Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Jenis dan Cara Memelihara Ayam Bangkok, Minat Coba?

by Vera Khairifah on 19 Maret, 2020

Siapa yang tidak kenal ayam bangkok? Ayam sabung ini dikenal sebagai ayam jawara dan petarung yang bergerak cepat, cerdas, dan mampu merobohkan lawan. Berikut informasi mengenai jenis dan cara memelihara ayam Bangkok.

Jenis dan Cara Memelihara Ayam Bangkok, Minat Coba?

Jenis dan cara memelihara ayam Bangkok perlu kamu ketahui sebab harga ayam yang satu ini sangat mahal. Yakni mencapai Rp5 juta sampai Rp30 juta per ekor. Ayam ini berciri khas berleher panjang, jengger berbentuk ros, pial pendek, dan umumnya ada corak merah.

Jika dilihat dari potensi bisnis yang menguntungkan, memelihara ayam Bangkok bisa kamu jadikan sumber cuan terbaru tahun ini nih.

Jenis dan Cara Memelihara Ayam Bangkok

Sebelum mengetahui cara memelihara ayam Bangkok, simak dulu penjelasan mengenai jenis ayam Bangkok berikut ini.

1. Wangkas

Jenis ayam bangkok wangkas dikenal sebagai ayam keturunan juara sabung ayam. Umumnya, ayam ini dijadikan indukan agar bibitnya terlahir sebagai petarung laga.

Ayam ini ada dua varian, yakni wangkas emas dan wangkas geni. Jenis wangkas emas memiliki tubuh berwarna kuning emas. Sedangkan wangkas geni, tubuhnya didominasi warna merah menyerupai warna api.

(Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Ayam Pedaging)
2. Wiring

Ayam bangkok wiring selalu menjadi idaman penyabung ayam, karena bentuk tubuh dan warnanya menawan. Di Thailand, ayam ini dijadikan persembahan para raja.

Ayam wiring umumnya berciri khas corak dasar hitam. Di bagian rawis leher dan ekor, terdapat bulu warna kemerahan. Jenis ayam ini adalah wiring kuning dan wiring galih.

Perbedaan keduanya terletak pada warna bulu rawis. Wiring kuning memiliki bulu rawis dominan kuning. Sedangkan wiring galih memiliki dominan warna kecoklatan atau merah tua.

Kalau soal serang-menyerang, ayam wiring jagonya. Ia mempunyai pukulan keras yang akurat dan suka menyerang ayam kampung (cemani).

3. Klawu

Klawu adalah bahasa Jawa dari abu-abu, jadi ayam bangkok klawu adalah ayam berwarna abu-abu. Warna dasarnya berkombinasi dengan merah, hitam, dan kuning gading di bagian bulu rawis leher.

Varian ayam klawu yakni klawu geni, klawu kethek, dan klawu gading. Masing-masing memiliki perbedaan di corak warna. Ayam klawu geni bercorak merah, klawu kethek bercorak hitam, dan klawu gading bercorak kuning.

Jika diajak sabung ayam, ayam klawu memiliki pukulan keras, mampu mengatur ritme serangan, dan tenang saat menyerang. Meski begitu, ayam ini kurang menarik karena warnanya terlalu kalem.

4. Jali (Blirik)

Ayam bangkok jali atau ayam blirik umumnya menjadi hewan peliharaan. Corak warnanya terdiri dari bintik kuning, putih, merah, dan hitam.

Meskipun begitu, ayam ini juga unggul dijadikan ayam sabung. Ayam ini lincah dan agresif, namun mudah kelelahan.

5. Blorok

Ayam bangkok blorok hampir sama dengan ayam jali. Perbedaannya di corak warna. Corak ayam blorok tidak serapi ayam jali. Dominasi warna ayam blorok terdiri atas putih, sementara jali dominan kuning.

Ayam blorok yang banyak dicari adalah blorok madu. Warna coraknya putih dengan kombinasi warna hitam, merah, dan hijau. Karena itu, blorok madu banyak dipelihara.

Keunggulan ayam blorok madu adalah cerdas saat bertarung, daya tahan kuat, dan mampu melihat kelemahan lawan. Kekurangannya mudah lemas, kurang akurat, dan kurang bertenaga.

6. Putih

Ayam bangkok putih memiliki warna dasar putih. Ayam ini tampak mempesona dan cocok dijadikan peliharaan. Ayam putih juga terkenal memiliki lompatan cepat saat diadu.

7. Jragem

Berkebalikan dengan ayam putih, ayam bangkok jragem justru berwarna hitam pekat seperti kumbang. Ayam ini termasuk langka. Kalau pun ada, kemungkinan besar berasal dari hasil persilangan antara ayam bangkok dan ayam kampung (cemani).

8. Jalak (Wido)

Ayam bangkok jalak atau ayam wido memiliki warna dasar hitam dengan kombinasi putih kehijauan di bagian bulu rawis leher. Ayam ini ada dua varian, yakni wido putih dan wido emas.

Ayam ini kurang diminati lantaran warnanya kurang bercorak. Meskipun begitu, ayam ini cocok dipelihara.

9. Mathai

Terakhir adalah ayam bangkok mathai. Ayam ini termasuk hasil perkawinan silang antara ayam Birma dan ayam Bangkok. Karena persilangan ini, ayam mathai menjelma sebagai ayam yang unggul bertarung, bergerak cepat, dan tangguh.

Tahapan dari Cara Memelihara Ayam Bangkok

Ayam bangkok juga harus dipelihara dengan baik. Selain dijadikan bahan sabungan, juga bisa dijadikan sebagai ayam peliharaan. Kunci dari pemilihan jenis dan cara memelihara ayam Bangkok adalah dengan mengutamakan ketelatenan.

Tahapan dari cara memelihara ayam Bangkok ini bisa kamu terapkan untuk semua jenis ayam Bangkok yang kamu pilih.

  • Pilih indukan yang aktif, lincah dan sehat

Ayam yang sehat berasal dari indukan yang sehat pula. Karena itu, pilihlah indukan aktif, lincah dan sehat.

Perhatikan pula, indukan ayam yang bebas dari cacing, tidak cacat maupun sakit. Hal ini penting agar kualitas bibit tetap terjaga dan kuat.

  • Buat kandang yang bebas jentik nyamuk

Saat membuat kandang, sebaiknya bangunlah dengan saluran air yang lancar. Agar, saluran air bebas dari jentik nyamuk.

Selain itu, pastikan lokasi kandang ayam berjarak 5 meter dari kandang ayam lain atau rumah Anda dengan kontur tanah yang datar.

Jika rumah Anda memiliki pekarangan dengan pepohonan, buatlah pula lubang ventilasi sebagai sirkulasi udara dan cahaya. Arahkan kandang sejajar dengan arah angin, agar ayam terhindar dari penularan penyakit.

Jangan lupa, usahakan lokasi kandang berada di tanah yang berumput. Pagari dengan semen dan batu bata atau bambu agar ayam tidak lari kemana-mana.

Agar tidak bingung, Anda bisa mengecek salah satu jenis kandang ayam seperti kandang umbaran satuan, kandang postal, dan kandang tidur.

  • Beri pakan bibit dan suplemen tambahan

Sesudah ayam betina bertelur, saatnya memberi pakan bibitnya. Ayam bibit diberi pakan pada usia 2 hari, 3 bulan, 6 bulan, dan 7 bulan ke atas. 

Misalnya untuk bibit ayam umur 2 hari, pakan hanya berupa air sebab bibit masih bergantung pada indukan. Sementara untuk bibit di bawah 3 bulan, berilah pur atau pakan yang mengandung kalsium dan protein tinggi. Pur ini bertekstur lembut jika dicampur air. Namun hati-hati agar pur tidak terlalu lembap dan meracuni ayam.

Jika bibit hampir mencapai umur 1-4 bulan, tambahlah suplemen berupa campuran susu bubuk dan bayi dengan perbandingan 1:5. Manfaatnya adalah untuk membantu pembentukan tulang, bulu, otot, dan bagian tubuh lainnya.

Sedangkan bibit ayam umur 3-6 bulan, bibit membutuhkan kalsium, protein, lemak, dan karbohidrat untuk pertumbuhan daging dan otot. Berilah pur dengan tekstur agak kasar dan dicampur nasi.

Jika bibit sudah berumur di atas 6 bulan, maka bibit bisa diberikan pakan lebih keras. Misalnya dedak, jagung, gabah, beras merah atau konsentrat.

  • Cabut bulu bibit ayam

Meski bulu ayam akan membuat bibit tampak besar, namun sebenarnya bulu justru dapat menghabiskan porsi gizi dan asupan makanannya.

Karena itu, penting untuk mencabut sebagian bulu pada bibit ayam. Cabutlah bulu ketika bibit berusia 3 minggu pada bagian ekor dan sayap. Jika bibit berumur 2 bulan, cabutlah bulu yang rontok di bagian punggung dan leher.

  • Rawat bibit secara intensif

Anakan atau bibit ayam perlu perawatan intensif. Misalnya saat bibit dilepas untuk bermain. Batasilah waktu 30 menit per hari agar bibit tidak terlalu banyak kehilangan energi.

Sementara itu, jika bibit ayam berumur 6 bulan atau memiliki bulu rawis, sebaiknya peliharalah bibit di kandang.

  • Mandikan ayam

Agar penampilan ayam tetap sangar dan mantap, mandikan bibit secara teratur dan teliti. Karena jika asal memandikan, ini bisa mempengaruhi performa bertarungnya. Mandikan ayam sekitar pukul 8 pagi saat cuaca cerah. Gunakanlah air bersih mengalir.

  • Latih fisik ayam

Selain dimandikan, fisik ayam juga wajib dilatih. Ayam akan mulai dilatih ketika berumur 6-7 bulan. Latihan fisik ini berupa mengadu ayam dengan ayam lokal atau sejenis dan senam pagi.

(Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Ayam Petelur untuk Pemula)
Beli Ayam Bangkok dengan Pinjaman Dana dari Kredit Pintar

Jika belum yakin mencoba bisnis skala besar ayam Bangkok, kamu bisa membeli satu ekor sebagai hewan peliharaan. Butuh tambahan dana untuk beli ayam Bangkok? Langsung aja ajukan kredit mudah via aplikasi Kredit Pintar.

Kredit Pintar membantumu memberikan pinjaman atau kredit hingga Rp5 juta hanya dengan syarat penyertaan KTP. Penyedia jasa pinjaman online ini sudah terdaftar dan diawasi OJK, serta mudah digunakan karena tersedia di smartphone berbasis Android.

Yuk, buruan unduh aplikasi Kredit Pintar di Play Store, dan langsung ajukan kredit mudah pencairan super cepat.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast