Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Istilah Digital Onboarding dalam Industri Keuangan

by Sindhi Aderianti on 17 September, 2018

Di era yang semakin canggih, kini berbagai hal amat dipermudah. Tak terkecuali pada industri keuangan. Salah satu inovasi keuangan yang cukup banyak memberi kemudahan penggunanya adalah digital onboarding. Baru pertama kali mendengarnya? CekAja akan memperkenalkan istilah tersebut selengkapnya di sini.

asuransi kesehatan - CekAja.com

Digital onboarding sebelumnya kerap kali digunakan untuk pemasaran online. Dalam dunia perbankan, digital onboarding mengacu pada pengajuan membuat rekening lewat website ataupun aplikasi ponsel. Artinya, semua proses pembukaan rekening tabungan akan dapat dilakukan secara digital mulai dari awal hingga menerima kartu ATM.

Sejarah Munculnya Digital Onboarding Pertama Kali

Dulu, banyak bank lokal Swiss yang masih memerlukan wawancara tatap muka di kantor cabang sebagai proses standar mereka untuk membuka rekening baru. Namun, kemudian di tahun 2006, digital onboarding akhirnya mulai menjamah industri perbankan negara berjulukan Land of Milk and Honey tersebut.

(Baca juga: Harga iPhone Terbaru Mahal? Cek Dulu Spesifikasinya di Sini!)

Dalam praktik digital onboarding mereka, Swiss FINMA mengizinkan bank-bank mengambil pelanggan baru mereka secara digital melalui otentikasi video. Hingga kini, digital onboarding di sana pun semakin diterima secara luas seiring dengan zaman yang juga serba digital seperti sekarang.

Di Indonesia, digital onboarding memang tergolong baru. Namun bukan berarti tidak bisa diterima oleh masyarakat, lho. Digital onboarding justru berpeluang besar diminati karena cocok dengan gaya hidup orang-orang di Indonesia, termasuk para millennials. Adapun beberapa bank yang sudah mulai menggandeng teknologi ini adalah DBS Indonesia dengan DigiBank dan Commonwealth Bank dengan Tyme Digital.

Faktor Pendukung Digital Onboarding di Indonesia

Bagaimana potensi digital onboarding ke depannya di Indonesia? Menurut Asian Banking & Finance, ada 3 hal pendukung yang ditaksir mampu mendukung jalannya digital onboarding ini. Diantaranya adalah:

(Baca juga: 5 Bisnis yang Sedang Tren Saat Ini)

Pengguna Internet Membludak

Indonesia memiliki pengguna internet terbesar dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara ASEAN yang lain. Bukti ini tentu membuka peluang untuk berbagai platform digital seperti e-commerce dalam memperkenalkan teknologi belanja online andalannya. Platform tersebut membutuhkan sistem pembayaran digital sebagai pendukung. Otomatis, digital onboarding pun berpotensi ikut dilirik untuk memproses pembukaan rekening setiap penggunanya secara online.

Banyaknya Generasi Hi-Tech

Faktor kedua yang mendukung digital onboarding adalah banyaknya generasi hi-tech di Indonesia. Mereka begitu mahir dalam mengulik teknologi, serta pastinya aktif berinteraksi melalui media digital hampir setiap hari.

Perubahan demografis dan perilaku ini dapat dianggap sebagai yang paling berpengaruh. Bahkan kaum muda kelas menengah di Indonesia saja cukup beradaptasi dengan sangat baik terhadap kemajuan teknologi. Jumlah pada segmen ini berkembang sangat pesat sehingga mempengaruhi prospek perbankan digital.

Adanya National Payment Gateway (NPG)

Kehadiran digital onboarding didukung sepenuhnya oleh Bank Indonesia. Hal ini tercantum pada Peraturan BI baru tentang penciptaan National Payment Gateway (NPG) yang diharapkan mampu mempercepat adopsi pembayaran elektronik di Indonesia.

Menurutnya, digital onboarding juga bisa meningkatkan interoperabilitas dan interkoneksi antar saluran transaksi. Faktor ini tak kalah mendukung jalannya digital onboarding agar semakin dipergunakan dengan maksimal.

(Baca juga: Bagaimana Mengelola Keuangan yang Ideal Bagi Pengantin Baru?)

Keuntungan Menggunakan Digital Onboarding

Membuka rekening tabungan di Indonesia rata-rata memerlukan waktu satu jam, mulai dari mengisi formulir, fotokopi data, menunggu pencetakan kartu ATM, verifikasi, hingga aktivasi internet banking dan mobile banking, beda halnya jika Anda memproses semua itu melalui teknologi digital onboarding.

Salah satu kelebihan yang ditawarkan digital onboarding adalah keuntungan dari segi waktu yang amat dipersingkat. Contoh nyata keuntungan tersebut adalah proses pembukaan rekening yang hanya memakan waktu 10 menit. Mengantri atau berkendaraan ke kantor cabang? Tentu tidak perlu lagi.

Anda cukup menyiapkan KTP, NPWP, dan smartphone yang aktif digunakan. Setelah berhasil diproses, rekening bisa langsung aktif dan kartu ATM atas rekening Anda pun akan dikirimkan beberapa hari setelahnya.

Bukan hanya memiliki rekening, berbagai layanan perbankan ternyata juga bisa Anda nikmati dengan adanya digital onboarding ini. Misalnya pengajuan KTA, produk reksa dana, asuransi, KPR, atau pinjaman SME yang semua bisa didapat secara online.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami