Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Cara Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Yang Perlu Diketahui

by Maria Nofianti on 2 April, 2020

Tidak hanya pada orang dewasa saja, batuk pilek juga bisa dialami oleh bayi loh. Batuk pilek pada bayi karena sistem kekebalannya belum siap untuk melawan 100 atau lebih virus yang menyebabkan infeksi ini. virus flu menyebar melalui udara ketika seseorang yang sakit itu batuk atau bersin. Itu bisa saja mendarat di permukaan mainan atau meja. Ketika bayi menyentuh permukaan-permukaan yang telah terkontaminasi kemudian meletakkan tangannya di mulut mereka maka mereka membuat virus gampang sekali masuk ke dalam tubuh.

cara mengatasi batuk pilek pada bayi

Bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun berisiko tinggi terkena komplikasi dari flu. Ketika mereka terkena influenza, bayi lebih cenderung sakit parah dan berakhir di rumah sakit daripada anak yang lebih tua.

Mengapa Bayi Sakit Karena Flu?

Bayi di bawah usia dua tahun lebih mungkin terserang flu karena sistem kekebalannya belum berkembang sepenuhnya. Mereka juga mungkin mengalami kesulitan makan karena tersedak, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Batuk yang parah bisa sulit bagi bayi dan bisa menyebabkan pneumonia dapat berkembang dengan cepat.

Bagaimana Flu Mempengaruhi Anak Anda

Gejala flu pada bayi termasuk batuk, demam, susah makan, dan rewel berlebih. Kita harus segera menghubungi dokter anak atau pergi ke pelayanan kesehatan jika anak mengalami hal berikut:

  • Memiliki kesulitan makan atau menolak untuk minum
  • Rewel atau tidak akan tersenyum atau bermain selama lebih dari 4 jam
  • Memiliki kesulitan bernapas atau mengeluarkan suara bengek saat bernafas
  • Muntah atau diare persisten
  • Sering batuk
  • Demam di atas 38 derajat celcius
  • Tidak menangis ketika mereka menangis atau belum popok basah dalam 8 jam

Ini semua bisa menjadi tanda komplikasi serius dan harus segera dibicarakan dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter anak.

Jika anak tidak memiliki tanda-tanda serius ini tetapi memiliki gejala flu, hubungi penyedia layanan kesehatan selama jam kerja. Mereka mungkin memutuskan si kecil perlu diperiksa dan di tes untuk flu. Obat antivirus (seperti Tamiflu) mungkin diperlukan bagi anak untuk membantu meminimalkan kemungkinan penyakit serius dan komplikasi.

Jika anak bayi terserang flu, pastikan untuk tetap mengawasinya dan perhatikan adanya perubahan. Bayi bisa mulai dengan flu ringan tetapi bisa sangat cepat sakit. Jika si kecil sakit, tampaknya sembuh selama satu atau dua hari dan kemudian tiba-tiba sakit, hubungi penyedia layanan kesehatan. Ini adalah tanda infeksi sekunder yang dapat mengindikasikan bronkitis, radang paru-paru atau komplikasi flu lainnya.

Cara Melindungi Anak Dari Flu

Tentu saja, lebih baik daripada mengobati flu sama sekali mencegahnya. Anak-anak di atas usia enam bulan harus mendapatkan suntikan flu setiap tahun untuk mencegah flu. Vaksinasi flu dosis tunggal kini tersedia, dan dapat diminta. Ini diproduksi tanpa thimerosal, yang menurut beberapa penelitian harus dihindari pada populasi yang rentan ini.

Banyak orang tua khawatir tentang keamanan dan kemanjuran suntikan flu untuk anak-anak. Banyak penelitian telah dilakukan dan hasilnya secara konsisten menunjukkan bahwa vaksin flu aman dan efektif untuk anak-anak. Tidak ada bukti bahwa suntikan flu (atau vaksin lain) menyebabkan masalah medis seperti autisme dan ADHD.

Bayi bisa terkena batuk pilek dari orang lain seperti dari saudaranya yang sedang sakit, tempat penitipan anak atau dari orang dewasa yang sakit dan berjabat tangan dengannya. Tertularnya bayi ini sering membuat orang tua khawatir. Bayi bisa terserang flu di usia berapapun atau bahkan sepanjang tahun. Mereka bisa mengalaminya sebanyak 8 sampai 10 kali dalam dua tahun pertama mereka. Apalagi jika bayi berada di sekitar anak yang lebih besar maka potensi mengalami batuk pilek lebih besar.

Bahaya pilek batuk pada bayi

Pada dasarnya batuk pilek pada bayi terutama yang baru lahir tidak berbahaya, tetapi itu bisa berkembang sangat pesat menjadi penyakit yang lebih serius seperti pneumonia. Penyakit yang diderita bayi dengan usia dibawah 2-3 bulan adalah alasan untuk pergi menemui dokter apalagi jika mereka demam. Nah ini akan sangat membantu jika orang tua memiliki asuransi kesehatan. Jika batuk pilek pada bayi menjadi satu kondisi yang lebih serius paling tidak sudah ada persiapan dananya. Sebelum membahas kondisi serius bayi karena batuk pilek ini ada baiknya kita bahas tentang cara mengatasi batuk pilek pada bayi terlebih dahulu. Ini bisa menjadi langkah antisipasi agar kondisinya tidak memburuk.

Pada bayi saat mengalami batuk pilek akan menunjukkan tanda-tanda atau gejala sekitar 1 atau 3 hari setelah dia terinfeksi. Bayi umumnya akan mengalami gejala seperti:

  • Hidung tersumbat
  • Keluar ingus atau cairan dari hidung
  • Mata merah
  • Bersin
  • Batuk
  • Mudah lelah
  • Rewel
  • Sulit tidur
  • Susah makan
  • Muntah

Meskipun batuk pilek bisa sembuh dengan cepat bukan berarti jika terdapat gejala batuk pilek bisa diabaikan begitu saja. Batuk pilek ini bisa juga disebut common colds dan menjadi sakit langganan pada bayi.

Mengatasi batuk pilek bayi di rumah

Lalu bagaimana cara mengatasi batuk pilek pada bayi selama di rumah? Kali ini kita akan berikan tips untuk mengatasi batuk pilek pada bayi saat di rumah seperti:

  • Menempatkan bayi di ruangan yang tidak memakai AC agar hidung tersumbatnya berkurang. Jika ingin lebih nyaman maka bisa memakai humidifier untuk kamar bayi bisa juga mengurangi hidung yang tersumbat. Ganti air setiap hari dan bersihkan sesuai anjuran pabrik.
  • Bersihkan ingus bayi jika itu sudah terlalu banyak dengan menggunakan penyedot ingus. Untuk mengencerkan lendirnya bisa ditetesin sedikit air garam ke hidungnya.
  • Bersihkan luar lubang hidung jika ada cairan yang mengering dan menempel. Pakailah kapas dan air hangat untuk membersihkannya.
  • Lembabkan luar hidung bayi dengan pelembab khusus bayi atau petroleum jelly agar lubang hidung tidak iritasi.
  • Berikan banyak ASI untuk bayi. Dengan memperbanyak ASI maka cairan tubuh akan tetap terjaga dan antibodi dalam ASI bisa menjaga imunitas tubuh bayi. Jika bayi sudah berusia 6 bulan ke atas bisa diberikan teh hangat.
  • Tepuk-tepuk punggungnya dengan perlahan untuk membantu pernapasannya lebih nyaman. Bisa dilakukan saat menggendong bayi posisi duduk menghadap ke depan dan badan menjadi condong ke arah depan.

Cara mengatasi batuk dan pilek pada bayi memang mudah. Karena ini sering dianggap sebagai penyakit tapi sebenarnya ini bisa saja karena alergi. Penanganan yang tepat untuk bayi tentu akan membuat kondisinya lebih baik. Biasanya bayi akan sembuh dengan sendirinya dalam 7 sampai dengan 10 hari. Tapi orang tua juga harus sadar bahwa ada beberapa kondisi bayi yang mesti diwaspadai saat dia terkena batuk dan pilek. Ini untuk menghindari kondisi bayi yang makin memburuk. Beberapa kondisi pada bayi yang mesti diwaspadai antara lain:

(Baca Juga: Pentingnya Asuransi Untuk Anak Bayi)

  • Jika bayi  usia dibawah 3 bulan, pilek dan batu yang juga diiringi dengan demam >390 C atau jika bayi dengan usia di atas 3 bulan mengalami demam sampai 40 derajat Celcius
  • Mengalami demam lebih dari dua hari
  • Ada kotoran mata atau mata menjadi berair
  • Mengalami batuk yang intens dan napasnya yang cepat serta terdengar bunyi melengking saat bernapas
  • Pola makan dan tidur berubah dengan sangat signifikan
  • Saat disusui lebih sering rewel bahkan menolak. Bayi akan menggosok telinga saat menyusu
  • Setelah 7 sampai 10 hari pilek tidak ada tanda-tanda sembuh
  • Bayi muntah sampai di kondisi mereka kurang buang air kecil yang bisa menyebabkan defisiensi nutrisi yang berbahaya.

Jika bayi mengalami kondisi di atas orang tua bisa langsung membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada saat di rumah pemberian obat juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Jangan memakai obat-obatan yang dijual secara bebas sebagai cara mengatasi batuk dan pilek pada bayi. Sebaiknya konsultasi lebih dulu dengan dokter anak.

Nah karena kerentanan bayi dalam sebuah penyakit itu lebih besar kemungkinannya maka memiliki asuransi kesehatan untuk bayi bisa menjadi pilihan loh. Memberikan perlindungan untuk si kecil adalah tugas orang tua. Maka dari itu selain memberikan cinta dan kasih sayangnya, orang tua juga bisa memberikan asuransi untuk anak mereka. Lalu asuransi yang seperti apa yang bagus untuk si kecil? Tips berikut ini bisa membantu kamu memberikan asuransi yang bagus untuk si kecil.

1. Mengenali penyakit turunan dari keluarga

Sebagai orang tua mengenali penyakit turunan yang ada dalam keluarga menjadi suatu perhatian sebelum memilih asuransi untuk si kecil. Jika ada riwayat penyakit keturunan yang parah maka kamu harus segera mendaftarkan si kecil ke asuransi kesehatan.

2. Tahu kondisi bayi setelah dilahirkan

Biasanya bayi yang lahir masih terlindungi dengan asuransi kehamilan dari ibunya. Tapi untuk berjaga-jaga maka orang tua harus tahu kondisi sebenarnya kesehatan bayi setelah dilahirkan. Dengan begitu misalkan ternyata bayi sehat maka orang tua bisa memberikan perlindungan asuransi kesehatan dari usia 1 tahun.

3. Perhatikan manfaat yang didapat

Saat akan memilih asuransi mana yang tepat untuk si bayi maka ada baiknya melihat dengan seksama jumlah premi dan manfaat apa yang bisa didapatkan dari perlindungan itu. usahakan bahwa itu tidak akan menggoyahkan kondisi finansial orang tua. Manfaat yang akan didapatkan juga harus sebanding dengan jumlah premi yang akan dibayarkan. Pastikan beberapa daftar penyakit kritis yang bisa ditanggung, biaya rawat inap dan lainnya.

Nah itu dia cara mengatasi batuk dan pilek pada bayi yang bisa dilakukan saat di rumah. Jika kondisi bayi tidak memburuk maka tips-tips di atas mungkin bisa membantu. Tapi jika kondisi batuk pilek bayi menjadi lebih buruk maka membawanya ke fasilitas kesehatan adalah keharusan. Maka dari itu lindungi si kecil dengan asuransi kesehatan sejak dini mungkin ya! Karena kita tidak pernah tahu di kapan bayi kita akan sakit baik ringan atau berat. Tetap sehat ya, dan pastikan sebagai orang tua kita jangan panik menghadapi kondisi anak yang sedang tidak sehat, karena kepanikan hanya akan memperburuk kondisi, baik itu kondisi kesehatan anak kita, bahkan kita sendiri.

Tentang Penulis