Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Pengertian Biaya Provisi dan Tata Cara Pencairan Dana Pinjaman Online

by Teti Purwanti on 20 January, 2020

Saat ini masyarakat hidup di era kredit, apa saja bisa dilakukan secara kredit. Apalagi sekarang ini, pengajuan kredit cenderung mudah, contohnya saja kalau mengajukan kredit tanpa agunan alias KTA. Ditambah lagi, saat ini ada pula KTA yang bisa dibilang sama mudahnya dengan KTA, bahkan kadang bisa lebih mudah.

Pencairan Dana Pinjaman

Meski begitu, tentu ada banyak biaya yang harus ditanggung saat kita memiliki kredit terutama bila dengan lembaga keuangan, bahkan semenjak pengajuan pertama.

Biaya Provisi

Biaya provisi adalah biaya yang dipotong dari jumlah pinjaman, biasanya akibat biaya ini, peminjam tidak menerima seluruh jumlah kredit yang dirinya ajukan.

Besarnya biaya provisi sangat bervariasi antara satu bank dengan bank lain. Mulai dari persentase dari pinjaman, misalnya 2%, sampai jumlah tetap Rp399 ribu berapapun jumlah pinjamannya.

Konon biaya provisi terbilang cukup tinggi, oleh karena itu, perhatikan baik-baik berapa biaya provisi yang dikenakan ketika mengajukan baik kepada perbankan maupun pinjaman online. Kamu juga harus tahu kalau ternyata biaya provisi kerap menjadi komponen biaya yang terbesar.

Membayar provisi menjadi tanda pengikat, bahwa pihak bank mempunyai kewajiban kepada debitur untuk menyediakan sejumlah uang sesuai dengan plafon pinjaman. Jadi, provisi bukan komisi marketing bank. Tidak ada hubungan dengan sales.

Kapan biaya ini dibayarkan? Biaya ini biasanya dibayarkan di awal pinjaman, saat pinjaman yang diajukan disetujui dan langsung dipotong saat kredit tersebut cair.

Biaya provisi ini perlu dipahami sejak awal. Jangan sampai nasabah terkejut saat mendapati pinjamannya telah terpotong sekian persen akibat adanya pemotongan biaya yang tidak dipahami dengan baik sejak awal.

Cair Lebih Cepat

Pinjaman online saat ini paling digemari karena pencairannya yang sangat cepat, apalagi dana persyaratan yang dibutuhkan sangatlah mudah, sebagian besar pinjaman online hanya meminta KTP sebagai syarat.

Adapun approval dari badan tersebut biasanya akan terjadi hanya dalam 24 saja dan akan segera pencairan. Sementara itu, pencairan masih sangat beragam pula dari yang paling cepat 24 jam, tiga hari kerja dan tujuh hari kerja.

Adapun bunga pinjaman dari pinjaman online sangat beragam, ada yang dihitung per hari ada juga per bulan. Misalnya, ada pinjaman online yang memberikan bunga 1,29%, 2,95%, dan 3% setiap bulannya, adapun bila terjadi keterlambatan makan akan ada lagi bunga keterlambatan sebesar 0,16% per hari atau ada yang lebih kecil, hingga yang lebih tinggi.

Di sisi lain, ada pula pinjaman online yang memberikan bunga per hari sejak awal, yaitu 0,8%-1% setiap harinya.

Penetapan rating pada tingkat bunga pinjaman, disesuaikan dengan ada atau tidaknya jaminan yang diberikan kepada sang peminjam. Apabila peminjam memberikan jaminan, maka tingkat bunga bisa lebih rendah sebab adanya jaminan akan memperkecil risiko pembayaran.

Bila sewaktu-waktu tidak dapat melunasi dalam jangka waktu yang ditentukan, negosiasi sangat mungkin dilakukan.

Kalau sudah tahu semua persyaratan pinjaman online, jangan khawatir, selama proses verifikasi sudah oke, uang akan segera masuk ke rekening yang diberikan, sesuai dengan jangka waktu pencairan pinjaman online tersebut.

Meski dana pencairan pinjaman online terbilang tepat, masalah tetap ada dan boleh jadi dana tersebut cukup lama sampai ke tangan kamu. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menghubungi layanan bantuan nasabah (call centre) dari produk pinjaman kilat diajukan untuk meminta bantuan atau memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Tiap produk pinjaman kilat yang memiliki layanan nasabah yang siap membantu kapan saja.

Bagaimana Bila Telat Membayar?

Saat sudah mulai membayar cicilan, usahakan jangan telat membayar, apalagi penyedia pinjaman online biasanya sudah bekerja sama dengan berbagai bank ternama atau portal pembayaran lainnya agar para nasabah bisa membayar cicilan dengan mudah.

Pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai bank di Indonesia baik secara transfer, mobile banking, atau internet banking.

Selain pembayaran lewat bank,  ada pula pinjaman online yang memungkinkan pembayaran melalui e-wallet, portal online, ataupun melalui minimarket yang sudah tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia sesuai dengan produk yang dipilih.

Bila proses pelunasan telah selesai dilakukan, kemungkinan besar peminjam akan mendapat pemberitahuan melalui SMS/E-mail/Notifikasi termasuk saat sudah dilakukan pelunasan.

Sayangnya, seperti juga pinjaman ke bank, pinjaman online juga memiliki mekanisme jika nasabahnya telat membayar. Perusahaan pinjaman online akan melakukan tindakan penagihan.

Tindakan penagihan mulai dari yang sifatnya reminder, seperti melalui SMS, Email, dan juga telepon sampai dengan intensif agar nasabah membayar kewajibannya.

Kalau dengan cara tersebut nasabah belum juga membayar, maka pinjaman online yang legal dan sudah terdaftar ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan  melaporkan nasabah ke biro kredit yang diwajibkan oleh OJK kepada setiap perusahaan Fintech.

Pelaporan ini bertujuan memastikan bahwa nasabah yang tidak bayar tidak dapat mengajukan pinjaman kembali.

Oleh karena itu, saat ingin meminjam dari pinjaman online, pastikan punya kemampuan mengembalikkan pinjaman.

Mengetahui Kemampuan Diri Saat Meminjam

Jangan mudah tergiur oleh proses yang mudah dan cepat, tanpa memperhitungkan kemampuan mengembalikkan pinjaman, yang akhirnya berujung pada proses penagihan yang tidak menyenangkan.

Ditambah lagi, biaya keterlambatan itu sangat besar karena biaya penagihan yang dikeluarkan perusahaan biasanya juga butuh dana yang besar. Akibatnya, sering kali biaya penagihan ini cukup besar jika dibandingkan plafond pinjaman.

Apalagi yang kerap jadi masalah, ketentuan mengenai biaya yang harus dibayar jika nasabah menunggak, tidak secara jelas dicantumkan dalam website beberapa perusahaan pinjaman online.

Akibat tidak dicantumkannya tersebut, kerap nasabah tidak sadar kalau tunggakannya terus membengkak.

Karena itu, calon nasabah perlu menanyakan atau membaca perjanjian kredit dengan teliti soal kewajiban jika nasabah terlambat membayar tunggakan pinjaman.

Selain itu, pastikan pula perusahaan pinjaman online yang kamu pinjam aman, dan tidak melakukan hal yang tidak menyenangkan akibat keterlambatan pembayaran.

Seperti meneror orang terdekat, hingga merusak nama baik di media sosial hingga hal tidak menyenangkan lainnya, termasuk membawa debt collector yang menyeramkan dan mengancam.

Namun, bagaimana kalau ternyata kamu mampu melunasi lebih cepat dibandingkan telat membayar.

Ternyata hal ini juga tetap mendapatkan denda atau lebih dikenal dengan pinalti, baik oleh perbankan dan juga pinjaman online.

Contohnya, denda pelunasan dipercepat adalah 5% dari sisa pokok pinjaman. Namun ada pula yang lebih rendah atau lebih tinggi, bergantung dengan kebijakan bank atau pinjaman online tersebut.

Namun yang bisa dipastikan biaya ini bisa sangat besar.

Cek Rekam Jejak Pinjaman Online

Kamu sudah tahu biaya-biaya dan denda-denda yang bisa kamu dapatkan pula selain dana saat mengajukan pinjaman online.

Namun selain itu, jangan lupakan rekam jejak pinjaman online, periksa terlebih dahulu legalitas aplikasi peer to peer (P2P) lending di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau menghubungi telepon OJK 157.

OJK hingga September 2019 kemarin sudah mengeluarkan data lembaga pemberi pinjaman online yang sudah terdaftar, sebanyak 127 perusahaan. Dari 127 perusahaan ini, baru 13 perusahaan yang sudah memiliki izin dari OJK, sisanya baru terdaftar.

Mereka yang memiliki izin dianggap sudah memenuhi syarat seperti ISO perlindungan data nasabah, dan regulasi lainnya.

Kamu tentu tidak ingin mendapatkan hal tidak mengenakan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika seorang perempuan dipermalukan dan data pribadinya tersebar akibat telat membayar pinjaman online.

Ciri-ciri pinjaman online yang legal, sudah terdaftar, dan OJK, untuk mengetahui bisa dicek di situs OJK, biasanya diterbitkan beberapa bulan sekali.

Ditambah lagi, terdapat logo OJK di situs dan/atau aplikasi, beberapa layanan juga meletakkan logo Asosiasi Fintech untuk menunjukkan keanggotaannya. Biasanya terletak di bagian bawah situs.

Pastikan Kelegalannya Lebih Lanjut

Selain itu, pastian identitas perusahaan, layanan legal akan berbentuk legal seperti PT atau CV serta menuliskan alamat kantor yang jelas di Indonesia, termasuk juga manajemen seperti Direktur atau CEO dipaparkan di situs atau dapat dengan mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google.

Terakhir, tentu saja memiliki layanan pengaduan konsumen dan juga media sosial yang aktif, media sosial saat ini sangat penting untuk mengecek legalitas sebuah perusahaan.

Apakah kamu tertarik meminjam dari pinjaman online? Pastikan kamu sudah tahu semua persyaratanya ya!

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.