Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Perbedaan Pinjaman Online Legal dan Ilegal, Calon Nasabah Wajib Tahu!

by Estrin Vanadianti Lestari on 26 Juni, 2020

Dengan kehadiran teknologi internet, meminjam uang kini sudah tidak sulit lagi, karena adanya penyedian jasa keuangan berupa pinjaman online. Namun, sebelum kamu mantap mengajukan pinjaman ke salah satu pinjol pilihanmu, ada baiknya ketahui dulu perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, berikut ini.

perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, calon nasabah wajib tahuPasalnya, pinjaman online kini kian diminati masyarakat Indonesia, dan hal tersebut pun diikuti dengan menjamurnya pinjaman online ilegal, yang aktivitasnya belum diawasi pihak berwenang. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? 

Perusahaan Pinjaman Online Wajib Terdaftar di OJK

Untuk bisa menjadi sebuah perusahaan pinjaman online yang legal, mereka harus mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terlebih, pinjaman online merupakan jasa, yang melibatkan uang atau finansial di dalamnya, sehingga sangat penting untuk memeriksa apakah perusahaan pinjaman online yang kamu pilih, telah terdaftar di OJK. 

Tugas Umum OJK

OJK sendiri memiliki tugas untuk melakukan pengaturan dan pengawasan, terhadap kegiatan keuangan di sektor perbankan, pasar modal, IKNB, termasuk perusahaan pinjaman online. 

Dengan mengantongi izin dari OJK sebuah lembaga keuangan dipastikan sudah terikat oleh peraturan dari OJK. Sehingga, peraturan tersebut bisa melindungi hak-hak konsumen, agar mereka bisa melakukan kegiatan keuangan dengan aman.

Tidak hanya soal perizinan OJK, untuk lebih lengkapnya lagi, mari simak perbedaan pinjaman online legal dan ilegal berikut ini.

(Baca Juga: Begini Cara Bank Menyetujui Pinjaman Dana Kita Sampai Cair)
Perbedaan Pinjaman Online Legal dan Ilegal
1. Perizinan dari OJK

Otoritas Jasa Keuangan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa setiap sektor yang memiliki kegiatan keuangan, termasuk perusahaan pinjaman online hingga fintech, wajib mendaftarkan diri ke OJK. Nah, buat kamu yang penasaran, apakah perusahaan pinjaman online pilihanmu legal atau ilegal, kamu bisa memastikannya dengan cara berikut.

Perbedaan pinjaman online legal dan ilegal terkait perizinan OJK, sangat mudah dicek. Kamu bisa memeriksa nama perusahaan pinjaman online legal di situs resmi OJK. Jika ada, berarti perusahaan pinjaman online tersebut legal dan aman.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengetahuinya dengan mengecek di situs perusahaan pinjaman online yang bersangkutan. Situs pinjaman online legal biasanya mencantumkan logo OJK di bagian bawah website. Jika tidak ada, dipastikan situs pinjaman online tersebut ilegal.

2. Identitas dan Kredibilitas Perusahaan Pinjaman Online

Identitas dan Kredibilitas Perusahaan Pinjaman Online

Perbedaan pinjaman online legal dan ilegal selanjutnya, bisa dilihat dari identitas dan kredibilitas perusahaan pinjaman online itu sendiri. 

Untuk pinjaman online legal, karena sudah terdaftar, mereka akan memberikan informasi yang jelas. Mulai dari alamat kantor, kantor cabang, email, media sosial, pengurus perusahaan, kontak, hingga CS atau layanan konsumen. 

Pinjaman online resmi juga lebih memiliki kredibilitas yang baik. Semua hal tersebut bisa dilihat dari testimoni, hingga review dari nasabah sebelumnya. 

Sedangkan pinjaman online ilegal, biasanya takut untuk memberikan lokasi alamat yang asli. Bahkan, mereka biasanya hanya memiliki kontak berupa nomor HP yang kadang tidak hanya satu. 

3. Bunga

Bunga

Tidak hanya soal identitas, informasi jumlah bunga juga wajib untuk diberitahu dengan jelas. Lantas bagaimana perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, terkait soal bunga?

Perusahaan pinjaman online legal, tentu akan memberikan informasi dengan jelas, soal jumlah bunga, dan biaya-biaya lainnya. Biasanya, biaya pinjaman berkisar antara 0,05 persen sampai dengan 0,8 persen per hari, dengan maksimum pengembalian 100 persen, (termasuk biaya denda) dari pinjaman pokok. 

