Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

7 Cara Agar Gaji Tidak “Koma” di Tengah Bulan

by JTO on 27 April, 2015

Masih selalu berjuang mempertahankan gaji hingga akhir bulan? Pusing karena beberapa tagihan ternyata belum dibayar. Akhirnya, gali lubang tutup lubang untuk bayar utang? Stop praktikkan judul lagu Rhoma Irama itu!

Berapa gaji lu sekarang?” “Sepuluh koma lah”

“Wah… besar juga ya” Iya, tanggal 10 sudah koma”

Percakapan itu bukan candaan semata. Percaya atau tidak, tidak sedikit orang yang masih mengalaminya. Perasaan dilema datang ketika harus mengalokasikan gaji yang diterima. Dari keinginan untuk membeli gadget baru, menambah aksesoris mobil, sampai membayar cicilan utang. Pertanyaannya satu, mana yang harus didahulukan?

Sebenarnya, masalah yang ada bukan seberapa banyak uang yang kita dapat dan bisa mencukupi segalanya. Tetapi bagaimana kita bisa mengatur pendapatan yang diterima dan mengelola gaji bulanan agar lebih efektif. Ada cara untuk melakukannya, seperti 7 cara berikut ini.

1. Periksa gaji yang diterima

Hal pertama yang harus dilakukan ketika gaji dikreditkan ke rekening adalah memeriksanya.  Periksa semua jumlah, mulai dari gaji pokok, tunjangan perjalanan, tunjangan medis, dan penggantian biaya lain. Tujuannya adalah jumlah yang diterima memang sesuai.

Maksudnya, bila terjadi kesalahan Anda bisa langsung memberitahukan pada divisi keuangan. Jadi, dapat memastikan bila kekurangan yang belum diterima dapat dikreditkan pada gaji di bulan berikutnya. Lumayan menambah jumlahnya, bukan?

2. Aktifkan pembayaran otomatis

Cobalah untuk aktifkan pemotongan otomatis dari rekening untuk membayar tagihan-tagihan yang kita miliki. Fasilitas ini akan membantu membayar segala tagihan, mulai dari kartu kredit, telepon, listrik dan tagihan lainnya, dengan memotong saldo di tabungan setiap bulannya. Segala tagihan pun bisa dibayarkan tepat waktu. Dengan begitu denda keterlambatan yang jumlahnya cukup lumayan bisa dihindari.

Jika fasilitas ini tidak cocok, pastikan jika saat gaji diterima kita sudah tahu jumlah dan tagihan-tagihan apa yang harus dibayar. Setelah itu pisahkan uang dari gaji untuk membayarnya.

3. Miliki strategi tahunan

Banyak orang yang mengalami krisis karena buruknya perencanaan keuangan. Akhirnya, saat akhir tahun, di mana waktunya liburan tiba, tidak punya uang dan menjalani kehidupan dengan datar dan beban utang. Bila tidak mau seperti itu, cobalah membuat tabungan tahunan dengan menyimpan sejumlah uang secara otomatis di tabungan terpisah yang dimiliki. Beberapa produk bisa dipilih, seperti tabungan rencana atau deposito. Jadi, dalam waktu tertentu, misal akhir tahun, dana tersebut bisa ditarik dan dinikmati.

(Baca : Strategi Mendapatkan Penghasilan Tambahan di tahun 2016)
4. Simpan bonus!

Bagai menemukan durian jatuh, saking enaknya kita langsung melahapnya hingga habis. Stop untuk memperlakukan bonus tahunan yang kita terima seperti itu. Tidak langsung berbelanja dengan royal dan menghabiskan semua bonus tersebut. Boleh saja memakainya, namun idealnya hanya beberapa dari jumlah yang diterima (katakan saja 20 persen). Nah, simpan sisanya. Kita tidak pernah tahu kapan memiliki keinginan pergi liburan secara spontan atau mengadakan pesta bersama teman-teman.

5. Buat anggaran bulan ini

Catat daftar pengeluaran bulanan standar seperti membeli bahan makanan, kebutuhan rumah, biaya transportasi, dan lainnya. Buatlah jumlah kasar yang akan dikeluarkan untuk segala keperluan tersebut. Jangan lupa untuk menyertakan jumlah uang yang wajib ditabung, dana darurat, dan investasi. Melalui cara ini kita akan tahu berapa banyak uang yang tersisa.

6. Kumpulkan kekayaan dalam 10 tahun

Gaji memastikan aliran pendapatan reguler yang membuat perencanaan investasi akan berjalan dengan benar. Daftarlah investasi yang bisa memastikan untuk membuat kita kaya dalam 10 tahun kedepan. Jangan lupa, iringi dengan investasi keuntungan jangka pendek dengan sejumlah kecil uang lainnya.

7. Berikan untuk amal

Beberapa orang terkaya di dunia membuat sebuah titik pencapaian sendiri dengan memberikan sebagian dari pendapatan mereka untuk amal. Memang kita belum kaya, namun tidak ada salahnya bila kita juga bisa bermurah hati dan berbagi bagi kaum yang tidak mampu. Donasi untuk amal, dengan memberikan kepada pengemis (makanan atau uang) tidak akan membuat kita menangisi kemiskinan setiap bulan. Ingat hukum menabur dan menuai!

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami