Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Cara Alternatif Untuk Meminjam Uang Tanpa Harus ke Bank

by Teti Purwanti on 27 Februari, 2020

Bank memang adalah tempat utama untuk bisa mendapatkan pinjaman dana saat mendesak. Karena memiliki banyak program pinjaman atau kredit. Mulai dari Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Kendaraan Bermotor, Kredit Tanpa Agunan, dan jenis kredit lainnya.

cara meminjam uang tanpa ke bank

Kredit Tanpa Agunan biasanya menjadi produk kredit yang paling diminati masyarakat. Karena tidak perlu memberikan agunan apapun ke bank untuk bisa mendapatkan pinjaman.

Akan tetapi, biasanya persyaratan yang dimiliki perbankan untuk orang yang ingin mengajukan pinjaman cukup rumit dan ketat. Karena bank memiliki prinsip prudent atau kehati-hatian dalam menyalurkan dana kredit.

Persyaratan yang diminta biasanya berupa slip gaji, rekening tabungan 3 bulan terakhir, minimal pendapatan, NPWP, dan berbagai persyaratan lainnya. Sehingga tidak jarang banyak orang yang tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank. Karena unbankable atau tidak memenuhi persyaratan kredit di bank.

Namun, apabila kamu termasuk ke dalam orang yang unbankable ataupun tidak mau ribet dengan persyaratan yang ada di bank untuk mengajukan pinjaman, masih ada beberapa alternatif cara meminjam uang tanpa ke bank, antara lain:

Lembaga nonbank seperti fintech

Alternatif utama untuk meminjam uang tanpa ke bank adalah dengan mengajukan pinjaman. Melalui aplikasi pinjaman online yang saat ini tengah marak.

Kamu bisa mengajukan pinjaman online melalui aplikasi teknologi finansial dengan cara sangat mudah dan cepat. Dibandingkan dengan mengajukan pinjaman ke bank yang memerlukan persyaratan lebih detail. Karena prinsip kehati-hatian yang ada di perbankan.

Pinjaman melalui fintech peer to peer lending bisa diajukan hanya dengan menggunakan aplikasi di telepon genggam. Kamu bisa melampirkan data diri berupa foto, KTP, dan identitas lainnya melalui aplikasi digital.

Akan tetapi, karena proses pengajuan yang jauh lebih mudah dan cepat daripada pengajuan kredit di bank. Bunga cicilan pinjaman online juga lebih besar dibandingkan bunga kredit dari perbankan.

Pada saat mengajukan pinjaman melalui fintech peer to peer lending, hal yang perlu dipastikan pertama kali adalah status keabsahan dan legalitas dari aplikasi fintech peer to peer lending tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan telah mengumumkan hingga tanggal 31 Januari 2020 lalu, berdasarkan data dari Satuan Tugas Waspada Investasi OJK terdapat 120 entitas yang melakukan praktik pinjaman online secara ilegal dan tidak terdaftar di OJK.

Biasanya, fintech peer to peer lending ilegal tersebut melakukan operasi penawaran pinjaman melalui website, aplikasi, ataupun melalui pesan singkat kepada calon nasabahnya.

Oleh karena itu, jangan sampai sekalipun terjerat untuk mengajukan pinjaman melalui fintech peer to peer lending yang ilegal. Kamu juga perlu memahami ragam biaya yang ada pada pinjaman online, antara lain:

Biaya-biaya pinjaman online

Bunga pinjaman online lebih besar dari perbankan karena dihitung berdasarkan harian. Pinjaman online memang ideal untuk yang membutuhkan dana dalam waktu singkat. Yang kemudian dapat dikembalikan juga secara cepat.

Karena suku bunga yang ditetapkan berdasarkan hitungan harian, maka semakin lama kamu meminjam di platform online, maka pokok pinjaman yang harus dibayarkan semakin besar karena ditambah dengan bunga simpanan.

Hingga saat ini memang tidak ada aturan mengenai besaran suku bunga simpanan melalui platform online di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan menetapkan bunga pinjaman online tidak boleh lebih dari 0,8% per hari.

Meskipun OJK tidak mencantumkan batas besaran bunga simpanan online melalui regulasi ataupun peraturan,. Namun besaran bunga pinjaman ini merupakan bagian dari kode etik yang disusun oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

(Baca Juga: Butuh Dana Darurat? Ajukan Dengan Proses Cepat!)

Bila ada perusahaan pinjaman online yang menetapkan bunga pinjaman melebihi ketentuan tersebut, maka bisa diadukan kepada OJK agar ditindaklanjuti lebih lanjut.

Penetapan suku bunga harian yang tidak boleh lebih dari 0,8% karena sebelumnya banyak pinjaman online di Indonesia yang mematok suku bunga pinjaman besar lebih dari 1% per hari.

Suku bunga 1% per hari sangat memberatkan masyarakat yang mengajukan kredit. Karena dalam 30 hari saja suku bunga pinjaman sudah mencapai 30% yang tentunya sangat besar.

Pinjaman online juga memiliki jenis biaya lain selain suku bunga yang perlu dipahami masyarakat. Biaya-biaya dalam pinjaman online antara lain biaya provisi 5-8%, biaya administrasi 1%, biaya layanan 1%, dan biaya keterlambatan 1-3% tergantung lamanya keterlambatan pembayaran cicilan.

Agar terhindar dari jerat utang yang semakin bengkak dari pinjaman online, kamu perlu melakukan perbandingan antar satu perusahaan pinjaman online dengan perusahaan pinjaman online lainnya, serta memastikan apakah perusahaan tersebut legal dengan memastikan melalui situs resmi OJK.

Pegadaian

Selain pinjaman online, cara meminjam uang tanpa ke bank yang bisa dijadikan andalan adalah dengan mengajukan pinjaman kepada Pegadaian saat membutuhkan dana yang mendesak.

BUMN yang memiliki slogan ‘mengatasi masalah tanpa masalah’ ini juga sudah lama menjadi kepercayaan masyarakat untuk bisa mendapatkan pendanaan karena risiko yang relatif ringan. Sementara proses pencairan dananya relatif cepat hanya sekitar 15 menit saja.

Apabila ingin mengajukan pinjaman melalui Pegadaian, kamu perlu mempersiapkan barang ataupun surat berharga sebagai agunan. Jangka waktu pinjamannya juga relatif pendek, hanya 4 bulan yang bisa diperpanjang kembali. Serta jangka waktu kredit paling lama adalah 36 bulan untuk jenis kredit tertentu.

Yang membedakan pinjaman Pegadaian dengan pinjaman lainnya adalah Pegadaian tidak mengenal istilah bunga, yang ada adalah biaya sewa modal.

Persyaratan untuk mengajukan pinjaman dari Pegadaian ini juga relatif ringan dan mudah. Karena nasabah tidak perlu memiliki rekening, giro, ataupun persyaratan lainnya sebagaimana disyaratkan oleh bank untuk nasabah yang ingin mendapatkan pinjaman.

Nasabah hanya perlu datang dan mengisi aplikasi permohonan dengan membawa barang jaminan agar kredit bisa segera diproses. Seperti pada slogannya, mengajukan pinjaman dana di Pegadaian bisa mengatasi masalah tanpa masalah prosedural yang memberatkan.

Nasabah juga tidak dibebani oleh biaya administrasi ataupun biaya lainnya pada saat mengajukan pinjaman di Pegadaian. Besaran angsuran yang harus dibayar nasabah juga bisa disesuaikan dengan kemampuan membayar oleh nasabah.

Oleh karena itu, pembayaran cicilan di Pegadaian tiap bulannya tidak tetap, karena menyesuaikan kemampuan debitur. Sehingga sangat memudahkan dalam pembayaran cicilan tanpa mempengaruhi kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan lainnya.

Keuntungan lain dari pengajuan kredit di Pegadaian adalah biaya sewa modal atau bunga yang dibebankan kepada nasabah itu akan semakin mengecil dengan memperhitungkan sisa pinjaman yang ada. Semakin sedikit sisa pinjaman, maka bunga yang dibebankan juga semakin kecil.

Debitur juga bisa memperpanjang masa pengembalian pinjaman apabila ada keterlambatan dalam membayar angsuran. Sehingga masa pelunasan akan ikut mundur. Namun, keterlambatan tersebut tetap akan mendapatkan bunga sebagai bentuk denda.

Dengan keuntungan menarik tersebut, maka Pegadaian sangat cocok bagi debitur yang membutuhkan pinjaman dana mendesak.

Kebutuhan dan masalah ekonomi bisa terjadi pada siapa saja. Sehingga perlu bisa mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan melalui meminjam uang tanpa ke bank.

Pinjam dana ke teman dekat atau saudara

Apabila kamu enggan mengajukan pinjaman ke pinjaman online karena bunga besar ataupun ke Pegadaian karena perlu memberikan jaminan barang ataupun surat berharga, kamu bisa coba mengajukan pinjaman ke kerabat dekat seperti saudara ataupun teman untuk mendapatkan dana pinjaman dadakan.

Kamu hanya memerlukan kepercayaan dari kerabat untuk bisa mendapatkan dana pinjaman, tanpa perlu ada persyaratan khusus yang rumit seperti persyaratan administrasi dan sebagainya.

Dengan meminjam uang ke kerabat juga tidak perlu ada biaya bunga yang harus dibayarkan seperti pinjaman ataupun kredit yang berasal dari lembaga keuangan. Tenor kredit juga bisa didiskusikan dan dibicarakan baik-baik, sesuai kesepakatan kedua pihak.

Hanya saja, pinjaman uang dari kerabat memiliki risiko yang sangat besar, yakni rusaknya hubungan kekerabatan apabila ada komitmen yang dilanggar ataupun tidak adanya rasa tanggung jawab dari peminjam uang untuk mengembalikan pinjaman.

Kamu pasti sering mendengar ada kasus perkelahian saudara karena masalah hutang piutang atau bahkan tidak jarang berujung pada kekerasan fisik dan pecahnya silaturahmi hanya karena utang.

Oleh karena itu, pinjaman uang ke kerabat sangat membutuhkan komitmen dan tanggung jawab dalam pengembalian pinjamannya sesuai dengan kesepakatan yang disepakati kedua pihak.

(Baca Juga: Pinjaman Online Ilegal, Waspadai Penawaran dan Aksinya)

Oleh karena itu, jangan sampai mengorbankan hubungan baik dan kekerabatan hanya karena ketidakdisiplinan dan tidak adanya komitmen untuk mengembalikan pinjaman yang sudah diberikan oleh kerabat dengan rasa percaya kepadamu.

Hampir setiap orang memiliki masalah keuangan. Sehingga tidak jarang membutuhkan pinjaman dana dari pihak lain. Apabila kamu tidak memenuhi syarat untuk mengajukan pinjaman ke bank, maka tempat-tempat yang telah dijelaskan di atas bisa menjadi alternatif sumber pinjaman terbaik.

Sebelum mengajukan kredit, kamu perlu mempertimbangkan dengan matang jumlah pinjaman yang akan diajukan, tempat pengajuan pinjaman, serta harus bisa mengukur kapasitas dan kemampuan diri dalam membayar ataupun mengembalikan pinjaman tersebut.

Setiap pilihan tempat mengajukan pinjaman yang telah dipaparkan di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, carilah tempat pengajuan kredit yang sesuai dengan kebutuhan ataupun kemampuan. Jangan sampai pinjaman ataupun kredit tersebut bukannya mempermudah masalah keuanganmu, namun justru semakin memperberat kondisi finansialmu setelah pinjaman dicairkan.

Hal terbaik yang bisa diusahakan adalah dengan menyisihkan sebagian dari pendapatan. Tentunya untuk ditabung sebagai simpanan dana darurat saat mendesak.

Hal terpenting adalah bijaklah dalam mengelola keuangan agar kondisi finansial tidak menjadi beban masalah utama dalam kehidupan.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.