Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Cara Unik Turunkan Tarif Pembayaran Listrik Hingga 50 Persen

by Kartika Ratnasari on 12 Agustus, 2017

tips hemat listrik _ kartu kredit - CekAja.com

Ketergantungan kita akan barang elektronik tentu menjadi alasan utama naiknya tarif pembayaran listrik bulanan.

Hampir seluruh rumah di kota besar memiliki lebih dari lima alat elektronik yang membutuhkan daya listrik besar. Mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, pendingin ruangan, hingga kipas angin. Belum lagi banyak ditemukan dalam satu rumah memiliki televisi dan pendingin ruangan lebih dari satu.

Ditambah dengan teknologi yang semakin canggih, benda seperti smartphone, laptop, atau gadget lainnya seakan tak bisa lepas dari genggaman setiap anggota keluarga. Semakin tingginya kebutuhan akan barang elektronik, semakin bertambah pula tentunya permintaan akan daya listrik yang berimbas pada kenaikan tarif dasar listrik.

Solusi untuk pembayaran listrik yang terus membengkak

Jika tarif daftar listrik terus-terusan naik, pembayaran listrik tiap bulannya otomatis bertambah. Banyak orang yang nakal dalam mengakali pembengkakan tagihan demi turunnya biaya pembayaran listrik. Misalnya dengan memodifikasi meteran listrik yang jelas-jelas melanggar peraturan dan bisa dipidanakan.

Sebenarnya ada solusi jitu untuk menurunkan tagihan pembayaran listrik tanpa perlu cara curang. Berikut caranya agar tagihan listrik bisa turun drastis:

Cek Tagihan Listrik Secara Berkala

Jika kita menggunakan listrik, tentu ada tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Untuk mengantisipasi terjadinya membengkaknya pembayaran listrik, cek tagihan listrik secara berkala. Berkat kecanggihan teknologi, kini kita bisa dengan mudah dan cepat cek tagihan listrik online lewat HP.

Dengan mengecek listrik secara berkala lewat online, kita bisa mengetahui berapa tagihan yang harus dibayarkan tiap bulannya, sehingga akan memudahkan kita untuk mengontrol penggunaan listrik agar tagihan tidak besar.

Gunakan Listrik dengan Sistem Prabayar

Bagi yang masih menggunakan listrik meteran, saatnya beralih ke sistem prabayar atau yang lebh dikenal dengan sistem pulsa. Penggunaan listrik sistem prabayar bisa membantu menghemat pengeluaran karena kita bisa mengontrol pemakaian listrik. Ketika pulsa listrik habis, seluruh aliran listrik otomatis terputus. Kita perlu membeli pulsa listrik terlebih dahulu untuk mengaktifkannya kembali.

Selain itu, sistem prabayar juga bebas dari biaya abodemen yang biasanya dikenai tarif sebesar Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Lumayan banyak bukan yang bisa dihemat?

Perhatikan besaran watt sebelum membeli alat elektronik

Saat membeli alat elektronik, bukan tampilan atau kecanggihan yang harus diperhatikan pertama kali, melainkan besaran watt nya. Besaran watt amat berpengaruh pada besar kecilnya tarif pembayaran listrik. Jangan sampai kita punya barang paling canggih, tapi tak bisa membayar biaya listrik bulanannya!

Mulai Berhemat Dalam Menggunakan Peralatan Rumah Tangga

Sejumlah cara di atas tak akan berpengaruh besar dengan berkurangnya biaya pembayaran listrik jika kita masih boros dalam menggunakan peralatan elektronik. Maka dari itu, banyak cara untuk menggantikan penggunaan peralatan rumah tangga seperti berikut.

1.Cabut peralatan elektronik dari stop kontak ketika tak digunakan

Meski TV, mesin cuci, AC, dimatikan, perlatan elektronik tersebut masih mengonsumsi daya listrik. Jika dibiarkan, kita harus membayar tagihan listrik yang sebenarnya terbuang percuma. Untuk mengatasi hal ini, cabut seluruh peralatan elektronik ketika tidak digunakan, atau matikan saklar elektronik yang terhubung dengan perlatan tersebut.

2. Gunakan fitur timer pada AC

Biasanya kita menggunakan AC dari malam hingga pagi, bahkan seringkali lupa untuk mematikannya.  Cobalah untuk memanfaatkan fitur timer dan membuat AC mati secara otomatis 2 atau 3 jam lebih cepat. Pastinya, hal satu ini akan memberikan dampak yang cukup besar untuk menghemat biaya listrik.

3. Menggunakan lampu LED

Memiliki tingkat keterangan yang sama, lampu LED mengonsumsi daya listrik lebih sedikit dibandingkan dengan lampu biasa. Jika lampu ruangan biasa memakan daya hingga 60 watt, lampu LED hanya butuh 5 hingga 8 watt. Meski harga lampu LED lebih mahal, kita bisa menghemat tagihan bulanan hingga pengeluaran jangka panjang akan berkurang.

Tentang Penulis