Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Ini Nih Pengertian Amortisasi Pinjaman Yang Mungkin Belum Kamu Tahu

by Maria Nofianti on 2 Mei, 2020

Dalam dunia perbankan amortisasi pinjaman memberikan kepada peminjam gambaran yang jelas dan konsisten tentang berapa banyak mereka akan membayar selama setiap jadwal pembayaran. Peminjam akan memiliki jadwal pembayaran tetap selama periode pembayaran pinjaman. Pembayaran akan dilakukan dalam angsuran rutin dalam jumlah yang ditetapkan yang terdiri dari pokok dan bunga. Contoh umum dari amortisasi yang sering kita jumpai antara lain termasuk kredit rumah, kredit mobil, kredit apartemen.

pengertian amortisasi pinjaman

Apa itu Amortisasi?

Amortisasi adalah proses pembagian pinjaman ke dalam serangkaian pembayaran tetap dari waktu ke waktu. Dengan adanya amortisasi pinjaman maka kita akan membayar bunga dan pokok pinjaman dalam jumlah yang berbeda setiap bulan, meskipun total pembayaran tetap sama setiap periode. Ini paling umum terjadi dengan pembayaran pinjaman bulanan, tetapi amortisasi adalah istilah akuntansi yang dapat berlaku untuk jenis saldo lainnya, seperti mengalokasikan biaya tertentu selama masa pakai aset tidak berwujud. Ada juga pengertian amortisasi pinjaman yang akan di jelaskan dibawah.

Jenis-Jenis Amortisasi Pinjaman

Ada banyak jenis pinjaman yang tersedia, dan mereka semua tidak bekerja dengan cara yang sama. Setiap pinjaman angsuran diamortisasi dan peminjam membayar saldo ke nol seiring waktu dengan pembayaran rata-rata.

Pinjaman biasanya berlangsung selama lima tahun atau lebih pendek, pinjaman diamortisasi yang di bayar dengan pembayaran bulanan tetap. Bahkan, beberapa orang, termasuk pembeli dan dealer mobil, berpikir untuk membeli mobil dalam hal pembayaran bulanan saja. Pinjaman yang lebih panjang tersedia, tetapi berisiko, yang berarti pinjaman telah melebihi nilai jual kembali tersebut, jika memperpanjang terlalu lama untuk mendapatkan pembayaran yang lebih rendah. Plus, akan menghabiskan lebih banyak bunga.

Pinjaman rumah secara tradisional adalah hipotek suku bunga tetap 15 tahun atau 30 tahun. Pinjaman pribadi yang didapatkan dari bank, credit union, atau pemberi pinjaman online umumnya adalah pinjaman yang diamortisasi. Mereka sering memiliki jangka waktu tiga tahun, suku bunga tetap, dan pembayaran bulanan tetap. Pinjaman ini sering digunakan untuk usaha kecil atau dana darurat.

Dengan beragam bentuk dan jenis pinjaman, termasuk pinjaman rumah dan kredit mobil, sementara setiap pembayaran bulanan tetap sama, pembayaran terdiri dari bagian-bagian yang berubah seiring waktu. Sebagian dari setiap pembayaran ditujukan untuk biaya bunga dan mengurangi saldo pinjaman atau juga dikenal sebagai melunasi pokok pinjaman.

(Baca Juga: Pinjaman Syariah Online Langsung Cair)

Karena pada awal pinjaman, biaya bunga berada pada titik tertinggi. Terutama dengan pinjaman jangka panjang, mayoritas dari setiap pembayaran berkala adalah beban bunga, dan kita hanya membayar sebagian kecil dari saldo. Dengan kata lain, kita tidak membuat banyak kemajuan dalam pembayaran pokok utang selama tahun-tahun awal. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak dari setiap pembayaran pokok dan kita membayar bunga secara proporsional lebih sedikit setiap bulan.

Pinjaman yang diamortisasi dirancang untuk melunasi saldo pinjaman selama jangka waktu tertentu. Pembayaran pinjaman terakhir akan melunasi sisa jumlah hutang. Misalnya, setelah tepat 30 tahun atau 360 pembayaran bulanan, maka kita akan melunasi hipotek 30 tahun. Pembayaran pinjaman bulanan tidak berubah, secara matematika hanya menghitung rasio pembayaran utang dan pokok setiap bulan sampai total utang dihilangkan.

Sedangkan Amortisasi dalam tindakan terkadang membantu melihat angka alih-alih membaca tentang prosesnya.  Karena konsumen sering membuat keputusan berdasarkan pembayaran bulanan yang “terjangkau”, tetapi biaya bunga adalah cara yang lebih baik untuk mengukur biaya riil dari apa yang dibeli. Terkadang pembayaran bulanan yang lebih rendah sebenarnya berarti kita akan membayar bunga lebih banyak, jika kita mengulur waktu pembayaran, misalnya.

Amortisasi sendiri adalah teknik akuntansi yang digunakan untuk secara berkala menurunkan nilai buku pinjaman atau aset tidak berwujud selama periode waktu tertentu. Istilah “amortisasi” bisa  merujuk pada dua situasi. Pertama, amortisasi digunakan dalam proses pelunasan hutang melalui pembayaran pokok dan bunga reguler seiring waktu. Jadwal amortisasi digunakan untuk mengurangi saldo pinjaman saat ini, misalnya kredit mobil, melalui pembayaran cicilan. Kedua, amortisasi juga dapat merujuk pada penyebaran biaya modal yang terkait dengan aset tidak berwujud selama jangka waktu tertentu biasanya selama masa manfaat aset untuk keperluan akuntansi dan pajak.

Apa itu amortisasi pinjaman?

Lalu bagaimana dengan pengertian amortisasi pinjaman? Jadi amortisasi pinjaman berarti pengurangan nilai hutang dengan melakukan pembayaran angsuran dalam periode waktu yang telah ditetapkan. Amortisasi ini bisa dikatakan lancar apabila jumlah pembayaran angsuran ini nilainya lebih banyak dalam rangka untuk membayar pokok pinjaman dan bunganya. Selain amortisasi, ada juga istilah lain yang berkaitan seperti depresiasi dan deplesi. Meskipun memiliki arti yang sama yaitu penyusutan, dua istilah ini berbeda loh.

Amortisasi umumnya dipakai untuk mengukur nilai jual nantinya. Misalnya saja untuk sebuah mesin berat pengolah tebu biasanya perusahaan akan memiliki hak patennya selama 10 tahun. Jika perusahaan menghabiskan dana 300 juta untuk proses produksi tebu menjadi olahannya maka biaya amortisasinya bisa dihitung dengan 300 juta dibagi 10 bulan. Jadi ada 30 juta per bulannya. Sedangkan depresiasi sendiri adalah alokasi untuk biaya penyusutan terhadap aset tetap selama masa manfaatnya tersebut. Deplesi adalah penyusutan yang terjadi pada bidang sumber daya pertambangan.

Amortisasi pinjaman lebih umum dan lebih bermanfaat bagi kebanyakan orang, tetapi apakah kita harus mendapatkan pinjaman diamortisasi akan tergantung pada keadaan kita. Karena pinjaman yang diamortisasi memungkinkan kita melunasi pokok dan bunga sekaligus, bisa mendapatkan hal yang setimpal dalam aset, seperti rumah atau mobil, dengan setiap pembayaran. Selain itu, setiap bulan kita tahu persis jumlah yang akan kita bayarkan karena tetap sama. Mengetahui bahwa pembayaran kita tidak akan berubah dari bulan ke bulan membuat perencanaan keuangan lebih mudah dan lebih efektif.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa jumlah pembayaran angsuran bulanan bisa sangat tinggi karena kita akan membayar pokok dan bunga. Kelemahan lain dari pinjaman yang diamortisasi adalah banyak konsumen yang tidak mengetahui biaya sebenarnya dari pinjaman tersebut. Meskipun pembayaran bulanan pinjaman tampaknya sesuai dengan anggaran, kita harus selalu menghitung jumlah total bunga yang akan kita bayar untuk menentukan biaya aktual untuk mengambil pinjaman. Mengetahui berapa banyak kita akan membayar setiap bulan dan berapa total bunga yang akan kita bayarkan adalah penting dalam membuat keputusan pinjaman apa pun. Informasi ini akan membantu kita menentukan apakah biaya pinjaman benar-benar sepadan dengan kebutuhan kita.

Cara menghitung amortisasi pinjaman

Setelah kita tahu pengertian amortisasi pinjaman maka selanjutnya kita akan berikan bagaimana cara menghitung amortisasi pinjaman. Karena amortisasi dalam pembayaran angsuran yang terdiri dari pinjaman pokok yang ditambah dengan bunga pinjaman. Semakin banyak pokok pinjaman yang dibayarkan berarti pembayaran hutangnya semakin berkurang. Berikut cara menghitung amortisasi pinjaman untuk bulan pertama serta amortisasi pinjaman secara keseluruhan.

1. Penghitungan amortisasi pinjaman untuk bulan pertama

Hal yang pertama dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penghitungan amortisasi pinjaman seperti jumlah pokok pinjaman, waktu yang diberikan untuk pelunasan atau tenor pinjaman serta bunga yang diterapkan pada pinjaman. Kemudian selanjutnya kita bisa menyiapkan kertas kerja atau sering disebut spreadsheet. Sebaiknya kita memakai Microsoft Excel. Agar menghitung amortisasi lancar dengan membuat kolom-kolom memang lebih pas memakai Excel. Kolom yang harus dibuat adalah bulan, bunga, angsuran pokok, angsuran bunga, total angsuran dan pokok pinjaman. Kemudian kita akan menentukan pinjaman di bulan sebelumnya dan menghitung total angsuran dengan rumus:

P x [( i : 12 ) / (1 – (1 + (i : 12)) -t]                              

P = saldo pinjaman

i = bunga

t = jumlah tenor.

Selanjutnya kita akan menghitung angsuran bunga dengan memakai rumus:

Angsuran bunga = saldo pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga x (30/360).

Menghitung angsuran pokok juga bisa kita hitung dengan mengurangi total angsuran dengan bunga dengan angsuran bunga.  Saldo pinjaman atau jumlah sebelumnya yang sebenarnya kita pinjam bisa dihitung dengan mengurangi jumlah saldo pinjaman bulan sebelumnya dengan angsuran pokok.

2. Menghitung amortisasi pinjaman secara keseluruhan

Menghitung amortisasi pinjaman secara keseluruhan bisa dilakukan dengan memakai Microsoft Excel seperti pada langkah kedua diatas. dengan menggunakan Excel maka akan terlihat jumlah angsuran yang akan dibayarkan selama 1 tahun. Pada hasil tabel akan diperoleh saldo pinjaman yang semakin berkurang. Jumlah angsuran tiap bulannya memang tetap, hanya saja jumlah angsuran pokoknya yang bertambah dan angsuran bunganya yang berkurang.

(Baca Juga: Penyedia Pinjaman Plafon 30 Juta)
 Jenis Pinjaman Apa Yang Bisa diamortisasi?

Setelaah mengetahui pengertian amortisasi pinjaman. Biasanya, jadwal amortisasi digunakan untuk pinjaman berikut dan biasanya pinjaman berbasis angsuran seperti:

  • Pinjaman/kredit kendaraan
  • Pinjaman/kredit pribadi
  • Pinjaman/kredit bisnis

Pinjaman yang tidak dapat diamortisasi termasuk didalamnya setiap hutang bergulir dan kartu kredit, karena jenis pinjaman berbasis kredit ini tidak memiliki pembayaran bulanan yang tetap. Utang bergulir dan kartu kredit tidak memiliki fitur yang sama dengan pinjaman diamortisasi, karena mereka tidak menetapkan jumlah pembayaran atau jumlah pinjaman tetap.

Pada umumnya, jika pemberi pinjaman memberi tahu kita dengan tepat berapa banyak pembayaran yang perlu kita lakukan untuk melunasi pinjaman, dan memberi tahu kita bahwa setiap pembayaran bulanan adalah jumlah yang sama, itu artinya amortisasi pinjaman telah dilakukan. Jika pinjaman bervariasi dalam jumlah total yang terutang setiap bulan, kemungkinan pinjaman itu tidak bisa diamortisasi.

Tips Amortisasi Pinjaman

Untuk membayar kembali pinjaman yang diamortisasi kita lebih cepat, dan melunasi pinjaman itu, jadikan tips dibawah ini sebagai bagian dari rencana pembayaran pinjaman kita:

  • Tambahkan uang ekstra ke pembayaran bulanan. Jika total pinjaman kita adalah Rp1.000.000 dan pembayaran tetap bulanan adalah Rp100.000, tambahkan Rp100.000 atau lebih ke setiap pembayaran angsuran bulanan untuk membayar pinjaman agar lebih cepat lunas. Pastikan untuk menunjuk pembayaran sebagai “pembayaran untuk pokok pinjaman” kepada pemberi pinjaman kita.
  • Lakukan pembayaran dua mingguan. Alih-alih membayar sebulan sekali dengan pinjaman, bayar setengah dari jumlah pinjaman bulanan setiap dua minggu. Dengan begitu kita menghasilkan pembayaran pinjaman senilai 13 bulan setiap 12 bulan, sehingga membayar pinjaman lebih cepat dan menghemat banyak bunga.
  • Jauhi pinjaman dengan suku bunga yang tinggi. Ketika kita akan mengambil sebuah pinjaman pikirkan baik-baik mengenai suku bunganya karena ini biasanya akan berdampak besar untuk kondisi finansial kita.

Nah itu dia penjelasan mengenai pengertian amortisasi pinjaman, cara menghitungnya hingga tipsnya. Semoga dengan semua tulisan ini bisa membantu kamu untuk selalu berpikir dua kali dalam mengambil pinjaman apapun itu. 

Tentang Penulis