Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Ini Risiko Telat Membayar Premi Asuransi, Jangan Sampai Telat Ya!

by Maria Nofianti on 21 April, 2020

Asuransi adalah perlindungan yang diberikan kepada seseorang atas risiko yang mungkin terjadi. Masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya memiliki asuransi. Maka dari itu banyak orang yang sudah memiliki asuransi. Jenis asuransi di Indonesia memang banyak. Mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi properti, asuransi kendaraan dan lainnya. Asuransi sekarang juga menyasar kepada suatu komunitas atau profesi tertentu. Nah jika kita sudah memiliki asuransi tentu bukan hanya tentang hak-hak kita yang akan diberikan oleh pihak asuransi. Saat kita membeli sebuah asuransi apapun itu, pasti ada kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan demi mendapatkan hak kita nantinya. Salah satunya tentu saja membayar premi asuransi. Dengan membayar premi asuransi dengan tepat maka pihak asuransi juga tetap melindungi kita atas risiko-risiko yang mungkin terjadi. Lalu bagaimana jika ternyata suatu ketika kita lupa membayar premi asuransi? Apa risiko telat membayar premi asuransi bagi kita? Yuk simak terus tulisan ini sampai akhir.

risiko telat membayar premi asuransi

Adakalanya saat kita terlalu sibuk dengan aktivitas kehidupan kita sering lupa beberapa hal yang harus dilakukan. Misalnya saat kita sibuk bekerja yang menyita waktu kita lupa untuk membayar premi asuransi. Seringnya kita juga tidak menyadari kalau ternyata kita belum membayar premi asuransi. Padahal dalam membayar premi asuransi ada tenggat waktunya loh. Jadi bagaimana ini?

Apa itu premi asuransi?

Premi asuransi adalah sejumlah uang yang mesti dibayarkan kepada pihak penanggung dalam hal ini pihak asuransi yang besarnya sesuai dengan kesepakatan dalam polis dan itu adalah tanda keikutsertaan kita di asuransi. Premi ini nantinya yang akan membuat kita mendapatkan ganti rugi dari pihak asuransi. Biasanya premi asuransi dibayarkan setiap bulan sesuai dengan waktu yang telah disepakati dalam polis asuransinya. Tapi ada juga loh premi asuransi yang bisa dibayarkan per kuartal, per semester bahkan per tahun. Biasanya ini adalah premi dari asuransi mikro yang memang murah. Jadi untuk lebih menyingkat waktu premi asuransi bisa dibayarkan dengan sistem itu.

Afa juga asuransi jiwa berjangka, dengan asuransi jiwa berjangka, kita bisa menghemat uang jika memilih untuk membayar tarif premi asuransi setiap tahun (daripada bulanan atau triwulanan). Itu luar memang memudahkan, bahkan sampai membuatmu lupa melakukan pembayaran. Namun biasanya perusahaan asuransi akan mengingatkanmu dengan surat pemberitahuan, email, atau notifikasi Pesan singkat.

Cara Menjaga Masa Pembayaran Premi Asuransi Jiwa Tak Terlambat

Perusahaan asuransi memahami (sampai batas tertentu) bahwa Kita sibuk, dan surat-surat tertumpuk dalam puluhan surat tagihan lain. Itulah sebabnya mereka biasanya memberikan tenggang waktu yang memberi Kita beberapa waktu luang jika Kita terlambat membayar. Juga, agen asuransi Kita atau perusahaan asuransi itu sendiri dapat memberi tahu setelah pembayaran jatuh tempo jika mereka belum menerimanya.

Untuk mengingat kapan pembayaran premi asuransi jiwa mu jatuh tempo, pertimbangkan kiat-kiat ini:

  • Tandai di kalender sebagai pengingat — Bisa kalender kertas atau menggunakan kalender Google. Tandai tanggal jatuh tempo pada keduanya, jadi kita tidak melupakannya.
  • Siapkan pembayaran otomatis — Beberapa perusahaan asuransi menawarkan opsi pembayaran otomatis. Jika Kita takut membiarkan pembayaran premi asuransi terlambat, pikirkan tentang mengotorisasi pembayaran debit melalui rekening giro atau tabungan di bank Kita.
(Baca juga: Cara Mengurus Polis Asuransi Hilang)

Sebagian besar polis asuransi jiwa memiliki masa tenggang 30 hari, di mana Kita dapat melakukan pembayaran terlambat tanpa polis. Di luar waktu ini, tergantung pada perusahaan asuransi jiwa untuk memungkinkan Kita untuk menjaga polis. Banyak perusahaan memiliki proses pemulihan, yang hanya penerapan ulang efisien yang dirancang untuk membantu Kita menjaga kebijakan yang ada. Kita kemungkinan harus melengkapi aplikasi singkat dan menandatangani pernyataan yang menyatakan kesehatan Kita belum berubah.

Bagian terbaik tentang proses pemulihan adalah Kita tidak harus menyelesaikan ujian paramedis baru. Perusahaan asuransi jiwa akan meninjau aplikasi Kita, melakukan beberapa pemeriksaan latar belakang seperti Laporan Kesehatan dan Laporan Obat Resep, kemudian memutuskan apakah akan mengembalikan kebijakan Kita. Jika ya, yang harus Kita lakukan adalah mengirimkan pembayaran, dan Kita sudah siap.

Karena memang ketika kita telat membayar premi asuransi ternyata ada banyak hal yang bisa terjadi loh. Alasan yang paling sering dikatakan telat membayar premi adalah lupa. Kesibukan yang tinggi bisa jadi membuat kita lupa untuk membayar premi asuransi. Ternyata ketentuan telat dalam membayar premi asuransi sudah diatur dalam PSAKI (Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia) dan AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia). Menurut PSAKI jika kita telat membayar maka polis asuransi akan otomatis  dibatalkan (lapse) serta perusahaan asuransi tidak memberikan notice of constellation. Menurut AAUI pembayaran premi otomatis juga harus dilunasi dalam waktu 30 hari. Apabila ada keterlambatan maka polis otomatis batal sendiri tanpa adanya endorsement pembatalan.

Nah kira-kira apa saja risiko telat membayar premi asuransi itu? Cek di bawah ini ya.

1. Status polis asuransi ditangguhkan sementara

Kewajiban utama peserta asuransi adalah membayar premi asuransi tepat pada waktunya. Jika kita sampai telat membayar premi asuransi maka ini akan memberikan pengaruh terhadap status polis kita. Biasanya status polis asuransi kita akan ditangguhkan sementara atau dihentikan status kepesertaannya sementara sampai kita bisa melunasi tunggakan premi asuransi itu.

Ketika status kepesertaan kita ditangguhkan atau dihentikan maka itu berarti kita tidak bisa mengajukan klaim karena kemungkinan besar akan ditolak klaimnya. Itu berlaku juga bagi peserta asuransi berplat merah, BPJS Kesehatan. Seperti yang sudah diatur dalam PP No. 28 Tahun 2016 yang mengatur tentang Jaminan Kesehatan, jika peserta BPJS ternyata telat sebulan saat membayar premi asuransi ini maka layanan penjaminan kepada peserta juga harus dihentikan sementara waktu. Untuk bisa mengaktifkan kembali layanan penjaminan ini maka kita harus membayar lunas semua tunggakan premi asuransi BPJS. Setelah itu status kepesertaan kita akan kembali aktif dan kita bisa menikmati manfaat dari BPJS seperti sedia kala.

2. Denda

Salah satu risiko telat membayar premi asuransi selanjutnya adalah bisa dikenakan denda. Memang tidak semua asuransi akan memberlakukan denda. Biasanya denda dikenakan dengan kondisi tertentu. Misalnya saja di BPJS Kesehatan batas maksimal untuk telat bayar premi asuransi hanya 30 hari saja. Nah saat kita melunasi semua tunggakan preminya kita tidak akan dikenakan denda loh. Tapi setelah status polis aktif kembali kita tidak bisa langsung menggunakan jaminan terutama rawat inap di rumah sakit sebelum 45 hari. Jadi kita harus menunggu 45 hari jika akan menggunakan fasilitas itu. Tapi ternyata jika dalam 45 hari setelah status aktif kita butuh rawat inap yang dijamin BPJS Kesehatan maka kita akan diberikan denda sebesar 2,5% dari jumlah seluruh biaya dan dikali dengan jumlah bulan yang tertunggak. Jika itu terlihat agak memberatkan untuk kita sebaiknya tunggu dulu sampai 45 hari baru memakai fasilitas itu. Dengan begitu pelayanan dari BPJS bisa dimanfaatkan secara lancar tanpa denda.

3. Status diblokir

Ini adalah risiko telat membayar premi asuransi yang paling berat. Ketika kita tidak melunasi tunggakan premi asuransi dan terus mengabaikannya maka skenario terburuk dari status polis kita adalah status dinonaktifkan atau diblokir. Ini berarti kita sudah tidak bisa menggunakan semua layanan apapun dari asuransi itu. Seperti yang sudah diatur dalam polis AAUI bahwa tunggakan premi asuransi harus segera dilunasi dalam waktu 30 hari. Jika kita tidak membayar melebihi di waktu yang ditentukan maka status polis asuransi otomatis batal secara otomatis. Maka dari itu jika kita masih ingin memiliki asuransi itu kita harus membuat lagi dari awal. Dan juga premi harus dibayar tepat waktu agar status polis tetap aktif.

Itu dia tes telat membayar premi asuransi untuk kita sebagai peserta asuransi. Nah untuk menghindari risiko-risiko di atas tentu kita harus membayar premi asuransi tepa waktu ya. Tapi kadang untuk membayar tepat pada waktunya ada saja tantangannya. Seperti sibuklah, lupalah atau apapun itu. Jadi kali ini kita akan berikan informasi tips membayar premi asuransi tepat waktu untuk menghindari risiko telat membayar premi asuransi seperti yang sudah disebutkan diatas. Yuk cek apa saja tipsnya.

  • Memakai autodebet dari rekening bank atau kartu kredit

Memakai fasilitas auto-debet berarti menghindari telat bayar premi asuransi loh. Dengan memakai autodebet maka tiap bulannya uang kita di tabungan akan terpotong untuk membayar premi asuransi. Jika lewat kartu kredit juga bisa, kita bisa langsung membayar premi dan tagihannya akan langsung masuk ke tagihan kartu kredit kita. Nah cara ini ampuh loh buat kita yang sering lupa untuk membayar tagihan apapun termasuk premi asuransi ini. Beberapa perusahaan asuransi juga sudah menerapkan kemudahan membayar premi asuransi melalui autodebet ini seperti Prudential.

  • Memakai autodebet di Tokopedia

Satu lagi tips membayar premi asuransi tepat waktu adalah dengan memakai autodebet di Tokopedia. Karena hampir semua masyarakat Indonesia menyukai sistem belanja online maka asuransi juga tak mau kalah. Bekerja sama dengan Tokopedia, asuransi juga memudahkan peserta untuk membayar melalui Tokopedia. Tinggal pilih untuk penggunaan autodebet di Tokopedia melalui OVO atau kartu kredit juga bisa.

  • Mencatat premi di anggaran bulanan

Banyak orang yang mengira bahwa premi asuransi bukan hal penting untuk bisa dimasukkan dalam anggaran bulanan kita. Karena itu banyak yang telat membayar entah karena lupa atau merasa berat. Padahal premi asuransi juga sama pentingnya dengan kebutuhan lainnya tiap bulan. Apalagi ini termasuk dalam perlindungan untuk diri di masa depan. Maka dari itu sebaiknya masukkan premi asuransi dalam anggaran bulanan agar selalu bisa dibayar lebih dulu dan tepat waktu.

Itulah dia informasi mengenai premi asuransi, risiko telat membayar premi asuransi sampai tips membayar premi tepat waktu. Dengan membayar premi asuransi tepat waktu tentu ada banyak keuntungan yang kita peroleh. Salah satunya kita bisa terus menikmati jaminan dan perlindungan yang diberikan asuransi atas risiko-risiko yang mungkin akan terjadi. Itu juga bisa membuat kita merasa lebih tenang. Semoga semua informasi di atas bisa menambah wawasan kita tentang asuransi ya. Jadi selalu jaga diri dan keluarga dengan asuransi.

Tentang Penulis