Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Kemudahan Pengajuan Asuransi Jiwa, Apa Saja yang Diperlukan?

by Maria Nofianti on 3 Februari, 2020

Asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama. Untuk melindungi diri dari berbagai risiko yang bisa terjadi kapan saja, seseorang akan mendaftar ke asuransi jiwa dan membayar sejumlah premi.

Asuransi Jiwa BPJS Pensiun -- CekAja

Oleh sebab itu, kita bisa melihat, bahwa dalam asuransi jiwa, risiko yang dihadapi adalah risiko kematian. Hal ini sudah barang tentu akan membawa banyak aspek, apabila risiko yang terdapat pada diri seseorang tidak diasuransikan kepada perusahaan asuransi jiwa. Umpamanya jaminan untuk keturunan, seorang bapak kalau meninggal dunia dengan tiba-tiba, si anak tidak akan terlantar dalam hidupnya karena mendapatkan sejumlah uang pertanggungan dari sang bapak yang telah membayar premi selama beberapa tahun.

Bisa juga terjadi terhadap seseorang yang telah mencapai umur yang sudah lanjut usia dan tidak mampu untuk mencari nafkah atau membiayai anak-anaknya, maka membeli asuransi jiwa, risiko yang mungkin diderita dalam arti kehilangan kesempatan untuk mendapat penghasilan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Nah, dari sini sudah terlihat kan, besarnya manfaat asuransi jiwa jika dilakukan sejak dini. Tentunya selain memproteksi diri, perusahaan asuransi jiwa bisa menanggung atau menjamin seseorang terhadap kerugian-kerugian finansial. Jadi, buat kamu yang belum memiliki asuransi jiwa, tak ada salahnya untuk mulai memiliki asuransi jiwa dari sekarang. Sebab, pengajuan asuransi jiwa itu sesungguhnya sangat mudah.

Namun demikian, sebelum kamu mengajukan asuransi jiwa untuk memproteksi diri, ada baiknya mengetahui dengan detail jenis asuransi jiwa terlebih dahulu. Sehingga, kamu pun bisa memutuskan jenis asuransi jiwa mana yang kemudian akan diajukan. Pilih asuransi jiwa sesuai dengan kebutuhanmu. Lihat manfaatnya dengan detail, dan jangan sungkan untuk menanyakan pengecualian maupun risiko produk asuransi.

Asuransi Jiwa Unit Link

Kamu yang suka berinvestasi, namun juga ingin terproteksi, maka pilih saja asuransi jiwa unit link. Sebab, asuransi unit link ini menggabungkan investasi dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Kamu cukup duduk manis dan membaca laporan setiap bulan tentang nilai investasinya. Nilai investasi akan dikelola oleh unit link. Akan tetapi, keuntungan atau kerugian investasi tetap ditanggung sendiri. Namun, kamu juga harus bersabar jika ingin menikmati hasil investasi, karena baru dapat dinikmati di tahun kelima ketika sudah tidak ada premi yang harus dibayarkan lagi.

Asuransi Jiwa Berjangka

Hal yang paling utama dan kamu harus tahu tentang asuransi ini adalah sistem pertanggungan yang memiliki masa berlaku.  Lama waktu yang ditetapkan di sini mulai dari 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun, sesuai dengan penawaran yang diberikan oleh perusahaan asuransi.

(Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Asuransi Jiwa, Pilih yang Mana?)

Karena adanya masa kontrak yang tidak berlaku lagi setelah jatuh tempo, maka asuransi jiwa berjangka tergolong paling terjangkau. Kisaran biaya preminya saja hanya Rp 250.000 per bulan. Meski murah, tapi pertanggungan yang diperoleh tak perlu diragukan jumlahnya, tetap banyak bahkan bisa mencapai milyaran rupiah. Kekurangannya, premi yang telah dibayarkan bisa hangus jika tidak ada klaim selama polis asuransi masih berlaku.

Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Jika kamu adalah seorang yang visioner dan memiliki pkamungan hidup lebih lama, mungkin asuransi jiwa seumur hidup akan cocok. Karena asuransi jiwa seumur hidup memberi proteksi kepada pemegang polis seumur hidup. Seumur hidup yang dimaksud ialah 99 tahun atau 100 tahun.

Keuntungan dari asuransi jiwa ini yakni premi asuransi tidak akan hangus ketika tidak ada klaim, sehingga dapat diambil secara keseluruhan apabila masa kontrak berakhir. Untuk mendapat semua kelebihan tersebut, tentu ada harga yang harus dibayar lebih, yaitu uang premi yang jauh lebih tinggi daripada asuransi jiwa berjangka.

Asuransi Jiwa Dwiguna

Asuransi jiwa ini menawarkan 2 keuntungan. Dengan kata lain, ada kolaborasi manfaat antara asuransi berjangka dan tabungan untuk pendidikan anak dan dana pensiun. Hal yang menguntungkan dan berbeda dengan asuransi jiwa berjangka adalah manfaat hidup yang didapatkan oleh pemegang polis.

Jika tertanggung masih hidup saat polis jatuh tempo, maka uang pertanggungan akan diberikan oleh perusahaan asuransi. Masa berlakunya beragam, mulai dari 10 tahun sampai usia tertentu, misalnya 60 tahun.

Demikian beberapa jenis asuransi jiwa yang bisa kamu pilih. Syarat untuk mengajukan asuransi jiwa pun sebenarnya cukup mudah.  Persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan asuransi jiwa adalah:

  • Kartu Keluarga
  • Scan atau fotokopi Kartu Tkamu Penduduk (KTP)
  • Akta Kelahiran
  • Formulir pengajuan asuransi yang sudah diisi
  • Sejumlah uang untuk membayar biaya premi pertama
  • Usia saat mendaftar minimal 18 tahun, maksimal 54 tahun

Kemudahan pengajuan asuransi jiwa pun bisa kamu dapatkan. Bahkan saat ini kamu bisa mengajukan asuransi jiwa secara online lewat website milik asuransi langsung maupun lewat agen asuransi. Pastikan kamu mendapatkan ilustrasi manfaat yang dijelaskan oleh bagian informasi asuransi. Setelah mendapatkan informasi dengan jelas dan kamu memahaminya dengan baik, hal selanjutnya adalah penandatanganan surat perjanjian.

Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ), merupakan berkas yang harus diisi dan ditandatangani oleh calon nasabah. Baca dengan seksama isi dari SPAJ sebelum menkamutanganinya.

Setelah surat perjanjian ditandatangani, kamu bisa membayar premi awal ke pihak asuransi. Agen akan membimbing bagaimana cara membayar premi awal. Baik itu secara tunai, maupun melalui transfer.

Klaim Asuransi

Selain mengetahui jenis asuransi hingga syaratnya, kamu juga harus mengetahui cara klaim asuransi. Karena hal ini sangat penting untuk memberikan kemudahan untukmu, jika sewaktu-waktu harus melakukan klaim di kemudian hari.

Klaim perawatan kesehatan (rawat inap)

Hal yang paling utama adalah mengumpulkan beberapa dokumen untuk klaim, yakni sebagai berikut ini:

  1. Formulir klaim manfaat asuransi, formulir ini bisa diunduh dari website asuransi,
  2. Rekam medis asli dari rumah sakit,
  3. Rincian penggunaan alat-alat medis, obat-obatan, serta konsultasi selama perawatan di rumah sakit,
  4. Tagihan dan kwitansi asli dari rumah sakit.

Setelah dokumen yang dibutuhkan lengkap, lakukan langkah-langkah berikut.

  1. Mengisi formulir klaim dengan lengkap, termasuk mencantumkan nomor identitas, nomor polis, nama lengkap pemegang polis. Telepon pihak asuransi jika ada pertanyaan dalam mengisi formulir.
  2. Sertakan semua dokumen saat pengajuan klaim. Pengajuan klaim ini bisa dilakukan secara online dengan mengirim email pada petugas klaim yang ditujukan asuransi. Bisa juga dibantu oleh pihak administrasi rumah sakit.
Klaim manfaat kematian

Selanjutnya adalah bagaimana untuk melakukan klaim jika terjadi kematian pada nasabah. Pertama, pihak ahli waris harus menyiapkan persyaratan sebagai berikut;

  • Formulir klaim yang bisa diunduh dari website asuransi bersangkutan,
  • Surat keterangan kematian asli dari pihak rumah sakit, tanda tangan dokter yang menangani tertanggung
  • Kwitansi pembayaran rumah sakit beserta rincian alat-alat medis, obat-obatan, serta kelengkapan medis lainnya dipakai semasa dirawat,
  • Akta kelahiran (asli atau fotokopi yang dilegalisir),
  • Akta kematian (asli atau yang dilegalisir),
  • Kartu Tkamu Pengenal tertanggung,
  • Bukti pemakaman dari Dinas pemakaman atau pihak berwenang,

Untuk meninggal karena kecelakaan atau kematian tidak wajar, sertakan keterangan kepolisian dan surat visum. Untuk kematian di luar negeri, kematian diurus di pihak KBRI. Setelah semua persyaratan lengkap, kamu kemudian bisa melakukan proses klaim manfaat kematian.

Hubungi pihak klaim asuransi untuk mengajukan klaim. Isi formulir klaim dengan lengkap, dan hubungi petugas klaim jika kamu menemukan kesulitan saat melengkapi formulir. Serahkan semua persyaratan klaim melalui email atau pos ke pihak asuransi yang terkait. Biasanya, manfaat klaim akan dikirimkan ke ahli waris sesuai perjanjian awal asuransi.

Faktor yang Mempengaruhi Kemudahan Pengajuan Asuransi

Selain persyaratan dokumen tertulis mengenai data diri, kamu bisa mengetahui beberapa hal ini untuk memahami, kemudahan pengajuan asuransi biasanya tergantung pada beberapa faktor sebagai berikut:

Kesehatan

Faktor kesehatan nasabah asuransi menjadi penentu kemudahan pengajuan asuransi. Hal ini dipertimbangkan karena semakin banyak gangguan kesehatan, maka semakin besar pula premi yang akan dibayarkan. Apalagi, jika kamu memiliki riwayat penyakit kronis. Harga premi yang akan dibayarkan pun lebih tinggi ketimbang yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

Kondisi Finansial

Sudah pasti, kondisi finansial akan menjadi hal yang sangat krusial. Karena saat menjadi nasabah asuransi jiwa, kamu harus rutin membayar premi. Sebaiknya kamu memastikan kondisi keuanganmu sangat aman. Uang yang dibayarkan untuk kebutuhan premi asuransi jiwa setelah kebutuhan makan dan sehari-harimu sudah terbayar, barulah membayar premi asuransi jiwa.

Kamu juga harus tahu berapa besar harga premi yang harus dibayar setiap bulannya. Harga premi akan sangat bervariatif. Sebab perusahaan akan melihat faktor usia dan juga jenis produk asuransi apa yang akan dibeli sebelum menentukan premi yang harus dibayarkan. Harga premi yang harus dibayar nasabah saat ia sudah mengajukan surat pengajuan asuransi jiwa (SPAJ) minimal sebesar Rp300.000 per bulan.

Harga asuransi tersebut juga biasanya hanya bisa diperuntukan anak-anak atau orang dewasa dengan usia kurang dari 35 tahun. Peraturan atau polis tersebut dibuat karena semakin bertambahnya usia seseorang, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang akan terjadi. Selain itu, pihak asuransi juga akan menanyakan beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan.

Usia Saat Mengajukan Asuransi

Usia dan kesehatan berbanding lurus. Semakin muda, risiko gangguan kesehatan semakin kecil, biaya premi pun kemungkinan akan lebih murah daripada yang mengajukan asuransi kesehatan di atas usia 35 tahun.

Tidak heran jika kini banyak masyarakat yang mulai sadar dengan kondisi kesehatannya yang membeli produk asuransi saat mereka masih berusia di bawah 35 tahun. Bahkan beberapa orang mulai mempersiapkan asuransi jiwa bagi diri sendiri, anak, orang tua, istri, dan saudara. Jadi, jangan tunggu sampai usiamu bertambah dan penyakit maupun kecelakaan satu persatu mulai berdatangan.

Semakin muda usia kamu mendaftarkan asuransi jiwa, pengajuan asuransi otomatis juga akan mendapatkan kemudahan. Jangan lupa untuk selalu memastikan perusahaan asuransi yang bakal kamu beli produknya adalah perusahaan asuransi terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Manfaatkan juga pendaftaran asuransi lewat CekAja.com jika kamu ingin mendapatkan banyak kemudahan.

Tentang Penulis