Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Aplikasi Layanan Pay Later Bikin Hidup Lebih Praktis? Cek Dulu Faktanya di Sini!

by Ayunindya Annistri on 2 Desember, 2019

Belakangan ini banyak bermunculan fitur aplikasi layanan pay later yang ditawarkan oleh beberapa e-commerce besar di Indonesia, seperti Traveloka dan Shopee. Aplikasi ini tengah ramai digandrungi oleh semua kalangan, terlebih generasi milenial. Lantas, apa sih yang membuatnya unggul?

Aplikasi layanan pay later merupakan aplikasi dimana metode pembayarannya dilakukan persis seperti kartu kredit. Jadi, kamu bisa membeli terlebih dahulu apapun yang dibutuhkan dan bayar belakangan. Karena faktor inilah, tidak sedikit orang yang tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Namun di sisi lain, aplikasi layanan pay later juga bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri bila kamu tidak cermat dalam penggunaannya. Salah satu risiko terbesar itu adalah terlilit hutang terus-menerus.

Nah, buat kamu yang kepikiran untuk menggunakan aplikasi layanan pay later, coba simak dulu deh beragam fakta sekaligus aplikasi online yang menyediakan layanan pay later berikut ini.

Ragam Fakta Mengenai Aplikasi Layanan Pay Later
1. Mudah dan praktis pendaftarannya

Di era serba digital ini, apapun jenis transaksi yang kamu lakukan bisa dikatakan mudah. Contohnya saja bila kamu ingin menggunakan aplikasi layanan pay later.

Kamu hanya perlu mengunduh platform atau e-commerce yang menyediakan aplikasi tersebut dan lengkapi dengan beberapa dokumen pendukung seperti KTP, KK, NPWP dan BPJS.

Setelah diaktifkan, kamu sudah bisa menggunakan pay later untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-sehari termasuk pula untuk travelling. Tertarik?

2. Siapa pun bisa menggunakan pay later

Apapun pekerjaanmu saat ini, selama gaji yang dimiliki sesuai dengan ketentuan dari platform atau e-commerce pencetus aplikasi layanan pay later, kamu bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk berbagai kebutuhan.

Selain gaji, hal lainnya yang turut menjadi perhatian adalah identitas dari calon pendaftar. Salah satu contohnya pada layanan Traveloka, dimana calon pendaftar harus menyertakan KTP Indonesia sebagai bagian dari pengajuan aplikasi layanan pay later.

3. Waspada akan ketergantungan

Tanpa disadari, adanya aplikasi yang memudahkan setiap transaksi justru membuat sebagian dari kita menjadi lebih ketergantungan dan ujung-ujungnya malah terkesan menghambur-hamburkan uang untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting.

Oleh sebab itu, sebagai konsumen cerdas, kamu harus pandai mengatur mana yang menjadi kebutuhan utama dan mana yang hanya keinginan semata. Jangan sampai nantinya kamu terbuai akan kenikmatan dari pay later dan berujung tragis, karena terlilit hutang jangka panjang.

4. Sulit mengontrol keuangan

Dampak dari penggunaan aplikasi layanan pay later cukup banyak dan satu diantaranya adalah mengganggu sistem keuangan pribadi. Apalagi disaat tenggat waktu cicilan sudah dekat, namun tiba-tiba saja ada keperluan lain yang mendesak dan mengharuskanmu untuk membayar disaat itu juga. Alih-alih ingin praktis, kamu malah kesulitan untuk melunasi segala hutang yang menimpa.

Maka dari itu, jika layanan tersebut dirasa belum terlalu berarti, lebih baik urungkan niatmu untuk menggunakannya ketimbang hanya mengikuti gengsi yang tak seberapa.

5. Pay later tidak memerlukan top-up

Meski termasuk dalam sistem pembayaran, faktanya penggunaan aplikasi layanan pay later tidak membutuhkan top-up ataupun menyimpan saldo pada akun yang kamu miliki. Karena rata-rata e-commerce yang menyediakan aplikasi tersebut hanya memberikan sejumlah limit untuk kamu gunakan dalam melakukan pembelian produk yang mana salah satu contohnya adalah Traveloka.

(Baca Juga: Cara Isi Pulsa Pakai Kartu Kredit, Gampang Kok!)
Rekomendasi Aplikasi Layanan Pay Later
1. Pay later Traveloka

Diluncurkan pada awal tahun 2018 lalu, aplikasi layanan pay later Traveloka semakin berjaya untuk tingkatan bisnis yang bergerak di bidang penyedia jasa travel dan lifestyle. Bisa dibilang, aplikasi ini adalah yang pertama hadir ditengah masyarakat.

Berbagai macam transaksi, mulai dari pemesanan tiket transportasi, akomodasi, hingga produk untuk menunjang gaya hidup bisa kamu dapatkan dengan mudah bila menggunakan layanan pay later. Terlebih limit yang diberikan cukup besar, yakni maksimal Rp 50 juta dengan bunga 2,14% dan masa tenor sekitar 1 hingga 12 bulan.

Untuk pendaftarannya sendiri, kamu bisa langsung mengakses aplikasi Traveloka dan pilih menu ‘Pay Later’. Kemudian isi data diri dengan menyertakan dokumen pendukung seperti KTP, SIM, dan NPWP. Pilih masa tenor antara 1-12 bulan bila pengajuanmu telah diterima oleh pihak Traveloka. Terakir, kamu bakal menerima email yang berisi tentang jumlah limit maupun jangka waktu yang diberikan untuk melunasi cicilan.

2. Pay later OVO

Selain Traveloka, ada pula aplikasi layanan pay later lainnya yang pastinya sudah tidak asing lagi ditelingamu yaitu OVO. Perusahaan fintech pembayaran ini merupakan hasil kolaborasi bersama Tokopedia, untuk memudahkan pengguna Tokped dalam berbelanja online.

Dikutip dari sumber yang ada, hingga Mei 2019 lalu, setidaknya aplikasi layanan OVO pay later sudah tersedia hingga 200 ribu mitra dengan total diunduh kira-kira lebih dari 115 juta kali.

Hal ini jelas menandakan bahwa dompet digital kini banyak diincar oleh orang-orang yang menginginkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Apabila kamu ingin menggunakan OVO pay later di gerai Tokopedia, terlebih dahulu kamu harus memiliki akun dan pilih menu ‘Aktifkan Sekarang’ khusus OVO pay later.

Kemudian masukkan kode verifikasi yang telah diberikan pihak Tokped lewat sms ke nomor OVO mu dan isi identitas diri beserta foto KTP. Apabila sudah diaktifkan, cek kembali website atau aplikasi Tokopedia lalu cobalah mulai berbelanja dengan aplikasi layanan tersebut.

3. Pay later Gojek

Kemudahan bertransaksi apapun itu akan kamu dapatkan bila menggunakan aplikasi layanan pay later dari Gojek. Aplikasi ini juga merupakan hasil kerja sama Gojek dengan Findaya dan telah terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk mengakses layanan pay later tersebut, kamu harus memiliki aplikasi Gojek versi terbaru terlebih dahulu. Lalu masuk ke bagian GoPay lalu klik fitur PayLater.

Setelah melakukan verifikasi, kamu sudah bisa berbelanja dengan menggunakan fitur tersebut untuk pertama kalinya, dimana pemesanan yang telah dilakukan bakal diproses dengan metode pembayaran PayLater. Bagaimana, mudah bukan?

Aplikasi layanan pay later memang bakal memudahkan setiap orang untuk melakukan transaksi. Tapi perlu diingat bahwa tidak selamanya aplikasi tersebut menguntungkan, terlebih kalau kamu terlalu konsumtif dalam pemakaiannya.

Jadi, sebaiknya penggunaan pay later hanya untuk kebutuhan yang benar-benar utama, guna menghindari terlilit hutang di masa mendatang.

Dapatkan berbagai informasi menarik seputar sektor ekonomi dan tips finansial lainnya, hanya di CekAja.com, di mana kamu juga bisa menemukan berbagai rekomendasi produk keuangan sesuai kebutuhan.

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau