Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

9 menit waktu bacaan

Cara Mengurangi Premi Asuransi Mobil Yang Mudah Dan Tepat!

by Rini Agustina on 9 April, 2020

Asuransi mobil adalah salah satu produk yang mesti dimiliki oleh pemilik kendaraan. Adanya asuransi dapat menekan pengeluaran saat resiko kerusakan mobil terjadi. Namun di Indonesia masih banyak pemilik mobil yang belum menyadari pentingnya proteksi ini. Beberapa mengaku tahu betul manfaat yang diberikan namun terkendala dengan harga premi yang tinggi.

Cara Mengurangi Premi Asuransi Mobil Yang Mudah Dan Tepat!

Faktanya harga premi asuransi mobil hanya berkisar sekitar 2-4% per tahun dari total harga mobil. Jelas sangat ringan jika dibandingkan haru melakukan perbaikan sendiri ketika mobil terlibat kecelakaan yang menyebabkan kerusakan parah.

Selain premi mahal, alasan lain yang membuat mayoritas warga menolak asuransi mobil adalah adanya sistem dana hangus. Yakni, jika tidak ada klaim yang diajukan dalam setahun, maka premi yang disetor ke perusahaan asuransi menjadi hak milik perusahaan, tidak akan dikembalikan.

(Baca juga: Serba-serbi Asuransi Kecelakaan Mobil Sport yang Perlu Diketahui)

Meski ada “dana hangus” namun sebenarnya asuransi mobil ini sangat menolong ketika kita tertimpa musibah. Sebab kita tidak pernah tahu kapan dan dimana mobil bakal mengalami kerusakan atau bahkan kehilangan karena pencurian.

Manfaat Asuransi Mobil

Karena belum tentu mobil kita selalu baik-baik saja, bisa saja sewaktu waktu terlibat kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan parah maka keberadaan asuransi mobil akan jadi penyelamat. Berikut adalah beberapa manfaat memiliki asuransi mobil:

1. Mengganti Kerusakan dan Kehilangan Mobil

Ya, asuransi mobil memberikan ganti rugi atas kerusakan dan kehilangan mobil Anda selama kartu kepesertaan dalam masa aktif, atau tidak dalam masa tunggu. Namun biasanya jumlah penggantian kerusakan dan ataupun kehilangan sering tidak sesuai ekspektasi.

Untuk penggantian kehilangan misalnya, pihak asuransi memilih untuk mengganti dengan uang cash yang nilainya tidak sama dengan harga beli mobil. Sebab, perusahaan menilai adanya penurunan harga lantaran mobil adalah jenis komoditi yang terus mengalami penurunan harga seiring dengan usia mobil yang bertambah.

2. Membantu Merencanakan Keuangan

Adanya asuransi juga dapat membantu kita merencanakan keuangan keluarga. Ketika mobil mengalami kerusakan, tak perlu bingung memikirkan budget untuk perbaikan karena sudah menjadi tanggungan pihak asuransi. Kondisi finansial pun bisa lebih stabil, tidak ada goal lain yang harus dikorbankan karena permasalahan mobil.

3. Memberikan Perlindungan lebih

Selain membantu kerusakan mobil secara finansial, keberadaan asuransi kendaraan juga memberikan perlindungan lebih seperti asuransi jiwa, kesehatan dan perlindungan dari pihak ke-3.

Perlindungan dari pihak ke-3 ini maksudnya adalah ketika kita terlibat kecelakaan yang mengakibatkan orang lain terluka dan penyebabnya adalah Anda, maka pihak asuransi akan mengganti biaya kerugian yang dialami oleh pihak ke-3. Sementara Anda pun tetap mendapatkan manfaat perbaikan.

4. Mendapatkan Layanan Derek Gratis

Bagi pengguna mobil pastinya sudah paham bahwa harga layanan derek sangat mahal. Meskipun pemerintah sudah menetapkan harga standar untuk layanan ini, namun masih banyak perusahaan swasta yang bandel.

Tapi, ini tidak akan menimpa Anda dengan asuransi mobil. Sebab asuransi mobil memberikan layanan derek gratis selama mobil berada di wilayah pertanggungan. Anda hanya perlu menelpon call center asuransi dan mereka akan segera mengirimkan tim bantuan ke lokasi.

Itulah beberapa manfaat memiliki asuransi mobil bagi pemilik kendaraan.

Jenis-Jenis Asuransi Mobil

Jenis asuransi  mobil di Indonesia umumnya terdapat dua jenis yakni Asuransi Total Loss Only (TLO) dan Asuransi All Risk/Comprehensive.

  • Asuransi Total Loss Only (TLO)

Asuransi jenis ini adalah proteksi yang mengcover kerusakan kendaraan diatas 75% atau kehilangan karena pencurian ataupun karena perampokan di jalan raya atau di mana pun.

Klaim tidak dapat dicairkan jika kerusakan mobil dianggap belum sampai 75%. Mengapa angka 75% yang dipilih? Sebab ketika tingkat kerusakan mobil mencapai angka tersebut mobil sudah pasti tidak dapat digunakan. Asuransi TLO ini paling banyak dipilih masyarakat Indonesia karena preminya yang ramah kantong.

Plus : Harga premi rendah dan terjangkau, klaim tepat sasaran

Minus : Klaim tidak dapat cair jika kerusakan yang terjadi tergolong ringan. Nyatanya kerusakan ringan pada mobil tetap membutuhkan biaya perbaikan besar

  • Asuransi All Risk/Comprehensive

Jenis asuransi yang memberikan ganti rugi untuk semua kerusakan mobil pemegang polis, baik kerusangan ringan maupun berat termasuk juga mengganti kehilangan akibat pencurian dan perampokan. Bahkan kerusakan yang berupa lecet dan baret saja akan diganti oleh perusahaan. Namun manfaat ekstra ini harus Anda bayar dengan premi mahal.

Plus: Melindungi semua kerusakan mobil

Minus: Harga premi tinggi, klaim belum tentu digunakan dalam satu tahun, total biaya premi bisa jadi lebih tinggi dibanding biaya perbaikan.

Biaya Premi Asuransi Mobil

Perhitungan premi akan berbeda menilai dari wilayah atau lokasi kendaraan beroperasi, begini perhitungannya untuk asuransi TLO:

Kategori Uang Pertanggungan Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Kategori 1 0 s.d. Rp 125 Juta 0,47%-0,56% 0,65%-0,78% 0,51%-0,56%
Kategori 2 >Rp 125 – Rp 200 Juta 0,63%-0,69% 0,44%-0,53% 0,44%-0,48%
Kategori 3 >Rp 200 – Rp 400 Juta 0,41%-0,46% 0,38%-0,42% 0,29%-0,35%
Kategori 4 >Rp 400 – Rp 800 Juta 0,25%-0,30% 0,25%-0,30% 0,23%-0,27%
Kategori 5 > Rp 800 Juta 0,20%-0,24% 0,20%-0,24% 0,20%-0,24%
Sementara untuk perhitungan asuransi all risk adalah sebagai berikut:
Kategori Uang Pertanggungan Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Kategori 1 ≤Rp 125 juta 3,82%-4,20% 3,26%-3,59% 2,53%-2,78%
Kategori 2 >Rp 125 – Rp 200 Juta 2,67%-2.94% 2,47%-2,72% 2,69%-2,96%
Kategori 3 >Rp 200 – Rp 400 Juta 2,18%-2,40% 2,08%-2,29% 1,79%-1,97%
Kategori 4 >Rp 400 – Rp 800 Juta 1,20%-1,32% 1,20%-1,32% 1,14%-1,25%
Kategori 5 > Rp 800 Juta 1,05%-1,16% 1,05%-1,16% 1,05%-1,16%

Misalnya, kita memiliki mobil Daihatsu Xenia seharga Rp 230 Juta dengan plat nomor DKI Jakarta. Asuransi yang dihitung berdasarkan TLO, mobil berplat nomor Jakarta masuk Wilayah 2 dengan rate asuransi kategori 3 dengan besar persentase 0,38%-0,42%. maka biaya premi yang harus kita bayarkan adalah:

0,38% x Rp 230.000.000 = Rp 874.000

Sementara bila kita mengambil asuransi all risk dengan rate asuransi kategori 3 yang besarnya 2,08%-2,29%, premi yang harus dibayarkan adalah:

2,08% x Rp 230.000.000 = Rp 4.784.000

Cara Mengurangi Premi Asuransi Mobil

Premi menjadi salah satu alasan banyak pemilik mobil menolak asuransi. Setidaknya untuk satu tahun masa perlindungan mereka harus merogoh 2-3% dari harga mobil untuk membeli polis. Harga ini dirasa berat karena kemungkinan kerusakan yang dialami juga tidak bisa diprediksi.

Sebenarnya ada cara mengurangi premi asuransi mobil tanpa mengurangi perlindungan untuk kendaraan kesayangan Anda. Berikut diantaranya:

1. Ajukan di Perusahaan Asuransi yang Sama

Cara mengurangi premi asuransi yang pertama yaitu. Poin ini artinya adalah jika Anda sebelumnya sudah membeli asuransi jiwa atau kesehatan pada sebuah perusahaan asuransi, sebaiknya ajukan asuransi mobil di perusahaan yang sama.

Biasanya perusahaan memiliki program khusus untuk nasabah yang membeli lebih dari satu produk perlindungan, program khusus ini adalah biaya premi yang lebih rendah.

Namun perlu diingat juga ya, kendati menawarkan bonus yang menggiurkan Anda tetap harus melihat manfaat yang ditawarkan. Percuma saja mendapatkan premi murah namun perlindungan yang diberikan tidak maksimal, justru nantinya Anda harus keluar dana besar ketika mobil mengalami kerusakan.

2. Perangkat Keamanan Mobil yang Lengkap

Mobil dengan tambahan alarm, kunci ganda dan cctv juga bisa mempengaruhi besar jumlah premi yang mesti dibayar. Sebab perusahaan asuransi biasanya menilai jumlah premi dari tingkat resiko kerusakan yang terjadi. Hal ini penting untuk mengurangi premi asuransi.

Semakin kecil tingkat risiko semakin kecil pula perlindungan yang dibutuhkan. Saat membeli polis, Anda bisa katakan kepada pihak perusahaan mengenai tambahan kelengkapan keamanan mobil.

3. Bersih dari Catatan Kepolisian

Cara mengurangi premi asuransi mobil yaitu bersih dari catatan kepolisian. Jika Anda punya riwayat berkendara yang buruk dengan adanya bukti pada catatan kepolisian, misalnya sering melanggar rambu lalu lintas atau bahkan terlibat kecelakaan biasanya akan mempengaruhi nilai premi.

Sebab perusahaan asuransi menilai “catatan” ini adalah bukti bahwa resiko kerusakan kendaraan lebih berat. Karena itu berhati-hatilah setiap kali menggunakan kendaraan roda empat dan pastikan tidak pernah terlibat dalam tindakan ilegal yang melanggar hukum.

4. Pilih Salah Satu Jenis Asuransi Saja

Sudah disinggung sebelumnya bahwa jenis asuransi mobil yang umumnya ditawarkan oleh perusahaan asuransi di Indonesia ada dua yakni All Risk dan TLO.

Namun pada prakteknya, banyak juga produk kombinasi antara kedua perlindungan ini. Nasabah bisa memilih salah satu, atau sekaligus kedua produk untuk memaksimalkan perlindungan ini.

Namun resikonya adalah harga premi yang membengkak. Nah, cara untuk mengurangi premi asuransi mestinya pilih salah satu saja. Misalnya jika Anda jarang berkendara dengan mobil cukup jenis TLO yang dipilih karena resiko kerusakan dan kehilangan cukup kecil.

5. Kurangi Jam Berkendara

Saat proses pembelian premi Anda akan diajukan sejumlah pertanyaan oleh perusahaan asuransi, misalnya tujuan penggunaan mobil dan juga rutinitas penggunaan mobil.

Semakin sering mobil digunakan artinya semakin besar resiko kerusakan dan kehilangan yang bisa terjadi. Hal ini tentunya akan mempengaruhi besar premi yang diberi. Jika ingin mendapatkan premi murah, kurangi penggunaan mobil pribadi Anda hanya untuk kebutuhan yang urgen saja.

6. Beli Mobil Baru

Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya premi asuransi mobil adalah usia kendaraan. Semakin tua usia mobil biasanya harga premi asuransinya justru semakin mahal, lantaran perusahaan asuransi menilai mobil tua rentan mengalami kerusakan. Sehingga resiko yang mesti ditanggung perusahaan juga jadi lebih tinggi.

Berbeda dengan mobil baru yang punya resiko kerusakan rendah. Umumnya premi asuransi mobil akan mulai meningkat ketika usia mobil sudah menginjak 5 tahun, meningkat kembali di usia 10 dan 15 tahun. Sementara untuk mobil dengan usia lebih dari 15 tahun biasanya tidak ada perusahaan asuransi yang berani mengcover.

7. Pilih Jenis Mobil yang Merakyat

Selain usia mobil jenis mobil juga mempengaruhi jumlah premi yang mesti dibayar. Mobil sejuta umat seperti Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza biasanya dibanderol dengan premi terjangkau.

Hal ini karena ketersediaan onderdil dan sparepart yang mudah ditemui di pasaran. Sementara untuk mobil-mobil dengan sparepart yang jarang akan dikenakan premi tinggi sebab perusahaan asuransi nantinya kudu bertanggung jawab mengganti bagian mobil jika mengalami kerusakan.

Jika sparepartnya tidak tersedia di Indonesia maka mereka harus memesan online dari luar negeri yang tentunya tidak murah dengan ongkos kirim yang juga mahal.

itulah beberapa cara mengurangi premi asuransi mobil yang bisa Anda coba segera. Ingat, jangan hanya fokus mencari premi murah namun mengesampingkan manfaat yang diberikan. Yang benar adalah membeli polis sesuai kebutuhan dengan premi yang seimbang dengan kondisi finansial.

Semua itu, dapat anda temukan hanya di Cekaja.com. Selain itu, anda tidak perlu khawatir soal keamanannya, karena Cekaja.com memiliki teknologi mutakhir sehingga data anda akan terlindungi, dan Cekaja sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tentang Penulis