Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Jenis Pinjaman Online di Indonesia Yang Perlu Kamu Ketahui

by Rini Agustina on 31 Januari, 2020

Kehadiran perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia masih menuai pro dan kontra. Pro karena dianggap memajukan perekonomian warga, kontra karena sistem pinjamannya mirip rentenir.

Jenis Pinjaman Online di Indonesia

Berbeda dengan  lembaga keuangan perbankan pada umumnya, skema pinjaman online di Indonesia lebih banyak menerapkan pola peer to peer (P2P) lending . Yakni lembaga keuangan yang mempertemukan antara debitur dan kreditur (perorangan), tanpa harus bertatap muka langsung seperti yang terjadi pada lembaga perbankan biasa.

Bunga yang ditetapkan lembaga pinjaman online juga umumnya lebih besar dibanding bank, yakni dengan menerapkan bunga harian antara 0,5-3% perhari atau maksimal 35% perbulan.

Sementara kredit di bank maksimal biasanya memberlakukan suku bunga maksimal diangka 12% perbulan. Belum lagi bunga keterlambatan pinjaman online yang bergerak harian, berkisar antara puluhan hingga ratusan ribu. Skema inilah yang membuat kredit online identik dengan praktik rentenir.

Namun dibalik kontroversi tersebut pinjaman online tetap jadi primadona. Pemerintah mencatat adanya kenaikan transaksi melalui pinjaman online dengan jumlah peminjam yang sudah menyentuh 9.743.679 rekening per Juni 2019.

Sementara, data resmi OJK justru mencatat total penyaluran pinjaman daring yang terdaftar resmi menyentuh Rp44,8 triliun per Juni 2019. Naik hampir 100 % dibanding tahun sebelumnya. Mayoritas peminjam berada di DKI Jakarta dengan jumlah kredit sebesar Rp14,78 triliun, disusul Jawa Barat Rp11,38 triliun dan Jawa Timur Rp4,91 triliun.

Pinjaman Online Legal dan Ilegal

Menjamurnya jenis pinjaman online di Indonesia membuka celah bagi tindak kejahatan. Penipuan pinjaman online dengan iming-iming limit besar bunga kecil-pun sering terjadi. Menyasar kaum menengah kebawah yang awam dengan dunia perbankan, modus kejahatan ini sudah memakan banyak korban.

Pinjaman online legal terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kita bisa mengeceknya di laman resmi OJK.  Jika kredit online berlisensi OJK punya ketentuan transparan yang tertera dalam halaman website mereka, kredit online ilegal justru tidak terbuka soal kebijakan pinjaman. Tak jarang debitur dipatok bunga sangat besar, tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Lebih parah lagi data nasabah yang digunakan semena-mena dan disalahgunakan hingga menyebabkan kerugian. Pinjaman online ilegal juga kerap mewajibkan calon debitur membayar sejumlah uang muka berkedok biaya administrasi. Nyatanya dana pinjaman yang diajukan tak pernah dikirimkan.

Berhati-hatilah ketika memilih perusahaan pinjaman online, jangan sampai Anda jadi korban penipuan serta pahami berbagai jenis pinjaman online di Indonesia, agar mendapatkan kredit tepat sesuai kebutuhan.

Karakteristik Pinjaman Online

Tidak semua lembaga yang meminjamkan uang lewat perantara internet disebut pinjaman online. Sebab ada karakter khusus sebuah perusahaan disebut menawarkan pinjaman online yakni:

Memiliki Aplikasi

Sebuah perusahaan disebut memiliki pinjaman online ketika punya aplikasi. Aplikasi ini bisa diunduh calon debitur maupun kreditur di App-Store atau Google Play-Store.

Jika ada perusahaan pinjaman online yang hanya memiliki website resmi saja tanpa aplikasi perlu dipertanyakan kredibilitasnya. Kehadiran aplikasi adalah media yang mempertemukan kreditur dan debitur, sekaligus memantau pembayaran setiap debitur. Adanya aplikasi juga memudahkan debitur untuk mengajukan pinjaman kapanpun dan dimanapun.

Sumber Dana dari Investor

Hampir tidak ada perusahaan pinjaman online yang memberikan kredit dengan sumber dana mandiri. Sebagian besar membuka jalinan dengan para kreditur yang ingin mendapat untung dari investasi ini.

Jumlah dana yang bisa dijadikan sumber dana bervariasi, namun umumnya mulai dari Rp 1juta. Bahkan beberapa perusahaan pinjaman online ada yang membuka sumber dana dari luar negeri.

Limit dan Tenor Rendah

Karena pinjaman online beresiko tinggi menyebabkan gagal bayar, plus tidak ada agunan yang berfungsi sebagai penutup hutang. Alhasil perusahaan pinjaman online menerapkan limit dan tenor yang rendah. Rata-rata dibawah Rp 10 Juta dengan masa pinjaman maksimal 12 bulan dan minimal 90 hari.

Jenis Pinjaman Online di Indonesia

Jenis pinjaman online di Indonesia yang disediakan oleh fintech sangat beragam, ada pinjaman tanpa agunan, multiguna dan pinjaman usaha.

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA) Online

Salah satu jenis pinjaman online di Indonesia yang paling diminati adalah KTA. Hampir semua perusahaan P2P lending menawarkan kredit jenis ini. Tanpa agunan dan BI Checking yang memakan waktu lama, debitur bisa mendapatkan pinjaman rata-rata maksimal Rp 8 Juta dengan tenor antara 3,6 hingga 12 bulan.

Bunga KTA online dari perusahaan fintech tergolong tinggi mulai dari 0,5% -3% per-hari dengan denda keterlambatan rata-rata maksimal Rp150,000 per-bulan.

Proses pengajuan pinjaman tidak mensyaratkan jaminan apapun dan bebas digunakan untuk kebutuhan apa saja selama bukan masuk dalam tindakan ilegal atau melawan hukum. Daya tarik terbesar KTA online ini adalah proses pencairannya yang singkat, yakni hanya dalam hitungan menit dan jam.

(Baca Juga: Asuransi Perjalanan Visa Schengen Terbaik untuk Pergi ke Eropa)

Beda dengan lembaga perbankan yang acapkali butuh waktu berminggu-minggu untuk proses pencairan KTA. Hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja debitur sudah bisa mengajukan kredit. 

Pinjaman jenis ini dapat menjadi dana darurat bagi debitur yang tiba-tiba membutuhkan uang dalam jumlah banyak. Namun peminjam juga harus paham resiko KTA online yang mensyaratkan bunga tinggi dan tenor singkat, artinya semakin besar pinjaman maka cicilan juga makin besar.

Karena itu tidak dianjurkan meminjam KTA online untuk keperluan bisnis beresiko tinggi. Beberapa fintech yang menyediakan layanan pinjaman KTA online ini antara lain Tunaiku, Kredit Pintar dan Julo.

Menariknya, kini lembaga keuangan perbankan juga mulai melayani KTA secara online, dengan waktu pencairan sama cepatnya. Meski beberapa bank masih butuh hingga tiga hari kerja hingga pengajuan pinjaman disahkan. Namun sudah ada yang berani memberikan pinjaman tanpa jaminan dalam jumlah besar. 

Plus Minus KTA Online:

  • Plus: Pencairan cepat, dapat digunakan untuk keperluan apapun dan tidak perlu jaminan, tanpa kartu kredit
  • Minus: Tenor pendek dan jumlah plafon sedikit, suku bunga tinggi dan biaya administrasi besar
2. Kredit Multiguna

Ini adalah jenis pinjaman online di Indonesia yang menyasar para pengusaha kecil dan menengah. Karena itu jumlah pinjaman yang diberikan juga cukup besar yakni mencapai miliaran rupiah.

Sama halnya dengan KTA online, pinjaman multiguna ini juga bisa diajukan tanpa adanya agunan. Namun, tenor pinjaman yang diberikan umumnya pendek yakni maksimal 12 bulan.

Sementara untuk besaran bunganya, rata-rata lebih tinggi dari KTA online yakni bisa mencapai 3% per-bulan, atau 12% per-tahun, ini belum termasuk biaya administrasi bulanan dan asuransi.

Mengapa suku bunga yang dibebankan untuk pinjaman multiguna online ini tinggi? Sebab sumber dana mereka masih berasal dari warga, yang tentu saja menginginkan keuntungan dalam setiap pinjaman yang diberikan.

Meski bunga yang dibebankan cukup tinggi, namun banyak yang mengakui kehadiran kredit multiguna online ini sangat membantu para pengusaha yang tidak memiliki apapun untuk dijaminkan, seperti properti dan kendaraan. Tidak ada BI checking dan pencairan cepat adalah daya tarik utama.

Beberapa pinjaman online multiguna yang direkomendasikan antara lain Modalku, KoinWorks dan Akseleran. Ketiganya sama-sama menawarkan pinjaman mencapai ratusan juta rupiah dengan tenor maksimal 1 tahun.

Plus Minus Kredit Multiguna:

  • Plus: Plafon pinjaman tinggi, dapat digunakan untuk tujuan apapun , pencairan cepat dan tanpa jaminan, tanpa kartu kredit
  • Minus: Tenor pinjaman singkat, cicilan dan suku bunga tinggi
3. Pinjaman Syariah

Ini adalah jenis pinjaman P2P lending dengan skema pembayaran syariah, yakni dengan sistem bagi hasil. Lembaga pinjaman online syariah ini berusaha menghindari riba dengan tidak menerima semua calon debitur.

Umumnya, mereka akan mengkaji kelayakan penerima pinjaman kemudian berdiskusi dengan calon debitur tentang kesanggupan mereka membayar. Umumnya perusahaan yang memberikan jenis pinjaman ini meminta imbal balik 20%.

Pinjaman syariah ini lebih banyak menyasar kaum pengusaha, sebab ada imbal balik yang dihasilkan. Sementara untuk pinjaman individu juga ada namun tidak banyak dengan menerapkan suku bunga ringan yakni antara 1-2% saja.

Tapi tidak semua individu dan pengusaha bisa mengajukan pinjaman ini. Sebab rata-rata perusahaan menolak beragam bisnis yang masuk dalam kategori riba yakni industri rokok, minuman keras, obat terlarang, babi, perjudian, prostitusi, hotel yang belum syariah.

Tak heran jika nasabah pinjaman syariah kebanyakan adalah perusahaan nasional, bukan industri kecil dan menengah. Bagi Anda yang ingin membuka usaha berbasis syariah bisa mencoba mengajukan pinjaman ke beberapa perusahaan pinjaman online diantaranya Investree, Ammana, Dana Syariah, Danakoo dan alamisharia.

Plus Minus Pinjaman Syariah:

  • Plus: Tidak ada riba karena menerapkan bagi hasil, bisa menjadi bentuk investasi yang menjanjikan, bunga pinjaman cenderung kecil, tanpa kartu kredit
  • Minus: Hanya untuk kalangan pebisnis tertentu, tenor singkat yang menyebabkan cicilan menjadi tinggi, proses pengajuan sulit karena melalui sejumlah verifikasi, pencairan agak lama dibanding KTA dan Multiguna.
Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Semakin maraknya tawaran pinjaman berbasis daring mesti dihadapi dengan bijak, karena salah satunya bisa jadi adalah modus penipuan. Hindari pinjaman online ilegal dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Memaksa Menawarkan Produk

Biasanya pinjaman online ilegal akan menghubungi Anda lebih dulu, sebelum Anda mengetahui website resminya. Mereka memiliki database yang didapat secara curang, menghubungi calon debitur dengan telepon langsung atau melalui sms.

Memaksa memberikan pinjaman dan acapkali berbohong soal bunga yang ditetapkan. Biasanya, kredit online ilegal ogah menjelaskan skema pinjaman secara rinci dan terkesan memudahkan segala proses pinjaman.

Tidak Ada Syarat Apapun

Ingat bahkan pinjaman online yang sudah terdaftar pada OJK saja masih mensyaratkan pendapatan minimum dan adanya KTP.

Jika ada orang yang mengaku bagian admin dari perusahaan pinjaman online, menawarkan pinjaman tanpa syarat apapun dengan limit tiada batas, patut dicurigai bahwa perusahaan ini bodong.

Pembayaran Tagihan Melalui Rekening Pribadi

Ciri paling mencolok adalah ketika Anda diharuskan membayar cicilan ke rekening pribadi bukan perusahaan.

Penyedia jasa keuangan legal tidak akan pernah meminta pembayaran melalui rekening atas nama pribadi. Segera tutup telepon atau tidak mengindahkan sms yang menawarkan jenis pinjaman dengan ciri seperti ini.

Adanya Uang Muka

Pinjaman online bodong juga kerap meminta uang muka terhadap korbannya, dengan dalih sebagai biaya administrasi. Jumlahnya lumayan besar antara Rp 500,000 hingga Rp 1 juta. Tergantung dari besaran pinjaman yang diajukan.

Nyatanya perusahaan online legal tidak pernah mensyaratkan uang muka yang ditransfer ke rekening tertentu. Memang ada biaya administrasi, namun biasanya dipotong langsung dari jumlah pinjaman.

Tentang Penulis