Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Ingin Mengajukan KTA, Berapakah Limit Peminjam Pemula?

by Teti Purwanti on 26 Maret, 2020

Banyak orang yang membutuhkan tambahan biaya untuk modal usaha ataupun untuk kebutuhan hidup. Namun tidak tahu bagaimana cara untuk mendapatkan pembiayaan tersebut.

limit pinjaman untuk peminjam pemula

Bagi orang yang baru pertama kali ingin mengajukan pinjaman, perlu mengetahui bahwa ada banyak opsi pengajuan pinjaman yang bisa coba diajukan.

Terkait jumlah limit pinjaman, sangat tergantung pada beberapa persyaratan pada lembaga keuangan. Biasanya tergantung pada besaran penghasilan bulanan seseorang serta riwayat kredit yang dimilikinya.

Bagi seorang pemula yang belum pernah mengajukan pinjaman. Sehingga yang tidak memiliki riwayat kredit, tetap bisa mengajukan pinjaman sesuai kebutuhannya.

Berikut ini beberapa opsi sumber pembiayaan bagi pemula yang membutuhkan tambahan dana:

Kredit Usaha Rakyat

Bagi kamu yang membutuhkan tambahan dana untuk modal usaha, bisa mencoba untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan program pemerintah untuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKM).

Program ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan akses pada sumber pembiayaan.

Secara garis besar, Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak. Namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

UMKM dan Koperasi diharapkan dapat mengakses KUR yang bergerak di sektor usaha produktif. Antara lain pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam.

Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung oleh UMKM dan Koperasi di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung.

Maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi. Atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana.

Bunga dari Kredit Usaha Rakyat ini sangat terjangkau dan tidak memberatkan. Karena hanya sebesar 6% per tahun, atau sekitar 0,5% per bulan dengan limit pinjaman maksimal yang bisa diperoleh debitur sebesar Rp50 juta dan plafon anggaran yang disediakan pemerintah mencapai Rp190 triliun.

Kredit Usaha Rakyat bisa diajukan melalui banyak perbankan, utamanya seluruh 4 bank BUMN dan perbankan swasta. Kamu bisa mengajukan KUR melalui perbankan yang menyalurkan pinjaman ini.

Namun, KUR hanya bisa diakses untuk kebutuhan usaha seperti oleh para pelaku UMKM, calon TKI yang akan bekerja di luar negeri, calon pekerja magang di luar negeri, anggota keluarga dari karyawan yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai TKI, TKI yang pernah bekerja di luar negeri, ataupun pekerja yang terkena PHK.

Selain itu, KUR juga bisa diakses oleh pelaku UMKM di wilayah Indonesia yang berbatasan dengan negara lainnya. Serta bisa diakses oleh kelompok usaha. Seperti kelompok usaha bersama, gabungan kelompok tani dan nelayan, serta kelompok usaha lainnya.

Apabila kamu membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan lainnya selain untuk modal usaha, bisa mencoba untuk mengajukan produk pinjaman lain selain KUR, seperti Kredit Tanpa Agunan.

Kredit Tanpa Agunan

Kredit Tanpa Agunan (KTA) bisa menjadi opsi sumber pendanaan untuk peminjam pemula yang membutuhkan tambahan dana untuk berbagai kebutuhan.

Tidak hanya untuk kebutuhan modal usaha saja, tapi bisa juga untuk renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya kesehatan, ataupun untuk kebutuhan konsumtif.

Pinjaman melalui KTA tidak memerlukan adanya jaminan yang diagunkan oleh debitur kepada kreditur untuk mendapatkan pinjaman biaya.

Walaupun tanpa agunan, tetap ada persyaratan untuk meyakinkan penyalur kredit bahwa kredit tersebut akan lancar guna menghindari kredit macet khususnya oleh peminjam pemula.

Idealnya, pembiayaan KTA digunakan oleh masyarakat menengah untuk memenuhi kebutuhan sekunder mereka. Kebutuhan ini pun sebaiknya yang dapat mendorong taraf hidup atau bisa mendukung kinerja dalam bekerja.

Sehingga akan mampu meningkatkan pendapatan bulanan, meskipun KTA bisa untuk kredit konsumtif, tapi sekaligus bisa menjadi produktif.

Terlebih lagi, perusahaan pemberi pinjaman akan lebih mudah untuk memberikan dana kepada masyarakat tingkat menengah dengan catatan mereka memiliki jaminan pendapatan per bulan untuk melunasi kredit tersebut.

Produk KTA dimiliki oleh hampir seluruh perbankan dan lembaga keuangan nonbank dengan berbagai fitur layanan, baik online ataupun offline. Suku bunga yang diberikan berbeda-beda oleh setiap penyalur KTA, yang biasanya dimulai dari 0,88% hingga 1,59% per bulannya.

Biaya lain selain bunga

Selain biaya bunga, ada berbagai biaya lainnya dalam komponen pinjaman KTA, seperti biaya administrasi, biaya pelunasan dipercepat, denda keterlambatan pembayaran, dan biaya lainnya seperti biaya tahunan yang memiliki besaran berbeda tergantung pada lembaga pemberi kredit.

Secara umum, biaya admin pada KTA sebesar 3,5% dari jumlah pinjaman yang disetujui dengan memotong jumlah pinjaman yang diterima oleh debitur.

Kemudian, apabila kamu melunasi cicilan lebih cepat sebelum waktunya, ada biaya sebesar 6% dari sisa pokok pinjaman. Denda keterlambatan umumnya sebesar Rp225 ribu atau 6% dari cicilan per bulannya, serta biaya tahunan sebesar Rp150 ribu per tahun.

Limit pembiayaan yang bisa diajukan oleh debitur juga beragam tergantung dari besaran penghasilan tetap debitur. Beberapa lembaga keuangan ada yang bisa memberikan limit pembiayaan maksimal hingga Rp300 juta kepada debitur dengan batas waktu pinjaman secara umum hingga 5 tahun atau 60 bulan.

Proses pengajuan pinjaman melalui KTA ini relatif singkat dan mudah, dengan rata-rata proses pencairan sekitar 3 hingga 5 hari kerja.

Secara umum, pengajuan KTA memiliki persyaratan yang sama di hampir setiap bank. Usia bagi nasabah yang mengajukan KTA minimal 18 tahun walaupun ada beberapa perbankan yang mensyaratkan batas usia minimal 21 tahun.

Selain itu, pemohon KTA harus memiliki penghasilan tetap bulanan minimal Rp3 juta agar dapat mengajukan permohonan KTA. Penghasilan tersebut juga menjadi penilaian bank bahwa calon nasabah mampu melakukan pembayaran cicilan KTA setiap bulannya.

Kelengkapan persyaratan umum yang harus dilengkapi pemohon KTA antara lain fotokopi KTP, fotokopi rekening tabungan bank yang aktif, dan fotokopi slip gaji atau rekening koran calon debitur.

Kemudian, sebagian lembaga keuangan mewajibkan calon debitur telah memiliki catatan kredit. Melalui penggunaan kartu kredit untuk bisa menganalisa risiko kredit calon nasabah, tapi peminjam pemula juga bisa untuk mengajukan KTA selama mememuhi persyaratan umum dari perbankan. Khususnya terkait besaran penghasilan tetap setiap bulannya.

Pinjaman Online dari aplikasi P2P Lending

Selain KUR dan KTA, ada juga sumber pembiayaan yang bisa diajukan oleh debitur pemula dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, yakni melalui pinjaman online dari aplikasi financial technology peer to peer lending.

Akan tetapi, para debitur pemula harus hati-hati dan memahami betul konsekuensi dari pinjaman melalui aplikasi online tersebut. Hal pertama yang perlu dipahami adalah sebagai debitur harus memastikan bahwa aplikasi pinjaman online yang akan menjadi tujuan pengajuan pinjaman adalah betul-betul legal dengan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Legalitas aplikasi pinjaman online sangat penting. Karena banyak sekali beredar aplikasi pinjaman online ilegal yang ujung-ujungnya akan mencekik debitur.

Alih-alih membantu untuk menyelesaikan masalah keuangan debitur melalui pinjaman yang diberikannya.

Persyaratan pengajuan pinjaman online jauh lebih mudah dibandingkan mengajukan pinjaman KUR ataupun KTA. Karena bisa dilakukan melalui aplikasi handphone saja. Seluruh persyaratan seperti KTP, foto diri, dan lainnya bisa dilampirkan secara digital.

Akan tetapi, karena kemudahannya tersebut maka suku bunga dari pinjaman online ini relatif tinggi. Aplikasi pinjaman online yang legal menawarkan suku bunga harian dengan maksimal tidak lebih dari 0,8% per hari.

(Baca Juga: Tips Cara Menggunakan Dana Pinjaman Yang Tepat)

Limit pinjaman melalui pinjaman online juga tidak sebesar KTA, biasanya maksimal hanya Rp5 juta saja.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, kehati-hatian memilih aplikasi pinjaman online yang legal sangat diperlukan. Karena banyak aplikasi pinjaman online ilegal yang memberikan suku bunga mencekik, hingga 1,5% per hari. Sehingga sangat memberatkan debitur.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, ada lebih dari 120 entitas aplikasi pinjaman online ilegal yang berseliweran melalui website, aplikasi, ataupun media lainnya untuk menjerat debitur yang membutuhkan pinjaman. Namun tidak waspada dan hati-hati.

Selain biaya bunga, pada pinjaman online juga terdapat biaya lainnya seperti biaya provisi yang jauh lebih besar dari KTA, yakni 5 hingga 8% dari total pinjaman. Kemudian ada biaya administrasi sebesar 1% dari total pinjaman, dan biaya layanan 1% dari total pinjaman.

Kemudian, juga ada biaya keterlambatan pembayaran sebesar 1 hingga 3%. Yang tentunya disesuaikan dengan lamanya hari keterlambatan. Apabila pinjaman terlambat dibayarkan selama 1-7 hari, maka akan terkena denda 1% dan bila keterlambatan mencapai 14 hari akan terkena denda 2%.

Waspada dan bijaksana dalam pengajuan pinjaman

Walaupun ada banyak sumber pembiayaan yang bisa diakses oleh debitur, khususnya debitur pemula untuk mendapatkan pembiayaan, kewaspadaan dan kebijaksanaan dalam pengajuan pinjaman sangat dibutuhkan, agar pembiayaan yang seharusnya bisa menjadi solusi pendanaan, tidak berubah menjadi masalah finansial yang justru memberatkan di kemudian hari.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.