Berbeda dengan pinjaman online ilegal, biasanya jarang memberikan informasi tentang bunga dan biaya-biaya lainnya, sehingga tidak transparan. Bahkan, pinjol ilegal bisa membebankan bunga yang lebih besar  da berkali-kali lipat, dari pinjaman pokok pada umumnya.

4. Sistem Penagihan Pinjaman

Sistem Penagihan Pinjaman

Adapun untuk soal penagihan pinjaman, perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, tentu jauh berbeda. Jika kamu meminjam dana di perusahaan pinjaman resmi, lalu kamu telat membayar tagihan. Nah, pihak pinjaman akan menerima risiko (maksimum 90 hari) akan masuk dalam daftar hitam atau blacklist. 

Sedangkan di perusahaan pinjaman online ilegal, jika kamu telat membayar atau tidak bisa melunasi tagihan, maka kamu akan mendapatkan masalah. Hal tersebut terjadi karena masa penagihan tidak memiliki batas waktu. 

Tidak hanya itu, penagihan juga akan diselingi dengan ancaman, pencemaran nama baik, penghinaan, hingga menyebarkan data pribadi.

5. Persyaratan Pengajuan hingga Pencairan Pinjaman

Persyaratan Pengajuan hingga Pencairan Pinjaman

Hal selanjutnya ini juga sangat krusial, dalam sebuah penyedia jasa keuangan, di mana perbedaan persyaratan pinjaman online legal dan ilegal sangat terlihat.

Jika kamu pernah melihat atau mendapatkan promo pinjaman online ilegal, maka kamu akan melihat bahwa persyaratan pengajuan dan pencairannya sangat terlampau mudah. Sebut saja hanya perlu menyerahkan KTP dan nomor rekening. 

Tentu saja hal tersebut patut dicurigai. Bahkan, beberapa di antaranya banyak yang memberi iming-iming pencairan dana yang cepat, hanya hitungan jam. 

Pasalnya, meski pinjaman online dikenal lebih praktis, namun untuk soal persyaratan juga harus lengkap. Perusahaan pinjaman online legal juga tentunya akan menyeleksi calon peminjam. 

Mereka tidak sembarangan untuk memberikan pinjaman. Karena, jika peminjam tidak jelas, mereka takut akan mendapatkan masalah ke depannya bagi peminjam maupun pihak pinjaman online.

Sehingga calon nasabah akan diseleksi ketat, dimintai identitas lengkap, pekerjaan, gaji, hingga jumlah pinjaman. Jika calon nasabah tidak memenuhi persyaratan, bisa saja pengajuan pinjamannya ditolak. 

Nah, itu dia beberapa informasi yang mungkin bisa bermanfaat untuk kamu. Terlebih, bagi kamu yang berniat untuk mengajukan pinjaman lewat online. 

(Baca Juga: Cara Tepat Agar Pinjaman BNI Langsung Diterima Tanpa Ditolak)
Ribet Cari Satu Per Satu Pinjaman Online Legal? Cari di CekAja.com Saja!

Pinjaman Online Legal

Namun, jika harus mencari satu per satu perusahaan pinjaman online legal, yang bisa kamu pilih, mungkin hal tersebut akan sedikit merepotkan. Mau yang lebih praktis, dengan hanya mengunjungi satu situs saja? Ajukan saja pinjamanmu melalui situs CekAja.com. 

CekAja.com merupakan sebuah situs perbandingan untuk kegiatan finansial, di mana calon nasabah bisa menemukan banyak produk pinjaman online, dari berbagai perusahaan P2P, hingga perbankan terbaik di Indonesia. Untuk kemanannya, CekAja.com dijamin sudah mengantongi izin dari OJK, sebagai fintech legal.   

Kamu bisa memilih, melihat informasi lengkap terkait produk pinjaman online, membandingkan dengan produk lainya, hingga mengajukan secara online. 

Cara Ajukan Pinjaman Online Melalui CekAja.com

Tidak hanya itu, CekAja.com juga bisa membantu kamu untuk bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu loh, begini caranya:

  • Kunjungi situs CekAja.com
  • Pilih menu Kredit & Pinjaman
  • Pilih menu Kredit Tanpa Agunan (KTA)
  • Selanjutnya akan muncul kolom kotak, lalu klik “Cek Aja di Sini”
  • Setelah itu, kamu bisa mengisi form kelengkapan informasi, mulai dari jumlah pinjaman, jangka waktu, penghasilan, pekerjaan, hingga beberapa tahap pertanyaan.
  • Selanjutnya kamu submit, dan CekAja.com akan mencarikan pinjaman yang cocok untuk kamu. 

Bagaimana, mudah bukan mengajukan pinjaman online lewat CekAja.com? Yuk, kepoin situsnya sekarang juga!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk