Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Diteror Penagih Utang? Ini Cara Melaporkan Ancaman Pinjaman Ilegal

by Maria Nofianti on 14 February, 2020

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang, dan buruknya tingkat perekonomian, membuat tingkat pengajuan hutang bertambah tiap harinya. Jika dulu berhutang mungkin hanya ke tetangga kiri kanan, kerabat, atau jika dalam skala besar ya ke bank. Maka berbeda untuk saat ini. Kecanggihan teknologi ternyata juga membuat peluang pinjam meminjam uang secara online terjadi dan tumbuh sangat cepat, bak cendawan di musim dingin. Kini ada banyak jenis pinjaman online yang memanjakan penghutang dengan beragam kemudahan.

cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal

Karena sebenarnya berhutang adalah proses atau kegiatan yang dianggap banyak orang “memalukan” maka pinjaman online hadir memberikan solusi. Dimana tak ada pertemuan dilakukan saat berhutang atau mengajukan pinjaman. Dan ini diam diam banyak masyarakat yang mengajukan pinjaman online. Namun, dengan banyaknya model pinjaman di masyarakat muncul juga kesempatan-kesempatan untuk para perusahaan pinjaman ilegal mencari mangsa. Begitu juga dengan pinjaman online. Ada banyak sekali perusahaan fintech yang tidak memiliki izin dan tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Kegiatan usaha pinjam-meminjam ini juga tidak ada dasarnya. Pinjaman ilegal seperti ini tidak bisa diawasi terutama oleh OJK karena mereka melakukannya diam-diam. Dengan tidak adanya pengawasan bisa saja membuat mereka menjadi bertingkah semena-mena terhadap peminjam.

Ciri-ciri pinjaman online ilegal

Biasanya pinjaman ilegal ini menawarkan kemudahan-kemudahan yang diselubungi dengan bunga yang sangat tinggi. Misalnya kamu bisa meminjam dana tunai dengan cepat tanpa verifikasi apapun dan jumlahnya banyak, namun jika dilihat ternyata bunganya sangat tinggi. Pemilik pinjaman ilegal ini juga tak segan untuk membuat syarat penagihan yang ketat jika kamu terlambat membayarnya. Mungkin ini juga dampak karena usaha pengentasan kemiskinan dari pemerintah juga. Para perusahaan pinjaman ilegal bisa meminjam dengan resmi ke bank atau lembaga keuangan lain  dan kemudian meminjamkannya kepada masyarakat kalangan bawah. Memang sebagian dari konsumen pinjaman legal ini adalah masyarakat kelas bawah. Berikut adalah ciri-ciri pinjaman online ilegal yang perlu kamu tahu:

  •         Tidak mempunyai ijin resmi
  •         Tidak mempunyai identitas kantor yang jelas
  •         Pinjaman akan diberikan dengan sangat mudah
  •         Tidak adanya informasi bunga dan denda
  •         Bunga yang diberikan bisa tak terbatas begitu juga denda
  •         Proses penagihan dilakukan terus menerus tanpa tahu waktu
  •         Bisa mengakses semua data di handphone kamu
  •         Tidak memiliki customer service
  •         Ada ancaman saat melakukan penagihan
Bentuk ancaman atau teror pinjaman ilegal

Kebanyakan pinjaman ilegal ini adalah pinjaman online. Kemudahan mengunduh aplikasi dan kecepatan memperoleh uang tunai adalah beberapa faktor mengapa banyak orang terlilit pinjaman ilegal. Ada banyak sekali kasus tentang pinjaman ilegal ini terutama di Indonesia. Cara mereka menagih hutang juga terbilang menakutkan. Jika kamu telat membayar atau bahkan tidak mampu lagi membayar bunga dan denda maka sudah jelas kamu akan diteror selama hidup. Sebelum kamu tahu cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal, maka ketahui dulu beberapa bentuk ancaman atau teror dari para penagih hutang pinjaman ilegal seperti di bawah ini.

  • Kamu akan diteror dengan melalui panggilan telepon terus menerus
  • Mereka akan menghubungi keluarga, teman sampai rekan kerja atau tempat kamu bekerja selama ini dengan cara meretas data kontak smartphone kamu
  • Mereka akan membuat grup WhatsApp yang berisi keluarga, kerabat, teman dekat sampai rekan kerja yang nomornya berasal dari kontak di handphone kamu
  • Menyebarkan foto-foto kamu digrup WhatsApp tersebut bahkan ada yang sampai mengedit foto yang berbau pornografi
  • Melakukan pelecehan seksual sampai diancam jual ginjal agar hutangmu lunas
  • Mengirim sms berisi pesan yang mengintimidasi ke semua kontak di handphone kamu
  • Melakukan caci maki dengan kata-kata tak pantas
  • Banyak lagi teror dan ancaman yang dilakukan para penagih pinjaman ilegal
(Baca Juga: Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal)

Kenapa sih pinjaman ilegal seperti pinjaman online itu seringkali membuat orang-orang terjerat? Tentu saja karena ini adalah pinjaman ilegal, maka semua ketentuannya tidak menuruti aturan-aturan dari OJK terutama untuk bunga dan denda. Misalnya saja kasus pinjaman online ilegal yang baru-baru ini terjadi ada seorang wanita yang meminjam Rp2 juta ke aplikasi Rupiah Now yang jangka waktunya hanya 20 hari. Uang yang diterima dari aplikasi itu hanya Rp1,65 juta dan harus mengembalikan sebesar Rp2,3 juta. Dari jumlah uang yang harus dikembalikan ini saja sudah tak lazim. Kemudian wanita itu tidak bisa membayar pada waktu yang sudah ditentukan, tapi pinjamannya tiba-tiba membengkak menjadi Rp4 juta. Ini dikarenakan adanya denda karena terlambat membayar hutang Rp 150.000 per harinya. Sungguh tidak masuk di akal. Aturannya OJK hanya memberikan bunga maksimal 0,8% per hari dan akumulasi untuk denda maksimal 100% dari pinjaman pokok untuk pinjaman online. Namun perusahaan fintech ini malah melenceng jauh sekali dan bersikap semena-mena.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu grup Whatsapp juga digegerkan karena salah satu teman lama menjadi pencarian. Di grup itu dinyatakan bahwa si teman lama berhutang dan tidak membayar, bahkan foto profilnya pun disebar layaknya foto teroris pelaku pemboman. Hal ini pun membuat beberapa teman merasa kasihan dan risih juga, apalagi saat admin grup meminta kami untuk membantu melunasi hutang si teman lama. Tentu saja hal semacam ini sangat mempermalukan si teman kami, apalagi kami tidak bisa mengkroscek kebenarannya karena kontak teman lama tidak ada di grup dan memang sudah tidak bisa di kontak lagi.

Cara melaporkan pinjaman ilegal

Jadi pelajarang sekali, jangan sampai terjerat peinjaman online yang ilegal, namun jika kamu sudah terlanjur terjerat pinjaman online ilegal ini dan ternyata tak bisa membayar hutangmu maka kamu harus waspada. Bisa jadi kamu akan menerima teror dan ancaman seperti yang dikatakan sebelumnya. Tapi jika kamu sudah menerima banyak teror dan ancaman semacam itu maka kamu harus secepatnya membuat laporan polisi. Cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal bisa kamu lakukan seperti di bawah ini.

  1. Hal pertama yang kamu lakukan  adalah tidak boleh panik. Jika kamu sudah menerima ancaman dan teror segera kumpulkan bukti-bukti ancaman, teror, intimidasi atau bahkan pelecehan
  2. Segera datangi kantor polisi setempat
  3. Sampaikan bahwa kamu akan membuat laporan tentang ancaman penagih hutang
  4. Kamu juga bisa melapor ke website resmi OJK https://konsumen.ojk.go.id/formulirpengaduan
  5. Kamu juga bisa lapor lewat media sosial Twitter @aduankontent atau website aduankonten.id

Setelah kamu tahu cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal ke polisi atau OJK semestinya kamu menyesal telah mengunduh aplikasi itu dan meminjam uang di sana. Nah agar kamu tidak mengalami hal-hal mengerikan sebelum mengunduh aplikasi pinjaman online ada baiknya kamu mengeceknya apakah legal atau ilegal. Ada dua cara mengeceknya yaitu:

  1. Cek ke ojk.go.id dengan klik “Berita dan Kegiatan” lalu klik “Publikasi” dan selanjutnya pilih “Daftar Fintech Terdaftar di OJK” yang terbaru
  2. Cek ke www.sikapiuangmu.ojk.go.id

Jadi, meskipun kita sedang membutuhkan uang secara mendesak, namun tetap berhati hati dan juga tetap luangkan waktu untuk melakukan kroscek. Setidaknya kita harus memiliki pikiran yang jernih agar tak sampai terjebak pada pinjaman online yang ilegal dan sangat memudahkan di awal, namun menyakitkan bahkan membuat kita malu dibelakang.

Kode etik pinjaman online dalam menagih hutang

Akrab akrab lah dengan beragam informasi yang diberikan oleh OJK. Karena ternyata selain mengawasi perusahaan fintech dan produk-produk pinjamannya, OJK juga mengeluarkan aturan kode etik dalam menagih hutang loh. Dan peraturan ini biasanya berubah secara dinamis mengikuti trend yang ada, dan pastinya tetap berpihak pada kebenaran. Karena aturan ini dibuat untuk melindungi konsumen. Nah apa saja nih kode etik yang harus dilakukan saat para perusahaan fintech itu menagih hutang? Ini penjelasannya.

  • Perusahaan pinjaman online seharusnya wajib memberikan informasi tentang semua biaya dari pinjaman itu. Biaya yang dimaksud adalah biaya yang sudah ditentukan adanya yang muncul saat pencairan dana. Biaya itu meliputi biaya asuransi, bunga pinjaman, denda keterlambatan, biaya provisi dan lainnya.
  • Saat perusahaan fintech itu menyetujui untuk memberikan pinjaman sebaiknya juga melihat dan menimbang untuk menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi peminjam dalam pelunasannya.
  • Dalam melakukan penagihan perusahaan fintech dilarang menagih memakai kekerasan secara fisik dan mental. Mereka juga dilarang untuk melakukan perusakan di dunia maya serta semua hal yang bisa merendahkan harga diri peminjam. Jadi kalau ada penagihan yang disertai kekerasan baik itu fisik atau mental, sudah pasti itu melanggar kode etik. Mungkin jika tayangan di sinetron ada, tapi itu jelas salah jika terjadi di dunia nyata.
(Baca Juga: Penipuan Pinjaman KTA Yang Menggoda)

Perlakuan penagih pinjaman online ilegal juga mencuatkan isu seputar data pribadi nasabah. Mereka sering pula mengancam akan menyebarkan data pribadi. Ketahuilah bahwa data diri kita harus terlindungi dan tidak bisa disalahgunakan. Karena apapun bentuknya, tindakan menyalahgunakan data pribadi orang lain menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika bisa melanggar UU ITE tentang perlindungan data pribadi. Maka dari itu jika kamu masih ingin meminjam ke perusahaan fintech sebaiknya kamu pilih perusahaan fintech yang benar-benar melindungi data pribadi nasabahnya. Kamu juga tidak boleh melewatkan untuk membaca semua ketentuan dan syarat yang diajukan oleh perusahaan fintech tersebut. Jangan asal baca sekilas lalu langsung setuju atau oke oke saja ya, baca baik baik, jangan sampai menyesal di akhir.

Dengan tahu cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal, maka diharapkan kamu akan bisa lebih berhati-hati dalam melakukan pinjaman  online. Meminjam online memang solusi yang mudah dan cepat untuk saat ini. Namun kamu tetap harus waspada dengan perusahaan fintech yang nakal! Alih-alih menyelesaikan masalah kamu malah dapat masalah yang lebih besar. Ada baiknya kamu meminjam ke bank yang resmi saja karena masih bisa dianggap lebih aman daripada ke pinjaman online. Jika kamu ragu meminjam ke bank karena tak memiliki jaminan, maka sekarang bank pun mempermudah dengan menawarkan jenis pinjaman tanpa agunan, terlebih jika kamu memiliki sebuah usaha dan ingin mengembangkannya, bank akan siap sedia menjadi sumber dana yang pasti untuk pengembangan usahamu. Semoga tulisan ini bisa membantu kamu yang sedang berniat mengajukan pinjaman online, atau sedang memilah milah jenis pinjaman apa yang akan kamu ambil. Jangan sampai salah pilih ya.

Untuk mendapatkan pinjaman yang aman dan terpercaya dengan proses yang mudah dan cepat ajukan hanya di Cekaja.com

Tentang Penulis