Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Istri Miliki Penghasilan Lebih Tinggi Dibanding Suami, So What?

by JTO on 18 Mei, 2015

penghasilan istri suami - CekAja.com

Realita gaji istri lebih tinggi dibanding suami di zaman sekarang banyak terjadi. Walau kebanyakan pria menganggap tidak nyaman jika memiliki penghasilan yang lebih kecil dari sang istri, tidak jarang yang menganggapnya lumrah dan biasa saja. Sebenarnya, apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Itu yang terjadi pada Arie (bukan nama sebenarnya – red.). Hidup sebagai bankir di daerah Kalimantan Barat, Arie sebenarnya memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga. Namun, Arie mengakui kalau penghasilannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan penghasilan istrinya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Tidak terlalu memikirkan pandangan konservatif di masyarakat tentang perbedaan penghasilan, istri Arie sudah menyadari hal ini sebelum mereka menikah. Dengan kesepakatan bersama, istri Arie berperan sebagai manajer keuangan di rumah tangga mereka. “Prinsipnya sederhana saja,” ungkapnya. “Penghasilan suami dan saya, kami jadikan satu. Lalu dari jumlah itu, baru saya tata bagaimana pengeluarannya.”

Menurut mereka, jumlah pemasukan kemudian ditata kembali berdasarkan kebutuhan keluarga. “Secara garis besar, kami membaginya menjadi tiga bagian, yaitu pengeluaran untuk keperluan masa depan seperti asuransi sebesar 30 persen, sosial sebesar 10 persen, dan sisanya baru digunakan untuk keperluan saat ini. Termasuk kebutuhan rekreasi,” kata sang istri.

“Kebutuhan kami untuk membeli baju atau sepatu, juga sudah diatur pengeluarannya dari jumlah tersebut,” tambahnya. (Baca jugaBagaimana Mengatasi Pasangan Anda Selingkuh Uang?)

Berdasarkan model pengelolaan keuangan terbuka untuk kepentingan bersama tersebut, perbedaaan penghasilan akhirnya tidak menjadi masalah bagi Arie dan istrinya. Justru masalah biasanya timbul jika suami dan istri tidak saling terbuka dan ingin mengatur keuangannya sendiri-sendiri.

Menurut psikolog yang juga Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, masalah perkawinan biasanya disebabkan oleh nilai-nilai tradisional yang kadang disakralkan, seperti dominasi pria di dalam keluarga. Selama ini, nilai-nilai tradisional ini beranggapan, seorang pria harus jadi kepala atau imam keluarga. Hal inilah yang menjadi asal pemikiran, pria harus lebih dari wanita di dalam segala hal.

“Padahal dalam realitanya, wanita sering lebih (dalam berbagai hal) dibanding pacar atau suaminya,” kata Sarlito. “Kalau hal ini terjadi, biasanya ada penolakan dari pihak pria atau masyarakat pada umumnya. Kalau wanita melawan, masalah tambah besar,” tambahnya.

Sarlito sependapat, masalah seperti ini baru dapat teratasi jika pria dapat lebih memahami peran wanita sekarang yang sudah sangat berubah. (Baca juga: 5 Tanda Pasangan Anda Punya Masalah Keuangan)

Fenomena tentang perbedaan gaji istri lebih tinggi dibanding suami sebenarnya telah lama terjadi. Sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini terjadi. Berdasarkan data-data yang kami himpun, berikut adalah penyebabnya:

Ada perubahan tren

Riset Pew Research Center pada 2013 di kalangan keluarga Amerika Serikat mengungkapkan, telah terjadi perubahan tren akan meningkatnya jumlah ibu yang menjadi tulang punggung. Pada saat riset tersebut dilakukan, ada sekitar 40 persen ibu yang telah menjadi tulang punggung rumah tangga, termasuk ibu yang bersuami dan ibu yang tidak bersuami. Sebelumnya, berdasarkan data tahun 1960, hanya terdapat 11 persen ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. (Baca juga: 5 Persiapan Finansial Buat Single Mom yang Mau Kuliah Lagi)

Perkembangan kultur

Sebelumnya, pria memang lebih terbiasa untuk memegang peran lebih besar di dunia kerja dibandingkan saat ini. Namun, semenjak dibukanya kesempatan bekerja untuk wanita, persaingan antara pria dan wanita dalam jenjang karir jadi lebih kentara.

Masih berdasarkan analisis dari Pew Research Center, wanita telah mengisi sekitar 47 persen lapangan pekerjaan di Amerika Serikat pada 2013. Lebih jauh lagi, telah terjadi peningkatan para pekerja wanita yang telah menikah dari 37 persen di tahun 1968 menjadi 65 persen di tahun 2011. Hingga, saat ini akhirnya kita terbiasa melihat komposisi jumlah pekerja pria dan wanita yang hampir sama di dunia kerja.

Perbedaan jenis pekerjaan

Penghasilan suami yang terlihat lebih kecil, erat kaitannya dengan jenis pekerjaan yang ditekuninya. Beberapa tipe pekerjaan tertentu, seperti guru atau seniman, biasanya menghasilkan uang yang tidak begitu besar di masa awal karirnya. Namun, hal ini hanya berlangsung untuk sementara. (Baca juga: 4 Alasan Wanita Lebih Rentan “Bangkrut” Dibanding Pria)

Untuk jangka panjang, apabila mereka berhasil mendaki ke tahap yang lebih tinggi, penghasilan mereka bisa meningkat berkali-kali lipat. Khususnya ketika mereka telah berhasil membuat bisnisnya sendiri. Misalnya, desainer pakaian yang berhasil membuka butiknya sendiri.

Baik untuk merupakan pasangan yang baru menikah maupun yang telah lama menikah, sebenarnya permasalahan ketidaknyamanan suami, karena istri yang memiliki penghasilan lebih tinggi tetap mungkin terjadi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana sikap Anda di dalam menghadapi hal ini. Hal ini akan sangat tergantung kepada sudut pandang Anda dan pasangan untuk mau memandang hal ini dengan bijak.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami