Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Tips Memilih Pinjaman untuk UMKM, Bisnis Lancar Modal Terpenuhi

by Ayunindya Annistri on 29 Juni, 2020

Seringnya ketika modal usaha menipis, pelaku UMKM pastinya meminjam dana di lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank. Namun, enggak sedikit dari para pelaku usaha tersebut yang merugi karena tertipu oleh lembaga abal-abal dengan klaim menggiurkan. Nah, biar kejadian seperti itu tak terulangi lagi, berikut CekAja bagikan sederet tips memilih pinjaman untuk UMKM.

Tips Memilih Pinjaman untuk UMKM

Peranan UMKM untuk Perekonomian Indonesia

Seperti yang diketahui, Usaha Mikro Kecil dan Menengah alias UMKM dianggap berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini karena, UMKM memiliki kontribusi paling besar terhadap Produk Domestik Bruto alias PDB, juga paling banyak menyerap tenaga kerja dibandingkan usaha besar lainnya.

Melansir dari Kompas.com berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, pada 2016 lalu tampak kontribusi UMKM dari beberapa aspek, yaitu dari aspek menyerap tenaga kerja sebesar 89,2 persen, PDB nasional sebesar 60,34 persen, aspek lapangan kerja sebesar 99 persen, ekspor sebesar 14,17 persen, dan terakhir aspek investasi sebesar 58,18 persen.

Dari tingkat kontribusi tersebut, bisa dilihat bagaimana peranan UMKM sendiri sebagai ‘penggerak’ ekonomi Indonesia. Maka tak heran, kalau pemerintah terus mendukung para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki. Bentuk dukungan ini tidak hanya ditunjukan dari segi regulasi dan perpajakan saja, namun juga pendanaan dengan bunga ringan.

Artinya, sebagai pengusaha, kamu dapat menerima suntikan modal berupa pinjaman untuk UMKM, baik lewat bank maupun non-bank dengan kisaran bunga 0,65 hingga 7 persen, tergantung di lembaga peminjaman mana yang kamu gunakan.

(Baca Juga: Pilihan Pinjaman Modal Usaha Terbaik)
Sederet Tips Memilih Pinjaman untuk UMKM

Tips Memilih Pinjaman untuk UMKM

Biasanya, pengusaha selalu beranggapan jika meminjam dana di lembaga keuangan berarti harus siap merugi. Padahal kenyataannya, meminjam dana justru bisa jadi penyelamat kala bisnis yang dijalankan butuh modal, terlebih untuk melakukan ekspansi.

Dengan skema cicilan dan bunga ringan, pinjaman baik di bank maupun non-bank bagaikan tonggak bisnis, yang dapat digunakan kapanpun saat diperlukan.

Namun, perlu diperhatikan pula pada lembaga mana yang kamu gunakan untuk mendapatkan dana tersebut. Sebab semakin menjamurnya lembaga pinjaman untuk UMKM, maka semakin banyak pula pihak yang tidak bertanggungjawab dan memanfaatkan situasi ini. Bahkan, tak jarang mereka menawarkan suatu produk pinjaman murah dengan embel-embel ‘tanpa syarat’.

Nah, biar enggak tertipu dengan lembaga abal-abal tersebut, sebaiknya kamu kepoin dulu 4 tips memilih pinjaman untuk UMKM berikut ini.

1. Mengantongi izin dari OJK

Mengantongi ijin Otoritas Jasa Keuangan

Indikator utama untuk memilih pinjaman UMKM yang bermutu adalah OJK. Maksudnya, sebelum kamu menggunakan jasa dari lembaga pinjaman tersebut, pastikan dulu apakah lembaga itu telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau belum.

Melansir dari laman resmi OJK, hingga 11 Juni 2020, jumlah lembaga pinjaman berupa fintech di Indonesia yang sudah terdaftar dan berizin adalah sebanyak 160 perusahaan. Berarti, di luar dari itu kemungkinan merupakan lembaga pinjaman ilegal.

Nah, tips memilih pinjaman untuk UMKM ini jangan sampai tidak kamu hiraukan ya, karena dampaknya yang begitu besar demi keberlangsungan bisnismu sendiri.

2. Punya website resmi untuk memudahkan calon debitur

Punya website resmi

Tips memilih pinjaman untuk UMKM selanjutnya adalah dengan melihat apakah perusahaan pinjaman tersebut memiliki website resmi atau tidak. Sebab, siapapun yang ingin meminjam dana tentu membutuhkan sejumlah informasi untuk memudahkannya, mulai dari produk yang ditawarkan, alamat perusahaan, hingga nomor telepon bantuan.

Oleh karena itu, pastikan apakah pihak perusahaan pinjaman memiliki website resmi atau tidak. Lihat juga bagaimana tampilan dari halaman utama website tersebut.

Apabila tampak tertata rapi dan menyertakan logo ‘terdaftar dan diawasi oleh OJK’ pada bagian bawah website, maka tak perlu ragu untuk menggunakan layanannya. Jika sebaliknya, berarti kamu patut mencurigai perusahaan tersebut karena kemungkinan ini adalah pinjaman abal-abal.

(Baca Juga: Ciri-ciri dan Risiko Pinjaman Online Ilegal)
3. Jangan tergiur dengan proses cepat

Jangan tergiur dengan proses cepat

Enggak cuma terdaftar OJK ataupun memiliki website resmi saja, karena dalam tips memilih pinjaman untuk UMKM yang juga harus diperhatikan adalah dengan tidak tergiur akan embel-embel ‘proses cepat’.

Memang sih, realitanya saat kita ingin meminjam dana terutama kondisi mendesak, pasti menginginkan kemudahan proses. Namun, proses cepat juga tidak menjamin mutu dari lembaga peminjaman loh.

Malahan banyak perusahaan bodong yang melakukan cara ini untuk membutakan korbannya, agar terbuai untuk mengajukan pinjaman di perusahaan tersebut.

Alih-alih ingin untung, mereka justru merugi karena ternyata tidak sesuai dengan klaim yang diberikan. Ya, meskipun sebetulnya ada juga lembaga peminjaman yang memang terpercaya dan memiliki proses yang cepat.

4. Transparan mengenai bunga dan detil informasi produknya

Transparan mengenai bunga dan detil informasi produknya

Tips memilih pinjaman untuk UMKM lainnya adalah pihak penyedia pinjaman akan sangat transaparan mengenai detil produk yang dimiliki hingga besaran bunganya. Mereka juga dengan senang hati menjelaskan masa tenor pembayaran, bagaimana cara melunasi cicilan, maupun keringanan bayar ketika kamu berhasil melunasinya tepat waktu atau bahkan lebih awal.

Dengan informasi yang teramat jelas itu, tentu kamu enggak perlu khawatir lagi bila ingin meminjam dana untuk mengembangkan usahamu. Tapi yang pasti, sebelum akhirnya menggunakan layanan dari lembaga pinjaman, pastikan juga kamu telah membaca dan memahami isi kontrak yang dibuat bersama tersebut.

Mengingat perjanjian yang dibubuhkan dengan tandatangan dan materai pasti dilengkapi dasar hukum, untuk nantinya membedakan mana hak dan kewajiban bagi dua belah pihak.

Jangan Ragu untuk Membandingkan Sebelum Mengajukan Pinjaman

Membandingkan Sebelum Mengajukan PinjamanApabila keempat tips memilih pinjaman untuk UMKM di atas sudah kamu pahami. Kini saatnya untuk mulai membandingkan produk pinjaman yang sekiranya paling sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan. Enggak perlu pakai cara manual, gunakan saja layanan aggregator financial, seperti CekAja.com, untuk membandingkannya.  

CekAja bukan hanya bisa dipakai sebagai alat perbandingan netral untuk produk finansial yang diinginkan. Namun melalui layanan kami juga, kamu dapat mengajukan produk pinjaman untuk UMKM yang tentunya tanpa agunan, proses mudah, dan sistem cicilan ringan dengan bunga terendah ekslusif online, yakni hanya 0,65 persen saja.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera temukan produk pinjaman di CekAja.com yang paling sesuai dan ajukan sesegera mungkin untuk mendapatkan penawaran terbaik!

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau