Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Ini Biaya Biaya pada KTA yang Harus Dipenuhi, Selain Bunga

by Rini Agustina on 17 Januari, 2020

Kredit tanpa agunan (KTA) menjadi salah satu pinjaman paling diminati. Selain karena proses pengajuan yang mudah, ketiadaan agunan, proses pencairannya juga terbilang cepat dibanding jenis kredit lain. Hampir semua bank konvensional memiliki produk pinjaman ini dengan pemberlakuan plafon dan bunga yang berbeda.

Ini Biaya Biaya pada KTA yang Harus Dipenuhi, Selain Bunga

Tentang Pinjaman Tanpa Agunan

Daya Tarik utama KTA ini adalah tanpa jaminan atau agunan. Sehingga kita sebagai peminjam juga tak perlu repot menyiapkan dokumen jaminan seperti proerti atau surat kendaraan. Cukup siapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), rekening koran selama tiga bulan terakhir, slip gaji dan memenuhi semua persyaratan umum yang ditentukan bank.

KTA memang jadi kredit yang paling mudah didapat, selain tanpa jaminan dana yang cair juga bisa digunakan untuk tujuan apapun, selama tidak berhubungan dengan sesuatu yang illegal atau masuk dalam tindak kejahatan. Sayangnya, jumlah kredit yang diberikan  biasanya terbatas maksimal hingga Rp 500Juta saja. Itupun dengan tenor singkat maksimal 60 bulan (5 tahun).

Bunga yang dibebankan biasanya fixed hingga lunas, berkisar antara 3-5% perbulan. Bunga ini jika dikalkulasikan cukup besar. Semakin besar pinjaman, semakin lama masa pelunasan maka semakin besar pula dana yang harus dikembalikan. Selain beban bunga yang besar, Anda juga diwajibkan membayar biaya-biaya pada KTA.

Sayangnya, belum banyak yang memahami bahwa KTA ini bukan hanya mewajibkan pembayaran atas bunga, namun juga serangkaian biaya-biaya pada KTA yang tidak sedikit. Inilah yang mesti debitur pertimbangkan sebelum mengambil pinjaman. Karena nantinya biaya lain ini bakal diambil dari jumlah pinjaman, sehingga saat cair tidak 100% sesuai dengan pengajuan.

Biaya-biaya pada KTA yang mesti dipenuhi debitur ini banyak, dan bergantung pada kebijakan pemberi kredit. Kalau besarannya, biasanya berkisara 3-4 persen dari total pinjaman. Jumlah ini tentu sangat berarti buat Anda yang benar-benar sedang butuh uang.

Biaya – Biaya pada KTA yang Harus Dipenuhi
Biaya Provisi

Biaya provisi biasanya menjadi masuk dalam list pertama dalam biaya-biaya pada KTA yang harus dipenuhi. Ini adalah biaya balas jasa karena bank memberikan pinjaman. Besaran biaya provisi pada setiap bank berbeda, namun umumnya berkisar antara 1-3 persen dari total pinjaman. Wajib dibayarkan pada saat awal pengambil pinjaman KTA. Jadi jangan heran jika jumlah pinjaman yang Anda ajukan nantinya tidak cair 100%, karena sebelumnya sudah dipotong untuk biaya provisi.

Misalnya Anda mengajukan pinjaman KTA sebsar Rp 50Juta. Maka perhitungan potongan biaya provisi dengan besaran 3 persen adalah sebagai berikut.

50 juta x 3% = Rp 1.500.000

Jadi dana pinjaman yang akan dicairkan oleh bank adalah

50.000.000 – 1.500.000 = 48.500.000

Nah akhirnya Anda akan menerima pencairan sebesar 48.500.000, namun pada plafon pinjaman tetap terterang bahwa hutang Anda adalah Rp 50 Juta.

Biaya Administrasi dan Tahunan

Biaya administrasi selalu ada dalam setiap jenis kredit yang kita ajukan. Ini merupakan biaya balas jasa atas kepengurusan pengajuan KTA kita. Kalau biaya provisi berada dikisaran 1-3 persen, lain dengan biaya administrasi yang besarannya lebih kecil. Tiap bank memang menentukan besaran biaya administrasi yang berbeda, namun umumnya mulai dari Rp 100-250 ribu. Jumlah biaya administrasi tidak bergangung pada jumlah pinjaman yang diajukan alias bersifat tetap.

Biaya adiministrasi ini juga biasanya akan ditagih kembali ditahun kedua pinjaman. Bentuknya berupa biaya administrasi tahunan. Namun besarannya bisa lebih rendah dari biaya administrasi awal. Jadi selain bunga, ada biaya administrasi yang wajib Anda penuhi. Tenang, kenaikkan besaran biaya tahunan ini tidak besar bahkan cenderung tetap.

Begini contoh skema biaya tahunan yang mesti Anda perhatikan dengan biaya tahunan yang ditetapkan adalah Rp 50 ribu.

Jadi biaya tahunan di tahun pertama yaitu Rp 20 juta x 2 persen = Rp 400 ribu (dibayarkan bersama cicilan terakhir pada tahun pertama)

Sedangkan di tahun berikutnya kamu hanya diharuskan membayar biaya tahun sebesar Rp 50 ribu.

Biaya Denda Keterlambatan

Saat Anda mengajukan pinjaman KTA, ingatlah bahwa setiap keterlambatan pembayaran cicilan akan dikenai denda yang tidak sedikit. Jumlah denan yang ditetapkan oleh bank konvensional biasanya berjumlah tetap yakni berkisar antara Rp 100 ribu-250 ribu perbulan. Semakin sering menunggak maka denda jadi semakin besar. Beda dengan KTA online yang menetapkan bunga harian yang bisa mencapai Rp 150ribu perhari. Jadi pastikan ya Anda sudah mempertimbangkan kesanggupan cicilan sebelum mengajukan pinjaman.

Biaya Penalti Karena Percepatan Pelunasan

Biaya-biaya pada KTA yang mesti Anda perhatikan selanjutnya adalah biaya penalti. Yakni biaya yang dibebankan jika Anda ingin melunasi pinjaman lebih cepat dari perjanjian. bank biasanya akan memberikan biaya penalti yang besarnya berkisar antara 5-7 persen dari sisa pinjaman. Biaya penalti ini diasumsikan sebagai pengganti bunga yang mestinya didapat oleh bank jika Anda membayar cicilan sesuai tenor yang ditetapkan di awal perjanjian. Namun umumnya, setelah dihitung-hitung jumlah biaya penalti ini kadang lebih besar dibanding jika Anda membayar cicilan sesuai tenor yang sudah ditetapkan.Masih bingung bagaimana skema pembayran dengan biaya penalti ini? Begini contoh kasusnya.

Misalnya, Anda meminjam KTA di bank sebesar Rp 50juta dengan tenor 60 bulan atau 5 tahun. ternyata pada tahun ke-4 Anda mendapat dana segar untuk melunasi sisa pinjaman yang tersisa Rp 10 Juta lagi. Maka dengan asumsi penalti sebesar 7%, inilah jumlah dana total yang harus Anda bayar ke bank:

biaya penalti = Rp 10 Juta x 7% = Rp 700.000

Total yang harus dibayar = sisa utang + biaya penalti yakni Rp 10.700.000

(Baca Juga: 5 Jajanan Murah dan Favorit Khas Sumatera Selatan, Tertarik untuk Coba?)
Biaya Asuransi

Selanjutnya Biaya-biaya pada KTA yang cukup berat adalah biaya asuransi. Setiap debitur diwajibkan membayar sejumlah biaya asuransi sebagai proteksi ketika peminjam mengalami kecelakaan atau keadaan yang membuat mereka tak bisa lagi melunasi sisa pinjaman. Biaya asuransi yang diterapkan oleh bank berbeda-beda, biasanya bergantung pada rekanan perusahaan asuransi yang dipilih bank. Namun biasanya, jenis asuransi yang diberikan adalah asuransi jiwa dengan premi paling rendah. Adanya asuransi selain menjamin bank tetap mendapat ganti pelunasan, juga menjamin ahli waris yang ditinggalkan tidak terbebani hutang.

Biaya Bunga

Terpenting dari biaya-biaya pada KTA yang harus Anda pahami dan pertimbangkan adalah biaya bunga pinjaman. Besaran bunga untuk KTA berkisara antara 1-3% perbulan atau kalau dikalkulasikan dalam setahun bisa 12-15% pertahun. Bunga dibayarkan setiap bulan Bersama dengan cicilan yang sudah ditentukan.

Yang perlu diperhatikan adalah system bunga yang diberlakukan, apakah fixed rate atau floating sesuai dengan perkembangan acuan bunga Bank Indonesia. Nah kalau fixed makan jumlah cicilan bunga akan tetap presentasenya sampai tenor selesai. Namun jika floating atau mengambang, besaran bunganya ditentukan dari besaran bunga BI yang umumnya Naik.

Namun adapula beberapa bank yang menetapkan kebijakan bunga fixed berjangka. Misalnya bunga 2% persen pada 1 tahun pertama kemudian 3% ditahun ke 2 dan 3. Nah sebelum mengajukan pinjaman sebaiknya Anda pahami dulu besaran bunga yang tidak kecil ini. Jangan kaget dengan patokan bunga yang besar, karena rata-rata KTA memang memberikan bunga tinggi sebab resiko pengembaliannya juga tinggi.

Lagipula peminjam sudah dimudahkan dengan proses pencairan cepat dan tanpa agunan. Sehingga penentuan bunga yang tinggi dianggap sepadan dengan keuntungan yang didapat para debitur.

Alasan Mengapa Bunga KTA Tinggi

Banyak orang terhimpit kebutuhan namun ogah meminjam KTA karena alasan bunganya yang tinggi. Ya dibanding kredit jenis lain KTA memang menerapkan bunga yang cukup memberatkan bahkan hingga mencapai 12% pertahun. Namun bank punya alasan mengapa menerapkan bugga begitu tinggi.

Pertama, bunga tinggi diberlakukan untuk meminimalkan faktor resiko yang harus ditanggung bank. Selain itu kemudahan persyaratan yang harus dipenuhi nasabah juga menyebabkan bunga yang dibebankan menjadi tinggi. Berbeda dengan jenis kredit yang mensyaratkan agunan aau jaminan, sehingga resiko bank hampir 0% bahkan cenderung diuntungkan.

Kedua, adalah antisipasi resiko gagal bayar. Nah karena tidak ada jaminan maka bank menilai perlu adanya antisipasi ketika debitur tak mampu melunasi tagihannya, salah satunya dengan menetapkan bunga tinggi. Sehingga ketika nasabah mengalami gagal bayar sebetulnya bunga yang dibebankan dan telah dibayar sudah cukup mengganti pinjaman yang diterima.

Jadi, bunga KTA yang tinggi tersebut semata-mata bukan karena bank menginginkan keuntungan besar yang diambil dari para nasabahnya. Melainkan karena mereka harus menghadapi resiko keuangan yang cukup tinggi.

Tips Menghadapi Bunga dan Biaya-Biaya pada KTA yang Tinggi

KTA dikenal sebagai kredit dengan bunga pinjaman paling tinggi. Namun jika Anda tahu triknya sebenarnya pinjaman KTA tidak begitu memberatkan dan justru bisa menjadi solusi terbaik. Begini trik menghadapi bunga KTA beserta biaya-biayanya yang tinggi:

Pahami dulu bunga dan biaya

Sebelum memastikan mengambil pinjaman pastikan Anda telah membaca baik-baik seluruh ketentuan (Terms and Condition) serta memperhitungkan total bunga dan biaya yang harus Anda keluarkan, sebelum menyetujui atau menandatangani tawaran KTA apapun.

Pastikan jumlah cicilan tidak lebih dari 30% pendapatan

Sesuaikan besaran pinjaman agar jumlah cicilannya tak lebih dari 30 persen pendapatan bulanan. Apabila besar angsuran lebih dari itu, maka kemungkinan gagal bayar meningkat karena akan menguras kebutuhan bulanan Anda.

Pilih Tenor Paling Pendek

Ambillah KTA ketika benar-benar perlu dan tidak ada alternatif pinjaman lain yang lebih ringan. Pilihlah pinjaman dengan tenor paling pendek agar jumlah bunga yang mesti dibayar juga tidak membengkak. Pertimbangkan untuk mengambil kredit dengan agunan lebih dulu karena bunganya jauh lebih ringan.

Sertakan Asuransi

Sertakan asuransi ketika mengajukan kredit KTA agar anggota keluarga Anda terhindar dari hutang ketika tiba-tiba Anda mengalami musibah dan tak mampu lagi menyelesaikan hutang.

Atur Pembayaran Autodebet

Fungsinya untuk menghindari keterlambatan pembayaran, sebab bunga keterlambatan yang dibebankan juga cukup tinggi. Atur agar pembayaran di-autodebet secara otomatis dari rekening tabungan Anda.

Untuk pengajuan KTA yang terpercaya, segera ajukan hanya di CekAja!

Tentang Penulis