Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

10 Tip Sederhana Siapkan Tabungan Pendidikan Anak

by Surtan Siahaan on 23 Oktober, 2017

Tabungan pendidikan anak harus disiapkan sejak dini. Dengan cara ini, kesulitan di kemudian hari akibat mahalnya biaya pendidikan dapat dicegah.

Saat ini biaya pendidikan yang berkualitas tidak bisa dibilang murah. Apalagi jika anak kita harus bersekolah atau kuliah di sekolah atau perguruan tinggi swasta. Jika ingin yang berkualitas, dana puluhan juta rupiah wajib dimiliki.

Saat paling tepat untuk mulai menabung biaya pendidikan anak adalah ketika usia buah hati masih kecil. Sementara, jika anak sudah masuk sekolah, tabungan diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan tingkat lanjut seperti SMP, SMA hingga kuliah.

Karena pada praktiknya menyisihkan dana sulit untuk diterapkan. Pilihan untuk siapkan biaya pendidikan anak bisa dilakukan di dua hal, yaitu tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Namun, di artikel ini kita akan membahas khusus tentang tabungan pendidikan. Berikut tip sederhana yang bisa membantu:

1. Libatkan anak dalam membuat komitmen

Hal paling sulit dalam menabung adalah komitmen. Kebanyakan orang semangat menabung di awal, namun setelah beberapa bulan atau tahun, semangat mulai kendor. Nah, agar komitmen dan semangat tetap menyala, libatkan anak dalam hal ini.

Caranya bisa dengan menstimulus anak agar ikut menyisihkan uang tabungan. Beri pemahaman pada anak akan pentingnya komitmen karena ini berkaitan dengan masa depannya. Beritahu juga anak agar selalu mengingatkan orangtua. Jadi, bukan hanya anak yang harus berkomitmen melainkan orangtua.

2. Gunakan fasilitas autodebet

Selain faktor komitmen, orang kerap malas menabung karena malas. Jika kita bukan termasuk orang yang disiplin, sebaiknya gunakan layanan autodebet. Sebelum mulai menabung, datang ke kantor cabang bank dan mintalah pada petugas untuk membuat tabungan rencana yang memaksa kita melakukan autodebet.

3. Sisihkan bukan sisakan

Prinsip menabung yang benar adalah menyisihkan dana untuk ditabung dari penghasilan yang kita diperoleh setiap bulan. Gampangnya, ketika gajian tiba langsung potong sebagian dan tabung.

Untuk kebutuhan bulanan keluarga kita harus bisa menyesuaikan dari jumlah yang tersisa setelah dipotong untuk tabungan. Hiduplah sederhana agar pengeluaran menjadi hemat.

4. Atur bujet bulanan

Agar target biaya pendidikan yang kita kumpulkan tercapai, kita harus hidup dengan bujet. Nah, berikut ini cara membuat bujet. Pertama, sisihkan uang untuk cicilan kredit. Setelahnya sisihkan untuk investasi atau tabungan, dan ketiga proteksi untuk membayar polis asuransi dan sebagainya.

Terakhir, barulah pakai dana untuk konsumsi. Jika kita punya cicilan kredit seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah), Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau kredit kendaraan, persentase yang ideal adalah 30% dari penghasilan.

Selanjutnya, untuk kebutuhan investasi dan proteksi sebaiknya sebesar 10% dari penghasilan. Kemudian sisanya untuk konsumsi sebanyak 50%. Bila perencanaan sudah dibuat, sekarang saatnya memilih instrumen yang tepat untuk mengamankan dana kita.

5. Menabung reksadana

Reksadana adalah instrumen yang memungkinkan orang menanamkan dananya di pasar saham, keuangan, dan obligasi melalui jasa manajer investasi. Reksadana merupakan salah satu pilihan investasi terbaik bagi yang memiliki modal kecil tetapi ingin mendapatkan untung yang cukup terlihat. Minimum investasi reksadana adalah Rp50 ribu saja.

Reksadana terbagi menjadi berbagai jenis, yakni reksadana saham, reksadana campuran, reksana pendapatan tetap, dan reksadana pasar uang. Dengan memiliki reksadana, tak perlu punya pengetahuan mendalam tentang saham, keuangan bahkan obligasi untuk bisa mendapatkan keuntungan. Namun kitta harus jeli memilih manajer investasi yang memiliki kinerja bagus.

6. Membuka tabungan berjangka

Tabungan berjangka adalah jenis tabungan di mana nasabah dapat menentukan jangka waktu sampai akumulasi uang bisa diambil. Jangka waktu yang dapat dipilih mulai dari enam bulan hingga 20 tahun dan besaran setoran ditentukan sendiri.

Jika memiliki tabungan berjangka, setoran bulanan secara otomatis diambil dari rekening lalu masuk ke rekening tabungan berjangka. Jadi rekening tabungan berjangka berbeda dengan rekening biasa.

Uang yang tersimpan di tabungan berjangka dapat diambil sebelum masa jatuh tempo, tapi kita akan dikenakan biaya penalti sesuai ketentuan bank. Suku bunga yang diberikan oleh bank untuk tabungan berjangka juga lebih besar sehingga lebih menguntungkan daripada menabung di tabungan biasa.

Tabungan berjangka atau deposito berjangka juga merupakan solusi bagi kita yang sering lupa atau kurang disiplin dalam menabung karena dana berpindah secara otomatis.

7. Membeli saham

Saham merupakan tanda penyertaan modal pada suatu Perseroan Terbatas (PT). Saham juga diartikan sebagai surat bukti kepemilikan dalam suatu PT yang diperoleh melalui pembelian.

Dalam investasi saham, dikenal istilah capital gain, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual saham. Misalnya kita membeli satu lot saham (100 lembar) dengan harga Rp5 ribu per lembar. Lima tahun kemudian, harga saham melonjak menjadi Rp9 ribu per lembar. Selisih Rp4 ribu per lembar inilah yang menjadi keuntungan dan disebut sebagai capital gain.

Selain itu, sebagai pemiliki saham kita juga bisa mendapatkan dividen. Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan pada pemegang saham saat diadakannya RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Keuntungan yang diterima biasanya akan berbentuk uang tunai atau dapat juga diganti dengan keuntungan dengan penambahan saham.

Dalam jangka pendek, harga saham memang akan naik turun sehingga investasi ini lebih cocok untuk jangka panjang.

8. Jual barang bekas, gunakan untuk beli perlengkapan baru

Jika anak punya perlengkapan sekolah yang masih baik, namun karena sudah semakin dewasa tentu barang-barang tersebut tak lagi terpakai.

Padahal, membeli barang kebutuhan sekolah tak murah. Nah, cobalah untuk menerapkan trik ini: jual terlebih dahulu barang-barang bekas tersebut. Setelah uang terkumpul, barulah gunakan untuk membeli perlengkapan yang baru.

Tak perlu khawatir sulit jual barang bekas karena saat ini banyak situs online yang menyediakan lapak khusus untuk penjual barang bekas.

(Baca: Cara Hasilkan Uang dari Jual Barang Bekas Online)

9. Cari penghasilan tambahan

Semakin besar penghasilan, semakin besar pula persentase tabungan. Tidak perlu pekerjaan yang sulit untuk menghasilkan uang. Cukup berjualan makanan ringan di kantor sudah bisa memberi tambahan penghasilan.

Jika tidak punya waktu untuk membuat makanan, beli saja makanan kemasan dan jual dengan mengambil selisih untung yang tak terlalu banyak. Dijamin, jualan laris dan penghasilan bertambah tanpa susah payah.

10. Disiplin

Semudah apapun trik untuk menabung tak akan bisa terlaksana tanpa disiplin yang baik. Agar bisa disiplin, kita harus meniatkan rencana dengan sungguh sungguh. Bagaimana, niat menabung untuk pendidikan sang buah hati sudah bulat? Yuk, praktekkan trik-trik ini sekarang juga.

Tentang Penulis