Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Mengenal Decluttering dan Gaya Hidup Minimalis yang Ramah Kantong

by Tisyrin N. T on 26 November, 2019

Kamu mungkin udah pernah dengar soal gaya hidup minimalis. Nah, untuk memulai gaya hidup minimalis kamu bisa memulainya dengan melakukan decluttering. Apa itu decluttering?

metode decluttering

Kalau kamu merasa lemarimu terlalu penuh, atau kamarmu sesak karena banyak sekali barang, nampaknya kamu perlu melakukan decluttering. Apalagi, kalau hobimu belanja impulsif bukan berdasarkan kebutuhan. Kamu pasti sering membeli sesuatu hanya karena diskon, melihat barang yang lucu, atau sekedar ikut-ikutan tren.

Pengertian Decluttering

Decluttering pada dasarnya memiliki arti remove unecessary items from an untidy or overcrowded place. Atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan.

Jadi, decluttering itu bukan sekedar kegiatan beres-beres biasa. Bukan sekedar menyapu dan mengepel lalu selesai. Bukan sekedar menata barang-barang agar terlihat rapi. Dalam melakukan decluttering, kamu harus pandai menyortir barang-barang yang kamu miliki. Kamu harus bisa menentukan mana saja barang-barang yang harus kamu simpan, mana barang-barang yang harus kamu buang, hingga mana barang-barang yang bisa kamu donasikan.

Nah, ketika harus membereskan kamar atau bahkan seisi rumah secara total, kamu mungkin bingung dari mana memulainya. Kalau kamu sudah punya niat dan waktu untuk melakukan decluttering, ada banyak metode yang bisa kamu contek. Inilah beberapa diantaranya:

Kalau mau mengikuti metode ini, kamu dapat menyortir benda-benda dengan bantuan 4 buah kotak. Kotak-kotak tersebut untuk membantu menyortir barang dengan kategori ‘simpan’, ‘pindahkan’, ‘buang’, dan ‘berikan’. Mudah sekali bukan?

KonMari method banyak jadi bahan perbincangan belakangan ini. KonMari method diciptakan oleh pengarang buku The Life-Changing Magic of Tidying Up yaitu Marie Kondo. Terdapat 2 macam bentuk kegiatan beres-beres. Kegiatan yang dimaksud yaitu daily tidying (mengembalikan barang yang dipakai ke tempat semula) dan special event tidying. Decluttering tergolong special event tidying. Proses tersebut dimulai dengan membuang apa yang tidak diperlukan. Kamu bisa cari tahu lebih lengkap dalam bukunya The Life-Changing Magic of Tidying Up.

Minimalist game adalah metode yang dicetuskan oleh Ryan Nicodemus dan Joshua Fields Millburn. Pada metode ini, kegiatan decluttering diubah menjadi semacam game. Kamu bisa menemukan metode ini di media sosial dengan tagar #minsgame. Minimalist game biasanya dapat mulai dilakukan di awal bulan atau tanggal 1. Kamu harus memilih barang yang akan disingkirkan sesuai tanggal. Artinya, di tanggal 1, kamu harus menyingkirkan 1 barang. Lalu tanggal 2, menyingkirkan 2 barang, dan seterusnya. Jadi dalam sebulan, gak kerasa kamu bakal menyingkirkan ratusan barang!

Metode ini juga dicetuskan oleh Ryan Nicodemus dan Joshua Fields Millburn. Jika menggunakan metode Packing Party, kamu harus membayangkan akan pindahan, yang artinya hanya membawa barang yang penting saja.

(Baca juga: Ramah Lingkungan, 6 Gaya Hidup yang Lagi Tren Ini Bisa Kamu Tiru)
Keuntungan Gaya Hidup Minimalis

Seperti sudah disebutkan, decluttering merupakan cara yang dapat kamu terapkan untuk memulai gaya hidup minimalis. Decluttering punya banyak manfaat lho. Yang pasti kegiatan ini akan membuat kamu merasa lebih nyaman di rumah karena tidak ada tumpukan barang tidak berguna.

Selain itu, decluttering akan membantu menghentikan kebiasaan belanja impulsif, karena setelah melakukannya kamu akan merasa enggan membeli barang baru yang tidak terlalu dibutuhkan. Kamu juga akan lebih menghargai barang. Lewat donasi, kamu juga memberi manfaat pada orang lain bukan? Selanjutnya, decluttering membantumu terhindar dari stres. Kamu juga akan mendapatkan efisiensi waktu karena barang-barang akan lebih mudah dicari.

Kalau sudah berhasil decluttering, kamu juga bisa menimbang untuk menerapkan gaya hidup minimalis sepenuhnya. Gaya hidup minimalis populer di Jepang dan terinspirasi dari ajaran klasik Zen Budha. Pengikutnya diajak untuk hidup sederhana, secukupnya, seminim mungkin, sehingga tidak perlu terlalu banyak memiliki benda. Pengikut gaya hidup ini bukan berarti miskin atau tidak memiliki uang, tapi mereka percaya bahwa memiliki benda terlalu banyak akan membuat manusia menjadi tidak bahagia.

Mengutip qmfinancial.com, gaya hidup minimalis bukan sekadar memangkas barang yang kamu miliki, tapi merupakan filosofi tentang mengendalikan diri dan kehidupanmu sendiri. Nah, inilah keuntungan menjalani gaya hidup minimalis seperti yang dilansir situs finansial tersebut:

  • Ramah kantong

Secara logika dan rasional, biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya hidup mewah jauh lebih mahal, dibandingkan gaya hidup sederhana dan minimalis. Gaya hidup minimalis akan mengajarkan kamu untuk bisa memprioritaskan apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam hidup.

Gaya hidup ini membuat kamu lebih fokus pada hal yang benar-benar dibutuhkan untuk menjalani hidup. Nantinya kamu tidak lagi memikirkan bujet untuk membeli pakaian secara rutin, membeli aksesoris atau benda-benda tersier lainnya. Otomatis, akan ada banyak gaji tersisa untuk dialokasikan ke tabungan. Kamu juga akan lebih cepat mewujudkan tujuan finansialmu.

Bagi kamu yang tengah terjerat utang, gaya hidup minimalis akan sangat membantu. Dengan meminimalisasi jumlah kebutuhan yang dibeli otomatis kamu bisa fokus menyelesaikan utang dan bisa kembali menjadi orang yang bebas dari kejaran berbagai tagihan.

  • Ramah jiwa

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 2.500 orang dari berbagai negara memperlihatkan bahwa 87% dari mereka lebih bahagia saat memiliki sedikit barang dibanding ketika memiliki lebih banyak barang. Mereka merasa lebih bebas dan tidak terbelenggu dengan berbagai macam tuntutan gaya hidup akibat bombardir kapitalisme.

Kebahagiaan sejatinya bukan didapat dari memiliki barang sebanyak mungkin, melainkan jika kita menikmati hidup kita seutuhnya. Dengan begitu, tingkat stres dalam diri diharapkan bisa jauh merosot.

Membuang barang yang selama ini ternyata gak dibutuhkan dipercaya bakal memberi ruang gerak baru di rumah untuk memunculkan pikiran lebih segar. Namun, menerapkan gaya hidup minimalis bukan berarti kamu gak boleh punya mobil atau rumah tinggal. Intinya, kebahagiaan yang ingin diraih dengan hidup minimalis tak seharusnya didapat dari barang, melainkan dengan cara menjalani hidup itu sendiri.

(Baca juga: Yuk Beralih Ke Gaya Hidup ‘Zero Waste’!)
  • Ramah lingkungan

Hampir setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia menghasilkan jejak karbon yaitu, jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai aktivitas harian. Semakin tinggi jumlah jejak karbon maka semakin membahayakan bumi karena hal ini menjadi penyebab utama pemanasan global.

Jadi, semakin sedikit barang yang dikonsumsi, makin sedikit pula kerusakan yang kamu buat terhadap lingkungan. Semakin banyak barang yang dikonsumsi, semakin tinggi carbon imprint-mu. Membatasi perilaku konsumtif adalah cara paling mudah untuk mengurangi dampak yang kita timbulkan terhadap lingkungan.

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.