Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

18 Kesenian Tradisional Sulawesi Utara Beserta Maknanya

by Vera Khairifah on 29 Juli, 2020

Kesenian tradisional Sulawesi Utara muncul karena pengaruh yang beragam. Mulai dari adat dan kebudayaan yang sudah ada sejak lama, hingga pengaruh bangsa asing yang sempat singgah. Berikut informasi mengenai daftar kesenian tradisional Sulawesi Utara selengkapnya.

18 Kesenian Tradisional Sulawesi Utara Beserta Maknanya

1. Tari Maengket

Tari Maengket - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara yang pertama adalah Tari Maengket. Hingga kini, Tari Maengket menjadi salah satu kesenian yang masih terus eksis. Dahulu, tarian ini dibawakan saat masa tanam dan panen padi.

Jadi, sembari petani hendak mulai menanam maupun memanen padi, mereka juga sambil menarikannya. Selain menari, penari juga menyanyikan syair lagu khas dengan Bahasa Minahasa. Inti dari tarian ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

2. Tari Tempurung

Tari Tempurung - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Tempurung memiliki arti cangkak atau batok kelapa yang digunakan warga sebagai mangkuk atau wadah tertentu. Kesenian tradisional Sulawesi Utara ini menggunakan properti tempurung dengan bunyi khas yang nyaring.

Makna dari tarian ini adalah ungkapan rasa syukur atas hasil panen kopra atau buah kelapa, serta pemberian apresiasi terhadap para keluarga petani.

3. Tari Kabasaran

Tari Kabasaran - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Setiap daerah rasanya memiliki tarian perang yang identik dibawakan oleh penari laki-laki yang memegang senjata. Di Sulawesi Utara sendiri, tari Kabasaran lah yang merepresentasikan cerita perang dalam sebuah pertunjukan tari.

Senjata yang digunakan adalah pedang atau tombak. Gerakan tarian ini mirip dengan perkelahian ayam jantan. Meskipun merupakan tarian perang, peruntukkan tarian ini sebenarnya untuk mengawal tokoh adat penting Minahasa saat upacara adat digelar.

Kabasaran sendiri memiliki arti prajurit pengawal yang menjamin kelancaran jalannya upacara adat.

(Baca Juga: 15 Kesenian Tradisional Sulawesi Tenggara)
4. Tari Lenso

Tari Lenso - Kesenian Tradisional Sulawesi Utarad

Tari Lenso adalah kesenian tradisional Sulawesi Utara yang juga ada sejak lama di Maluku. Rasa penuh suka cita sangat terpancar pada ekspresi para penari.

Sebab, tujuan utama dari pertunjukan tarian ini adalah sebagai hiburan saat acara pernikahan, pesta rakyat, panen tani, hingga perayaan tahun baru dan acara lainnya.

Penari tarian ini merupakan sekelompok anak muda yeng mengenakan selendang di bahunya. Selain sebagai hiburan, pertunjukan Tari Lenso juga bisa dijadikan ajang mencari jodoh.

Apabila selendang penari diberikan ke salah satu penonton, maka tandanya pernyataan cinta baru saja diungkapkan. Dan jika selendang itu diterima, maka berarti cintanya pun terbalaskan. Unik, kan?

5. Tari Gunde

Tari Gunde - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Tari yang dipopulerkan oleh masyarakat Sangihe Talaud ini mengalami banyak perubahan fungsi. Pada zaman dahulu, Tari Gunde ditampilkan saat ada ritual keagamaan yang sifatnya sangat sakral. Kemudian, berubah menjadi tari istana yang akhirnya ditetapkan sebagai tarian tradisional asli masyarakat setempat.

Nilai sakral tetap dipegang teguh dan menjadi hal yang ditonjolkan dalam penampilan tarian ini. Penari mengenakan baju adat bernama Laku Tepu, dan menari dengan iringan instrumen alat musik khas Sangihe, yakni Sasambo.

6. Tari Mesalai

Tari Mesalai - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Satu lagi kesenian tradisional Sulawesi Utara yang berasal dari daerah Sangihe Talaud. Tari Mesalai dibawakan saat upacara adat.

Tarian ini sebenarnya merupakan bagian dari Tari Gunde. Di mana dahulu Tari Mesalai yang merupakan kesenian rakyat diambil menjadi tarian istana dan berubah menjadi Tari Gunde yang dibawakan oleh anak-anak bangsawan. Sedangkan Tari Mesalai kemudian tetap menjadi kesenian rakyat.

Nilai utama dari tarian ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Genggona Langi Duatung Saluruang, yang berarti Tuhan yang Maha Tinggi Penguasa Alam Semesta.

7. Tari Tatengesan

Tari Tatengesan - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara ini mengandung cerita rakyat tentang desa Tatengesan, yakni sebuah desa yang berada di kecamatan Pusomaen, kebupaten Minahasa Tenggara.

Diceritakan bahwa warga Tatengesan dahulu harus melawan bajak laut asal perairan Filipina yang kerap mengganggu warga pesisir. Tarian ini sarat akan rasa semangat dan ditampilkan dengan syair lagu yang mengandung lirik perlawanan terhadap bajak laut.

8. Tari Mane’e

Tari Mane’e - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Tari Mane’e berasal dari daerah Talaud dan ditampilkan setiap tradisi Nanusa digelar. Tradisi tersebut digelar sejak abad ke-12 oleh masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.

Sesuai dengan arti Mane’e yang berarti ‘sepakat’, nilai yang ditonjolkan dari tarian ini adalah keputusan yang diambil lewat musyawarah mufakat. Para nelayan sepakat untuk menangkap ikan bersama-sama.

(Baca Juga: 11 Kesenian Tradisional Kalimantan Barat)
9. Tari Katrili

Tari Katrili - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Sebagian dari kamu mungkin tahu bahwa tanah Sulawesi juga pernah disinggahi oleh bangsa Spanyol yang berniat membeli rempah-rempah. Tari Katrili inilah salah satu peninggalan bangsa Spanyol tersebut.

Penari menari berpasang-pasangan dengan setelan jas dan gaun cantik berwarna-warni. Tarian ini dibawakan saat transaksi jual beli rempah hendak dilakukan.

Nilai dari tarian ini adalah rasa syukur atas hasil panen rempah yang melimpah. Sekarang, tari Katrili dibawakan sebagai hiburan saat acara pesta pernikahan.

10. Tari Tumatenden

Tari Tumatenden - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Pertunjukan kesenian tradisional Sulawesi Utara yang mengisahkan cerita rakyat juga terkandung dalam Tari Tumatenden. Tarian yang sifatnya menghibur ini ditampilkan oleh 9 penari perempuan, dan 1 orang penari laki-laki.

Cerita rakyat yang disampaikan adalah kisah legenda seseorang yang tinggal di daerah Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara yang sangat rajin mengurus kebunnya.

11. Tari Mokosambe

Tari Mokosambe - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara ini mengandung penyampaian cerita rakyat yang mirip dengan legenda Jaka Tarub asal Jawa Barat.  Dikisahkan ada sekelompok putri dari khayangan yang mandi di sebuah pemandian di lereng gunung Kamasaan, Kecamatan Sang Tombolang Bolaang Mongondow.

Namun, Raja Mokosambe kemudian mengambil salah satu selendang putri yang bernama Bua Poyandi. Sehingga Bua Poyandi tidak bisa kembali pulang ke khayangan. Tujuan dari tarian ini hanya lah sebagai hiburan.

12. Tari Uwela

Tari Uwela - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Masyarakat Bolaang Mongondow sejak dulu menggelar pertunjukan Tari Uwela sebagai hiburan sekaligus penyampaian makna kejadian sejarah. Semangat kerja gotong royong adalah makna utama yang ingin disampaikan pada pertunjukan Tari Uwela.

Sejarah yang disampaikan adalah kisah rakyat setempat yang membangun sebuah jembatan kayu yang besar. Dengan cara bergotong royong, jembatan tersebut akhirnya berhasil dibangun dengan cepat.

Jadi, makna yang bisa dipetik adalah pekerjaan apapun akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama dengan semangat membara.

13. Tari Pisok

Tari Pisok - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kata Pisok dalam nama tari ini diambil dari nama salah satu burung endemik di daerah Sulawesi Utara, yakni burung pisok. Sesuai dengan karakter burung tersebut, tarian ini juga sangat enerjik, lincah, dan ditambahkan nilai-nilai gotong royong di dalamnya.

Pelestarian kesenian tradisional Sulawesi Utara ini juga sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga populasi burung pisok agar tidak segera punah.

14. Tari Mahambak Batik

Tari Mahambak Batik - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara juga hadir sebagai sarana mengikat hubungan bermasyarakat agar selalu kompak. Seperti Tari Mahambak Batik yang ditampilkan saat acara syukuran rumah baru warga.

Momen syukuran rumah baru sangat penting untuk masyarakat Minahasa karena menjadi waktu yang tepat untuk bersosialisi. Sehingga kehadiran tarian ini akan membuat momen tersebut semakin bermakna, dan warga pun juga sekaligus terhibur.

15. Tari Pasasanggarroma

Tari Pasasanggarroma - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Passasanggarroma berarti saling memberikan tumpangan satu sama lain. Tarian yang dibawakan oleh 24 penari perempuan dan laki-laki ini mengandung makna gotong royong dalam setiap aktivitas warga Kabupaten Talaud.

Instrumen alat musik yang mengiringi pertunjukan tarian ini adalah keroncong, gitar, dan tambur.

16. Musik Bia

Musik Bia - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Selain tari, kesenian tradisional Sulawesi Utara juga ada di bidang musik. Bia merupakan alat musik tiup yang terbuat dari cangkang keong besar di laut yang dilubangi pada beberapa bagian. Penduduk Desa Batu Minahasa Utara sudah menjadikan cangkang sebagai alat musik sejak tahun 1941.

Permainan alat musik Bia bisa dimainkan secara individu maupun kelompok, dengan atau tanpa iringan alat musik lain. kini, pertunjukan musik Bia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

17. Musik Kolintang

Musik Kolintang - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Musik Kolintang atau gong kecil sangat populer di Sulawesi Utara. Sejak dini, anak-anak diajarkan memainkan alat musik ini.

Orkes Kolintang juga dikenal sebagai hiburan di berbagai acara rakyat atau pesta keluarga. Bahan pembuat Kolintang sendiri adalah kayu.

18. Musik Bambu

Musik Bambu - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Musik Bambu dimainkan dengan cara ditiup. Pertunjukannya sudah ada sejak lama sekali, ditemukan oleh salah satu petani asal Sangihe Talaud sekitar tahun 1700.

Pertunjukan kesenian tradisional Sulawesi Utara ini mulanya hanya ditampilkan sebagai hiburan setelah makan malam. Namun kini juga ditampilkan di berbagai acara umum yang ramai.

Itulah berbagai kesenian asal Sulawesi Utara, mulai dari pertunjukan tari hingga musik. Yuk, pelajari lebih jauh kesenian dan kebudayaan daerah lain dengan membaca buku. Kebutuhan belanja apa saja termasuk buku kini bakal makin mudah dengan pembayaran kartu kredit.

Ada banyak diskon dan promo menguntungkan yang sayang jika dilewatkan. Miliki kartu kredit sekarang juga lewat CekAja.com. CekAja.com akan membantumu membandingkan dan memilih kartu kredit yang cocok, serta membantu proses pengajuan menjadi lebih cepat.

Bandingkan dan ajukan kertu kredit untukmu sekarang juga!

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast