Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Sering Dihindari, Ini 5 Keuntungan Pinjaman Jangka Pendek

by Rini Agustina on 30 Januari, 2020

Selama 10 tahun terakhir industri pinjaman uang di Indonesia berkembang pesat. Bahkan kini muncul berbagai lembaga keuangan yang berani meminjamkan uang dalam jumlah besar dengan tenor bervariasi. Lembaga keuangan tersebut lebih banyak berupa lembaga non-bank dan merupakan perusahaan finansial teknologi (fintech). Pinjaman jangka pendek adalah produk unggulan yang ditawarkan para perusahaan fintech.

Keuntungan Pinjaman Jangka Pendek

Selain menjadi produk utama perusahaan fintech, nyatanya pinjaman jangka pendek juga sudah mulai populer dikalangan masyarakat awam.

Keuntungan pinjaman jangka pendek yang ditawarkan mulai dari pencairan cepat hingga tenor pendek adalah alasan utama mengapa para debitur lebih memilih kredit jenis ini. 

Jenis-Jenis Pinjaman Berdasarkan Waktu 

Sebelum membicarakan mengenai alasan mengapa masyarakat kini banyak yang tertarik dengan kredit jangka pendek.

Mari kita bahas dulu mengenai jenis pinjaman berdasarkan waktu pelunasan yang disediakan lembaga keuangan di Indonesia, baik dari bank maupun non-bank. 

Pada ilmu akuntansi jenis pinjaman berdasarkan waktu pelunasannya dalam industri keuangan setidaknya dibagi menjadi tiga , yakni pinjaman jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. 

  • Pinjaman jangka panjang adalah kredit dengan jangka waktu pelunasan panjang, yakni lebih dari 3 tahun bisa berupa pinjaman tanpa jaminan maupun dengan jaminan. Biasanya kredit seperti ini diperuntukkan bagi pengusaha atau pebisnis yang ingin memperluas investasi atau usahanya dan memerlukan dana besar. Tak heran jumlah kredit yang diberikan bisa mencapai miliaran.
  • Pinjaman jangka menengah, merupakan kredit dengan jangka waktu pelunasan antara 1-3 tahun, baik dengan atau tanpa agunan. Biasanya pinjaman jenis ini diajukan oleh industri menengah. Kredit pembelian kendaraan juga masuk dalam jenis pinjaman jangka menengah.
  • Pinjaman jangka pendek, yang merupakan jenis pinjaman dengan jangka waktu pelunasan tidak lebih dari satu tahun, atau paling lama 2 tahun. Biasanya masyarakat yang meminjam kredit jenis ini akan mengalirkan hutangnya untuk modal usaha dagang. Namun seiring kebutuhan manusia yang semakin meningkat, pinjaman jangka pendek kini lebih sering digunakan untuk menutupi kebutuhan primer atau harian seperti pembayaran pendidikan anak atau sekedar untuk menyambung biaya hidup sehari-hari
Apa itu pinjaman jangka pendek?

Pinjaman adalah hutang, sementara pinjaman jangka pendek ini berkaitan dengan tenor yang dibebankan dengan durasi pendek.

Hutang jangka pendek dalam ilmu akuntan diartikan sebagai hutang yang kewajiban yang pelunasannya akan dilakukan dengan menggunakan sumber-sumber aktiva lancar atau dengan menimbulkan utang jangka pendek yang baru.

Sumber aktiva lancar ini berupa kekayaan pribadi seperti properti dan penghasilan tetap.

Jika sumber aktiva jumlahnya lebih besar dari jumlah pinjaman kemungkinan besar hutang jangka pendek tidak akan tersendat.

Namun ketika jumlah kekayaan ternyata lebih kecil dibanding hutang dapat dipastikan debitur akan mengalami penunggakan atau bahkan mengambil hutang jangka pendek yang baru, untuk melunasi hutang lama.

Pinjaman jangka pendek ini ada yang mensyaratkan jaminan ada pula yang tidak. Pinjaman tenor pendek yang mensyaratkan jaminan biasanya memberikan kelonggaran berupa waktu pelunasan yang lebih lama dengan bunga lebih kecil.

Sementara pinjaman tanpa jaminan terlebih yang ditawarkan oleh perusahaan fintech lebih banyak menerapkan bunga harian setidaknya 0,5% perhati. Cukup menguras kantong bukan?

Tak heran jika banyak masyarakat menghindari pinjaman jangka pendek yang ditawarkan perusahaan fintech. Namun dibalik fakta-fakta kurang mengenakkan tersebut, sebenarnya pinjaman jangka pendek ini menawarkan manfaat yang banyak.

Keuntungan pinjaman jangka pendek sangat terasa bagi mereka yang tengah memerlukan dana darurat baik untuk keperluan kebutuhan primer maupun sekunder.

Keuntungan Pinjaman Jangka Pendek

Memilih hutang jangka pendek baik yang ditawarkan bank maupun lembaga non-bank, baik dengan agunan maupun tidak punya manfaat sendiri yang berbeda. Berikut adalah  keuntungan jika Anda mengambil pinjaman jangka pendek:

Proses Persyaratan Mudah

Dibanding kredit jangka panjang biasanya kredit dengan tenor pendek persyaratan dokumennya lebih mudah, terlebih jika yang dipilih merupakan pinjaman tanpa jaminan.

Jika kredit dengan tenor panjang mensyaratkan dokumen lengkap seperti KTP, KK, rekening tabungan dan juga alasan atau tujuan diajukannya pinjaman, maka tidak dengan pinjaman jangka pendek yang aturan lebih longgar.

Pinjaman dengan tenor pendek ini biasanya membebaskan penggunaan dana untuk keperluan apapun selama bukan termasuk tindakan ilegal atau kejahatan. Persyaratan dokumennya juga sangat sedikit, bahkan para perusahaan fintech berani memberikan pinjaman dengan modal KTP saja.

Tenor yang Singkat

Salah satu keuntungan pinjaman jangka pendek yang menjadi daya tarik adalah waktu pelunasan yang relatif lebih cepat, yakni berdurasi antara 3, 6 sampai 12 bulan untuk pinjaman tanpa agunan non-bank atau melalui perusahaan fintech dan tenor hingga 5 tahun untuk pinjaman dengan agunan yang disediakan bank.

Bank Mandiri misalnya, memberikan tenor pinjaman jangka pendek hanya 36 bulan saja alias 3 tahun. Sementara perusahaan fintech seperti Tunaiku memberlakukan maksimal angsuran hanya sampai 20 bulan.

Waktu pelunasan singkat ini memberikan keuntungan tersendiri karena mempermudah debitur mengatur arus keuangan utama dan merencanakan hutang lainnya yang kemungkinan bisa diambil.

Tenor yang singkat juga memberikan perasaan aman dan tentram, karena Anda tidak dibebankan pada pelunasan jangka panjang. Sebab tenor yang panjang artinya jumlah dana yang mesti disisihkan untuk membayar cicilan juga semakin besar.

Artinya ada pos dalam anggaran keuangan rumah tangga yang mesti dikurangi. Entah itu biaya makan, liburan atau bahkan investasi.

Proses Pencairan Cepat

Dibanding jenis pinjaman lain kredit jangka pendek ini memiliki waktu pencairan yang cepat. Berkisar antara satu hingga 48 jam saja atau 1-3 hari dari masa pengajuan.

Malah jika Anda meminjam dari perusahaan fintech pencairan dana bisa dilakukan dalam hitungan menit, tanpa proses panjang. Hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Kredit jika ada dan foto atau swadiri proses pengajuan pinjaman dianggap sah. 

Namun Anda harus bersabar ya jika mengambil kredit jangka pendek di lembaga bank, karena biasanya mereka harus melakukan verifikasi lebih dulu terhadap performa kredit Anda, sehingga memakan waktu lebih lama, namun tidak selama kredit jangka panjang yang bahkan proses verifikasinya bisa berminggu bahkan berbulan-bulan.

Bunga Rendah dan Tetap

Keuntungan pinjaman jangka pendek lain yang menggiurkan adalah bunga yang rendah, yakni untuk lembaga keuangan bank biasanya berkisar antara 3-7% per-bulan.

Sementar bunga yang dipatok oleh lembaha keungan non bank biasanya bersifat harian mulai dari 0,5% perhati tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Namun perlu diketahui juga untuk pinjaman dengan agunan biasanya beban bunga lebih rendah dibanding tanpa agunan, dan kredit dengan agunan biasanya tidak disediakan oleh perusahaan fintech sehingga Anda hanya bisa mengajukannya di lembaga perbankan.

Pinjaman jangka pendek juga memberlakukan suku bunga tetap. Tidak akan ada kasus dimana cicilan Anda naik tiba-tiba, karena sifat bunga pinjamannya tidak fluktuatif alias tidak mengacu pada ketentuan Bank Indonesia.

Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank Mandiri misalnya, pinjaman yang masuk dalam jenis jangka pendek ini menawarkan bunga rendah yakni  2,5% perbulan. Sementara pinjaman sejenis yang ditawarkan perusahaan fintech Tunaiku adalah 3% – 4% perbulan.

Tidak Tergoda Pinjaman Besar

Pinjaman yang ditawarkan baik oleh bank maupun lembaga keuangan lain memang menggiurkan. Namun sebenarnya kebiasaan berhutang tidaklah baik, terlebih meminjam dalam jumlah besar.

Semakin besar jumlah pinjaman yang diajukan, semakin besar pula bunga yang harus dibayar. Jika bukan untuk kepentingan mendesak meminjam justru merugikan debitur sebab jika dihitung saat masa pelunasan maka jumlah cicilan plus bunga yang Anda bayar besarnya bisa lebih dari jumlah hutang yang Anda dapat.

Namun dengan adanya pinjaman jangka pendek ini, Anda hanya dibatasi mengajukan pinjaman dalam jumlah dan waktu terbatas. Sehingga angka hutang dalam catatan keuangan Anda juga dapat direm.

Itulah keuntungan pinjaman jangka pendek. Selain keuntungan Anda juga harus memperhatikan kerugian jenis hutang ini. Setidaknya ada 2 kerugian atau kelemahan dari pinjaman jangka pendek.

3 Kelemahan Pinjaman Jangka Pendek
Jumlah Cicilan Besar

Pada poin keuntungan pinjaman jangka pendek dijelaskan bahwa bunga pinjaman yang ditetapkan untuk hutang jangka pendek ini biasanya rendah dan bersifat tetap.

Namun Anda juga harus mempertimbangkan jumlah cicilan yang mesti disetor dengan periode singkat. Karena tenor cicilan hanya berkisar antara 1-5 tahun maka untuk pinjaman diatas Rp 100 Juta pasti akan sangat memberatkan.

Semakin besar jumlah pinjaman maka semakin besar juga cicilan yang harus dibayar, belum lagi bunga dan biaya administrasinya.

Tidak Cocok untuk Modal Bisnis

Jika Anda memerlukan modal besar dan cepat untuk mengembangkan usaha, sebaiknya tidak mengambil jenis pinjaman ini sebab resikonya terlalu tinggi.

Karena seringkali membebankan cicilan besar yang mungkin tidak sebanding dengan jumlah keuntungan di awal pembangunan bisnis Anda. sebagai gantinya banyak produk perbankan yang menawarkan pinjaman khusus untuk para pengusaha dengan tenor dan bunga yang sesuai dengan kemampuan Anda.

Biaya Administrasi Besar

Salah satu kelemahan hutang dengan tenor pendek yang paling menyita perhatian adalah biaya administrasi yang besar. Sama seperti pinjaman jangka panjang, di awal masa pengajuan debitur juga mesti membayar biaya provisi dan lain-lain yang biasanya menyita sekitar 3-7% dari jumlah pinjaman yang diajukan.

Sementara untuk pinjaman berbasis fintech lebih besar lagi karena beberapa perusahaan memasukkan biaya administrasi harian, bulanan dan tahunan. 

Jumlahnya bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Sehingga jika dihitung-hitung debitur harus membayar biaya bunga dan administrasi yang besarnya hampir menyamai jumlah pinjaman.

Misalnya perusahaan fintech Tunaiku yang mewajibkan debitur membayar biaya administrasi di awal sebesar Rp Rp540.000. Jumlah ini tentu memberatkan bagi debitur yang hanya ingin mengambil pinjaman dalam jumlah kecil.

(Baca Juga: Cara Klaim Asuransi Bencana Alam yang Penting untuk Diketahui)
Biaya Keterlambatan yang Besar

Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan juga membebankan biaya keterlambatan yang tidak ringan, terlebih pada fintech biaya keterlambatan dihitung harian.

Contohnya adalah pinjaman Tunaiku yang membebankan bunga keterlambatan maksimum Rp 150 ribu perbulan. Tentunya jumlah ini sangat merugikan jika plafon pinjaman kecil.

Sementara lembaga keuangan bank memberlakukan biaya percepatan pelunasan yang tidak kecil. Contohnya adalah Bank Mandiri yang memberlakukan biaya percepatan pelunasan sebesar 5% dari sisa pokok pinjaman.

Karena itu semakin besar tunggakan justru hutang semakin menumpuk. Tak heran jika banyak debitur yang terjebak pada hutang berkepanjangan karena kondisi keuangan yang terus memburuk.

Pinjaman jangka pendek memang punya kelemahan tersendiri, namun juga menjadi satu-satunya jalan keluar bagi Anda yang membutuhkan dana cepat dan tanpa jaminan. Jika tak ingin terbebani dengan bunga harian yang mencekik batasi jumlah hutang dan sesuaikan dengan kemampuan membayar.

Tentang Penulis