Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Mengenal Pengertian dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

by Rini Agustina on 26 Februari, 2020

Program asuransi perjalanan mungkin jadi produk baru yang masih awam bagi sebagian masyarakat Indonesia. Layaknya produk proteksi lain asuransi perjalanan juga menawarkan perlindungan maksimal yang melindungi tertinggi dari sejumlah resiko seperti kecelakaan dan sakit keras.

Mengenal Pengertian dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

Asuransi perjalanan dapat dibeli untuk satu kali perjalanan, atau dengan periode lamanya Anda berada di sebuah negara. Maksimum perlindungan asuransi perjalanan rata-rata adalah 90 hari.

Asuransi perjalanan terbagi kedalam dua jenis yakni konvensional dan syariah. Jenis konvensional biasanya menyediakan proteksi untuk kunjungan ke seluruh negara di dunia.

(Baca juga: Cara Paling Efektif Menghindari Pencurian Data Kartu Kredit)

Sementara asuransi perjalanan syariah biasanya hanya menawarkan produk perlindungan untuk tujuan wisata halal. Tercatat jumlah peminat asuransi perjalanan syariah ini terus mengalami peningkatan.

Data yang dihimpun Travelin Syariah dari Adira Insurance memperlihatkan adanya lonjakan positif mencapai 161.489 pengguna sejak 3 tahun belakangan hingga tahun 2018. Ini menandakan bahwa masyarakat sudah terbuka dengan adanya asuransi dan memahami manfaat yang ditawarkannya.

Apa itu Asuransi Perjalanan Syariah?

Asuransi perjalanan syariah adalah program perlindungan yang memberikan manfaat kepada peserta. Berupa jaminan kecelakaan dalam perjalanan, sakit dan cedera dalam perjalanan, ketidaknyamanan dalam perjalanan dan layanan tambahan lainnya selama melakukan perjalanan umrah maupun halal tour ke luar negeri.

travel insurance hanya berlaku pada anda yang sedang melakukan perjalanan. Perlindungan kesehatan hanya akan menutupi tertanggung hingga batas waktu yang telah disepakati yang rata-rata maksimal adalah 90 hari, baik untuk perjalanan dalam negeri maupun luar negeri. Sementara untuk manfaat yang ditawarkan hampir sama dengan travel insurance pada umumnya. 

Salah satunya adalah perlindungan rumah ketika anda melakukan perjalanan seperti kebakaran dan pencurian, sehingga Anda bisa tenang menjalani liburan. Manfaat lain adalah perjalanan yang lebih nyaman sebab perusahaan asuransi akan menanggung berbagai resiko yang bisa menimpa Anda selama berlibur.

Adanya asuransi perjalanan. Menjamin Anda mendapatkan fasilitas medis maksimal dan bantuan evakuasi medis 24 jam dalam keadaan darurat di berbagai negara yang masuk dalam perjanjian.

Namun biasanya asuransi perjalanan syariah ini hanya berlaku di wilayah yang tergolong wisata halal. Seperti Arab Saudi, UEA, Turki, Mesir dsb. Tak heran jika asuransi perjalanan syariah ini lebih banyak dibeli oleh mereka yang hendak umroh maupun pergi berhaji.

7 Manfaat Memiliki Asuransi Perjalanan Syariah

Bepergian ke berbagai negara di dunia tampak sebagai sesuatu yang menyenangkan, tidak beresiko dan justru membawa dampak positif pada diri manusia. Namun dibalik keindahan yang ditawarkan, sebenarnya ada berbagai risiko yang membayangi para pelancong seperti terserang penyakit atau virus di negara tujuan, menjadi korban kejahatan seperti pencurian dan perampokan atau yang lebih parah adalah mengalami kecelakaan di tempat wisata yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Tidak ada yang berharap dan menduga bakal mengalami hal-hal buruk dalam hidupnya. Karena itu penting untuk melindungi diri dengan asuransi. Terlebih jika destinasi yang dituju adalah kawasan religi. Pastinya tujuan Anda kesana ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan bukan? Agar ibadah Anda semakin tenang dan khusyuk sebaiknya proteksi diri dengan produk asuransi perjalanan syariah. 

Ingin tahu manfaat utama produk asuransi perjalanan syariah? Berikut diantaranya:

1. Menanggung biaya perawatan medis

Asuransi akan menanggung biaya perawatan medis para tertanggung selama mereka melakukan perjalanan di negara tujuan. Travel insurance akan menanggung biaya perawatan medis akibat  kecelakaan, terserang penyakit, atau harus melakukan konsultasi dengan dokter.

Ingat biaya perawatan medis di luar negeri terlebih di negara maju biasanya sangat tinggi. Membayar sendiri biaya perawatan rumah sakit tentu akan sangat membebani keuangan. Jika ingin mendapatkan manfaat maksimal pilihlah asuransi perjalanan syariah dengan sistem cashless, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun untuk pemenuhan biaya perawatan kesehatan.

2. Kompensasi keterlambatan atau pembatalan perjalanan

Keterlambatan hingga pembatalan keberangkatan untuk perjalanan umroh sering terjadi, terutama ketika kondisi cuaca sedang buruk atau tiba-tiba maskapai membatalkan perjalanan tanpa pemberitahuan.

Asuransi akan melindungi Anda dari kerugian akibat pembatasan perjalanan ini dengan memberikan kompensasi atau ganti rugi berupa penginapan atau penjadwalan keberangkatan ulang. 

3. Santunan atas kematian

Manfaat ini mungkin lebih terasa bagi keluarga tertanggung dibanding pemegang polis sendiri. Asuransi akan memberikan santunan jika pemegang polis meninggal dunia saat melakukan wisata religi dan ahli waris yang berhak menerima santunan atau sumbangan kematian.

Santunan ini diharapkan dapat mengurangi beban finansial keluarga yang tinggalkan. Besar santunan berbeda-beda sesuai dengan pilihan premi jenis yang diambil.

4. Kerusakan bagasi dan kehilangan barang pribadi

Bandara internasional menjadi tempat paling mudah untuk melakukan kejahatan, tak heran jika tidak sedikit kasus penumpang kehilangan koper, tertukar koper atau bahkan mengalami kerusakan koper di bagasi.

Perusahaan asuransi bakal menanggung kerusakan terkait bagasi ini, sehingga Anda tak perlu khawatir kehilangan isi didalamnya yang penting. Selain itu kehilangan dokumen penting seperti paspor dan identitas diri lain juga menjadi tanggung jawab pihak asuransi

5. Perlindungan rumah yang ditinggalkan

Asuransi perjalanan syariah juga memberikan perlindungan untuk properti yang Anda tinggalkan selama perjalanan. Kebakaran, bencana alam dan perampokan menjadi salah satu tanggungan perusahaan asuransi.

Meski tidak mengganti secara keseluruhan kerugian yang Anda alami, namun cukup mengurangi beban kehilangan akibat hilangnya tempat tinggal.

6. Biaya pemulangan jenazah

Tidak ada yang tahu kapan ajal akan datang dan bagaimana caranya, bisa saja hal itu terjadi ketika Anda melakukan wisata ibadah di tanah suci. Lantas bagaimana jika kematian datang di negeri orang sementara tidak ada sanak saudara yang dikenal?

Tanpa asuransi mungkin jenazah tidak akan dipulangkan atau terbujur kaku di ruang mayat bangsal rumah sakit. Namun hal itu tidak akan menimpa nasabah asuransi perjalanan, sebab biaya pengurusan dan pemulangan jenazah ke negeri asal akan menjadi tanggungan perusahaan asuransi. 

7. Biaya kunjungan keluarga

Maksudnya adalah pihak asuransi akan membayar biaya perjalanan salah satu anggota keluarga. Jika tertanggung terpaksa dirawat di rumah sakit ketika melakukan perjalanan wisata.

Anda tak perlu khawatir jika tiba-tiba jatuh sakit, karena perusahaan asuransi akan membantu salah satu kerabat Anda untuk bisa terbang dan menemani Anda di rumah sakit hingga sembuh.

Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah dan Konvensional
  • Negara Tujuan

Perbedaan paling mencolok antara asuransi perjalanan syariah dan konvensional dan negara tujuan wisata. Untuk travel insurance konvensional biasa memberikan perlindungan untuk tujuan wisata ke berbagai belahan dunia dan dengan tujuan berlibur.

Sementara negara tujuan asuransi perjalanan syariah biasanya adalah kawasan yang sering digunakan untuk ibadah umat muslim di dunia seperti Arab Saudi dan sekitarnya.

  • Pengawasan

Perbedaan lain antara asuransi perjalanan syariah dan konvensional adalah adanya Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). DSN bertugas mengawasi segala bentuk pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengaturnya.

DSN akan memastikan produk asuransi berjalan sebagaimana mestinya, sesuai kehalalan yang diterapkan oleh hukum islam. Setiap produk dan kebijakan yang dibuat oleh perusahaan asuransi mesti mendapat persetujuan lebih dulu dari DPS. Peserta tak perlu ragu soal kehalalannya karena sudah dijamin oleh DSN.

  • Akad

Perbedaan paling mendasar lain adalah soal akad. Pada produk asuransi konvensional akad yang digunakan adalah tabaduli, yakni akad jual beli. Yakni harus jelas ada penjual, pembeli, barang (objek) yang diperjualbelikan, harga, dan sighat (ijab qabul). 

Sementara dalam asuransi syariah, akad yang digunakan adalah akad takaful (akad tolong menolong). Dana yang dikumpulkan dari peserta dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dana Tabarru. 

Kumpulan dana inilah yang nantinya digunakan untuk membayar santunan kepada peserta yang mengalami musibah, sakit atau bahkan meninggal dunia dana inilah yang digunakan untuk mengganti kerugian atas risiko yang dialami para peserta.

Di dalam akad tidak boleh terdapat unsur gharar (penipuan), maisir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat. Tujuan akad bukanlah bisnis melainkan saling tolong menolong.

(Baca juga: Cara Lengkap Lapor SPT Tahunan 2020 yang Ditutup Maret Ini)

Sementara didalam perusahaan asuransi ada tujuan bisnis yang ingin dicapai. Yakni perusahaan asuransi yang mendulang keuntungan dari banyaknya pemegang polis. Umumnya ada dua akad yang jamak digunakan perusahaan asuransi syariah di Indonesia. 

Pertama, akad tabarru’  yakni pemberian dana dari satu peserta kepada Dana Tabarru’ untuk tujuan tolong menolong di antara peserta bukan untuk tujuan mengambil untung.

Kedua, akad tijarah. Yakni Akad antara peserta asuransi syariah dengan perusahaan asuransi. peserta asuransi syariah memberikan kuasa kepada perusahaan asuransi sebagai wakil peserta untuk mengelola dana Tabarru’ dan atau dana investasi sesuai kesepakatan, dengan imbalan berupa ujrah (fee).

  • Pihak Asuransi Hanya Pengelola

Berbeda dengan asuransi perjalanan konvensional yang memposisikan perusahaan asuransi sebagai pemilik dana seutuhnya. Artinya ada pengalihan resiko dari tertanggung kepada perusahaan asuransi.

Namun sebagai gantinya, pihak asuransi memiliki sepenuhnya dana Anda dan bebas mereka pergunakan untuk kegiatan apapun. Sementara pada asuransi syariah ini dana tetap menjadi milik semua peserta. Posisi perusahaan hanyalah mengelola dana untuk dipergunakan bagi yang membutuhkan.

Cara Klaim Asuransi Perjalanan

Banyak yang belum memahami bagaimana pengajuan klaim untuk asuransi perjalanan, terlebih jika tertanggung mesti mendapatkan perawatan medis dalam waktu cepat. Umumnya proses pengambilan dana atau penggunaan asuransi terbagi dalam dua skema yakni cashless dan reimburse. 

Sekma cashless ini hanya dapat dinikmati oleh pemegang polis yang perusahaan asuransinya termasuk dalam worldwide provider.  Jadi, sekalipun Anda mengalami kecelakaan di luar negeri dan harus mendapatkan perawatan Anda hanya perlu menghubungi kantor perwakilan terkait. Mereka akan mengirimkan perwakilan yang menanggung semua biaya pengobatans secara cashless.

Sementara skema lain yang jamak dipraktikan adalah reimburse. Ketika jatuh sakit atau mengalami kecelakaan, Anda bisa berobat terlebih dahulu di negara tersebut dengan dana sendiri, kemudian kumpulkan semua bon pembayaran termasuk diagnosa dokter untuk melakukan klaim di Indonesia.

Karena itulah sebelum memutuskan membeli premi, penting untuk memastikan fasilitas yang ditawarkan produk asuransi. Pilih yang paling memudahkan Anda ketika berada di luar negeri, jangan sampai ibadah Anda terganggu dengan masalah-masalah yang diakibatkan kurangnya pemahamanan Anda mengenai asuransi perjalanan yang dipilih.

Tentang Penulis