Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Cara memilih Softlens yang Bagus, Aman, dan Nyaman untuk Pemula

by Estrin Vanadianti Lestari on 19 Maret, 2020

Selain untuk bergaya, softlens juga bisa digunakan sebagai alat bantu penglihatan, yang cara kerjanya sama seperti kacamata. Namun, perlu kamu ketahui juga terkait cara memilih softlens yang bagus, aman, dan nyaman, jika kamu ingin mendapatkan penglihatan yang lebih jelas. Apalagi, bagi kamu yang baru pertama kali menggunakan softlens.

cara memilih softlens yang bagus

Keuntungan Pakai Softlens

Adapun beberapa keuntungan pakai softlens berikut ini, yang mungkin bisa membuatmu tertarik:

Bahkan, dibanding kacamata, softlens terbukti memiliki lebih banyak peminat. Terlebih, orang yang tidak memiliki masalah mata minus, plus, dan silinder pun, tetap bisa menggunakan softlens untuk bergaya.

Namun, sebagian besar, softlens digunakan untuk mereka yang memang memiliki masalah penglihatan. Bahkan, sebagian besar pengguna softlens adalah orang-orang dengan rentang usia 18 tahun hingga 44 tahun, dan mereka merupakan penderita rabun jauh, yang sengaja menggunakan softlens untuk kegiatan sehari-hari.

Karena, softlens sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka kamu perlu mengetahui cara memilih softlens yang bagus. Jika tidak, maka akan berujung pada kesehatan mata.

Cara Memilih Softlens yang Bagus
1. Pilih Jenisnya (Softlens atau Hardlens)

Cara memilih softlens yang bagus pertama adalah pilih jenis softlens terlebih dahulu, karena softlens memiliki jenis yang lunak dan keras. Namun, dari kebanyak pengguna, softlens lunak lebih diminati, karena dinilai lebih nyaman.

2. Pilih Softlens Bening untuk Permulaan

Selanjutnya, selain tersedia softlens berwarna, ternyata softlens juga tersedia dengan warna bening. Hal ini membuat dipengguna terlihat seperti tidak memakai softlens.

Hal ini, juga menjadi salah satu cara memilih softlens yang bagus untuk pemula. Pasalnya, agar kamu terbiasa, cobalah untuk menggunakan yang bening terlebih dahulu.

Jika sudah terbiasa, baru kamu bisa mencoba softlens dengan warna yang menarik favoritmu. Selain itu, softlens bening juga memiliki kadar air yang lebih tinggi dibanding softlens berwarna.

3. Pilih Ukuran yang Pas dengan mata

Tidak semua ukuran bola mata manusia berukuran sama, sehingga cara memilih softlens yang bagus berikutnya ini adalah, memilih ukuran yang pas dengan matamu.

Pasalnya, ukuran softlens juga akan berpengaruh pada kenyamanan mata. Meski softlens dengan ukuran besar akan membuat matamu lebih bulat, namun hal tersebut akan mengganggu kenyamanan, apalagi untuk pemula.

4. Sesuaikan kadar air softlens dengan kondisi mata

Cara memilih softlens yang bagus berikutnya adalah dengan memilih softlens yang memiliki kadar air yang tinggi. Karena, semakin tinggi kadar air, maka akan semakin nyaman di mata.

Namun, beberapa orang ternyata tidak cocok dengan softlens dengan kadar air tinggi. Orang-orang tersebut adalah orang yang memiliki produksi air mata yang cukup, sehingga cukup menggunakan softlens dengan kadar air rendah.

Nah, softlens dengan kadar air tinggi ini, cocok untuk orang yang memiliki kondisi mata yang memproduksi sedikit air mata.

Kamu bisa sesuaikan sendiri kadar air di softlens, dengan kondisi mata kamu ya.

5. Pilih Softlens yang Tipis atau tebal?

Banyak orang ragu untuk memilih softlens yang tipis atau tebal. Nah, cara memilih softlens yang bagus selanjutnya ini memang sering membuat bingung.

Namun, jika soal kenyamanan, semakin softlens tipis, maka akan semakin nyaman pemakaiannya. Namun, di sisi lain, softlens yang tipis akan rentan sobek dan rusak. Sehingga, kamu jadi harus keluar uang lagi untuk membeli yang baru.

Sementara, jika kamu memilih softlens yang tebal, untuk risiko kerusakan atau sobek mungkin lebih kecil. Namun, untuk segi kenyamanan, mungkin akan sedikit kurang, ketimbang softlens yang tipis.

6. Selalu catat tanggal pembelian dan tanggal kadaluarsa

Dalam membeli produk apapun, termasuk softlens, penting bagi kamu untuk melihat tanggal pembelian dan mengecek tanggal kadaluarsanya. Terlebih, setiap softlens pasti memiliki batas waktu kadaluarsa yang berbeda-beda.

Pastikan kamu membeli softlens yang memiliki tanggal kadaluarsa yang masih lama. Tidak hanya itu, softlens juga memiliki batas pemakaian yang juga berbeda-beda. Ada yang dua minggu, tiga bulan, enam bulan, bahkan ada hanya sehari saja.

Sehingga, softlens sudah melewati batas penggunaan meski tidak menunjukan tanda-tanda kerusakan, kamu tetap harus membuangnya. Jika tetap digunakan, hal tersebut bisa berdampak iritasi pada mata.

7. Pastikan minus pada softlens sesuai dengan mata

Cara memilih softlens yang bagus selanjutnya ini perlu kamu perhatikan juga, yakni sesuaikan minus pada softlens dengan mata kamu. Jangan sampai, tingkat minus di softlens dan mata berbeda.

Jika kamu tidak mengetahui kondisi terbaru matamu, kamu bisa memeriksa minus mata terlebih dahulu. Lebih praktis lagi, jika kamu membeli softlens di optik yang memiliki alat pengecekan mata minus.

Jika sudah mengetahui, kamu bisa pesan softlens sesuai ukuran minus. Jika tidak, kamu akan pusing dan penglihatan tidak nyaman.

(Baca Juga: Ini Syarat dan Biaya Sekolah Pramugari 2020)
8. Pilih yang berkualitas, jangan tergiur harga murah

Untuk harga softlens memang bervariasi, mulai dari yang murah, standar, hingga yang mahal. Meski beberapa toko optik menjual softlens murah, kamu juga harus memperhatikan keaslian produk.

Nah, kesalahan yang paling sering terjadi adalah tergiur harga murah, apalagi bagi pemula. Biasanya, mereka akan tergiur softlens harga murah yang dijual di toko-toko online, dan toko-toko softlens pinggiran.

Sama seperti barang lain, harga akan mencerminkan kualitas suatu barang. Begitu pun dengan softlens, jika harganya semakin mahal, artinya kualitas akan semakin bagus.

Pasalnya, untuk mata yang merupakan organ penting, harus sangat dijaga. Jadi sayangi matamu dengan membeli softlens yang berkualitas.

9. Jangan pernah mencoba softlens di display

Satu hal lagi yang perlu kamu ketahui dalam cara memilih softlens yang bagus. Jangan pernah kamu mencoba atau membeli softlens yang di display atau yang telah di pajang.

Banyak toko-toko softlens yang dibangun di atas stand, menawarkan tester softlens. Hal ini sangat tidak disarankan, karena softlens yang dipajang, tentunya sudah tidak higienis, dan telah dicoba oleh banyak orang.

Meski hal tersebut bisa membantumu untuk memilih ukuran dan kecocokan warna, tapi hal tersebut bisa memunculkan hal-hal buruk. Pasalnya, bisa saja softlens tersebut telah dicoba oleh orang yang sedang sakit mata, atau memiliki penyakit yang bisa ditularkan dari mata.

Tips Memakai Softlens:
  • Sama halnya dalam membeli kaca mata, kamu juga harus memeriksa kondisi mata. Bila perlu konsultasikan ke dokter mata, jenis softlens mana yang sesuai dengan mata kamu.
  • Cuci tangan hingga bersih, keringkan. Jika tangan masih kotor, bisa jadi matamu akan iritasi, gatal dan memerah.
  • Ambil softlens, bila perlu dibersihkan dengan cairan khusus, lalu letakan diujung jari. Bisa juga menggunakan alat khusus seperti pencapit softlens.
  • Tarik kelopak mata atas dan bawah, lalu tempelkan softlens tepat di bagian bola mata.
  • Ketika sudah menempel, kamu bisa berkedip, agar softlens bisa menyesuaikan sendiri letaknya.
  • Waktu penggunaan softlens maksimal 8 jam, jangan menggunakan lebih dari 8 jam.
  • Bawa selalu perlengkapan softlens, seperti cairan khusus softlens, obat tetes mata khusus menggunakan softlens, pencapit, tempat softlens.
  • Perhatikan tanggal kadaluarsa softlens. Biasanya softlens memiliki batas waktu dari 6-12 bulan.
  • Jangan gunakan softlens yang sudah mengering.

Untuk kesehatan mata, pastinya jangan pernah main-main ya. Belilah softlens dengan kualitas tinggi, agar kesehatan matamu tetap terjaga. Jangan lupa juga makan, makanan bergizi untuk menutrisi mata dari dalam. 

Tidak hanya itu, ada hal penting juga yang harus kamu miliki, yakni asuransi kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu akan lebih terlindungi, apalagi soal kesehatan.

Yuk, segera ajukan asuransi kesehatan piliahanmu hanya di Cekaja.com!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk