Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Pentingnya Memiliki Asuransi untuk Anak Sejak Dini

by Rini Agustina on 2 April, 2020

Belum banyak masyarakat Indonesia yang menyadari bahwa asuransi bukan hanya berperan melindungi pemegang polisnya, namun juga dapat memproteksi seluruh anggota keluarga khususnya anak-anak. Asuransi untuk anak dapat menjadi perencanaan keuangan di masa depan ketika anak-anak tumbuh dan memerlukan biaya pendidikan yang tidak sedikit.

Pentingnya Memiliki Asuransi untuk Anak Sejak Dini

Kehadiran asuransi untuk anak juga dapat memberikan nilai investasi ketika kita memilih produk unit-link. Artinya semakin besar jumlah premi yang dibayar maka kemungkinan keuntungan yang didapat juga semakin tinggi.

Namun itu hanyalah “bonus” yang diberikan oleh asuransi karena tetap manfaat utamanya adalah menjamin kondisi finansial pemegan polis tetap aman ketika resiko datang.

Jenis-Jenis Asuransi untuk Anak

Tidak sedikit para orang tua yang menyadari pentingnya asuransi untuk anak-anak mereka. Bukan hanya produk asuransi pendidikan yang mereka pikir penting, proteksi lain seperti kesehatan juga tidak luput dari perhatian para orang tua. Setidaknya menurut para orang tua di Indonesia berikut ini adalah jenis asuransi yang bisa dipilih untuk melindungi anak-anak:

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah jenis perlindungan yang wajib dimiliki oleh Anda yang sudah berkeluarga. Asuransi jiwa menjanjikan uang pertanggungan ketika pemegang polis meninggal dunia atau mengalami cacat permanen yang membuatnya tak bisa lagi bekerja. 

Uang Pertanggungan tersebut dapat dipakai untuk banyak hal, seperti pengganti pemasukan bulanan, warisan, biaya pendidikan anak, dan lain-lain. Premi asuransi jiwa rata-rata sangat terjangkau dengan skema pembayaran bulanan dan tahunan. 

2. Asuransi jiwa dwiguna

Ini adalah jenis asuransi jiwa yang menawarkan perlindungan jiwa sekaligus memberikan manfaat berupa dana pendidikan anak. Menurut laman OJK, asuransi dwiguna adalah proteksi yang memberikan jumlah uang pertanggungan saat tertanggung mengalami risiko dalam periode tertentu.

Sekaligus memberikan seluruh uang pertanggungan jika ia masih hidup pada masa akhir pertanggungan. Namun karena memberikan manfaat ganda, besar premi yang mesti dibayar juga lebih tinggi dibanding asuransi jiwa.

3. Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan juga penting diberikan kepada anak, untuk memastikan ia selalu mendapatkan perawatan medis maksimal ketika sakit. Asuransi kesehatan juga melindungi keuangan keluarga ketika lebih dari satu anggota keluarga jatuh sakit secara bersamaan.

Biasanya asuransi kesehatan akan memberikan manfaat berupa rawat inap, rawat jalan hingga santunan kematian. Anda dapat membeli asuransi kesehatan individu untuk anak tercinta, atau melindungi seluruh keluarga dengan asuransi kesehatan keluarga.

Asuransi kesehatan keluarga adalah produk proteksi yang melindungi hingga 5 anggota keluarga dalam 1 polis. Sehingga jumlah premi yang dibayar bisa lebih terjangkau dengan satu kali pembayaran saja setiap bulannya.

4. Asuransi Pendidikan

Jika pada asuransi jiwa dwiguna ada manfaat tambahan berupa asuransi pendidikan, tidak ada salahnya jika Anda membeli asuransi pendidikan secara terpisah.

Asuransi pendidikan adalah jenis proteksi yang melindungi kondisi finansial Anda dari resiko melambungnya dana pendidikan anak. Umumnya asuransi pendidikan ditawarkan dalam produk berjangka mulai dari 5, 10,15 hingga 20 tahun

Itulah 4 jenis asuransi untuk anak yang bisa Anda persiapkan sejak dini untuk menjamin kehidupan masa depannya nyaman dan tenang.

(Baca juga: Asuransi yang Tepat Untuk Pekerja Medis di Kala Corona Merajarela)

Setiap orang tua pasti menginginkan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Karena itulah persiapan matang harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak anak baru lahir ke dunia. Persiapan dini mesti dilakukan mengingat biaya pendidikan yang selalu naik tiap tahunnya. Kenaikannya bahkan bisa mencapai 15-20% per tahun, setara dengan kenaikan harga properti.

Memang untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas pemerintah memberikan keringanan berupa bantuan pendidikan. Namun , hal tersebut tak berlaku lagi ketika memasuki jenjang perguruan tinggi.

Bahkan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saja masih ada uang pangkal yang mesti dibayar, jumlahnya tidak kecil bisa mencapai lebih dari Rp 20 Juta, itu untuk jurusan-jurang kurang favorit sementara untuk fakultas populer seperti kedokteran dan pertambangan angkanya bisa mencapai ratusan juta.

Sebagai orang tua tentunya kita tak mau biaya menjadi kendala anak untuk menggapai mimpinya. Berbagai upaya harus dilakukan demi memberikan yang terbaik  untuk anak. Opti yang bisa kita pilih adalah membuka tabungan anak, investasi dan membeli asuransi pendidikan anak. Ketiganya sama-sama memberikan manfaat jaminan pendidikan anak hingga perguruan tinggi, tapi dengan resiko yang berbeda-beda.

Pentingnya Memiliki Asuransi untuk Anak Sejak Dini

Menyiapkan asuransi pendidikan untuk anak sejak dini penting bagi para orang tua untuk memastikan anak mendapatkan pendidikan maksimal tanpa mengganggu rencana keuangan keluarga. Beberapa manfaat lain memiliki asuransi untuk anak sejak dini antara lain:

  • Asuransi membuat Keuangan Keluarga Lebih Terencana

Biaya pendidikan seringkali tak terduga, bukan hanya uang pangkal atau biaya semesteran yang mesti dibayar namun juga ada biaya pendukung lain misalnya untuk pembelian buku, iuran sekolah dll yang jumlahnya tidak sedikit.

Iuran semacam ini seringkali mengganggu kas keuangan keluarga jika sebelumnya tidak dipersiapkan. Adanya asuransi ada alokasi anggaran khusus yang bisa dimanfaatkan tanpa mengganggu kas utama. Sehingga kebutuhan lain tidak terganggu.

  • Asuransi Menjamin Masa Depan Anak

Karena biaya pendidikan selalu naik setiap tahun, kita harus lebih siap menyediakan dana untuk menyokong mimpi-mimpi anak. Jangan sampai memiliki pemikiran “gimana nanti”.

Justru mulai sejak dini Anda sebagai orang tua harus memikirkan bagaimana nanti keluarga menghadapi kondisi tagihan biaya pendidikan anak yang tinggi.

Asuransi dapat membantu Anda membiayai pendidikan anak hingga pendidikan tinggi, bahkan dalam kondisi Ada tak lagi bekerja dan berpenghasilan. Karena pihak asuransi sudah mengambil resiko untuk membiayai anak Anda hingga lulus perguruan tinggi.

  • Asuransi dapat Melindungi Orang Tua

Selain menjamin masa depan pendidikan anak dengan menyediakan dana yang dibutuhkan. Asuransi pendidikan anak juga sekaligus dapat melindungi orang tua dari resiko finansial yang kemungkinan terjadi.

Ketika mereka mengalami musibah yang menyebabkan cacat permanen sehingga tak bisa lagi bekerja, atau musibah yang mengakibatkan kehilangan nyawa.

Asuransi pendidikan menjamin pemegang polis mendapatkan asuransi jiwa yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan medis maupun pemakaman.

  • Asuransi dapat Berperan Sebagai Investasi

Asuransi pendidikan ini berbeda dengan tabungan pendidikan, sebab asuransi pendidikan menjanjikan adanya return hasil investasi yang mereka kelola dengan memutarnya di instrumen keuangan seperti reksadana dan saham. Tentunya semakin lama jangka waktu pembayaran premi maka keuntungan yang bisa didapat semakin besar.

Tips Memilih Asuransi Pendidikan untuk Anak

Setelah mengetahui pentingnya asuransi pendidikan untuk anak, Anda pastinya ingin segera membeli premi yang paling sesuai. Ada banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang menawarkan produk asuransi pendidikan. Sehingga Anda harus betul-betul mempertimbangkan dan memilih yang terbaik.

Setidaknya ada standar baku yang harus Anda persiapkan sebelum memutuskan membeli polis asuransi. Berikut diantaranya:

1. Menghitung Biaya Pendidikan

Langkah awal ketika ingin memilih premi asuransi adalah menghitung besar biaya pendidikan yang dibutuhkan khususnya ketika si kecil nanti memasuki jenjang perguruan tinggi.

Hitung dengan teliti berapa dana masuk SD, SMP, dan SMA, bahkan hingga perguruan tinggi yang masuk dalam daftar target Anda. Rancanglah dimana kemungkinan si kecil akan menempuh pendidikannya.

Kemudian, cari informasi berapa jumlah biaya tahunan yang diperlukan. Dengan begitu Anda bisa lebih mudah menentukan premi bulanan yang harus diambil dan jenis asuransi yang mesti dibeli.

2. Pilih Premi Paling Sesuai dengan Kondisi Finansial

Setelah menghitung berapa biaya yang dibutuhkan, waktunya untuk mencari jenis asuransi yang menyediakan manfaat yang Anda butuhkan. Biasanya asuransi pendidikan ini ditawarkan dari mulai premi rendah yakni Rp 100 ribu/bulan sampai jutaan perbulan.

Anda bandingkan saja mana yang paling pas dengan kondisi keuangan saat ini. Idealnya asuransi pendidikan tidak menyedot lebih dari 10% pendapatan bulanan Anda.

3. Pilih Skema Pembayaran Paling Ringan

Biasanya perusahaan asuransi menawarkan pembayaran premi asuransi pendidikan secara bulanan dan tahunan. Jika Anda tipikal orang yang sulit menabung sebaiknya pilih metode pembayaran bulanan.

Ada pula skema pembayaran triwulan dan semesteran, pembayaran premi tahunan akan cukup berat karena nilainya diakumulasikan selama 12 bulan.

4. Pilih Jangka Waktu Paling Tepat

Rata-rata asuransi pendidikan menawarkan jangka waktu pertanggungan antara 5, 10,15, hingga 20 tahun. Sesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan anak.

Jika Anda membeli premi asuransi pendidikan ketika anak masih berusia 1 tahun dengan rencana perlindungan hingga ia perguruan tinggi maka Anda bisa mengambil jangka waktu 15 tahun atau 20 tahun.

Namun jika baru memulai membeli asuransi pendidikan ketika anak memasuki usia sekolah dasar jangka waktu 5 atau 10 tahun juga sudah cukup.

5. Pilih Proses Klaim Paling Mudah

Satu hal paling penting mengenai asuransi pendidikan adalah memastikan bahwa pembayaran klaimnya tidak berbelit-belit. Mekanisme pencairan dana asuransi pendidikan ini biasanya hanya dapat dilakukan satu kali, yakni saat periode pembayaran polis berakhir atau ketika pemegang polis meninggal dunia namun ahli wari tidak ingin melanjutkan premi.

Jangan malu untuk bertanya kepada pihak perusahaan asuransi mengenai hal ini, jangan sampai ketika nanti Anda membutuhkan dana pendidikan justru dana tidak bisa ditarik karena keengganan Anda untuk mencari informasi.

6. Hitung Resikonya

Beda dengan tabungan pendidikan yang berfungsi menampung uang Anda secara berkala, asuransi pendidikan ini akan menjadi milik perusahaan asuransi dan dikelola sesuai dengan keinginan perusahaan.

Karena pengelolaan inpula, biasanya ada biaya administrasi yang dibebankan sehingga besar nilai pertanggungan yang diterima biasanya kurang dari ekspektasi.

Terlebih jika yang Anda pilih adalah jenis asuransi unit-link. Memang bisa jadi keuntungan yang ditawarkan asuransi unit-link ini besar, namun bukan tidak mungkin malah merugi karena manajer keuangan yang kurang lihai melakukan kelola keuangan. Anda harus pahami hal ini sebelum akhirnya berkata menyesal dan mengaku dirugikan oleh pihak asuransi.

7. Pastikan Perusahaan Asuransi kredibel

Sebelum memutuskan untuk memilih asuransi yang mana, pastikan kalau perusahaan asuransi incaranmu ini kredibel dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Atau jika ragu memilih sendiri Anda bisa menyewa konsultan keuangan, biasanya mereka lebih paham mana perusahaan yang punya nilai bagus dan tidak. Atau bandingkan dengan situs broker asuransi yang kini sudah marak di Indonesia. Cara ini lebih efektif dan juga gratis.

Itulah beberapa tips memilih asuransi pendidikan untuk anak. Ingat, biaya pendidikan anak selalu meningkat setiap tahun, kadang besar kenaikannya tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan Anda.

Asuransi hadir dengan memberi solusi menyediakan biaya pendidikan, memastikan si kecil dapat terus menggapai mimpinya meski kondisi finansial Anda tidak berada dalam titik terbaiknya. Memilih asuransi yang tepat untuk anak adalah hal penting, Cekaja.com memberikan ragam pilihan asuransi yang dapat anda pertimbangkan. Prosesnya sangat cepat dan terjamin keamanannya, karena Cekaja sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi tunggu apa lagi?

Tentang Penulis