Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Menilik Sengkarut Rencana Pelaksanaan Formula E di Monas

by Gito on 14 Februari, 2020

Revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu menuai banyak pro dan kontra. Mulai dari dihilangkannya 190 pohon hingga rencana pelaksanaan Formula E alias balap mobil listrik yang rencananya akan digelar 4 bulan lagi di Kawasan tersebut.

game balap mobil terbaik 2020

Revitalisasi Monas sebenarnya bukanlah hal yang baru. Dulu pada saat DKI Jakarta dipimpin oleh Sutiyoso di tahu 1997, revitalisasi juga pernah dilakukan. Tujuannya adalah untuk menertibkan pedagang kaki lima

Kemudian hal tersebut kembali dilakukan di era Fauzi Bowo. Dia membuat Kawasan Monas menjadi lebih hijau dan bersih.

Tongkat estafet terus berpindah dan kali ini ada di tangan Joko Widodo yang kala itu menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pria yang sekarang menjadi orang nomor satu di Indonesia itu melakukan revitalisasi dengan mengadakan festival Pekan Raya Jakarta (PRJ) di pelataran monas. Hal itu dimaksudkan untuk mengembalikan PRJ sebagai pesta rakyat.

Revitalisasi terus bergulir, kali ini aksi tersebut dilakukan saat era kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Pria yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) itu membangun kios untuk pedagang di Monas.

Sementara Djarot Saiful Hidayat yang meneruskan kepemimpinan Jakarta pasca Ahok mengalami kasus hukum melakukan langkah revitalisasi dengan menghidupkan kembali air mancur menari.

Nah terbaru, Anies Baswedan selaku pemegang tongkas estafet Gubernur DKI Jakarta juga melakukan revitalisasi. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan transportasi sekaligus memperluas ruang terbuka hijau (RTH).

(Baca juga: Menanti Kiprah Monas jadi Sirkuit Balap Formula E Tahun Depan)
1. Sempat dihentikan lantaran tidak mengantongi izin

Proyek revitalisasi senilai Rp114,47 miliar tersebut sempat dihentikan sementara oleh pemerintah pusat. Pasalnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai belum meminta persetujuan Komisi Pengarah.

Hal tersebut termaktub dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995 yang menyebutkan bahwa setiap pebangunan di Kawasan Medan Merdeka DKI Jakarta harus mengantongi izin dari komisi tersebut.

Ketua Komisi Pengarah, dalam hal ini Menteri Sekretaris Negara juga sudah memberikan surat penghentian sementara proyek revitalisasi Monas.

Namun hal tersebut hanya berlangsung beberapa hari. Setelah kemudian Anies Baswedan menjelaskan kepada Ketua Komisi Pengarah, lampu hijau menyala dan proyek tersebut kembali berjalan.

2. Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta mengaku tidak pernah beri rekomendasi

Nah baru-baru ini, tersiar kabar bahwa Pemprov DKI melakukan klaim sepihak atas pemberian rekomendasi untuk menggelar Formula E di wilayah Monas.

Bahkan tim tersebut menyatakan bahwa belum pernah melakukan kajian terkait penyelanggaran balap mobil listrik di area Monas.

Namun di dalam Surat yang dikirimkan ke Mensesneg, Pemprov mengklaim telah mengantongi rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya.

3. Formula E juga sebagai kampanye mobil listrik

Ajang yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2020 itu dikatakan Anies Baswedan juga bertujuan untuk mengkampanyekan penggunaan mobil listrik.

Jadi gelaran tersebut diharapkan bisa membawa pesan bahwa mobil listrik adalah masa depan dari era transportasi.

Selain itu, melalui Formula E juga Anies optimistis dapat menggerakkan perekonomian Jakarta hingga Rp1,2 triliun.

Rencananya, balap mobil tersebut akan melintasi wilayah Jalan Medan Merdeka Selatan kemudian menuju Patung Arjuna Wiwaha. Setelah itu belok kanan ke Silang Monas Barat Daya dan masuk ke Kawasan Monas.

Lalu belok kiri ke sisi barat, putar balik, belok kiri ke sisi selatan, keluar kawasan Monas melalui Jalan Silang Monas Tenggara, lalu kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Sejatinya, hal apapun yang dilakukan untuk mendongkrak ekonomi dan juga citra bangsa adalah positif. Tetapi tentunya hal tersebut harus sesuai dengan kaidah dan ketentuan yang berlaku.

Kamu juga kalau menjalankan usaha juga harus sesuai dengan peraturan ya. Hal itu dimaksudkan agar kamu tidak kesulitan jika pada suatu ketika menemui masalah. Kalau urusan modal untuk mendukung usaha, jangan ragu, akses CekAja.com

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit