga jika Anda merasa ada tindakan illegal yang merugikan bisa langsung dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh OJK.

Jangan tergoda pinjaman cepat cair dengan plafon tinggi namun tidak terdaftar OJK. Karena biasanya perusahaan seperti ini kerap mengubah aturan terkait bunga tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Perlu diketahui pula per Oktober 2019 lalu, OJK telah merilis nama-nama fintech yang terdaftar pada situs mereka dan telah melengkapi berbagai persyaratan menjadi Lembaga keuangan yang legal. Setidaknya ada 127 fintech yang detailnya bisa Anda lihat langsung pada laman website OJK.

5. Telepon

Jangan ragu untuk meminta nomer telepon dan berdiskusi langsung dengan pemberi pinjaman. Sebab fintech yang legal dan memiliki ijin dari OJK pasti bertempat disebuah kantor.

Mereka memiliki manajemen keuangan yang baik yang dapat memberikan Anda informasi mengenai jenis pinjaman yang akan diajukan.

Keberadaan telepon yang bisa dihubungi juga menjadi penegasan, bahwa alamat yang mereka berikan benar adanya, bukan sebuah bentuk penipuan. Anda perlu waspada ketika nomor telepon yang diberikan tidak selalu menjawab panggilan.

6. Alamat Jelas

Terakhir adalah pastikan bahwa alamat kantor yang diberikan bukan abal-abal. Jika Ada waktu datanglah langsung ke alamat tersebut untuk mengecek bagaimana manajemen mereka atau bahkan sekedar mengecek apakah perusahaan fintech tersebut nyata atau fiktif.

Anda perlu curiga jika ada perusahaan kredit online yang mengaku tidak memiliki kantor resmi. Sebab fintech yang terdaftar di OJK wajib bertempat di sebuah kantor.

Akhirnya apapun jenis pinjaman yang dipilih tetap harus Anda pikirkan resikonya, baik itu KTA dari bank konvensional maupu pinjaman dana dari perusahaan fintech. Kemudahan jangan dijadikan satu-satunya alasan untuk memilih sebuah kreditur.

Karena kemudahan yang membebani dimasa depan justru akan melahirkan kesulitan keuangan yang baru.
Jangan meminjam untuk kebutuhan konsumtif, namun gunakan untuk keperluan bisnis yang menghasilan.

Sehingga hutang Anda bisa diperkirakan tempo pelunasannya. Jangan malu bertanya pada mereka yang sudah berpengalaman meminjam dan selektiflah menerima review yang datang. Karena apa yang mereka alami belum tentu akan Anda alami juga.

Untuk mengajukan KTA yang terpercaya dan sesuai kebutuhan, bandingkan dan ajukan saja di CekAja.com

Tentang Penulis