Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Penyedia Pinjaman Dengan Plafon Rp10 Juta Untuk Berbagai Kebutuhan

by Teti Purwanti on 6 Mei, 2020

Saat ini banyak sumber pinjaman pembiayaan untuk berbagai kebutuhan. Baik yang bersumber dari perbankan ataupun nonperbankan.

penyedia pinjaman dengan plafon 10 juta

Bahkan, bagi yang membutuhkan pinjaman dalam jumlah tidak terlalu besar yakni sekitar Rp10 juta, bisa mengajukan pinjaman melalui berbagai produk kredit. Seperti kredit tanpa agunan dari bank ataupun dari penyedia pinjaman berbasis teknologi (financial technology). Bahkan ada program pemerintah untuk pemberian pinjaman dengan plafon Rp10 juta untuk tambahan modal usaha melalui program kredit Ultra Mikro.

Berikut ini penjelasan mengenai sumber penyedia pinjaman dengan plafon sebesar Rp10 juta:

Kredit Tanpa Agunan Perbankan

Produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) memang menjadi andalan banyak orang untuk mendapatkan dana pinjaman dengan cepat dan proses mudah. Serta tidak mengharuskan adanya aset yang diagunkan.

Bahkan, melalui pinjaman ini bisa mendapatkan limit pinjaman yang jauh lebih besar dari Rp10 juta. Karena dana pinjaman yang bisa didapatkan melalui KTA bisa mencapai Rp350 juta dengan tenor pinjaman bisa maksimal hingga 60 bulan.

Suku bunga dari kredit ini bervariatif yang berbeda-beda di setiap banknya. Suku bunga ditentukan oleh jumlah pinjaman dan tenor pinjaman. Serta beberapa faktor lainnya seperti tempat kerja nasabah apakah bekerja sama dengan bank penyalur KTA. Namun bila dirata-rata, suku bunga dalam produk KTA perbankan antara 0,88% hingga 1,5% per bulan.

(Baca Juga: Pinjaman Tanpa Agunan dengan Plafon Rp5 Juta)

Persyaratan untuk bisa mendapatkan kredit ini juga relatif mudah, antara lain warga negara Indonesia yang berusia 21 tahun hingga 60 tahun. Bahkan ada beberapa bank yang mensyaratkan batas usia mulai dari 18 tahun. Minimum penghasilan yang harus dimiliki oleh calon debitur KTA juga tidak besar. Yakni hanya mulai dari Rp2,5 juta.

Berikut ini beberapa bank yang bisa menjadi opsi pengajuan KTA:

KTA Bank Permata

Bank Permata memiliki produk KTA dengan plafon mulai dari Rp5 juta hingga Rp300 juta dengan tenor hingga 60 bulan. Dana pinjaman dari Bank Permata cocok untuk berbagai kebutuhan. Dengan persyaratan pengajuan usia calon debitur mulai dari 21 tahun hingga 60 tahun. Suku bunga untuk produk KTA ini mulai dari 1,19 persen per bulan.

KTA Mandiri

KTA Mandiri menawarkan plafon pinjaman hingga Rp200 juta dengan tenor 1-5 tahun. Sehingga cocok juga untuk pengajuan pinjaman dalam jumlah kecil seperti Rp5 juta dan Rp10 juta. Suku bunga pinjaman dari bank BUMN ini mulai dari 0,99% per bulan. Dengan metode pengajuan dan pembayaran cicilan yang mudah.

KTA Standard Chartered Bank

KTA dari Standard Chartered Bank (SCB) ini juga cocok untuk pengajuan modal usaha. Karena bisa memberikan pinjaman mulai dari Rp8 juta hingga Rp300 juta. Dengan suku bunga mulai dari 0,98 persen sesuai dengan besaran pinjaman yang disetujui. Tenor pinjaman dari SCB juga sama dengan KTA dari bank lain yakni mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan.

KTA DBS

Bank DBS memiliki produk KTA bernama Dana Bantuan Sahabat dengan plafon pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga Rp200 juta dengan suku bunga mulai dari 0,95 persen untuk pinjaman Rp126 juta hingga Rp200 juta, kemudian suku bunga 1,29% untuk pinjaman Rp5 juta hingga Rp125 juta dengan tenor pinjaman 1 hingga 3 tahun.

Selain bank-bank tersebut, masih banyak produk KTA dari perbankan lainnya yang cocok untuk menjadi sumber tambahan pembiayaan.

Pinjaman dari Fintech

Selain KTA dari perbankan, bagi yang membutuhkan pinjaman dengan plafon Rp10 juta juga bisa mendapatkannya dari pinjaman melalui aplikasi fintech peer to peer lending. Karena beberapa aplikasi bisa memberikan pinjaman hingga Rp10 juta bahkan lebih.

Namun, beberapa hal yang perlu diketahui adalah suku bunga pinjaman melalui aplikasi fintech jauh lebih besar daripada pinjaman melalui KTA bank. Karena proses pengajuan dan persyaratannya juga jauh lebih mudah.

Suku bunga pinjaman melalui aplikasi fintech maksimal sebesar 0,8% per hari, namun ada juga beberapa aplikasi yang menetapkan bunga per bulan. Selain suku bunga, pastikan kamu mengajukan pinjaman melalui aplikasi yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Beberapa aplikasi yang bisa memberikan pinjaman hingga Rp10 juta antara lain:

Koinworks

Koinworks.com menawarkan pinjaman usaha yang berjalan minimal 2 tahun dan lokasi di Jabodetabek. Minimum pinjaman adalah Rp 10 juta. Suku bunga yang ditetapkan dari aplikasi ini adalah sebesar 0,75% sampai 1,7% flat per bulan. Tingkat bunga ditentukan berdasarkan grading yang diberikan oleh Koinworks.

Selain bunga, ada biaya-biaya lainnya yang perlu ditanggung debitur, antara lain biaya persetujuan kredit 2% hingga 4%, Asuransi Jiwa 0,24%, dan biaya administrasi Rp100.000.

Proses pengajuan kredit dilakukan dalam beberapa tahap. Ada 5 tahap yang perlu dilewati.

Pertama, isi formulir secara online. Kedua, jika memenuhi syarat, bunga disampaikan dan melanjutkan ke proses berikutnya. Ketiga, upload dokumen yang dipersyaratkan. Keempat, setelah dokumen diverifikasi dan pinjaman disetujui, pinjaman akan diposting pada sistem Koinworks agar pendana memulai proses bidding. Kelima, pencairan pinjaman, setelah pinjaman sudah didanai 100%, dana ditransfer ke rekening bank peminjam.

Investree

Investree.id adalah tempat yang mempertemukan orang yang punya dana dan orang yang butuh dana. Ini adalah marketplace antara peminjam dan pemberi pinjaman dan salah satu P2P yang memberikan pinjaman usaha sebesar Rp10 juta tanpa jaminan.

Bahkan saat ini Investree sudah bisa memberikan pinjam uang tidak hanya Rp10 juta secara cepat, tapi bisa juga memberikan pinjaman Rp50 juta sampai maksimum Rp2 miliar per nasabah sesuai ketentuan P2P.

Calon peminjam bisa mengajukan kredit secara online melalui situs Investree. Pinjaman dikategorikan untuk karyawan dan pengusaha. Semua pinjaman melalui aplikasi ini tanpa jaminan. Namun, pihak Investree menetapkan sejumlah persyaratan.

Untuk karyawan, Investree memberikan pinjaman kepada mereka yang bekerja di perusahaan yang sudah kerjasama dengan Investree. Syaratnya, debitur berdomisi di wilayah Jabodetabek dengan minimum pendapatan Rp3,1 juta.

Untuk pinjaman usaha, Investree memberikan invoice financing (pembiayaan modal kerja dengan jaminan tagihan). Perusahaan harus memiliki hubungan bisnis dengan institusi besar seperti perusahaan publik, perusahaan multinasional, BUMN, dan lembaga pemerintahan.

Tidak banyak memang aplikasi pinjaman online yang bisa memberikan pinjaman dengan plafon hingga Rp10 juta karena rata-rata menawarkan pinjaman dengan jumlah yang kecil karena suku bunga yang diberikan juga besar.

Pinjaman Ultra Mikro (UMi)

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) adalah program tahap lanjutan dari program bantuan sosial dari pemerintah untuk kemandirian usaha dengan tujuan memberikan pembiayaan untuk usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang menyasar nasabah khususnya untuk ibu rumah tangga.

Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi. Pembiayaan UMi disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain: PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Sumber pendanaan berasal dari APBN, kontribusi pemerintah daerah dan lembaga-lembaga keuangan, baik domestik maupun global.

BLU PIP memberikan pinjaman ke LKBB dengan bunga 2-4 persen per tahun dengan suku bunga yang dikenakan LKBB untuk debitur bervariasi, mulai dari 8-12 persen per tahun. Besaran bunga ini jauh lebih ringan daripada pinjaman dari perbankan seperti Kredit Tanpa Agunan ataupun suku bunga pinjaman online.

Sebagai catatan, agar nasabah bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan dari pembiayaan UMi ini, pengajuan harus dilakukan secara kelompok sehingga LKBB terkait memberikan pendampingan dan pelatihan secara intensif sehingga pengelolaan dana pinjaman dan pelaksanaan usaha jadi lebih efektif.

Kemudian setelah usaha yang dilakukan oleh nasabah UMi berkembang dan debitur memiliki aset yang dapat dijaminkan, barulah debitur bisa lepas dari kelompok dan dapat mengambil pinjaman dengan skema individu.

Persyaratan pengajuan UMi

Persyaratan yang perlu dipersiapkan oleh para calon nasabah UMi untuk bisa mendapatkan pembiayaan selain proses pengajuan yang dilakukan secara berkelompok, antara lain:

  • Tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan/koperasi
  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki KTP
  • Memiliki izin usaha/keterangan usaha dari instansi pemerintah dan/atau surat keterangan usaha dari penyalur

Poin penting dari program pembiayaan UMi ini adalah debitur UMi hanya bisa mengajukan pinjaman maksimal selama 48 bulan atau empat tahun, dengan catatan usaha yang dijalani masih dalam kategori usaha mikro.

Apabila kamu telah mengajukan pinjaman UMi dengan tenor selama 6 bulan, maka sisa hak kamu untuk bisa mendapatkan pinjaman UMi berikutnya tinggal 42 bulan.

Tiga jenis pinjaman tersebut baik yang berasal dari perbankan, fintech, ataupun program pemerintah ini sangat cocok untuk nasabah yang membutuhkan pinjaman dana sebesar Rp10 juta untuk berbagai kebutuhan, termasuk juga untuk modal usaha. Kamu bisa mengajukannya dengan mudah dan aman hanya di CekAja!

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.