Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Pinjaman Modal Untuk Franchise Kopi Janji Jiwa, Simak Baik-baik

by Teti Purwanti on 4 Februari, 2020

Secangkir kopi sudah menjadi minuman pembuka hari yang wajib bagi banyak orang di Indonesia sejak dulu. Tak mengherankan jika rakyat Indonesia sangat akrab dengan kopi, sebab kopi merupakan salah satu komoditas andalan yang kebunnya ada di hampir seluruh pulau besar di Indonesia. 

Pinjaman Modal Untuk Franchise Kopi Janji Jiwa

Tanaman kopi dibawa oleh Belanda ke nusantara abad 17 lalu. Bibit kopi pertama tersebut berasal dari Malabar, India. Bibit kopi jenis Arabika itu dikirim ke Batavia pada 1696, tapi sayang tanaman tersebut gagal tumbuh karena banjir di Batavia.

Sekitar 1711, tanaman kopi baru berhasil dibudidayakan dan akhirnya diekspor ke Eropa oleh VOC. Setelah sukses membudidayakan kopi di Batavia, Belanda memperluas perkebunan kopinya di banyak daerah di Indonesia dari Jawa Barat hingga Papua.

Biji kopi hasil budidaya di Indonesia berkualitas baik dan digemari oleh banyak orang dari mancanegara.

Setelah merdeka, perkebunan-perkebunan kopi milik Belanda kemudian dinasionalisasi oleh Pemerintah.Hingga kini, kopi masih menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia dan terkenal di dunia.

( Baca juga : Cara Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Di Indonesia )

Dengan banyaknya jenis kopi dari berbagai daerah seperti kopi Lampung, kopi Gayo, kopi Toraja, Kintamani, kopi Flores dan banyak lainnya serta sejarah panjangnya di Indonesia.

Wajar jika budaya minum kopi dengan berbagai variasi seduhannya seolah mendarah daging bagi banyak orang Indonesia.

Sayangnya selama puluhan bahkan mungkin ratusan tahun, kedai-kedai kopi di Indonesia dikelola secara tradisional.

Beberapa tahun lalu mungkin kita justru akan lebih mudah menemukan kedai kopi waralaba dari luar negeri ketimbang kedai kopi lokal.

Hal itu bisa disebabkan sulitnya mengurus pinjaman modal untuk usaha. Namun hal itu berubah dalam tiga atau empat tahun belakangan.

Kedai Kopi Lokal Terus Bermunculan

Riset yang dilakukan oleh perusahaan penyedia solusi bisnis berupa barang dan jasa di industri hotel, restoran dan kafe, TOFFIN bersama majalah Mix MarComm menunjukkan perkembangan menggembirakan jumlah kedai kopi di Indonesia.

Jumlah kedai kopi di Indonesia melonjak hampir tiga kali lipat pada 2019 dibanding 3 tahun sebelumnya.

Riset yang dirilis Agustus 2019 lalu itu mencatat ada 2.950 gerai dibanding hanya sekitar 1000 pada 2016.

Angka sebenarnya jumlah kedai kopi ini bisa lebih besar karena sensus kedai kopi ini hanya mencakup gerai-gerai berjaringan di kota-kota besar, tidak termasuk kedai-kedai kopi independen yang modern maupun tradisional di berbagai daerah.

Peningkatan jumlah kedai kopi

Peningkatan jumlah kedai kopi tersebut berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi kopi domestik. Menurut data tahunan konsumsi kopi 2019 dari Global Agricultural Information Network, proyeksi konsumsi kopi domestik pada 2019/2020 mencapai 294.000 ton atau naik 13,9% dibandingkan konsumsi pada 2018/2019 yang mencapai 258.000 ton.

Meski begitu, konsumsi kopi masyarakat Indonesia ternyata masih relatif lebih rendah dibanding negara lain, yakni hanya sekitar 1 kg pada 2018.

Padahal, Vietnam saja yang tingkat pendapatannya di bawah Indonesia mencatat konsumsi kopi per kapita sebesar 1,5 kg pada tahun yang sama.Potensi ini tentu menarik para pemodal untuk menggarap ceruk bisnis kedai kopi.

Hingga munculah, berbagai kedai kopi baru di Indonesia yang dikelola secara modern bahan mengembangkan sistem waralaba seperti kedai kopi dari luar negeri.Berbagai inovasi dihadirkan di kedai-kedai kopi kekinian.

Seduhan kopi kini tak hanya espresso, americano, latte, atau cappuccino saja. Di kedai-kedai kopi lokal, sudah banyak varian seduhan kopi yang menarik dengan campuran berbagai bahan dan penamaan lokal. Salah satu yang menjadi tren adalah kopi susu yang digandrungi kaum milenial.

Kopi Janji Jiwa

Kedai-kedai kopi susu lokal berjaringan sudah banyak muncul, salah satunya adalah kopi Janji Jiwa. Tak sampai dua tahun, waralaba kopi kekinian ini telah memiliki 700 gerai di seluruh Indonesia.

Pemilik Janji Jiwa, Billy Kurniawan dalam berbagai publikasi mengaku tak terlalu mengandalkan promosi. Namun dengan sistem waralaba, dan produk berkualitas yang diproses sendiri, gerainya bisa berkembang bahkan hingga ke Timika, Papua. 

Bisa dibilang untuk memulai usaha kedai kopi ini, tak membutuhkan modal yang terlalu besar. Dengan sistem “grab and go”, kedai kopi Janji Jiwa tak memerlukan ruang usaha yang luas. Begitu pun meja dan tempat duduk, tak perlu banyak.

Bahkan, seseorang bisa membuka usaha kedai kopi waralaba Janji Jiwa dengan membuka gerai penjualan saja. Artinya, ongkos untuk tempat dan meja-kursi akan berkurang.

Modal untuk memulai usaha Kopi Janji Jiwa

Meski belum diketahui secara pasti berapa modal untuk memulai usaha waralaba Kopi Janji Jiwa, tapi beberapa situs di internet menyebut modal minimal untuk membeli franchise ini adalah sekitar Rp 115 juta.

Tapi modal ratusan juta ini dikatakan akan pulih dengan cepat. Dengan estimasi penjualan di atas 100 cup per hari, maka bisnis ini diperkirakan akan balik modal atau BEP setelah 6 bulan.

Angka ini tentu cukup menjanjikan, mengingat potensi penikmat kopi kekinian ini masih besar. Apalagi dengan imej dari Janji Jiwa yang harganya lebih terjangkau dan merakyat.

Konsep yang sederhana dengan tagline puitis “kopi dari hati” ini memiliki banyak penggemar.

Brand awareness merupakan salah satu syarat bagi sebuah usaha untuk menjadi waralaba yang potensial. Kesempatan untuk menjadi mitra usaha Kopi Janji Jiwa pun masih besar.

Meski untuk memulai usaha ini memang membutuhkan modal puluhan hingga ratusan juta, tapi ada beberapa cara untuk mengatasi kendala ini salah satunya adalah mengajukan pinjaman modal ke bank.

Ada beberapa bank yang bahkan memiliki produk kredit khusus usaha waralaba, diantaranya adalah Bank BRI dan Bank Mandiri.

Kredit Waralaba BRI

Bank BRI telah lama menjadi rujukan bagi para pengusaha UMKM untuk mendapatkan pinjaman modal. Diantara banyak produk kredit yang dimiliki BRI, ada kredit waralaba yang memang diperuntukkan bagi para franchise yang membutuhkan modal kerja atau pun modal investasi untuk mendirikan waralaba.

Syaratnya pun relatif mudah, para calon wirausaha ini harus mengajukan syarat-syarat seperti:

Lampiran legalitas dan perizinan usaha:

Syarat ini berupa bukti asli dokumen serta salinan sperti NPWP, SIUP, SITU, surat keterangan usaha dan surat tanda pendaftaran usaha waralaba

Dokumen data diri:

Calon debitur tentu harus memiliki dan menunjukkan dokumen data diri seperti KTP atau SiM, akte pendirian usaha dll

Lampiran rekening koran:

biasanya bank akan meminta lampiran rekening koran tiga bulan terakhir sebagai syarat untuk pengajuan kredit.

BRI merupakan bank yang memiliki banyak kantor cabang dan kantor cabang pembantu di Indonesia, ini tentu menguntungkan calon debitur karena bisa mengajukan kredit dari seluruh pelosok Indonesia.

Limit kredit yang didapatkan pun bisa sangat bervariasi mulai dari Rp100 juta hingga Rp40 miliar.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi kantor cabang BRI terdekat atau melalui website BRI.

Kredit Waralaba Bank Mandiri

Bank pelat merah lain yang juga memiliki produk kredit khusus waralaba adalah Bank Mandiri. 

Dengan produk bernama Mandiri Kredit Waralaba, penerima waralaba bisa mendapatkan pinjaman modal dengan limat Rp100 juta hingga Rp2 miliar per debitur.

Jangka waktu pinjaman maksimal 5 tahun disesuaikan dengan cash flow. Sama seperti BRI, untuk mendapatkan kredit Investasi ini calon debitur tentu harus memenuhi berbagai persyaratan seperti:

  • Dokumen legalitas usaha: sama seperti BRI, Bank Mandiri juga mewajibkan calon debitur untuk melampirkan legalitas usaha seperti NPWP, SIUP, SITU dll
  • Dokumen data diri: Calon debitur wajib melampirkan dokumen data diri misal KTP, KK, dll
  • Pengalaman usaha minimal 2 tahun.

Untuk persyaratan lain dan keterangan lengkapnya silahkan hubungi kantor cabang Bank Mandiri terdekat atau melalui website Bank Mandiri. Pinjaman modal dari dua bank di atas adalah pilihan untuk mendapatkan modal awal bagi pendirian usaha waralaba selain dengan uang sendiri.

Salah satu keuntungan menggunakan kredit waralaba adalah bank juga akan melakukan studi kelayakan bisnis waralaba yang akan dibeli. Bank akan menilai waralaba mana yang dapat didanai.

Namun ada cara lain untuk mendapatkan modal awal misalnya dengan mengajak kerja sama pemodal yang memiliki ketertarikan sama untuk berbisnis kopi kekinian ini atau menggabungkan antara ketiganya. Oleh karena itu selalu cermati berbagai kemungkinan dan peluang yang ada.

Setiap pilihan permodalan ini tentu harus dihitung dengan cermat sesuai kondisi keuangan masing-masing calon. Jangan lupa juga untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai calon usaha waralaba yang akan dibeli dan menghitung prospek bisnis di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi berjualan.

Selamat berwirausaha kopi susu kekinian, segera ajukan pinjaman modal disini.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.