Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Melihat Makna Sumpah Pemuda Setelah 91 Tahun Berselang

by Gito on 28 Oktober, 2019

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda Indonesia Semangat Optimistis 17 Agustus - CekAja

Kutipan kalimat diatas merupakan bentuk nyata bahwa Pemuda Indonesia mengambil peranan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Kalimat tersebut bukanlah kalimat biasa yang sengaja dilontarkan oleh beberapa orang sambil lalu, melainkan ikrar sakral hasil keputusan Kongres Pemuda II yang digelar pada tanggal 27 Oktober hingga 28 Oktober 1928 di Batavia, nama lain Jakarta sebelum merdeka.

Sumpah Pemuda juga merupakan bukti bahwa tidak ada lagi ego kedaerahan. Proses yang melatarbelakangi munculnya Sumpah Pemuda cukup panjang dan rumit.

Karena sebelumnya pada tahun 1926, juga digelar Kongres Pemuda I, namun masing-masing perwakilan organisasi pemuda masih condong ke daerahnya masing-masing.

Begitu besarnya kecintaan para pemuda terhadap negeri ini hingga mereka merasa perlu untuk duduk bersama dan menyamakan persepsinya tentang perjuangan, tentang kemerdekaan, tentang Indonesia.

Memang tidak dapat dipungkiri, pemuda merupakan tunas bangsa yang memiliki andil cukup besar untuk memajukan bangsa ini.

Seperti mengutip orasi Presiden pertama Indonesia, Soekarno yang mengatakan, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia,”.

Pemuda juga yang melakukan “penculikan” terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Karawang untuk mendesak segera diproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945 lalu.

(Baca juga: Jokowi Kawinkan 16 Menteri Lama dengan 22 Muka Baru di Kabinet Indonesia Maju)

Kala itu terjadi beda pendapat antara Golongan Tua yang menunggu hadiah kemerdekaan dari Jepang atau justru memproklamirkan kemerdekaan seperti yang dituntut oleh Golongan Muda.

Beberapa tokoh dari golongan muda antara lain, DN Aidit, Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana dan beberapa tokoh lainnya.

Begitu besar harapan bangsa ini terhadap para pemuda sehingga setiap tanggal 28 Oktober dijadikan momentum untuk mengenang jasa para pemuda yang bergabung dan menurunkan egonya masing-masing demi Indonesia.

Jangan juga lupa, pada saat memasuki era reformasi pada tahun 1998 silam, pemuda juga lah yang menginisiasi lahirnya era baru tersebut. Puluhan ribu mahasiswa dari berbagai macam universitas berkumpul di Jakarta demi memulai era baru, reformasi.

Ribuan lainnya juga secara serempak menggelar aksi di berbagai daerah untuk satu tujuan, reformasi. Nah, jika dulu para pemuda berjuang demi kemerdekaan.

Kamu sebagai pemuda masa kini yang penuh dengan ide brilian dan loyalitas tinggi terhadap bangsa wajib menjaga persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa.

Agar kamu bisa lebih mengenal tentang Sumpah Pemuda, berikut merupakan beberapa fakta menarik tentang Sumpah Pemuda. Simak yuk!

1. Diikuti lebih dari 700 peserta

Kongres Pemuda II yang akhirnya memutuskan lahirnya Sumpah Pemuda dihadiri oleh sekitar 700 orang dari berbagai suku. Dulu organisasi pemuda ada banyak sekali, dan kebanyakan bersifat lokal.

Seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Sekar Rukun, Batak Bond, Pemuda Kaum Betawi, Jong Ambon, Jong celebes, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan banyak lagi lainnya yang sifatnya kedaerahan.

Kala itu, bukanlah perkara mudah bisa mengumpulkan ratusan pemuda di suatu tempat. Karena tentara Belanda masih menduduki Indonesia dan menjajah negeri ini.

Sebelum lahirnya Kongres Pemuda, perjuangan pemuda sebenarnya sudah dimulai jauh lebih dulu. Seperti lahirnya Budi Oetomo pada tahun 1908, kemudian Tri Koro Dharmo yang menjadi wadah awal penghimpunan pemuda.

2. Diperdengarkan lagu Indonesia Raya tanpa syair

Suasana mencekam masih melanda Jakarta pada tahu 1928 silam. Karena ketatnya penjagaan juga, maka lagu Indonesia Raya hanya dimainkan dengan instrumen biola tanpa syair.

Karya cipta Wage Rudolf Supratman itu tidak dinyanyikan dengan lirik. Namun itu merupakan kali pertama lagu yang menjadi lagu wajib nasional itu diperdengarkan.

(Baca juga: Ini Jumlah Kekayaan Puan Maharani, Ketua DPR Perempuan Pertama)
3. Awalnya penggunaan peci hitam sebagai identitas bangsa

Usai menghasilkan rumusan yang berisi Sumpah Pemuda, pada peserta kongres sepakat untuk mencopot tutup kepala apapun yang dipakai dan menggantinya dengan peci hitam yang kerap dipakai oleh Soekarno. Pada saat itu juga dipercaya sebagai tonggak dimulainya Peci sebagai identitas bangsa.

Jadi saat itu diyakini sebagai momentum untuk bekerjasama dan bersatu untuk kemerdekaan bangsa.

Nah lahirnya industri baru yang dinamakan financial technologies (fintech) juga tidak luput dari peran pemuda pada tahun 1928 silam. Karena berkat semangatnya lah para pemuda di era milenial dapat merancang dengan bebas bentuk bisnis yang dapat memudahkan masyarakat.

Kamu sekalian juga bisa ikut mendorong kemajuan bangsa ini. Mulailah berwirausaha. Ciptakan kemandirian finansial untuk kamu dan keluargamu.

Buat pergerakan ekonomi menjadi lebih baik lagi lewat dibukanya akses lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan penguatan sumber daya manusia.

Jangan takut untuk berwirausaha. Kamu bisa akses CekAja.com untuk memenuhi kebutuhan kamu akan modal usaha dan temukan produk keuangan yang cocok.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit